| KONTRIBUSI MESSI |
|
|
|
| Jumat, 18 Desember 2009 03:09 | |||||||||
Tradisi bentrok antara jagoan Eropa lawan Amerika Selatan (CONMEBOL) di partai puncak FIFA Club World Cup atau Piala Dunia Antarklub terwujud. Barcelona
melanggengkan tradisi tersebut setelah pada laga semifinal yang berakhir kemarin dini hari sukses menaklukkan Atlante FC 3-1 (1-1). Di partai puncak yang berlangsung Sabtu (19/12) mendatang, Blaugrana (julukan Barcelona) sudah ditunggu Estudiantes yang sudah lebih dulu memastikan tiket final usai menundukkan Pohang Steelers 2-1. Sukses Barcelona menembus final memang sudah diprediksi sejak awal. Namun demikian, Barcelonistas (pendukung Barcelona) sempat dibuat panas dingin oleh gebrakan Atlante. Pasalnya, saat pertandingan baru berjalan lima menit, Guillermo Rojas mampu mengoyak gawang Victor Valdes. Barcelona baru mampu menyamakan kedudukan di menit ke-35 lewat Sergio Busquets. Pada menit ke-54, pendukung Barca dan penonton lokal bersorak ketika entrenador Josep Guardiola memasukkan Lionel Messi menggantikan Yaya Toure. Stadion pun semakin bergemuruh. Sebab, satu menit setelah memasuki lapangan, Messi berhasil mengoyak gawang Atlante yang dikawal Federico Vilar. Hadirnya Messi membuat lini pertahanan Atlante makin kedodoran. Hasilnya, pada menit ke-67 gawang Atlante kembali bobol lewat aksi Pedro Rodriguez. ”Saya pikir itu hanya kebetulan. Saya melihat ada peluang dan saya beruntung bisa memaksimalkannya," papar Messi saat diwawancarai di mixed zone. Messi menilai, final lawan Estudiantes akan menjadi partai menarik. "Itu akan menjadi pertandingan terakhir pada 2009 dan yang paling penting," ujar Messi. Pandangan serupa disampaikan kapten Carles Puyol. Defender timnas Spanyol tersebut menilai, kalau final kali ini adalah kesempatan bagi mereka untuk merebut gelar pertama di ajang Piala Dunia Antarklub. Kesempatan menjadi jawara sebetulnya terbuka pada 2006 lalu. Sayang, di final mereka kalah dari klub Brazil International. ”Satu langkah sudah kami capai, dan selanjutnya adalah menampilkan performa terbaik di final. Kami sudah dekat dengan sejarah. Sangat luar biasa bila mengakhiri tahun ini dengan menjadi juara dunia. Kami harus fokus menghadapi mereka (Estudiantes)," kata Puyol. Di kubu Atlante, gelandang veteran Santiago Solari merasa mereka sudah tampil baik dan memberikan perlawanan yang hebat. "Namun, begitu Messi masuk, sepertinya begitu sulit menghentikan dia. Anda bisa lihat bagaimana kontribusi dan pengaruh Messi pada laga ini," aku Solari. Arsitek Atlante, Jose Cruz juga mengakui kalau Messi punya kontribusi atas keberhasilan Barcelona menembus final. "Sebetulnya, kami lebih senang Messi berada di bangku cadangan. Begitu masuk, dia mampu mengubah irama permainan timnya. Dia pemain brilian," puji Cruz. (ham/bas)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||
| Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 18 Desember 2009 03:10 ) |
Terbanyak Dibaca







![]() | Hari ini | 355 |
![]() | Kemarin | 4749 |
![]() | Total | 1203753 |
Sedang Online: 30
IP Anda: 38.107.191.113
Jul 30, 2010
IP Anda: 38.107.191.113
Jul 30, 2010





Tradisi bentrok antara jagoan Eropa lawan Amerika Selatan (CONMEBOL) di partai puncak FIFA Club World Cup atau Piala Dunia Antarklub terwujud. Barcelona
melanggengkan tradisi tersebut setelah pada laga semifinal yang berakhir kemarin dini hari sukses menaklukkan Atlante FC 3-1 (1-1). 














