MUARA ENIM - Kabupaten Muara Enim tahun ini kembali mendapat bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) sebesar Rp3,8 miliar untuk membangun Community Based Sanitation Program atau Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Rencananya program ini akan menyasar di sembilan titik lokasi yang tersebar di kabupaten tersebut.

Program bantuan Sanimas dari IDB di Muara Enim telah berlangsung sejak tahun 2014 lalu, namun baru tahap perencanaan. Sehingga program bisa terealisasi pada 2016 dengan empat titik lokasi yang dibangun.

"Bantuan pembangunan Sanimas ini sudah dirasakan manfaatnya di empat lokasi Kota Muara Enim, yakni di Desa Muara Enim 1 unit, Desa Karang Raja 2 unit serta Desa Kapur 1 unit. Sementara di tahun 2017 ini kembali dibangun sebanyak 9 unit, namun lokasinya masih ditentukan," kata tenaga fasilitator lapangan teknik Kementerian PU Pera M Agus, di sela kegiatan pembukaan sosialisasi sanitasi IDB di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu, Rabu (22/3).

Agus menjelaskan, setiap titik lokasi yang ditentukan, IDB akan membiayai untuk pembuatan infrastruktur sanitasi komunal berupa sistem sanitasi bersama meliputi sarana MCK dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Adapun setiap sanitasi yang dibangun diberikan besaran bantuan rata-rata Rp425 juta di setiap lokasinya.

"Jadi totalnya Rp3,8 miliar untuk 9 unit," imbuhnya. (roz)

BATURAJA - Satpol PP OKU terus gencar melakukan sosialisasi kawasan tanpa rokok. Petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) itu memasang spanduk, stiker, dan lainnya di beberapa tempat yang menjadi kawasan tanpa rokok.

Mulai dari kantor-kantor pemerintahan. Baik kantor bupati, SKPD, kantor Camat, Lurah, sekolah, tempat ibadah, dan mal. Kemudian, rumah sakit serta tempat lainnya. Termasuk gedung DPRD OKU.

Dalam tahap sosialisasi sudah banyak kantor-kantor yang dipasang spanduk atau striker dan lainnya soal larangan merokok. "Termasuk di 13 Kecamatan juga sudah kami lakukan," kata Kasat PolPP OKU, Agus Salim saat lakukan sosialisasi dan penempelan spanduk di gedung DPRD OKU, Rabu (22/3).

Jika masyarakat sudah banyak yang tahu tentang kawasan larangan merokok, lanjut Agus Salim, pihaknya baru akan melakukan tindakan tegas. Terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten OKU nomor 7 tahun 2015. Tentang kawasan tanpa rokok. Bagi yang melanggar Perda tersebut akan dipidana kurungan atau denda maksimal Rp500.000. "Tapi bertahap dulu," ucapnya. (gsm)

MUARADUA – Rencana revitalisasi lapangan terbang Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan masih terus diupayakan oleh Pemkab. Hingga saat ini proses pemindahan aset lapangan terbang dari Pemkab ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan OKU Selatan Amroelian Thoni SSTP MSi menerangkan, terwujudnya revitalisasi lapangan, menjadi harapan besar pemerintah daerah. Terutama sebagai penunjang percepatan akses kunjungan wisatawan ke Danau Ranau. Serta menjadi pintu masuk ke Kabupaten OKU Selatan via udara.

"Saat ini status lapter masih dalam proses pemindahan aset dari Kabupaten OKU Selatan ke Kemenhub. Mudah-mudahan tidak ada hambatan, dengan begitu rencana revitalisasi lapangan terbang segera terealisasi,” kata Toni. (dwa)

TEBING TINGGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang telah menerapkan amanah UU No 6 Tahun 2014 untuk menganggarkan alokasi dana desa (ADD) sebesar 10 persen dari dana perimbangan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Empat Lawang M Daud melalui Kabid Anggaran, Hendra Lezi mengatakan, tahun 2017 ini anggaran ADD mencapai Rp51 miliar. "Dana perimbangan kita Rp500 miliar, ADD dianggarkan Rp51 miliar," kata Hendra, Jumat (17/3).

Menurutnya, ADD merupakan salah satu dana yang tidak boleh dikurangi porsinya sehingga pihaknya juga bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) tidak pernah mengurangi porsi. "Setiap tahun porsinya sesuai dengan UU, kita tetap komitmen," tuturnya.

Sementara ditambahkan, Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) DPMDP3A Empat Lawang, Sobri, desa-desa memang menjadi prioritas, ADD juga akan terus naik. "Memang ADD setiap tahun sudah sesuai dengan UU," tukasnya. (eno)

SEKAYU – Satuan Kerja khusus (SKK) Migas perwakilan Sumbagsel dan PT Pertamina EP melakukan kunjungan kerja dan bersilahturahmi dengan Pj Bupati Muba, H Yusnin S Sos MSi di ruang kerjanya, Jumat (17/3). Perwakilan PT Pertamina EP, Dadang Soewargono menyampaikan progres pekerjaan survei seismik 2D Selingsing tengah dilaksanakan di Kabupaten Muba.

"Proses pencarian data lapangan sudah mencapai tahapan perekaman data walaupun baru sebagian saja,” kata Dadang didampingi Muhammad Zaki serta Haswanto Jaya, perwakilan SKK Migas Sumbagsel.

Data lapangan inilah akan dibawa ke Jakarta untuk diproses lebih lanjut. 

Yusnin memberikan dukungannnya terhadap survei migas di Muba. Melalui survei diharapkan dapat ditemukan cadangan migas baru di Bumi Serasan Sekate. Melalui migas diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Muba. Karena itu dia menginstrusikan kepada seluruh jajarannya membantu kelancaran survei seismik di Muba. (yud)

PENDOPO - ‎Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lagi-lagi kembali melakukan bongkar pasang terhadap para pejabat administrator dan pengawas di dalam roda pemerintahannya. Tidak tangung-tangung, sebanyak 28 pejabat diambil sumpahnya yang dilantik oleh Wakil Bupati Ferdian Andreas Lacony S Kom MM di di aula perkantoran Pemkab, Selasa (14/3).

Dalam sambutanya, Wabup Ferdian Andreas Lacony mempersilahkan, kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk bisa menunjukkan kinerjanya dengan maksimal. Karena, semua pejabat yang dilantik merupakan orang-orang yang dipercaya mengisi jabatan tersebut.

"Silahkan tunjukkan kinerja masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Tunjukkan kinerja lebih baik untuk masyarakat PALI. Sebab Kabupaten PALI butuh percepatan pembangunan dan butuh orang-orang yang bisa loyal serta mampu bekerja sesuai fungsinya masing-masing," kata Ferdian. (ebi)

MUSI RAWAS-Suasana objek wisata alam andalan di Kabupaten Musi Rawas (Mura), persinya di Bukit Cogong, Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, semakin terabaikan. Sejumlah sarana maupun fasilitas umum yang dibangun pemerintah daerah, semakin tidak karuan akibat tidak terawat rusak di makan zaman.

Cukup banyak dana yang digelontorkan oleh pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan serta pelestarian alam di sekitar objek wisata alam Bukit cogong. Baik itu pembangunan gazebo, fasilitas bermain anak-anak, tribun pentas, siring air terjun, dan kolam renang, mushola, lapak pedagang dan jalan setapak.

Namun semua fasilitas yang sudah tersedia tersebut, saat ini tidak digunakan lagi. Karena objek wisata alam di Bukit Cogong sudah mulai dilupakan pengunjung. Lantaran tidak terawat, sejumlah fasilitas tersebut sebagian mengalami keruskan, seperti gazebo, kandang hewan, serta fasilitas umum lainnya.

Mar, warga yang melintas di sekitar objek wisata yang sempat dibincangi, menuturkan, sepinya pengunjung Bukit Cogong bukan hanya di hari-hari kerja, namun saat hari libur seperti Sabtu dan Minggu, kondisinya juga sama.

"Sejak satu tahun terakhir tidak ada lagi pengunjung yang ke sini, padahal sudah banyak fasilitas yang dibangun pemerintah. Sayang banyak bangunan yang tidak terawat," katanya, Senin (13/3).  (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (14/3). 

 

MUARA BELITI - Meningkatnya debit aliran Sungai Musi di Desa Anyar, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura), mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terancam longsor. Warga mengaku cemas dengan kejadian itu, sehingga meminta Pemkab secepatnya memperbaiki talud pembatas aliran sungai yang rusak.

Leni (39), pemilik rumah yang terancam longsor mengatakan, amblasnya tanah di bibir sungai akibat arus Sungai Musi yang semakin hari makin terus meningkat. Awalnya jarak rumahnya dengan bibir sungai sekitar 5 meter, namun karena terus tergerus dan talud pembatas ikut amblas. Sekarang jarak pemukiman warga dengan sungai hanya sekitar setengah meter. Warga takut amblasnya tanah yang berada di sepanjang aliran Sungai Musi semakin parah. Karena saat ini, amblasnya sebagian tanah mengakibatkan lantai rumah warga retak-retak dan pondasi rumah mereka mulai goyang.

"Ada sekitar tigo rumah yang hampir terjun ke sungai nian, tapi yang terancam banyak, mungkin ratusan rumah. Sekarang jarak antara tiang rumah dengan sungai tinggal sedikit lagi. Kami minta pemerintah turun tangan, bantu kami warga di sini," kata Leni, Minggu (12/3). (cj13)

TEBING TINGGI - Kursi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang sudah resmi diduduki Edison Jaya yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekda. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Empat Lawang, Januarsyah Hambali.

"Sudah ada surat persetujuan pak gubernur untuk Pak Edison menjabat Sekda Empat Lawang. Surat persetujuannya telah kami terima," kata Januarsyah.

Selanjutnya, kata dia, masih menunggu jadwal pelantikan. Seharusnya, berdasarkan rencana yang ada, pelantikan dilakukan, Senin (13/3) ini. Namun, karena Sekda terpilih ada sangkut pautnya dengan jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) yang merupakan SKPD yang divertikalkan, maka harus menunggu surat rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kami sudah antarkan surat ke gubernur untuk diteruskan Kemendagri untuk melepas Pak Edison selaku Kadisdukcapil. Calon Kadisdukcapil yang baru sudah kami siapkan juga," ujarnya. (eno)

MUARA ENIM - PT Bukit Asam (Persero) Tbk menyerahkan kolam renang Bukit Asam Tirta Enim kepada Pemkab Muara Enim, Jumat (10/3). Dengan diserahkannya kolam renang berstandar nasional ini, kini Pemkab Muara Enim sudah memiliki fasilitas untuk menyelenggarakan even pertandingan berskala nasional. Penyerahan kolam renang senilai Rp18,7 miliar ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Direktur Utama PT BA Arviyan Arifin dan Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar.

Kolam renang sepanjang 50 meter dan lebar 25 meter untuk 8 line ini memiliki luas 4.900 meter persegi. Ada juga kolam anak. Secara keseluruhan dilengkapi fasilitas penunjang berupa tribun dengan daya tampung 900 orang dan fasilitas VIP untuk 50 orang. Untuk kelancaran even pertandingan dan pembinaan atlet, juga tersedia ruang perkantoran, di antaranya ruang tunggu VIP, ruang kelas untuk teori, ruang pengelola, ruang meeting, dan ruang ganti yang sudah representatif.

Dirut PT BA Arviyan Arifin didampingi Sekretaris Perusahaan Adib Ubaidillah berharap, dengan diserahkannya fasilitas kompleks kolam renang ini, ke depannya semakin banyak bibit unggul untuk atlet renang di tingkat nasional dan bahkan internasional bisa dilahirkan dari Kabupaten Muara Enim.

"Semoga keberadaan kolam renang serta sejumlah fasilitas olahraga dan fasilitas umum lainnya menjadi bukti nyata kepedulian PT BA untuk maju dan berkembang harmonis bersama masyarakat sekitarnya," kata Arviyan. (roz)

Halaman 1 dari 22

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca