JAKARTA - Alasan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang menyebut mobil dinas kepresidenan mendesak untuk diganti, mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Mobil kepresidenan.
Fahri justru mengkhatirkan keamanan Presiden Joko Widodo. Sebab, mengacu UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, harus ada sistem yang baik untuk menjamin keamanan kepala negara.

"Saya konsennya pada keamanann presiden. Di antaranya cara mengatur keamanan presiden, kendaraan itu harus aman. Kalau mogok berarti kendaraan itu gak aman. Maka harus dievaluasi," ujar Fahri di kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (21/3).

Namun pihaknya menilai pemerintah juga tidak boleh beralasan karena mobilnya sudah lama. Sebab, itu sama saja pihak Istana Negara menyalahkan diri sendiri.

"Salah sendiri. Sistem pemerintahan tidak boleh membiarkan presiden naik mobil lama. Karena terkait keamanan. Kalau sudah lama bikin jangka waktu," ujar politikus PKS itu.

Kalau sering mogok yang dijadikan alasan oleh Setneg, itu menurutnya juga tidak tepat. Sebab, soal mogok itu ilmiah, karena itu ilmu mesin. Karena itu dia meminta adanya evaluasi.

"Iya kalau mogoknya di tempat aman, kalau di tempat tidak aman? Itu keamanan presiden loh. Karena kalau anggota DPR ada yang meninggal, menggantinya gampang, kalau presiden itu kan bahaya," tandas dia.(fat/jpnn)

JAKARTA - Kejadian mogoknya mobil kepresidenan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kalimantan Tengah pekan lalu menjadi wacana untuk mengganti mobil yang sudah ada. 

Tidak dijelaskan secara teknis apa masalahnya. Namun, Menteri Sekretaris Negara Prarikno menilai sudah mendesak untuk dilakukan pembaharuan mobil RI-1.

Salah satu alasannya karena sering mogok saat kunjungan ke daerah.

Nah, berdasarkan penjelasan Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala, mobil kepresidenan yang dioperasionalkan untuk presiden dan wapres sekarang ada tujuh unit dari delapan mobil yang ada.

Satu unit lagi, menurut Djumala, masih dipinjamkan kepada Kepala Negara sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Satu dipinjamkan ke presiden terdahulu. Karena saat itu baru selesai serah terima beliau masih butuh mobil. Jadi dipinjamkan oleh negara," ujar Djumala saat dikonfirmasi JPNN.

Memang, katanya, sesuai aturan setiap mantan presiden dan mantan wakil presiden diberikan bantuan rumah, mobil plus sopir, pengawal dan biaya kesehatan.

Nah, belakangan ini dari pihak SBY sudah ada komitmen untuk mengembalikan aset negara itu ke Sekretariat Kepresidenan.
"Beberpa waktu lalu, sudah ada komitmen dari pihak beliau (SBY) mobil itu akan dikembalikan. Saat ini surat menyuratnya sedang diproses," pungkas Djumala.(fat/jpnn)

MICHIGAN - Seorang perempuan yang diketahui bernama Broke Leigh Lajiness harus duduk di kursi pesakitan karena perilaku seksnya.

Lajiness yang berusia 38 tahun tinggal di Lima Township, Michigan, Amerika Serikat ini menghadapi dakwaan kejahatan seksual tingkat tiga di Pengadilan Negeri Pittsfield Township.

Dalam sidang Kamis (16/3) kemarin terungkap bahwa Lajiness berhubungan seks dengan seorang anak laki-laki baru gede, berusia sekitar 14 tahun. Mereka bercinta delapan sampai 15 kali sejak musim panas 2016.

Anak yang menjadi korban birahi Lajiness tersebut tinggal satu kompleks dengan dia. Mereka bercinta di kursi belakang mobil Lajiness, di jalan Lima Township.

Salah satu saksi dalam sidang, petugas kepolisian Michigan State, Donald Pasternak mengungkap surat perintah penangkapan atas Lajiness dibuat pada 3 Maret lalu. Pihaknya menerima laporan dari orang tua korban.

"Mereka mulai kenalan dan bertukar foto telanjang," kata Pasternak, seperti dilansir Mlive.

Pasternak mengatakan, saat diperiksa polisi, Lajiness memang mengaku berhubungan seks dengan anak 14 tahun itu antara delapan sampai 15 kali.

Sidang lanjutan dari kasus ini akan dilanjutkan 30 Maret nanti. Pihak penyelidik masih mencari penyebab perilaku menyimpang Lajiness, dan mencari kemungkinan adanya korban lain.

"Kasus ini melibatkan terdakwa yang sengaja mencari anak di bawah umur untuk kebutuhan seks," kata Asisten Jaksa John Vella.
Sementara pengacara Lajiness, David I Goldstein, keberatan soal dugaan adanya korban lain. "Dia (kliennya) berbicara tentang anak di bawah umur, tapi cuma ada satu," kata Goldstein.

Untuk sementara Lajiness tidak ditahan namun dilarang melakukan perjalanan ke Ohio (kampung halamannya) untuk mencari dukungan dari keluarga.

Lajiness juga tidak diperbolehkan berada di dekat properti sekolah atau anak di bawah umur. Dia juga tidak diperbolehkan untuk menggunakan komputer atau sosial media. Majelis Hakim juga menambahkan, selama sidang ditunda, Lajiness tidak diperbolehkan untuk minum alkohol atau penggunaan obat-obatan. (adk/jpnn)

PRABUMULIH - Aksi bandit pecah kaca kembali makan korban. Kali ini kejadiannya di Jl Krakatau, Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur. Tepatnya di depan RM Tidar Magelang, kemarin (17/3), pukul 10.45 WIB.
Korban, Andi (33), warga Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim. Ceritanya, pagi itu korban mengambil uang hasil pembayaran karet sebesar Rp70 juta di bank.
Tanpa pengawalan, korban keluar dari bank membawa uang itu dalam amplop cokelat, lalu masuk mobil dengan tujuan hendak pulang ke rumah.
Dalam perjalanan, korban mampir ke RM Tidar Magelang untuk makan siang. Dia memarkirkan mobilnya persis di depan rumah makan. Uang diletakkan di atas jok depan mobil Honda Mobilio BG 1106 DH warna silver miliknya.
Baru saja duduk dan menunggu pesanan, tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca dari luar rumah makan. Curiga, korban langsung keluar, mengecek mobilnya.
Terlihat, seseorang berusaha mengambil barang di dalam mobilnya. Teringat uang Rp70 juta yang ada di bangku depan, korban langsung berteriak maling.
Pelaku tersebut kabur membawa bungkusan berisi uang korban. Begitu mengecek mobilnya, korban mendapati kaca depan mobil sudah pecah dan uangnya raib.
Dari rekaman CCTV di rumah makan itu, terungkap kalau pelaku dua orang naik sepeda motor Honda Sonic. Mereka datang ke lokasi pukul 10.38 WIB. Pelaku yang mengenakan kaus hitam dan celana jeans biru duduk di bangku depan rumah makan, tempat pelanggan biasa menunggu bungkusan makanan.
Dia kemudian mengeluarkan handphone, lalu menghubungi seseorang. Sekitar dua menit berselang, pelaku itu berdiri dan mengawasi situasi. Pukul 10.42 WIB, pelaku mendekati mobil. Dari arah belakang, muncul pelaku lainnya yang menunggangi sepeda motor Honda Sonic serta mengenakan helm mendekati rekannya.
Pukul 10.45 WIB, pelaku yang mendekati mobil langsung memecahkan kaca mobil. Dengan cekatannya, dalam waktu hanya 7 menit pelaku mengambil amplop berisi uang dan langsung naik motor rekannya. Keduanya lalu kabur ke arah Jl Belitung. Sekitar 30 detik dari kejadian, korban tampak terlihat berlari keluar dari rumah makan dan mendekati mobilnya.
Menurut pemilik RM Tidar Magelang, Nasikin, aksi pencurian itu sangat cepat. Awalnya, dia mengira korban hendak berkelahi dengan seseorang yang berada di luar. "Tidak tahunya kejadian pecah kaca mobil," ujarnya.
Kejadian itu untuk kedua kalinya di areal rumah makan miliknya. Kasus pertama, korban kecurian Rp230 juta. Kronologisnya hampir sama. Korban habis mengambil uang di bank, terus makan. “Uangnya diambil bandit pecah kaca. Sejak itu saya pasang CCTV. Tapi tidak tahunya kejadian lagi," katanya.
Korban mengatakan dirinya sebenarnya tidak berencana mengambil uang di bank. Namun, karena pembayaran atas penjualan karetnya sudah masuk ke rekening, ia memutuskan untuk menarik uang tersebut. "Keluarga saya saja tidak tahu kalau saya mau mengambil uang," tuturnya.
Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hendra Gunawan membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sedang meminta keterangan saksi di lapangan serta rekaman CCTV yang ada di rumah makan. "Wajah pelaku juga terekam CCTV, sedang kami identifikasi," pungkasnya. (kos/ce2)

PALEMBANG - Diduga korsleting pada kabel, sebuah mobil Toyota Yaris plat putih BG 1140 XX warna hitam ludes dilalap api. Pada peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Akibat kejadian tersebut, Jalan Sudirman, tepatnya di depan Hotel Sintera terjadi macet cukup panjang.
Saksi mata, Indra (40) mengatakan, saat itu kejadian mobil tersebut hendak parkir. “Saat itu saya mengarahkannya untuk parkir. Tapi saya mencium bau tak sedap di dalam mobil. Tiba-tiba keluar percikan api dari dashboard, dan api langsung membesar,” katanya.
Tommi, adik dari pemilik mobil mengaku, mobil tersebut baru dibeli dua hari lalu dan baru diservis. “Baru saja beli, tidak tahu mengapa bisa terbakar. Padahal tadi baru diservis,” paparnya.
Petugas Satlantas Polresta Palembang Brigadir Diki yang ditemui di lokasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Mengetahui ada kebakaran, kami langsung datang ke lokasi mengatur lalulintas. Diduga api berasal dari konsleting listrik,” jelasnya. (wly)

LAHAT - Bandit pecah kaca kembali beraksi. Kali ini bandit beraksi di Jalan Lintas Lahat - Pagaralam, tepatnya di Desa Jati Kecamatan Pulau Pinang, Kamis (16/3). Ironisnya, tindak pencurian dengan pemberatan (Curat) ini justru terjadi di siang bolong, sekitar pukul 11.30 WIB. Alhasil, uang korban yang diketahui bernama Rushan Sarim (65) pun raib dalam hitungan menit digondol kawanan bandit.

Kapolres Lahat, AKBP. Rantau Isnur Eka, SIK melalui Kasubbag Humas, AKP. Djoko Suyoto menerangkan, kronologi aksi pencurian di Jalan Lintas ini bermula saat korban, Rushan, menghentikan mobil Isuzu Panther warna Silver yang dikemudikannya. Saat itu, korban baru saja pulang dari BCA dan dalam perjalanan menuju rumahnya di Desa Tanjung Mulak Kecamatan Pulau Pinang.

"Karena ban belakang sebelah kiri mobil korban pecah, korban pun menghentikan mobilnya. Dan tak lama kemudian, kawanan bandit berjumlah empat orang pun datang dengan borboncengan mengendari dua unit sepeda motor, masing-masing Honda Sonix warna hitam lis merah dan Yamaha MX warna hitam," terang Djoko.

Tiba-tiba, disaat korban lengah lantaran hendak mengganti ban mobil yang pecah, kawanan bandit kemudian langsung memecahkan kaca samping depan mobil sebelah kanan. Dan seketika saja, bungkusan kantong plastik hitam berisikan uang Rp.25 juta pun langsung digondol lari.

"Kawanan bandit pun langsung melarikan diri ke arah Kota Lahat, seraya menggondol uang korban," imbuhnya. (irw)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (17/3). 

 

JEMBER - Kasus pembunuhan yang dilakukan oknum anggota Brimob terhadap Dedi (25), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember mendapat perhatian serius dari Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin.

Identitas pelaku diungkap langsung oleh Kapolda. Pelaku berinisial BM, oknum anggota Den A Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim.

Pelaku tidak hanya berupaya melarikan diri, namun juga berusaha mengaburkan jejak.

Salah satu indikasinya, velg pink yang menjadi identitas awal mobil pelaku sudah diubah menjadi hitam.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengakui, pelaku penembakan adalah oknum anggota Brimob. Dia tak menyebut nama lengkap pelaku.

Hanya inisial BM yang disampaikan kepada wartawan. Jawa Pos Radar Jember pun menelusuri identitas pelaku di Sistem Informasi Personal Polda Jatim.

Diketahui, nama lengkap pelaku Bismy Mahesa Bagus Bella Permadhana. Pada 30 Mei 2017 nanti, Bismy berumur 25 tahun.

Bismy yang juga dipanggil Bisma baru 1 Januari 2017 naik pangkat dari brigadir dua (bripda) menjadi brigadir satu (briptu).
Bismy bergabung dalam kesatuan Brimob dengan pangkat Bripda pada 26 Februari 2013.

Kapolda menjelaskan, Sabtu dini hari (11/3), saat penembakan terjadi, pria dengan tinggi badan 176 cm tersebut sedang keluar bersama adik dan teman-temannya.

Saat melintas di Jalan Sultan Agung, Jember, mobil Honda Jazz yang ditumpanginya beriringan dengan Suzuki Swift yang sebelumnya disebut-sebut sebagai mobil pelaku.

Saat dia melintas, tiba-tiba ada pengendara motor bebek bernopol EA 2617 SF yang berusaha menyalip.

Namun, satu di antara dua pengendara motor protes dengan nada keras sampai kemudian cekcok di tengah jalan.

”Mobil kemudian diadang motor korban,” jelasnya. Korban yang saat itu bersama Brigpol Rama Adi Gunawan Andani, anggota Polsek Tamanan, Bondowoso, datang menghampiri mobil yang ditumpangi pelaku dan tiga orang temannya.

Tidak sekadar cekcok, aksi adu fisik pun sempat terjadi.

Penumpang di dalam mobil panik karena merasa diserang pengendara motor.
”Adik tersangka dipukuli korban Dedy dari dalam mobilnya,” ungkapnya.

Bahkan, sempat terjadi perebutan senjata api milik pelaku. Saat rebutan, senjata api milik kepolisian itu tiba-tiba meletus dan pelurunya mengarah ke bagian kepala korban.

Kapolda menegaskan, pelaku terancam sanksi berat hingga pemecatan.

Namun, polisi belum berani menyimpulkan karena penyidikan masih berjalan.

”Tersangka bisa dijerat pasal 338 jo 359 tentang kelalaian atau bisa juga karena faktor kesengajaan menghilangkan nyawa orang lain,” tambahnya.

Namun, Kapolda memastikan kejadian di lapangan spontanitas. Meski demikian, polisi akan serius menuntaskan kasus penembakan dengan seadil-adilnya.

Selain menangkap pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Misalnya, mobil Honda Jazz, pistol dan sisa lima peluru, serta motor bebek yang dikendarai korban bersama barang bukti lainnya. (rul/jum/ras/c10/oki)

LAHAT - Lagi lakalantas menyebabkan korban jiwa. Kali ini, terjadi di ruas Jalinsum Lahat-Muaraenim, Desa Manggul, Kota Lahat, Kamis (9/03), sekitar pukul 21.30 WIB. Nyawa Atika Handayani (23) dan putrinya, Alika yang masih berusia 1,2 tahun, tidak tertolong. Suami Atika juga bapak Alika, Solihin (24), dalam kondisi kritis, hingga dirujuk ke rumah sakit di Palembang.

Kecelakaan maut yang menyebabkan kedua mobil rusak berat berawal saat mobil Daihatsu Terios nopol BG 1297 UN, yang dikemudikan Solihin melaju kencang dari arah Muarenim menuju Kota Lahat. Berada di ruas jalan menikung ke kanan, wilayah Desa Manggul, Solihin yang membawa anak dan istrinya, hendak menyalip mobil di depannya. Guyuran hujan membuat badan jalan basah, tidak menyurutkan kaki warga Talang Kapuk, Kelurahan Pasar Lama, Kota Lahat itu menekan tuas gas.

Namun tidak disadari Solihin, dari arah berlawanan juga melaju dengan kencang mobil Isuzu Phanter pelat dinas nopol BG 186 DZ yang dikemudikan Nurkholis (36), warga Dusun I Kepur Muaraenim. Rasa kaget, membuat Solihin tidak mampu mengendalikan laju mobil yang dikemudikannya. Tabrakan mobil Terios yang dikemudikan Solihin dengan mobil dinas Pemkab Muarenim, yang berisi PNS yang selesai mengunjungi daerah Semende Muarenim, tidak dapat terhindarkan.

Mobil yang dikemudikan Solihin sempat terhempas dan terguling, usai bertabrakan dengan mobil yang dikemudikan Nurholis (36), dengan penumpang Venny (32), Juli Ningsih (48), Ilahiyah Afriani (49), Agnes T Lestari (30) dan Sasmita Furnama (36). Seluruhnya warga Muara Enim. Suara hantaman keras menarik perhatian warga sekitar, yang langsung memadati lokasi kecelakaan.

"Posisi dua korban meninggal dunia duduk di depan, persis di bagian ringsek," jelas Kasatlantas Polres Lahat, AKP Dani Prasetya SIK.

Warga bersama-sama membalikkan terlebih dahulu mobil milik Solihin yang dalam posisi terbalik. Saat ditemukan, Atika tidak menggunakan safety belt sudah tidak bernyawa, dengan posisi memangku Alika. Alika dan Solihin langsung dilarikan ke RSUD Lahat, meski Alika menyusul ibunya. (irw)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Sabtu (11/3)

TEBING TINGGI - Situasi Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (10/3) sudah kondusif. Warga desa sudah beraktivitas seperti biasa, mereka yang bekerja sebagai petani sudah ke kebun ataupun sawah mereka masing-masing.

Pantauan sumeks.co.id, dua unit mobil yang digunakan anggota polisi dan sudah rusak berat dan nyaris tidak bisa diperbaiki karena dirusak massa diletakkan di pinggir lapangan, cukup jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Hernain Zakaria mengatakan, sekarang situasi sudah kondusif. Warga sudah melakukan aktivitas seperti biasanya. Sementara Pani Karsa alias Ika (26) yang menjadi korban penembakan oleh anggota polisi masih dirawat di Desa Muara Kati, Kabupaten Musi Rawas.

"Sudah pulang dari rumah sakit, pelurunya sudah dikeluarkan. Sekarang di Muara Kati tempat keluarganya karena dekat dengan rumah sakit sekalian diobati secara tradisional," kata Hernain.

Mengenai kendaraan yang digunakan polisi, belum ditarik oleh kepolisian. Pihak Polres hingga kemarin belum ada yang datang ke desa, begitu juga sebaliknya, pihak kades ataupun warga belum ada yang dipanggil untuk ke Polres.

"Kata pihak Polres, mobil biarkan dulu ditinggal di sini (Desa Suka Kaya)," jelasnya. (eno)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Sabtu (11/3)

KETEGANGAN yang terjadi antara Malaysia dengan Korea Utara pasca-kematian saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong-un, Kim Jong-nam, membuat hubungan dua negara memanas. Baik Malaysia maupun Korea Utara mengusir dubes dari negaranya. Tampak sebuah mobil kedutaan meninggalkan Kedubes Korea Utara di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (8/3). (*) REUTERS/Edgar Su

Halaman 1 dari 18

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca