>> Home Metropolis Sumsel Sekolah Pakai Motor Ayah
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sekolah Pakai Motor Ayah

Lama tidak masuk sekolah, kemarin, Louis Alfredo, muncul di tengah teman-temannya, SDK Frater Xaverius 2. Meskipun ia kini menjadi yatim piatu setelah ayah, ibu, dan dua kakaknya dibantai dukun Asep, Louis tetap ceriah. Ia pun tak segan bercerita tentang keluarganya.“Senang bisa masuk sekolah lagi,” ujar Louis, bocah 11 tahun kelas V SD itu, memulai perbincangan di ruang kepala sekolah selepas pulang sekolah, kemarin. Ia berkali-kali senyum kepada teman-teman dan para gurunya. Apalagi, kemarin, merupakan hari pertama Louis masuk sekolah.
“Tadi, sudah belajar bahasa Inggris. Teman-teman ternyata sudah kangen sama saya,” jelas Louis, penyuka pelajaran matematika ini sambil tersenyum. Siang itu, selepas sekolah Louis langsung ingin mengikuti les yang diadakan di sekolahnya.
Ia mengaku banyak pelajaran yang sudah tertinggal sejak dirinya sakit. “Kalau cita-cita sih mau jadi polisi. Makanya harus rajin dan tekun,” katanya sambil memainkan Blackberry miliknya.
Kevin Gunawan (11), teman sekelas Louis di kelas V D mengaku memang sudah menunggu-nunggu kehadiran Louis di sekolah. “Louis sekarang terlihat lebih rajin dan tidak usil lagi,” beber Kevin.
Koran ini sengaja tidak menanyakan langsung ke Louis perihal kejadian yang menimpa keluarganya. Hanya, dari pamannya Andi (29) terungkap kalau Louis sudah mengetahui kalau ayah, ibu, dan kedua kakaknya sudah meninggal.
“Awalnya saya tahu dari bibinya Louis, kemudian saya tanyakan langsung ke Louis. Ternyata benar, dia sudah tahu dari BBM Hp-nya,” ujar Andi yang didampingi oleh neneknya Louis. Kemarin, keduanya sengaja menemani Louis masuk sekolah.
Setelah mengetahui orangtuanya sudah tiada, Andi menjelaskan Louis sangat tabah. “Malah Louis bilang ke saya bahwa terpenting Tuhan masih sayang kepadanya. ‘Kan ada Koko dan nenek yang juga masih sayang Louis,” ungkap Andi menirukan perkataan Louis.
Sebenarnya pihak keluarga khawatir bila Louis mengetahui kondisi orangtuanya maka akan mengganggu psikisnya, tetapi kekhwatiran itu tidak terjadi karena Luois menerima kondisinya dengan tabah. “Ini sebuah keagungan Tuhan untuk anak seperti Louis.”
Saat ini,  Andi dan neneknya memang akan mengantar dan menjemput Louis ke sekolah. “Sebenarnya tadi saya saja yang ingin mengantar ke sekolah, tetapi Louis meminta neneknya untuk ikut juga. Kami berangkat ke sekolah menggunakan motor ayahnya. Louis sendiri yang meminta saya untuk memakai motor itu,” tutur Andy lagi.
Yati (61) neneknya Louis mengaku sejak pulang dari rumah sakit Louis tinggal di rumahnya, Jl Mojopahit 7 No 1844, RT 46 RW 13, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Kertapati. “Dia selalu tidur dengan saya,” katanya ramah.
Dari pihak sekolah, ada gerakan tanda kasih untuk Louis. “Gerakan tanda kasih tersebut berasal dari orangtua dan siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Bentuknya   semacam tabungan atau beasiswa untuk Louis. Pihak keluarga juga sudah diberitahu secara lisan, pemberiannya nanti menunggu kepala sekolah yang sekarang sedang dinas di luar kota,” ungkap Wakepsek bidang kesiswaan A Daris Awalistiyo.
Daris menambahkan akan ada dispensasi dari pihak sekolah untuk Louis. “Dia menjadi perhatian kami, nantinya kami akan membebaskan biaya sekolah hingga dia tamat SD,” ujar Daris. 
Terkait akademik Louis, Wakepsek bidang kurikulum P Harmanto menjelaskan sebenarnya setelah keluar dari rumah sakit Louis sudah mau langsung masuk sekolah. “Tetapi kami dari pihak sekolah masih khawatir dengan kondisi psikologis Louis. Ternyata apa yang kami khawatirkan tidak terjadi. Saya senang melihat Louis sudah gembira seperti sekarang, ” jelasnya.
Diketahui, Louis kehilangan ayahnya, Mukkong (40); ibunya, Acen (35); serta dua kakaknya, Serly (16) dan Ranti (12). Keluarganya dihabisi oleh tersangka Asep yang berprofesi sebagai dukun. Hanya, Louis yang selamat dari kejadian tersebut.  (cj7/ce2)


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078