PALEMBANG - PT Srimetriko Utamawidjaja, anak perusahaan PT Pusri yang mendapat izin usaha penambangan bahan galian C di Sungai Musi wilayah Palembang akan menghimpun dan mendata penambang illegal yang selama ini menambang pasir di sungai yang membelah Kota Palembang itu.

"Izin kita baru keluar dari Distamben Sumsel dan dari Pemerintah Kota Palembang. Karena itu kita akan menghimpun dan mendata penambang yang ada di sepanjang Sungai Musi, mulai dari Jembatan Ampera sampai ke Pulau Kemaro," kata Direktur PT Srimetriko Utamawidjaja Arman Zainuddin saat berkunjung ke Graha Pena (kantor Sumeks Grup), Kamis (23/3).

Izin yang dimiliki saat ini, tambah Arman, adalah izin untuk melakukan eksplorasi di Sungai Musi. Penambang pasir yang selama ini menambang diminta untuk membayar retribusi kepada PT Srimetriko dan pemerintah sesuai jumlah pasir yang ditambang.

"Untuk mencegah penyelewengan jumlah pasir yang ditambang, kita akan bekerja sama dengan Dispenda untuk mengetahui besarnya pajak," ujarnya. (dom)

PALEMBANG – Sejumlah pengendara terpaksa mengantre saat melintasi ruas Jl HM Noerdin Panji beberapa hari kebelakang. Jalan rusak diperparah dengan melintasnya kendaraan angkutan bertonase besar. Dalam sekejap, lubang menganga tercipta di ruas jalan yang baru diresmikan 16 Januari 2016 lalu.

Pantauan sumeks.co.id  Selasa (21/3) siang, kerusakan paling parah terjadi sekitar 100 meter dari Simpang Empat Bandara mengarah ke Kenten laut. Jalan sepanjang sekitar 100 meter bergelombang dan berlubang sedalam 50 cm, dengan lebar sekitar 7 meter. Beberapa kendaraan bahkan sempat tersangkut, sehingga memperparah kemacetan.

Kanit Turjawali Polresta palembang AKP Sulis Pujiono bersama Kanit Lantas Polsek Sukarami Ipda Bambang dan anggotanya berjibaku ditengah terik matahari mengurai kemacetan.

“Sejak dua hari terakhir, macet muncul di jam padat. Utamanya saat kendaraan berat melintas. Anggota kami standby di lokasi,” kata Sulis.

Dikatakannya, untuk di lokasi jalan rusak, empat personie ditempatkan. Mereka juga mengupayakan rekayasa arus lalin untuk mengurangi penumpukan kendaraan. Sebelum berbelok ke arah Kenten Laut, kendaraan ditarik untuk maju terlebih dulu ke arah Talang Jambe. Sebab, jika tidak kemacetan akan terjadi sangat panjang.

“Akses lalu lintas pada Senin sore sempat terkunci. Tidak bisa berbuat banyak, kalau tidak ditarik. Sebab, di titik kerusakan ada kendaraan yang tersangkut,” timpal Bambang. (aja)

PALEMBANG - Dipicu, menarik penumpang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bahaudin Almudori (29), seorang sopir taksi online (Go-Car) dikeroyok yang sekelompok orang di bandara, Rabu (23/3) sekitar pukul 17.20 WIB.

Selain itu, mobil Toyota Avanza hitam nopol BG 1074 DH miliknya yang digunakan untuk menarik Go-Car puntak luput dari amukan massa yang jumlahnya diperkirakan belasan orang. Akibatnya, mobil korban mengalami retak kaca depan, bodi kanan kiri penyot, dan kaca spion patah.

Bahkan, akibat dari pengeroyokan tersebut, korban yang diketahui warga Jl Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang itu juga mengalami luka memar di kepala dan lutut setelah tersungkur. Korban pun akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsekta Sukarami Palembang.

Dikatakan Bahaudin, kejadian yang dialaminya berawal saat ia mengantar penumpang yang memesan Go-Car-nya dari kawasan Indogrosir Kenten dengan tujuan Bandara SMB II Palembang.

"Setelah selesai mengantar penumpang itu, saya pun langsung keluar dari bandara tapi saat keluar itu lupa lockout aplikasinya hingga kemudian saat di perjalanan atau belum jauh dari bandara ada penumpang yang memesan atas nama Hartono dan minta dijemput di dalam bandara," terangnya.

Karena mendapat pesanan, dia langsung berputar arah untuk kembali ke bandara dengan maksud untuk menjemput penumpang yang memesan tersebut.

"Saya jemput kemudian pas keluar atau persisnya ketika di depan mini market tak jauh dari pintu keluar bandara, bapak itu minta turun dengan alasan hendak membeli rokok di mini market tersebut," ungkapnya.

Namun saat keluar, tiba-tiba penumpangnya berteriak Go Car hingga akhirnya massa yang diduga merupakan teman penumpang tersebut menghampirinya lalu mengeroyoknya.

"Saya dipikulin sama orang yang diduga merupakan para sopir taksi bandara. Selain itu mobil saya juga dirusak. Saya itu dikeroyok kurang lebih sampai 10 menitan dan baru ditolong oleh pihak keamanan dengan dibawa ke pos keamanan bandara," tuturnya. (wly)

KEPEDULIAN kontraktor pembangunan jalur LRT (light rail transit) di Palembang tidak perlu diragukan. Jl Kolonel H Barlian yang rusak di sekitar lokasi pembangunan, langsung diperbaiki.

Begitu juga dengan penutup box culvert yang terdapat di Km 6,5 depan Graha Pena yang jebol, langsung diperbaiki, Rabu (22/3). Pekerja memasang pagar pembatas jalan agar tidak dilintasi kendaraan, sementara menunggu cor semen kering. (dom)

PALEMBANG - Menanggapi banyaknya isu-isu serta pemberitaan yang mengandung unsur hoax, khususnya isu penculikan anak kecil yang beredar di media sosial (medsos), Kapolresta Palembang Kombes Pos Wahyu Bintono HB menegaskan penyebar dan pembuat berita hoax bisa dipidana.

"Penyebar berita hoax bisa dipidana," kata Wahyu, di sela-sela acara tatap muka bersama awak media di New Town Kopi Tiam Bukit Golf, Selasa (21/3) malam.

Lebih lanjut, dirinya pun mengimbau kepada media massa untuk jangan mudah percaya dengan hoax. "Apalagi dijadikan dasar tujuan berita. Karena hoax bisa dipidana, karena itu melanggar UU ITE," tegasnya lagi.

Dirinya pun tak menampik, akhir-akhir ini banyak berita hoax yang beredar di medsos.  Maka itu, di era media sosial yang luar biasa ini, diperlukan adanya kedewasaan. Karena masyarakat belum semuanya bisa membaca berita dengan bijak dan benar serta lebih dewasa menyikapinya.

"Adanya isu penculikan juga sangat sensitif dan membuat masyarakat menjadi resah," lanjutnya.

Terkait banyak adanya isu hoax, dia menegaskan sampai saat ini tidak ada korban penculikan yang datang ke Polres dan Polsek. "Karena selama ini kita rutin melakukan patroli," lanjutnya lagi.

Dia menegaskan tugas kepolisian dengan para awak media bisa dibilang mirip-mirip. "Teman-teman media punya kewajiban moral dengan memunculkan berita objektif dan apa adanya, sesuai fakta dan bisa dipertanggungjawabkan begitu pun polisi," imbuhnya.

Karena ada kesamaan ini, dalam praktiknya diperlukan adanya interaksi, komunikasi dan sinergitas yang baik antara Kepolisian dan media. (chy)

PALEMBANG - Mau ikut senam bareng berhadiah? Ayo buruan datang ke halaman kecamatan Sukarami, Jumat 24 Maret mendatang. Ada banyak hadiah langsung yang akan diberikan dalam Senam Sehat bareng Harian Sumatera Ekspres tersebut.

Ketua panitia pelaksana Senam Sehat Bareng Sumatera Ekspres, A Rosidi mengatakan, ada banyak hadiah yang diperebutkan secara langsung dalam acara Senam Sehat bersama tersebut. “Ada sepeda, handphone, setrika, baju dan beragam hadiah menarik lainnya. Jadi jangan sampai ketinggalan,” kata Rosidi.

Bagaimana kriteria untuk mendapatkan hadiah? “Nah, bagi warga yang akan mendapatkan hadiah langsung dalam Senam Sehat bareng Sumatera Ekspres, yang pasti harus hadir dan ikut senam bareng. Kemudian warga bisa membeli koran harian Sumatera Ekspres. Mereka
yang membeli akan mendapatkan nomor undian. Kalau tidak membeli koran, ya tidak dapat nomor undian,” ujarnya.

Usai Senam Sehat, nomor undian langsung diundi oleh panitia secara transparan. Dan warga yang mendapatkan hadiah, bisa mengambil
langsung. “Jadi bagi warga yang ada di sekitar lokasi, jika tidak ikut akan sangat rugi sekali,” jelasnya. Untuk diketahui, pelaksanaan Senam Sehat bersama Sumatera Ekspres, juga bekerja sama dengan Kecamatan Sukarami.

Bahkan Camat Sukarami, GA Putra Jaya menjelaskan bahwa pihaknya mendukung terselenggaranya Senam Sehat bersama ini. “Biasanya hari Jumat, kami selalu melakukan senam bersama. Dan kali ini ada senam bareng dan berhadiah, kita harapkan warga sekitar dan beberapa perkantoran yang ada di Kecamatan Sukarami akan ikut serta,” ajaknya.

Dalam Senam Sehat juga akan dilakukan sosialisasi Kamtimbmas oleh Polsek Sukarami yang diikuti anggota Koramil Sukarami. “Kita berharap ini akan sukses,” pungkasnya. (iol)

PALEMBANG - Setelah menerima laporan kasus curas (pencurian dengan kekerasan) sepeda motor, Senin (20/3), petugas Unit Pidum Satuan Reskrim Polresta, langsung bertindak melakukan penyelidikan dan menurunkan tim ke lapangan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan tersangka curas motor yang diketahui bernama Adi Saputra (31). 

Petugas terpaksa menghadiahi timah panas kepada tersangka timah panas di kakinya karena melawan saat akan ditangkap. 

"Kita sudah amankan pelakunya, Adi Saputra (31)," kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB melalui Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede, Selasa (21/3). (chy)

PALEMBANG - Munculnya wacana akan dibuatnya tarian Palembang Darussalam disambut baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel. Terlebih jika tujuannya untuk menambah khasanah kebudayaan seni tari baru. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Chamelyn Sinaga, Minggu (19/3) malam.

Menurut Irene, seharusnya wacana penambahan tarian baru oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang tidak perlu dihubungkan dengan Tarian Gending Sriwijaya yang sudah ada sejak jaman kesultanan dan sudah menjadi warisan budaya tak benda Indonesia.

"Kalau memang ingin membuat tarian baru ya silahkan saja, apalagi untuk menambah seni budaya tarian malah lebih bagus. Namun, itu tidak ada kaitannya dengan Tarian Gending Sriwijaya yang sudah ada sejak lama. Palembang juga merupakan bagian dari kebesaran Kerajaan Sriwijaya, jadi tidak akan bisa dilepaskan dari Tarian Gending Sriwijaya ini," kata Irene.

Dikatakannya, jangan sampai wacana pembuatan tarian baru Palembang tersebut membuat Tarian Gending Sriwijaya dilupakan atau tidak bisa ditampilkan saat menyambut tamu kenegaraan yang datang ke Kota Palembang karena dianggap bukan tarian khas Palembang. Apalagi hilang begitu saja, karena tarian ini juga sudah menjadi milik bangsa Indobesia yang selalu menjunjung tinggi adat istiadat budaya yang bersumber pada kearifan lokal.

"Tarian Gending Sriwijaya ini bukan hanya milik Provinsi Sumsel ataupun milik Kota Palembang saja. Namun ini salah satu budaya Indonesia yang semua orang berhak melestarikannya khususnya pemerintah setempat. Ini yang harus kita luruskan, agar semua orang tetap bisa melestarikan tarian ini, karena tarian gending sriwijaya juga merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa ini," pungkasnya. (jpnn)

PALEMBANG - Peringatan lima tahun meninggalnya atau haul KH Zen Syukri ke-5 tahun ini digelar di Masjid Nurul Hidayah, belakang Pasar Cinde Palembang, Minggu (19/3).

Kendati haul tidak dihadiri gubernur dan wali kota, namun ratusan jemaah menghadiri haul ulama kondang Sumsel tersebut. Diantara pejabat yang hadir adalah H Ahmad Nasuhi, Karo Kesra Setda Pemprov Sumsel yang mewakili Gubernur H Alex Noerdin.

Dari jajaran ulama hadir Ketua PW NU Sumsel Drs H Amri Siregar MA, Ketua FKUB Drs H Imron Rosyidi, Ketua FPI Sumsel Habib Mahdi, KH Abdul Rasyid Syafii, dan ulama lainnya.

Ustazah Izzah Zen Syukri menyampaikan, keluarga dan ulama berkumpul dalam Haul ke-5 orang tuanya. Pada 22 Maret 2012 atau lima tahun lalu, Aba (KH Zen Syukri) telah meninggal dalam usia 93 tahun. Kita mengenang beliau. haul mengingatkan kita akan kematian. Kita jadi arif dalam menapaki hidup. Pantaskah amal kita, apakah sudah sesuai dengan apa yg diajarkan Rasulullah," kata Izzah. (bis/dom)

PALEMBANG - Permasalahan jebolnya penutup box culvert di Jl Kolonal H Barlian, Palembang sepertinya tidak pernah usai. Penutup saluran air yang membelah jalan tersebut, sudah tiga hari ini belum juga diperbaiki. Padahal, jebolnya penutup box culvert dapat membahayakan pengendara dan pengemudi yang melintas.

Penutup box culvert tersebut terletak di Km 8 atau tepatnya berada di sisi sebelah kiri jalan dari arah Sukarami menuju kota. Untuk mencegah kendaraan terperosok, warga memasang pembatas jalan pada penutup box culvert yang jebol tersebut.

"Sudah tigo hari ini, jalan ini jebol dan belum jugo dibeneri," kata Edi, salah satu warga, Minggu (19/3).

Dia berharap Pemerintah Kota Palembang atau Pemerintah Provinsi Sumsel cepat tanggap atas jebolnya penutup box culvert yang rusak tersebut. "Jangan nak nunggu ado korban, baru nak dibeneri," ujarnya. (dom)

Halaman 1 dari 45

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca