>> Home Metropolis Tim Pantau 12 Titik
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Tim Pantau 12 Titik

PALEMBANG – Sejak dua hari lalu, Balai Teknis Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kota Palembang memantau kualitas udara metropolis. Ada 12  titik, pusat pemantauan tim lembaga yang berada di bawah Dirjen Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (P3L Kemenkes) tersebut.
Romadhoni, tim Teknis Lapangan BTKL Kota Palembang mengatakan, ke-12 titik tersebut tersebar di kawasan Seberang Ilir. Khususnya di lokasi yang dianggap padat kendaraan. Sebut saja, Bundaran Air Mancur (BAM), simpang RSRK Charitas, Palembang Indah Mall (PIM), simpang Sekip, simpang Cinde dan RSMH Palembang.
Kemudian  Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang simpang Polda, depan Danrem 044 Garuda Dempo, RS Ernaldi Bahar, Punti Kayu, dan simpang Tanjung Api-Api (TAA). “Titik ini menjadi sentral karena dianggap padat kendaraan,” ujar Romadhoni kepada wartawan, kemarin.
Katanya, kegiatan ini rutin dilaksanakan dengan koordinasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang. Beberapa item yang diukur adalah TSP, Pb, SOx, NOx, CO, HC, kelembapan dan suhu udara. “Hasil baru bisa keluar minggu depan.”
Beberapa alat yang digunakan adalah impinge. Berfungi memantau gas Sox dan NOx, cometer untuk CO dan HC. Detector untuk HC, Termohigro mengukur suhu dan kelembapan dan sound level meter khusus kebisingan serta alat staplek TSP dan Pb.
Menurut dia, pemantauan kualitas udara yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Hanya, pelaksanaan kali ini sifatnya dadakan, karena biasanya tak dilakukan pada Mei ini. “Biasanya bukan Mei, tapi di bulan tersebut,” katanya. Ia menyebutkan, keinginan memantau kualitas udara tersebut disebabkan karena kondisi udara saat ini sudah tercemar.
“Kondisi udara kita sudah tercemar. Makanya, tim turun. Memang ini pemeriksaan rutin setiap tahun sekali, kecuali ada permintaan dadakan yang harus dilakukan sesegera mungkin untuk pengecekan,” ungkapnya seraya menegaskan hasil belum bisa diketahui karena akan dicek pada laboratorium terlebih dahulu. (rei/ce2)







Add this to your website
 

--------------------------------------------------

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078