JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan akan mendukung pasangan calon kepala daerah DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga S Uno pada Pilkada putaran kedua. 

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga S Uno.
Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengaku akan menginstruksikan seluruh kadernya mengerahkan kekuatan untuk membantu memenangkan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menurutnya, dukungan dari kader PAN sangat diperlukan untuk menambah kekuatan terhadap pasangan nomor urut tiga itu.

"Tentu PAN all out bekerja," ujar Zulkifli, Rabu (22/3).

Pria yang juga ketua MPR itu mengaku siap turun gunung dalam kampanye Anies-Sandi.

"Ya tentu, dong (akan turun kampanye juga)," tegas Zulkifli.

Dia menambahkan, sebelum menyatakan dukungan ini, PAN telah berkonsultasi tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya.

"Ormas Islam meminta kami bulat mendukung Anies-Sandi," katanya.

Sekadar informasi, PAN menjadi partai pertama pendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, yang akan mendeklarasikan diri mendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
PAN akan mendeklarasikan dukungannya di Jl Senopati, Rabu (22/3) sekitar pukul 14.00 WIB.

Anies dan Sandiaga juga akan hadir dalam deklarasi tersebut. (cr2/JPG)

PALEMBANG – Setelah sempat bertugas hingga tiga bulan di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dalam rangka pengamanan Pilkada, 300 personel yang ikut dalam bantuan kendali operasi (BKO), kembali ke Polda Sumsel, Senin (20/3) pukul 22.00 WIB.

Tiga SSK atau yang terdiri dari sekitar 300 personel anggota Sat Brimob Polda Sumsel, tiba di Palembang menggunakan pesawat udara yang mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Ratusan personel tersebut dipimpin oleh AKBP Bachtiar Effendi, Kaden B Brimob Polda Sumsel, langsung disambut dengan upacara penyambutan pasukan yang digelar di halaman Polda Sumsel dan dipimpin oleh Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Asep Suhendar, Selasa (21/3).

Menurut Asep Suhendar, Provinsi NAD merupakan daerah yang paling banyak melaksanakan Pilkada tahun ini, yakni satu pemilihan gubernur, 20 pemilihan bupati dan wali kota.

"Alhamdulillah semua berlangsung aman dan itu juga berkat bantuan keamanan dari personel Brimob Polda Sumsel dimana, sebanyak 300 personel Satbrimob dibantukan untuk membantu atau mem-back up pengamanan Pilkada Aceh 2017," ungkapnya.

Pasukan Brimob Polda Sumsel dalam masa tugasnya, diperbantukan di Polda NAD. Yakni di Polres Aceh Tameang, Aceh Timur dan Langsa.

"Saat ini, tanggal 21 Maret 2017, personel Sat Brimob yang melaksanakan pengamanan telah kembali dalam keadaan selamat dan sukses dalam bertugas," pungkasnya. (wly)

PALEMBANG – Setelah sempat bertugas hingga tiga bulan lamanya di Aceh, dalam rangka pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Aceh, sekitar 300 personil yang ikut dalam Bantuan Kendali Operasi ( BKO) ke Polda Sumsel, Senin (20/3) sekitar pukul 22.00 Wib, para personil pun kembali pulang ke Palembang.

Tiga SSK atau yang terdiri dari sekitar 300 personil anggota Sat Brimob Polda Sumsel, tiba di Palembang sekitar pukul 22.00 wib dengan menggunakan pesawat udara yang mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

300 personil yang dipimpin oleh AKBP Bachtiar Effendi yang merupakan Komandan Kaden B Brimob Polda Sumsel, langsung disambut dengan upacara penyambutan pasukan yang digelar di halaman Polda Sumsel dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Asep Suhendar, Selasa (21/3).

Menurut Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Asep Suhendar, dalam arahannya, Provinsi Aceh merupakan provinsi yang paling banyak melaksanakan Pilkada tahun 2017, yakni satu pemilihan Gubernur, 20 pemilihan Bupati dan Walikota.

"Alhamdulillah semua berlangsung aman dan itu juga berkat bantuan keamanan dari personil Brimob Polda Sumsel dimana sebanyak 300 personel Satbrimob dibantukan untuk membantu atau mem-back up pengamanan Pilkada Aceh 2017," ungkapnya.

Pasukan Brimob Polda Sumsel dalam masa tugasnya, dikatakan Jendral bintang satu tersebut, selama di-BKO di Polda Aceh ditempatkan di tiga Polres Aceh yaitu masing-masing di Aceh Tameang, Aceh Timur dan Langsa.

"Saat ini, tanggal 21 Maret 2017, personil Sat Brimob yang melaksanakan pengamanan telah kembali dalam keadaan selamat dan sukses dalam bertugas," tuturnya.(wly)

TASIKMALAYA - Peta politik menjelang Pilkada Jawa Barat makin banyak memunculkan figur baru. Kali ini Bupati Tasikmalaya Uu Ruhzanul Ulum sudah menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur di provinsi tersebut. 

Untuk mewujudkan impiannya itu, Uu Ruhzanul Ulum, selain meminta semua anak buahnya dan masyarakat Tasik melakukan sosialisasi, kini Uu mulai bergerak mendekati partai-partai politik.

Rencananya, Uu dalam waktu dekat akan bersilaturahmi dengan PDI Perjuangan. Tidak tanggung-tanggung, dia akan langsung mendatangi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meminta restu.

"Sebelumnya saya sudah silaturahmi ke PAN, PKB dan Gerindra. Rencana ke depan saya akan langsung ke DPP PDI, langsung menemui Bu Mega untuk meminta restunya," ujar Uu, Minggu (19/3).

Uu mengaku hingga saat ini masih optimistis bakal maju dalam Pilgub Jabar. Hal tersebut, dibuktikan dengan adanya restu dari DPP PPP yang memilih dirinya agar siap bertarung saat Pilgub.

"Pesan ketua umum PPP, saya harus jadi gubernur enggak boleh milih wakil. Kalau saya wakil, DPP tidak merestui," paparnya.

Diakuinya, keinginannya ingin maju di Pilgub Jabar itu muncul bukan dari siapa-siapa. Tapi dari keinginannya secara pribadi.

"Yang medorong saya ingin jadi gubernur keinginan saya sendiri, sebagi orang muslim wajib hukumnya bercita-cita setinggi-tingginya," pungkasnya. (bon/rmol)

JAKARTA - Tidak ada istilah kapok bagi musisi Ahmad Dhani untuk berpolitik. Kalah dalam Pilkada Bekasi tidak membuat mantan suami Maia Estianty itu untuk tidak lagi berpolitik. 

Bahkan, Ahmad Dhani langsung menentukan sikap mendukung pasangan calon kepala daerah DKI nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga S Uno. 

Dia menyatakan kesiapannya untuk terjun ke lapangan sebagai juru kampanye pasangan nomor urut tiga tersebut.

"Bersama-sama saya akan bantu kampanye Anies-Sandi, saya akan terjun ke masyarakat, mengenalkan program kerja dan inovasi untuk menjadikan Jakarta yang lebih bermartabat, Jakarta yang lebih sejahtera," ungkap pimpinan manajemen Republik Cinta ini di kediamannya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3) malam.

Dhani mendukung Anies-Sandi karena melihat keduanya punya visi dan misi yang baik, seperti memajukan UMKM. Dia juga melihat Anies-Sandi punya kepedulian terhadap budaya dan seni.

"Karena Jakarta sebagai ibu kota negara, aspek kesenian dan kebudayaan tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan bernegara untuk menciptakan masyarakat yang beradab," sebut mantan calon wakil bupati Kabupaten Bekasi ini.

Sandiaga Uno yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dirinya dan Dhani adalah sahabat lama. Dia berharap dukungan yang diberikan Dhani dapat membawa Jakarta menuju kesejahteraan bersama.

"Lewat ekonomi kreatif, kita akan ciptakan pelaku usaha di bidang musik, perfilman dan bidang budaya. Kita punya terobosan festival seni dan budaya, kita akan hadirkan musik terbaik karya anak bangsa, semoga nantinya akan lahir Ahmad Dhani-Ahmad Dhani lainnya yang berasal dari anak-anak Jakarta," ungkap Sandi. (rus/rmol)

PALEMBANG - KH Hasyim Muzadi meninggal dunia di kediamannya di Kota Malang, Kamis (16/3) pukul 06.20 WIB. Sebagai ulama kondang, Hasyim Muzadi selalu mendapat undangan untuk memberikan tausiyah kepada warga NU di Tanah Air. Salah satunya, ke Kabupaten Muba.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pernah berkunjung ke Muba pada 2006 lalu. Saat itu Bupati Muba dijabat H Alex Noerdin. Kedatangan ulama kharismatis ke Muba tersebut menjelang Pilkada 2016 dan diundang Pemkab.

Saat itu Hasyim Muzadi sempat memberikan tausiyah kepada ribuan waarga NU di stabel berkuda, Kota Sekayu. Hasyim Muzadi yang sudah mengetahui kedatangannya masih ada kaitan dengan Pilkada sempat berguyon kepada warga nahdliyin.

"Kalau sudah ribuan warga NU hadir di sini, saya kira pak bupati (Alex Noerdin) tidak perlu lagi membentuk tim sukses. Cukup kerahkan warga NU," kata Hasyim Muzadi kala itu yang langsung disambut tawa warga NU dan pejabat yang hadir. (dom)

KAYUAGUNG –Jelang pesta demokrasi 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera melakukan sosialisasi ke masyarakat dan partai politik. Hal ini guna memperkenalkan UU Pilkada baru UU No 10 tahun 2016,serta pengetahuan pencalonan kepala daerah ada yang berasal dari Parpol dan independent. 

“Selain itu juga memberikan pengetahuan politik kepada masyarakat dan diharapkan partisipasi politik meningkat,” ungkap Ketua KPU OKI Dedy Irawan SIP M.Si didampingi Deri Siswadi S.IP, Divisi Partisipasi Mastyarakat dan SDM KPU OKI, Rabu (15/3).

Dalam UU terbaru tersebut menjelaskan dukungan independent harus KTP Elektronik,karena sebelumnya tidak harus menggunakan KTP E. Lalu bila menjadi PNS dan atau anggota dewan harus mengundurkan ketika ditetapkan oleh KPU menjadi Cabup dan Cawabup. Serta UU baru ini memungkinkan calon tunggal.

Karena sebelumnya belum diakomodir dalam UU dan masih menunggu fatwa MK. Tapi hasil pilkada harus 50 persen plus 1, bila tidak sampai maka proses Pilkada harus diulang awal lagi.

“Serta banyak lagi yang dijelaskan dalam UU baru tersebut,” ujarnya. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (16/3). 

 

TEBING TINGGI - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A), M Alhumaidi memastikan bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) gelombang ketiga tidak akan dilaksanakan di tahun 2017 ini.

Sebab, di tahun ini cuma ada satu desa yang habis masa jabatannya dari enam desa yang masuk dalam tahapan gelombang ketiga Pilkades mendatang.

"Saya bisa pastikan tidak ada Pilkades tahun ini. Apalagi di bulan Juni atau Juli kita sudah masuk tahapan Pilkada. Jelas tidak bisa dilaksanakan Pilkades," ujar Humaidi, Rabu (15/3).

Dengan demikian, kata dia, anggaran pelaksanaan Pilkades serentak gelombang ketiga belum bisa ditentukan. Selain itu, belum juga bisa dipastikan kapan akan dilaksanakannya Pilkades gelombang ketiga tersebut.

"Kita belum bisa menentukan berapa anggrannya, karena Pilkades saja belum pasti kapan akan dilaksanakan," ungkapnya. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (16/3). 

Mengulik Kesiapan H Syaidina Ali MSi Maju di Pilkada Palembang 2018

Konsep Smart City, Tata Ruang Bukan Tata Uang

Pengalaman selama 35 tahun mengabdi sebagai birokrat, menjadi modal utama bagi H Syaidina Ali MSi dalam menatap Pilkada Palembang 2018. Menurutnya, Palembang butuh sosok pemimpin yang berintegritas, disiplin, tegas, dan keras.

KMS ACHMAD RIVAI - Palembang

GAYA bicaranya tegas, terkadang intonasi keras dan ceplas-ceplos. Memang begitulah aksen Pak Syai, sapaan akrab Syaidina Ali. Kendati demikian, dia juga digelar seorang yang humoris.

Terkait pencalonannya, Syaidina mengaku sebetulnya tidak terlampau berambisi untuk ikut bertarung di Pilkada 2018 mendatang. Itu diakuinya, semata-mata dilakukan demi kebaikan. Sedari dulu dia berfalsafah, menjadi pemimpin itu tidak dengan meminta-minta. Jangan pula menjadi pemimpin karena sesuatu, melainkan dengan sikap profesional.

“Termasuk berupaya menjadikan Palembang kembali maju dan berdikari seperti di era Wali Kota Eddy Santana Putra (ESP). Dimana saya sebagai salah satu pelakunya,” imbuh pria kelahiran Palembang, 5 Januari 1955 ini.

Pelaku dimaksudnya, masa kepemimpinan ESP kala itu, dia berada di garda terdepan terutama yang mengupayakan untuk mengatasi masalah kemacetan Kota Palembang. Dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), termasuk saat berubah nama menjadi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo).

“Makanya dari sanubari terdalam saya sedih sekaligus prihatin salah satu karya momental kami bersama ESP yakni Transmusi kini kondisinya tak seperti yang dicita-citakan. Sampai saat ini masih disubsidi, artinya masih membebani APBD Kota Palembang,” sesalnya.

Menurutnya, ada beberapa skala prioritas pembangunan perlu dilakukan untuk Kota Palembang di antaranya pembenahan sistem transportasi, pedagang kaki lima (PKL), peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) hingga pembenahan sumber daya manusia (SDM).

Baginya, pemerintahan harusnya dipusatkan di kelurahan, karena lurah merupakan ujung tombak. Kalau instansi/dinas, menurutnya hanya melaksanakan pekerjaan yang bersifat teknis. “Terlebih di era komputerisasi dan digitalisasi sekarang, semuanya bisa semakin mudah dilakukan. Asalkan SDM-nya mumpuni dan menguasai bidangnya,” paparnya.

Untuk itulah, pimpinannya kala itu sempat menggagas Palembang Kota Internasional di tahun 2018, Syaidina menawarkan ide Palembang sebagai smart city yang mulai kini sebetulnya sudah bisa diberlakukan. “Pembenahan struktur birokrasi perlu dilakukan, harus tempatkan orang yang betul-betul ahli,” sergah Syaidina.

Hal lain yang dikritisi suami AKBP Elita Dewi yang bertugas di Biddokkes Polda Sumsel ini, menurutnya sampai saat ini antara tata ruang dan tata uang yang dinilainya masih berdekatan satu sama lainnya. “Harusnya membangun Palembang sesuai dengan tata ruangnya bukan tata uangnya. Istilahnya kalau bangun ada uangnya pasti semuanya bisa,” cetusnya.

Tetapi persoalannya, lanjut Syaidina apakah yang dibangun itu telah sesuai dengan kehendak dan keinginan masyarakat? Itulah diperlukan tata ruang yang baik dan benar. “Jadi tidak akan terjadi tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya,” sebut alumni Akademi Lalu Lintas (AAL) Bekasi tahun 1985 ini.

Disinggung soal dukungan terkait pencalonannya, Syaidina mengaku hingga kini masih melihat elektabilitas dan hasil survei internal terlebih dulu. Namun yang pasti dia menegaskan akan maju melalui jalur partai politik. Hanya saja, dia belum berfikir untuk bergabung dengan parpol yang profesional. “Karena asalkan kita punya kualitas, saya pastikan parpol yang bakal cari kita. Bukan sebaliknya,” katanya.

Sampai saat ini, dirinya masih dalam tahap sosialisasi sekaligus memperkenalkan diri kembali kepada warga Palembang. “Makanya setiap akhir pekan saya rutin menghadiri acara hajatan di setiap sudut Kota Palembang,” ucapnya. (*/air/ce1)

PALEMBANG – Ir H Sarimuda MT, belum mau terbuka partai politik (parpol) mana saja yang sudah melakukan komunikasi dengannya. Namun dia yakin mendapatkan dukungan parpol, karena itu dia optimis kembali maju  mencalonkan diri sebagai calon wali kota Palembang periode 2018-2023.
“Sudah ada parpol yang siap untuk mendukung, selain dukungan dari masyarakat, tokoh agama dan birokrat,” ucap Ketua umum Fakem Darussalam itu, kemarin (10/3).
Mantan Kadishubkominfo Sumsel itu menyatakan, relawan dan tim suksesnya sudah tersebar hingga ke tingkat RT. “Kita optimis, timses sudah all out mendukung. Tinggal kita juga harus berjuang lebih semangat dan tidak mengecewakan tim yang sudah mendukung,” imbuhnya.
Ditemui di Posko Pemenangan Palembang I di Jl Macan Kumbang IA, program yang akan diusungnya, ekonomi kerakyatan melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), juga pemberdayaan generasi muda melalui pelatihan dan bantuan permodalan serta menyediakan sarana olahraga dan panggung kreasi. “Insya Allah ini akan saya buktikan setelah saya dilantik,” janjinya.
Dengan potensi yang dimiliki Kota Palembang, baik dari sumber daya alam (SDA) ataupun pariwisata, seharusnya Palembang bisa jauh lebih maju dari saat ini. Belum lagi pelaksanaan Asian Games 2018 dan pembangunan LRT, menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk menanamkan modalnya.
Kalau dikelola dengan baik, lanjut Sarimuda, ini bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian Palembang. “Tentu saja harus dibuat program yang benar-benar matang dan selaras dengan program yang dibuat oleh pemprov Sumsel,” papar pria kelahiran 8 Maret 1957 tersebut.
Pengalaman dari pilwako tahun 2008 dan 2013 lalu, menjadi pelajaran tersendiri baginya untuk bisa berbuat lebih pada pilwako kali ini. “Kesalahan yang lalu harus kita perbaiki. Selain itu, tim juga harus semakin disolidkan, netralitas dari PNS harus terus ditingkatkan,” tutupnya. (afi/air)

Halaman 1 dari 53

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca