Back Anda disini: Home

Artikel

Beli Rokok Seperti Beli Narkoba

MINA - Jemaah haji yang perokok, sempat bingung saat setok rokoknya habis di Mina. Warung-warung dadakan yang hanya buka saat musim haji, tak menyediakan rokok. Jumlah warung di Mina pun terbatas.

Membeli rokok kepada sesama jemaah, itupun kalau jemaah tersebut punya setok lebih. Paling, membeli kepada mukimin. Namun, tak ada pemukiman di Mina, lantaran Mina hanya "hidup" saat musim haji. Kalaupun ada mukimin jumlahnya sedikit, itu yang sengaja datang ke Mina.

Alternatif lain, meminta bantuan kepada petugas haji di posko Mina. Bertanya dimana tempat membeli rokok. Pucuk dicinta ulam tiba, petugas itu lalu menawarkan mau membeli rokok apa. Jika jenis mild LA Light harga per bungkusnya 10 riyal (sekitar Rp35.000), itu yang sudah ada cukai Arab Saudi.

Sedangkan untuk rokok Sampoerna A Mild cukai Indonesia, dibanderol 15 riyal (sekitar Rp52.500) dengan asumsi 1 riyal= Rp3.500. "Nanti ya haji, tunggu sebentar," ucap sang oknum petugas yang "berjasa" bagi jemaah perokok.

Petugas itu pun kemudian pergi berjalan kaki entah memutar kemana, kemudian kembali lagi. Duduk berdampingan, pura-pura mengobrol sebentar. Baru kemudian mengambil uang, dan memberikan rokok kepada jemaah.

Setelah itu dia pergi berlalu, tanpa mau menyebutkan rokoknya didapat darimana. "Terserahlah darimano dio dapet rokok, nak 15 riyal dak apo-apo. Saro kito kalo rokok habis ni," tukas salah seorang jemaah, yang ditemui saat di Mina.

Sulitnya mendapatkan rokok di Mina seperti membeli narkoba, lain halnya dengan di Kota Mekah atau Madinah. Ada warung-warung tertentu yang menjual rokok Indonesia dengan cukai Arab Saudi, tapi tidak dipajang secara terbuka.

Rokok Djarum LA Light dan Djarum Super seharga 10 riyal, Gudang Garam Surya 15 riyal, Gudang Garam Filter 10 riyal, dan Sampoerna A Mild 15 riyal. "Di Mekah dan Mina, kito idak terlalu susah. Kalo rokok habis, biso beli dengan mukimin atau di minimarket," tambah jemaah tersebut. (air)