Back Anda disini: Home

Artikel

KONI Bahas Program 2015

PALEMBANG - KONI Provinsi Sumsel berbenah pasca-ditegur Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, (14/6) lalu.

Dhennie Zainal, wakil ketua V (bidang kompetisi dan pertandingan) KONI Sumsel, langsung kumpulkan pengurus cabang olahraga (cabor) untuk berdiskusi secara terbuka di Lantai III Sekretariat KONI Sumsel, Rabu siang (25/6).
"Alhamdulillah, semua perwakilan 48 cabor hadir. Sama-sama diketahui pada hari ini (kemarin, red) seyogianya Kepala BPKAD Sumsel, Laonma PL Tobing, hadir untuk bahas program kerja dan anggaran KONI Sumsel 2015. Namun, karena beliau berhalangan, tapi rapat tetap kita lanjutkan," kata Dhennie, yang belakangan ini direstui Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjadi ketua harian KONI Sumsel.
Dalam kesempatan itu mantan anggota DPRD Sumsel ini membahas tiga poin penting. Pertama, BPKAD menginginkan pada pengurus cabor lewat KONI Sumsel soal usulan program 2015. "Kita kasih deadline sampai minggu pertama Juli semua cabor sudah memberikan laporan anggaran program. Jangan sampai ditunda karena DPRD Sumsel sahkan APBD, 27 September nanti," tambah dia.
Dhennie juga hadirkan terobosan. “KONI Sumsel berencana berikan bantuan stimulan (empat bulan) sekali. Ini program baru, sebelumnya belum pernah ada. Memang dana bantuan tidak besar, sekali kegiatan Rp10 juta untuk satu kompetisi bukan kejuaraan daerah (kejurda). Dan saat ini masih menyisakan dua kali even," tambah eks ketua umum KNPI Palembang ini.
Ketiga, lanjutnya, bahas soal pengumuman Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X di Lubuklinggau. "Kami sudah rapat dengan Wali Kota Lubuklinggau dan Sekda Provinsi Sumsel, 19 Juni lalu, hasilnya Porprov X diputus minggu kedua Maret 2015," kata Ketua Harian Persani Sumsel ini.
Teknis pelaksanaan Porprov tetap ditanggung KONI. "Biaya wasit dan panitia pertandingan ditanggung KONI Sumsel. Hanya fasilitas dan venue urusan Kota Lubuklinggau," tambah dia.
Pihaknya juga menyarankan pada kabupaten/kota yang sudah menganggarkan dana Porprov 2014 agar dialihkan pada pembangunan. "Dengan catatan kembali memasukkan dana Porprov pada APBD induk 2015," harap dia.
Diundurnya Porprov secara tidak langsung menjadi keuntungan tersendiri. Pasalnya, Porwil bakal dilaksanakan, September 2015. "Jadi, kalau kita akan gelar training center (TC)-nya tidak begitu panjang," terang dia.
Dhennie juga punya mimpi ramaikan Jakabaring. "Ke depan saya berharap seluruh cabor bisa latihan di Jakabaring. Main catur di bawah pohon, pencak silat di pelataran, sepak takraw di pojok danau, dengan demikian saya yakin ke depan akan semakin ramai," tukas dia.
Hanya memberi tahu, dalam diskusi tersebut juga dihadiri Kadispora Sumsel Syaidina Ali dan beberapa petinggi KONI Sumsel. (yun/cj5/ion/ce6)