KAYUAGUNG - Setelah dilakukan pendekatan secara persuasif oleh pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terkait permasalahan jalan,yakni antara masyarakat Desa Muara Burnai 1, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI dengan PT Campang Tiga, akhirnya kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman di kantor Kesbangpol Kabupaten OKI, kamis (23/3).

Penandatanganan nota kesepahaman antara masyarakat dan pemilik perkebunan sawit ini diakui akan dapat meredam gesekan antara keduanya. Salah satu poin yang ada dalam nota kesepahaman tersebut adalah masing-masing menjaga kerukunan dan kedamaian warga.

Selain itu, pada nota kesepahaman tersebut juga menyebutkan tentang beberapa poin terkait kerjasama antara pihak warga dan
pihak perusahaan seperti penyediaan fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan kerjasama.

Terkait penggunaan jalan, pada nota kesepahaman tersebut memperbolehkan masyarakat Dusun R 9, Desa Muara Burnai I dan PT Campang Tiga untuk melewatkan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Serta PT Campang Tiga bertanggungjawab memperbaiki jalan desa yang dilewatinya.

Untuk meredam terjadinya konflik, pada nota kesepahaman tersebut juga menyebutkan bahwa jika ada hal-hal di luar kesepakatan, akan dilakukan musyawarah bersama antara kedua pihak. Kesepakatan ini terjadi setelah kedatangan Kesbangpol setempat bersama perwakilan Polres OKI, Kodim 0402/OKI dan Camat Lempuing Jaya, Kamis (16/3) lalu. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).

 

PALEMBANG – Sejumlah pengendara terpaksa mengantre saat melintasi ruas Jl HM Noerdin Panji beberapa hari kebelakang. Jalan rusak diperparah dengan melintasnya kendaraan angkutan bertonase besar. Dalam sekejap, lubang menganga tercipta di ruas jalan yang baru diresmikan 16 Januari 2016 lalu.

Pantauan sumeks.co.id  Selasa (21/3) siang, kerusakan paling parah terjadi sekitar 100 meter dari Simpang Empat Bandara mengarah ke Kenten laut. Jalan sepanjang sekitar 100 meter bergelombang dan berlubang sedalam 50 cm, dengan lebar sekitar 7 meter. Beberapa kendaraan bahkan sempat tersangkut, sehingga memperparah kemacetan.

Kanit Turjawali Polresta palembang AKP Sulis Pujiono bersama Kanit Lantas Polsek Sukarami Ipda Bambang dan anggotanya berjibaku ditengah terik matahari mengurai kemacetan.

“Sejak dua hari terakhir, macet muncul di jam padat. Utamanya saat kendaraan berat melintas. Anggota kami standby di lokasi,” kata Sulis.

Dikatakannya, untuk di lokasi jalan rusak, empat personie ditempatkan. Mereka juga mengupayakan rekayasa arus lalin untuk mengurangi penumpukan kendaraan. Sebelum berbelok ke arah Kenten Laut, kendaraan ditarik untuk maju terlebih dulu ke arah Talang Jambe. Sebab, jika tidak kemacetan akan terjadi sangat panjang.

“Akses lalu lintas pada Senin sore sempat terkunci. Tidak bisa berbuat banyak, kalau tidak ditarik. Sebab, di titik kerusakan ada kendaraan yang tersangkut,” timpal Bambang. (aja)

KEPEDULIAN kontraktor pembangunan jalur LRT (light rail transit) di Palembang tidak perlu diragukan. Jl Kolonel H Barlian yang rusak di sekitar lokasi pembangunan, langsung diperbaiki.

Begitu juga dengan penutup box culvert yang terdapat di Km 6,5 depan Graha Pena yang jebol, langsung diperbaiki, Rabu (22/3). Pekerja memasang pagar pembatas jalan agar tidak dilintasi kendaraan, sementara menunggu cor semen kering. (dom)

LUBUKLINGGAU - Sejumlah titik lubang jalan negara yang rusak dalam Kota Lubuklinggau sejak dua minggu terakhir sudah mulai dilakukan tambal sulam oleh tim satker langsung. Pengerjaan pemeliharaan tambal sulam jalan negara tersebut merupakan proyek APBN.

"Iya tambal sulam, proyek APBN. Dia langsung dari Satker langsung," kata Kabid Bina Marga (BM) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Penataan Ruang, Ibrahim.

Lebih lanjut, sepengetahuan pihaknya pemeliharaan jalan negera tersebut dilakukan secara periodik. Diantaranya mulai dari jalan simpang lintas keara Muara Beliti (Jl Yos Sudarso), lanjut ke Jl Garuda, Jl Ahmad Yani kearah Petanang.

"Itu tambal sulam semua, saya dapat informasi terakhir," bebernya.

Sementara itu, ditanya mengenai kapan pelaksanaan pemeliharaan jalan-jalan dilingkungan wilayah Kota Lubuklinggau, pihaknya mengaku dalam waktu dekat yakni bulan April pelaksanaan akan dilakukan. Sedangkan untuk saat ini, pihaknya tengah melakukan pengadaan bahan baku aspal. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (22/3). 

 

TEBING TINGGI - Permasalah sampah di Kabupaten Empat Lawang masih menjadi tugas pokok Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pasalnya, sampah selalu menjadi keluhan semua pihak, mulai dari tempat pembuangan hingga pengelolaannya.

Kepala DLH Kabupaten Empat Lawang, Mgs Ahmad Nawawi mengatakan, bangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berada di Jalan Noerdin Panji atau Jalan Poros Tebing Tinggi-Pendopo masih ada yang perlu dievaluasi dan dibenahi.

"Belum lama ini kami meninjau TPA di Jalan Poros dan beberapa tempat pembuangan sampah sembarangan. Kami menilai masih ada yang perlu dievaluasi dari cara pembuangan dan pengelolaannya," ujar Nawawi, Senin (20/3).

Menurut Nawawi, masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan baik itu di sungai maupun di lahan kosong.

"Sebelum kami meninjau TPA, kami banyak menemukan sampah-sampah di jalan-jalan. Artinya kesadaran masyarakat akan kebersihan masih kurang," katanya. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

KAYUAGUNG - Panas terik matahari di areal Jalan Kayuagung-Sepucuk, tak menyulutkan semangat Suhada. Laki-laki paruh baya asal desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur bekerja sebagai buruh perbaikan jalan rusak ruas Kayuagung-Sepucuk-Pedamaran
Timur. Dia bersama 15 rekannya tergabung dalam Satgas Penanggulangan Kerusakan Jalan yang dibentuk oleh Pemkab OKI.

“Sejak minggu lalu kami sudah bekerja disini, Ya kalau panas seperti ini terus pekerjaan cepat selesai kalau hujan tugas lebih berat” pungkasnya sembari mengayunkan cangkul meratakan tanah yang berantakan akibat digilas kendaraan bertonase besar.

Sejak satu minggu yang lalu pria yang menjelang usia kepala empat itu resmi sebagai petugas perbaikan jalan rusak. Tugasnya memperbaiki jalan serta membantu memandu kendaraan warga yang berasal dari Kecamatan Cengal, Sungai Menang, Pedamaran Timur
dan Mesuji Raya melewati ruas jalan yang berlumpur. Dengan sabar bersama rekan sejawatnya, Suhada memandu kendaraan yang meski sekali-sekali cipratan lumpur mengenai wajahnya.

“Sejak hari ini jalan ditutup sehingga kami lebih fokus memperbaiki jalan,"ucapnya.

Perbaikan jalan pada zona ini dikoordinir oleh Kadin PU PR M Hapis, dengan korlap PT Waskita Karya, camat, serta delapan perusahaan yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut. Pembangunan jalan Kayuagung-Sepucuk diperkirakan membutuhkan sekitar 1.200 meter kubik batu split. Sebelumnya sebanyak 500 batang kayu gelam di datangkan. Beberapa alat berat miliki PT Waskita Karya juga diturunkan untuk memperbaiki jalan. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

MURATARA - Masyarakat di Kabupaten Muratara, dalam dua hari terakhir ini ketularan sindrom phobia maraknya isu penculikan yang mengincar anak-anak. Sejumlah warga di Kelurahan/Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, dibuat heboh. Bahkan ramai warga turun ke jalan mengejar oknum yang diduga hendak melakukan penculikan. Isu penculikan terhadap anak-anak dalam satu bulan terakhir santer terdengar di masyarakat Indonesia yang awalnya bermula dari Pulau Jawa. Namun kini isu tersebut mulai mempengaruhi pola pikir masyarakat, khususnya di Kabupaten Muratara.

Informasi yang begitu cepat tanpa keterangan jelas, banyak beredar. Sehingga menimbulkan phobia berlebihan di tengah masyarakat. Sabtu (18/3) sekitar pukul 19.35 WIB, masyarakat di sekitar Kelurahan Karang Jaya RT 01, ramai-ramai turun ke jalan setelah beredar isu, keberadaan orang tidak dikenal berkeliaran di kampung dan mengetuk rumah warga. Awalnya, saksi Rosmala menuturkan, saat itu orang yang yang dicurigai tersebut merupakan seorang wanita menggunakan rok dan sepatu hak tinggi. Entah mengapa wanita misterius tidak dikenal tersebut mengetuk rumahnya. Setelah saksi membuka pintu rumah, wanita yang dicurigai itu langsung kabur melarikan diri.

Karena saksi ketakutan, dia langsung berteriak histeris dan meminta pertolongan warga. Sontak saja, informasi itu beredar cepat bahkan
melalui media sosial, banyak masyarakat yang mengaitkan informasi itu dengan modus penculikan anak-anak yang saat ini tengah beredar di masyarakat.

Terpisah, Kapolres Mura AKBP Hari Brata SIK melalui Kapolsek Karang Jaya AKP Yulfikri menuturkan, pihaknya memastikan informasi yang
beredar di masyarakat itu merupakan informasi lemah tanpa bukti pendukung alias informasi palsu. Dia menegaskan, pihaknya sudah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan saksi.

"Informasinya tidak jelas mas, saksi juga tidak melapor dan modus yang dilakukan orang dicurigai juga tidak jelas. Kami minta kepada masyarakat, jangan terpancing isu-isu tidak jelas, kami tidak tahu siapa yang menghembuskannya melalui media sosial," ujarnya. (cj13)

PALEMBANG - Permasalahan jebolnya penutup box culvert di Jl Kolonal H Barlian, Palembang sepertinya tidak pernah usai. Penutup saluran air yang membelah jalan tersebut, sudah tiga hari ini belum juga diperbaiki. Padahal, jebolnya penutup box culvert dapat membahayakan pengendara dan pengemudi yang melintas.

Penutup box culvert tersebut terletak di Km 8 atau tepatnya berada di sisi sebelah kiri jalan dari arah Sukarami menuju kota. Untuk mencegah kendaraan terperosok, warga memasang pembatas jalan pada penutup box culvert yang jebol tersebut.

"Sudah tigo hari ini, jalan ini jebol dan belum jugo dibeneri," kata Edi, salah satu warga, Minggu (19/3).

Dia berharap Pemerintah Kota Palembang atau Pemerintah Provinsi Sumsel cepat tanggap atas jebolnya penutup box culvert yang rusak tersebut. "Jangan nak nunggu ado korban, baru nak dibeneri," ujarnya. (dom)

