KECERIAAN dalam kebersamaan, Jum'at (24/3) tergambar pada raut muka PNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) SUmsel yang memperingati Hari Bumi 2017. Berbagai lomba Olahraga gembira digelar untuk memeriahkan acara tersebut, mulai dari senam kesegaran jasmani, lomba tebak lagu hingga permainan gaple yang diikuti oleh seluruh pegawai dil ingkungan Disbudpar Sumsel.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga yang membuka acara mengatakan, kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi sesama PNS di lingkungan Disbudpar, karena dari kebersamaan inilah akan mampu melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dengan baik. 

"Tugas seberat apa pun akan terasa ringan jika dilaksanakan dengan semangat kebersamaan," kata Irene.

Kata Irene, dalam memperingati Hari Bumi kali ini, pihaknya sengaja memusatkan acara di Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring Palembang dengan menggelar lomba olahraga gembira untuk menciptakan kebesamaan, kegembiraan dan kedamaian, karena dari bumi inilah datangnya kedamaian.

"Tugas Disbudpar ke depan akan semakin berat terutama untuk memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia umumnya dan khususnya ke Sumsel disamping tugas tugas rutin yang merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumsel," ujarnya. (jpnn)

 

PALEMBANG - PT Srimetriko Utamawidjaja, anak perusahaan PT Pusri yang mendapat izin usaha penambangan bahan galian C di Sungai Musi wilayah Palembang akan menghimpun dan mendata penambang illegal yang selama ini menambang pasir di sungai yang membelah Kota Palembang itu.

"Izin kita baru keluar dari Distamben Sumsel dan dari Pemerintah Kota Palembang. Karena itu kita akan menghimpun dan mendata penambang yang ada di sepanjang Sungai Musi, mulai dari Jembatan Ampera sampai ke Pulau Kemaro," kata Direktur PT Srimetriko Utamawidjaja Arman Zainuddin saat berkunjung ke Graha Pena (kantor Sumeks Grup), Kamis (23/3).

Izin yang dimiliki saat ini, tambah Arman, adalah izin untuk melakukan eksplorasi di Sungai Musi. Penambang pasir yang selama ini menambang diminta untuk membayar retribusi kepada PT Srimetriko dan pemerintah sesuai jumlah pasir yang ditambang.

"Untuk mencegah penyelewengan jumlah pasir yang ditambang, kita akan bekerja sama dengan Dispenda untuk mengetahui besarnya pajak," ujarnya. (dom)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengevaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas di Sumsel. Ada 11 proyek strategis nasional yang dibahas Jokowi bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin kemarin (21/3) dalam rapat terbatas di kantor Presiden.

Diantaranya proyek infrastruktrut jalan tol, LRT, Asian Games, rel kereta api hingga pelabuhan internasional. Dari 11 proyek tersebut ada dua yang masih bermasalah. Yakni proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api dan pelabuhan Tanjung Carat. "Ada 11 proyek strategis nasional di Sumsel. Yang 9 aman, yang 2 ada masalah, makanya dimintakan bantuan," ungkapnya usai rapat.

Alex menjelaskan untu KEK Tanjung Api-Api kedepan akan mengintegrasikan pelabuhan Tanjung Carat. Yang mana sebelumnya Tanjung Carat tidak termasuk dalam KEK. "Ada 1 pasal dalam perpres yang harus dirubah. Yaitu KEK Tanjung-Api-Api plus Tanjung Carat," jelasnya.

KEK Tanjung Api-Api sendiri keberadaannya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2014. Dimana dalam aturan itu memberi tenggat waktu pengoperasian pada pertengahan tahun 2017. Namun hingga Maret 2017, sejumlah masalah seperti pembebasan lahan pun belum rampung 100 persen.

Namun Alex tidak meyebutkan berapa banyak sisa lahan yang harus dibebaskan lagi. Permasalahan yang masih mengganjal proses penyelesaian proyek tersebut. "Untuk pembebasan lahan sudah sebagian. Karena kita tidak punya uang. Makanya kita gandeng swasta," tambah Alex.

Sementara Jokowi imeminta jajarannya untuk fokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur di bidang transportasi guna memperlancar konektivitas antarwilayah di Sumsel serta mendukung kelancaraan pelaksanaan Asian Games tahun 2018 mendatang. "Mulai dari jalan tol, jalur kereta api, maupun LRT (Light Rail Transit)," ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden berharap pembangunan infrastruktur transportasi utamanya di kota-kota besar dapat mendorong pergerakan ekonomi yang lebih efisien sehingga daya saing daerah tersebut menjadi lebih baik. "Ini dibutuhkan untuk menopang pergerakan ekonomi di Sumatera Selatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga meminta percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api dan pengembangan di Tanjung Carat. Dirinya meyakini pembangunan KEK tersebut akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumsel yang pada tahun 2016 bisa tumbuh sedikit di atas rata-rata nasional sekira 5,03 persen.

"Kawasan ekonomi khusus ini juga bisa dikembangkan untuk menampung minat investasi sektor industri pengolahan, mulai dari 'petro chemical' sampai dengan 'crude refinery', maupun pengembangan investasi di industri otomotif, elektronik, industri manufaktur, dan yang lain-lainnya," ujarnya.

Walaupun demikian, penguatan produktivitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani juga tak lepas dari perhatian pemerintah. Bahkan berdasarkan data yang diterima, nilai tukar petani selalu berada di bawah indeks 100 dan berkecenderungan menurun.

Akibatnya kenaikan harga produk pertanian yang diterima petani lebih rendah dibandingkan kenaikan harga barang yang dikonsumsi petani. "Ini artinya, kita harus bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan," tutupnya.(ran)

PALEMBANG – Setelah sempat bertugas hingga tiga bulan di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dalam rangka pengamanan Pilkada, 300 personel yang ikut dalam bantuan kendali operasi (BKO), kembali ke Polda Sumsel, Senin (20/3) pukul 22.00 WIB.

Tiga SSK atau yang terdiri dari sekitar 300 personel anggota Sat Brimob Polda Sumsel, tiba di Palembang menggunakan pesawat udara yang mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Ratusan personel tersebut dipimpin oleh AKBP Bachtiar Effendi, Kaden B Brimob Polda Sumsel, langsung disambut dengan upacara penyambutan pasukan yang digelar di halaman Polda Sumsel dan dipimpin oleh Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Asep Suhendar, Selasa (21/3).

Menurut Asep Suhendar, Provinsi NAD merupakan daerah yang paling banyak melaksanakan Pilkada tahun ini, yakni satu pemilihan gubernur, 20 pemilihan bupati dan wali kota.

"Alhamdulillah semua berlangsung aman dan itu juga berkat bantuan keamanan dari personel Brimob Polda Sumsel dimana, sebanyak 300 personel Satbrimob dibantukan untuk membantu atau mem-back up pengamanan Pilkada Aceh 2017," ungkapnya.

Pasukan Brimob Polda Sumsel dalam masa tugasnya, diperbantukan di Polda NAD. Yakni di Polres Aceh Tameang, Aceh Timur dan Langsa.

"Saat ini, tanggal 21 Maret 2017, personel Sat Brimob yang melaksanakan pengamanan telah kembali dalam keadaan selamat dan sukses dalam bertugas," pungkasnya. (wly)

PALEMBANG - Munculnya wacana akan dibuatnya tarian Palembang Darussalam disambut baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel. Terlebih jika tujuannya untuk menambah khasanah kebudayaan seni tari baru. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Chamelyn Sinaga, Minggu (19/3) malam.

Menurut Irene, seharusnya wacana penambahan tarian baru oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang tidak perlu dihubungkan dengan Tarian Gending Sriwijaya yang sudah ada sejak jaman kesultanan dan sudah menjadi warisan budaya tak benda Indonesia.

"Kalau memang ingin membuat tarian baru ya silahkan saja, apalagi untuk menambah seni budaya tarian malah lebih bagus. Namun, itu tidak ada kaitannya dengan Tarian Gending Sriwijaya yang sudah ada sejak lama. Palembang juga merupakan bagian dari kebesaran Kerajaan Sriwijaya, jadi tidak akan bisa dilepaskan dari Tarian Gending Sriwijaya ini," kata Irene.

Dikatakannya, jangan sampai wacana pembuatan tarian baru Palembang tersebut membuat Tarian Gending Sriwijaya dilupakan atau tidak bisa ditampilkan saat menyambut tamu kenegaraan yang datang ke Kota Palembang karena dianggap bukan tarian khas Palembang. Apalagi hilang begitu saja, karena tarian ini juga sudah menjadi milik bangsa Indobesia yang selalu menjunjung tinggi adat istiadat budaya yang bersumber pada kearifan lokal.

"Tarian Gending Sriwijaya ini bukan hanya milik Provinsi Sumsel ataupun milik Kota Palembang saja. Namun ini salah satu budaya Indonesia yang semua orang berhak melestarikannya khususnya pemerintah setempat. Ini yang harus kita luruskan, agar semua orang tetap bisa melestarikan tarian ini, karena tarian gending sriwijaya juga merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa ini," pungkasnya. (jpnn)

PALEMBANG - Peringatan lima tahun meninggalnya atau haul KH Zen Syukri ke-5 tahun ini digelar di Masjid Nurul Hidayah, belakang Pasar Cinde Palembang, Minggu (19/3).

Kendati haul tidak dihadiri gubernur dan wali kota, namun ratusan jemaah menghadiri haul ulama kondang Sumsel tersebut. Diantara pejabat yang hadir adalah H Ahmad Nasuhi, Karo Kesra Setda Pemprov Sumsel yang mewakili Gubernur H Alex Noerdin.

Dari jajaran ulama hadir Ketua PW NU Sumsel Drs H Amri Siregar MA, Ketua FKUB Drs H Imron Rosyidi, Ketua FPI Sumsel Habib Mahdi, KH Abdul Rasyid Syafii, dan ulama lainnya.

Ustazah Izzah Zen Syukri menyampaikan, keluarga dan ulama berkumpul dalam Haul ke-5 orang tuanya. Pada 22 Maret 2012 atau lima tahun lalu, Aba (KH Zen Syukri) telah meninggal dalam usia 93 tahun. Kita mengenang beliau. haul mengingatkan kita akan kematian. Kita jadi arif dalam menapaki hidup. Pantaskah amal kita, apakah sudah sesuai dengan apa yg diajarkan Rasulullah," kata Izzah. (bis/dom)

JAKARTA - Pengurus Besar Perserikatan Sofbol Bisbol Amatir Indonesia (PB Perbasasi) akan punya gawe besar. Pada 5-6 Mei mendatang, organisasi olahraga tersebut akan menggelar musyawarah nasional (Munas) setelah kepenguruan periode 2013-2017 yang berakhir Juni. Palembang mengajukan diri sebagai tuan rumah rapat yang memiliki agenda pemilihan Ketum PB Perbasasi periode 2017-2021.

"Kami sudah kantongi dukungan 13 Pengprov untuk menjadi tuan rumah Munas PB Perbasasi," ungkap Ketua Pengprov Perbasasi Sumsel Asril Sadikin Satar di Jakarta, Sabtu (18/3).

Pengprov Perbasasi Sumsel mengajukan diri karena salah satu tokoh Sumsel bertekad pimpin Perbasasi Pusat. Tokoh itu adalah Ratna Yulita. Ratna dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina Pengprov Perbasasi Sumsel dan Ketua Dewan Pembina Liga Mahasiswa Sofbol Indonesia. Bos Hotel Jayakarta Daira ini adalah istri dari Waketum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga mantan Ketua KONI Sumsel Muddai Madang.

"Bu Ratna ingin maju dalam pencalonan dan mengembangkan sofbol bisbol Indonesia. Dari visi misinya, Bu Ratna bertekad naikkan peringkat Indonesia yang saat ini di peringkat keempat Asia bisa menyodok ke peringkat dua asia," ujar Asril yang juga Ketua Tim Sukses Pencalonan Ratna.

Asril mengklaim, pencalonan Ratna mendapat dukungan 17 dari total 24 pengprov di Indonesia. Belakangan diklaim bertambah dua pengprov. "Kami berharap ada calon lain yang maju jadi biar lebih hidup dalam munas nanti," ujarnya.

Tim Penjaringan Pemilihan Ketum PB Perbasasi Billy Asmoro menjelaskan, pendaftaran calon ketum sudah dibuka sejak 14 maret lalu. Pendaftaran ditutp sampai 28 Maret. Kemudian masuk fase verifikasi yang hasilnya diumumkan pada 29 maret. Syarat pencalonan adalah kantongi minimal 5 Pengprov dan menyerah surat bersedia dicalonkan. "Di bulan yang sama juga ada Kejurnas sofbol putra di Palembang pada 10-20 Mei. Kejurnas ini sebagai ajang seleksi ke kejuaraan dunia juli mendatang di Kanada," ungkap pria yang juga Kabid Binpres Perbasasi Pusat ini. (kmd)

JAKARTA - Kapolri Jenderal M Tito Karnavian menduga di Sumsel dapat dijadikan gudang senjata bagi jaringan teroris di Indonesia. Hal itu berdasarkan penangkapan dua terduga teroris yang diungkap Polda Sumsel pada Kamis (16/3) di Palembang.

Mabes Polri, katanya telah memonitor perkembangan kasus yang ditangani kepolisian wilayah hukum Polda Sumsel. "Dugaan itu ada (gudang senjata teroris). Karena di Sumsel itu kan ada daerah-daerah yang banyak memproduksi senjata api rakitan atau kecepek secara home industry," kata Tito di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (17/3).

Maraknya rumah produksi kecepek itu, menurut Tito malah dijadikan peluang bagi jaringan teroris untuk dimanfaatkan memasok amunisi. "Mereka (teroris) tau potensi itu. Jadi membeli disana (Sumsel) lalu dibawa," tambahnya. Tito meyakinkan bahwa aktivitas jaringan teroris yang memanfaatkan rumah produksi kecepek itu sudah diputuskan.

"Polda Sumsel dan Densus 88 sudah menangkapnya dan memutus pasokan," lanjut Tito lagi. Ia menerangkan bahwa aktivitas memasok senpi rakitan dari Sumsel itu merupakan gerakan baru di antara jaringan teroris. Meskipun diakuinya ada pasokan yang sudah berhasil dikirim ke Jawa.

"Itu baru (aktivitas). Ada (ke Jawa), tetapi tidak banyak. Sudah kita putus," tegasnya.

Sementara ini kasus itu, kata Tito, masih dipercayakan kepada Polda Sumsel untuk menanganinya. Mabes Polri terus memonitor perkembangannya. Sejauh ini juga Polda Sumsel sudah dibantu Densus 88 dalam penanganannya. "Ditangani Polda Sumsel. Kita terus monitor dibantu Densus," tutupnya.

Ia meminta aparat kepolisian di Sumsel untuk waspada. Lantaran kasus terorisme ialah kejahatan serius. Karena jangan lengah meskipun sudah ada terduga teroris yang tertangkap. (ran)

PALEMBANG - Putri Sumsel Nur Harisyah Pratiwi yang mengikuti pemilihan Putri Indonesia melakukan audiensi dengan Dirut Bank SumselBabel (BSB) Muhammad Adil, Kamis (16/3) di gedung BSB Lantai 12. Kedatangan mahasiswi FE Unsri ke BSB untuk meminta dukungan kepada keluarga besar BSB khususnya dan warga Sumsel umumnya.

Pemimpin Satuan Pemasaran BSB Amrul Muslimin mengatakan bahwa kedatangan Caca, -panggilan Nur Harisyah Pratiwi- ke Bank SumselBabel adalah silaturahmi dari seorang Putri Sumsel ke BSB. Grand final akan digelar pada 31 Maret mendatang. "Kita menyambut baik kunjungan Caca," kata Amrul. (dom)

TANJUNG ENIM - Puluhan peserta kicau mania mengikuti kontes burung berkicau di lapangan depan SMA Bukit Asam, Tanjung Enim, Senin (13/3). Para peserta berasal dari wilayah Sumsel, Tanjung Enim, Muara Enim, Lahat, Prabumulih, dan Pagaralam. Kicau burung yang dilombakan yakni murai batu, kacer, love and bird, kapas tembak, kenari, cecak ijo, berendit, dan lain-lain.

Ketua Pelaksana Kicau Mania , Anca Mitra mengatakan, lomba latpres burung berkicau ini dilakukan sekaligus dalam rangka launching Mitra Single Fighter (MSF) Tanjung Enim.

"Kita sebar undangan sebanyak 600 tiket dan Alhamdulillah dalam launching MSF sebanyak 33 peserta kontes burung berkicau yang berpartisipasi. Ke depannya kita akan terus rutin menggelar lomba burung berkicau setiap ada momen," kata Anca.

Menurutnya, kategori kontes burung berkicau yakni eksekutif, megabintang, bintang dan favorit dengan aspek penilaian pada kicau dan volum suara. (roz)

Halaman 1 dari 33

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca