Sen09012014

Last update10:33:50 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Lolos ke 16 Besar, Kolombia Larang Peredaran Miras

BOGOTA - Pemerintah lokal di Kolombia rupanya benar-benar takut akan akibat meminum minuman keras (miras) bagi para pemirsa televisi dewasa dan anak-anak di sana saat menonton pertandingan Piala Dunia 2014 Brasil.

Ya, ketakutan pemerintah Kolombia tersebut rupanya tak main-main. Sebagai bentuk kengerian itu, di Ibukota Bogota serta di beberapa kota penting lainnya di sana, pemerintahan setempat melarang minuman keras beralkohol di perjual-belikan secara bebas dan legal.

Selain itu, beberapa walikota di Kolombia juga memberlakukan jam malam bermain buat anak-anak yang dibatasi dari pukul delapan pagi hingga pukul delapan malam. Peraturan ini atau boleh dibilang larangan tersebut dibuat untuk mencegah terulangnya aksi vandalisme pekan lalu.

Aksi vandalisme terjadi di sana paska Timnas Kolombia memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014. Yakni seusai Jepang menahan imbang Yunani 0-0 pada laga kedua Grup C di Arena das Dunas, Natal, 19 Juni silam. Los Cafeteros berhak menggengam satu tiket ke fase gugur setelah enam jam sebelum laga tersebut mengalahkan Pantai Gading 2-1 di Estadio Nacional Mane Garrincha, Brasilia.

Salah satu instansi yang melakukan adanya jam malam buat anak-anak dan larangan memperjualbelikan minuman keras secara bebas adalah Walikota Sogamoso, Miguel Angel Perez. Seperti dilansir The Associated Press, paska kelolosan Timnas Kolombia ke babak 16 besar, aksi vandalisme terjadi di kota tersebut yang mengakibatkan beberapa pusat perbelanjaan rusak.

Belum lagi adanya tiga orang polisi terluka serta penangkapan terhadap tersangka pelaku aksi kerusuhan tersebut sebanyak 30 pemuda yang tenyata sedang dalam pengaruh minuman beralkohol. Tapi secara keseluruhan, terdapat 11 orang tewas dan terjadi lebih 13.700 insiden kekerasan di seluruh Kolombia.

”Tentu ini bukanlah sebuah kemenangan jika ada satu kematian sekalipu,” sembur Menteri Dalam Negeri Kolombia, Aurelio Iragorri dalam pernyataannya kepada pers sebelum tim besutan Jose Pekerman mengalahkan Jepang 4-1 di laga pamungkas Grup C.

Jadilah mulai Selasa (24/6) pagi waktu setempat, kota Bogota menerapkan larangan penjualan minuman beralkohol. Aturan ini lantas diikuti oleh pemerintahan kota Cali (kota terbesar ketiga di Kolombia), kemudian ibukota regional Pasto, Neiva dan Bucaramanga. Hal yang sama ditetapkan oleh pemerintahan Cucuta, kota yang berbatasan langsung dengan Venezuela.

Kini masalahnya beralih kepada pemilik kedai dan café di kota-kota tersebut yang menggelar acara nonton bareng pertandingan PD 2014 Brasil yang tentu menjual minuman beralkohol buat para pengunjung.

Ketidaksenangan juga diungkapkan oleh Antonio Navarrao-Wolff, eks politisi, anggota parlemen dan juga walikota di sana. ”Hukum ‘kering’ (tanpa minuman keras) dan jam malam di hampir setengah wilayah Negara ini diterapkan. Apakah ini sedang demam Piala Dunia atau sedang ada perang sipil?” kata Antonio sinis. (sbn)