SUMSEL– Belum ada upaya konkret Pemkab Muba, melakukan perbaikan jalan penghubung desa membuat seluruh jalan makin rusak dan berlumpur di musim penghujan saat ini. Kerusakan jalan itu, mengakibatkan banyak desa terisolasi di Kabupaten Muba. Bayangkan saja, tak ada satu pun kendaraan yang bisa melintas di berbagai jalan desa sekarang ini. Seperti Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa, terlihat banyak kendaraan terparter di kubangan lumpur. “ Pejabat seolah tutup mata dan membiarkan jalan berlumpur,” sesal Rosyidi, salah seorang pengendara mobil.
Kondisi itu, diakuinya, sangatlah menyengsarakan warga. Telah sepatutnya Pemerintah Kabupaten Muba memenuhi kebutuhan dasar rakyat. “ Berlumpurnya jalan, mengakibatkan desa Macang Sakti terisolir,” tegasnya.
Kades Macang Sakti, Nasrullah, mengakui, tak mengetahui kapan Pemerintah Kabupaten Muba akan melakukan perbaikan jalan berlumpur sepanjang kiloanmeter. Ada tiga titik jalan berlumpur itu, yakni Macang Sakti, Keban serta Kemang.
Mengentisipasi lumpuhnya aktifitas warga Kades pun, berinisiatif meminjam dan mengerahkan alat berat buldozer milik perusahaan untuk melakukan pemerataan dan pengerasan jalan yang berlumpur itu.“ Inilah langkah yang bisa dilakukan sekarang ini,” cetusnya. Minimal warga bisa melintasi jalan sekarang ini. Sembari menunggu kapan Pemerintah Kabupaten Muba akan melakukan perbaikan jalan penghubung desa itu.
Camat Sanga Desa, Hatta ST MM, menambahkan, pihaknya telah berulang kali mengajukan perbaikan ketiga titik jalan yang berlumpur itu. Memang telah ada sebagian jalan telah dilakukan perbaikan, dengan cara dibeton di wilayah itu.“Seharusnya perbaikan jalan dilakukan, secara menyeluruh,” ungkapnya.
Terpisah, Jalan Kabupaten di Kabupaten Ogan Ilir (OI) sepertinya hampir merata mengalami kerusakan. Kini giliran di wilayah Kecamatan Rantau Panjang. Puluhan kilometer jalan mengalami kerusakan. Seperti dikawasan Desa Arisan Deras, nyaris tidak ditemukan satu titik jalan yang mulus, hampir sepanjang jalan mengalami kerusakan, kendaraan roda empat dipastikan sulit melintas. Begitu juga kendaraan roda dua, harus pandai-pandai memilih jalan yang kondisinya tidak terlalu rusak .“Kerusakan jalan ini sudah lama, sepertinya dibiarkan hingga rusak parah, kendaraan roda empat sudah jarang melintas, karena parah nian jalannyo,’’ujar Sarnubi salah tokoh masyarakat di Desa Arisan Deras.
Kerusakan jalan juga terjadi di Desa Kota Daro II. Ada satu titik jalan yang nyaris tidak bisa dilalui. Camat Rantau Alai Yuniarti SIP ketika melintas dengan kendaraan dinasnya, terjebak di kubangan lumpur hingga tidak bisa bergerak. Untung dibantu warga dengan cara didorong hingga akhirnya berhasil keluar dari jembatan lumpur.
Kades Kota Daro II Abdul Gani mengatakan, memang kerusakan jalan ini akibat dari banyaknya truk yang bermuatan materil untuk menimbun proyek pengerjaan jalan , sehingga jalan dari Desa Arisan Deras hingga Kota Daro II banyak yang rusak.
Camat Rantau Panjang Yuniarti SIP mengatakan, pihaknya sudah mengajukan usulan pada musrenbang Kabupaten OI beberapa hari lalu, agar kerusakan jalan di wilayah kerjanya, segera diperbaiki."Mudah-mudah usulan yang kita sampaikan akan segera direalisasikan tahun ini juga ,’’harap Yuniarti.(yud/sid/lia)

PONTIANAK - Kunjungan kerja yang dilakukan Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Barat dilakukan dengan perjalanan darat. Jokowi sengaja merasakan buruknya ruas jalan Putussibau-Nanga Badau sepanjang 179 kilometer.

Mobil yang ditumpangi Jokowi dan sang istri Iriana Jokowi bergoyang tak keruan saat melintasi jalan yang buruk.

Kendaraan khusus yang ditumpangi Gubernur Kalbar Cornelis juga mengalami hal serupa.

Jokowi memang memilih jalan darat menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau.

Padahal, Jokowi sebenarnya bisa menumpangi helikopter.

Namun, dia memilih jalur darat karena ini merasakan penderitaan yang dialami masyarakat Kapuas Hulu setiap menempuh perjalanan menuju border yang berbatasan dengan Lubuk Antu, Sarawak, itu.

“Saya sudah tujuh kali datang ke Kalimantan Barat. Hari ini saya meresmikan PLBN Terpadu Nanga Badau,” ucap Jokowi dalam agenda peresmian PLBN tersebut, Kamis (16/3).
Dia menambahkan, bangunan pos lintas batas negara merupakan kebanggaan masyarakat Indonesia.

“Saya sudah bangun tiga PLBN di Kalimantan Barat. Pertama di Entikong, sekarang di Badau (Kapuas Hulu) dan Aruk (Sambas). Semuanya sudah dibangun,” ujarnya.

Menurut Jokowi, pembangunan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan sangat penting.

"Ekspor-impornya harus diintegrasikan," tambah pria asal Solo, Jawa Tengah itu.

Jokowi juga dengan tegas melawan aktivitas penyelundupan.

"Semuanya (barang ilegal) harus setop dan harus (keluar-masuk secara) resmi. Jadi jelas berapa pemasukan untuk negara. Kita sebagai rakyat bisa menikmati dari hasil perdagangan tadi," tukasnya.

Dia juga meminta sistem pengelolaan kawasan perbatasan yang terintegrasi dijalankan.

Hal itu penting agar kawasan di sekitar PLBN bisa dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
"Di PLBN Badau sudah didukung terminal barang dan penumpang, perdagangan atau pasar modern. Supaya masyarakat bisa menikmati roda perekonomian," ucapnya. (Andreas, Deska Irnansyafara, Ocsya Ade CP)

Halaman 1 dari 45

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca