PALEMBANG- Kondisi cuaca yang tidak mementu dua hari terakhir, diakibatkan faktor perubahan peralihan musim dari penghujan ke musim kemarau yang diprediksi akan terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni. Tak hanya itu kondisi langit yang ditutupi awan tidak lebih dari 2 sampai 4 per 8 oktaf.

Kepala Seksi Informasi Badan Metetologi Klimatologi dan Geofisika Bandara SMB II Palembang, Agus Santoso, mengungkapkan, saat ini kondisi hujan tak menentu, kadang hujan kadang panas dengan intensitas curah hujan 20 milimeter/jam.

” Seperti pada Minggu lalu (19/3) suhu mencapai 34 derajat selsius,”terangnya, Senin (20/3).

Masih kata dia, tak hanya itu kondisi ini karena kemarin merupakan puncak equinox dimana matahari terbit dan terbenam berada tepat pada posisinya. Dirinya mengimbau kepada masyaralat untuk tetap waspada terjadinya cuaca ekstrim dimusim pancaroba saat ini karena semua wilayah di Sumsel bisa berpotensi terjadinya angin kencang.

Sementara itu, Staf Kasi informasi (Kasi) BMKG Kelas I Kenten Palembang, Dara Kasihairani meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang terjadi saat ini, untuk persitiwa equinox tidak perlu dikhawatirkan. (uni)

KAYUAGUNG - Derasnya hujan disertai angin kencang, Minggu malam (19/3), mengakibatkan dua rumah di Kecamatan Pedamaran rusak berat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dua keluarga terpaksa mengungsi sementara. Dua korban tersebut diantaranya di desa Pedamaran I yang dihuni Aguscik dan rumah di desa Menang Raya yang dihuni Zakaria.

" Kejadiannya malam saat hujan. Memang dua rumah tersebut kondisinya sudah buruk," ungkap Camat Pedamaran, Hercules, Senin (20/3).

Kades Menang Raya, Supareddy mengungkapkan pihaknya telah mendata korban. Untuk saat ini korban terpaksa mengungsi sementara di tempat kerabatnya.

Kadinsos OKI, Ifna Nurlela membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah mendatangi korban dan memberikan bantuan.

"Bantuan yang diberikan seperti makanan dan selimut, sudah kita datangi," ungkap Ifna. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

LAHAT - Angin puting beliung Minggu sore (19/3), membawa bencana bagi warga Desa Pandan Arang Ulu, Kecamatan Kota Agung. Terdata 5 rumah rusak yakni rumah milik Rahman (58), Fiter Sanom (42), Hardiansyah (45), Sumardi (50) dan Samiranto (50).

" Kejadianya sekitar pukul 16.30 (WIB), Minggu. Kami sudah cek ke lokasi" kata Camat Kota Agung, Abdul Haris, Senin (20/3).

Menurutnya, rumah panggung milik Rahman mengalami kerusakan paling parah, tidak hanya atap yang rusak, dinding rumah retak akibat hantaman pohon durian yang tumbang setelah sapuan puting beliung.

Awalnya tiupan angin tidak terlalu kencang. Namun tiba-tiba angin kencang menyapu kawasan yang selama ini memang rawan bencana puting beliung itu. Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang beterbangan.

"Sudah kami laporkan kepada BPBD dan Dinas Sosial," jelasnya.

Meski sempat memporakporandakan lima rumah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Warga yang mengetahui ada tiupan angin kencang berhasil menyelamatkan diri. (irw)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

LUBUKLINGGAU - Sebuah rumah semi permanen milik Muchlis (44) di Jl Waringin Ujung, RT 04, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II mengalami rusak parah setelah angin puting beliung disertai hujan deras menghajar pohon tua yang ada di belakang hingga roboh menimpa rumah.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian pada Kamis (16/3) sore sekitar pukul 17.30 WIB tersebut. Pohon tua yang berada di belakang rumah itu tumbang mengakibatkan genting serta rangka atap rumah ambruk. Batang pohon yang menimpa rumah yang ditempati Muchlis beserta keluarganya membuat berantakan isi di dalam rumah. Kerugian ditaksir puluhan juta.

"Isi rumah, perabotan berantakan, genteng, atap rumah hancur. Satu unit parabola alami penyok," kata Muchlis.

Menurutnya, kejadian tersebut berlangsung cukup cepat. Awal kejadian, dirinya dan istri tengah beristirahat di bawah pohon jambu depan rumahnya usai pulang dari bekerja. Sedangkan anak-anaknya berada di dalam rumah.

"Lagi duduk istirahat, tahu-tahunya hujan sama angin. Lantas saya sama istri masuk ke dalam rumah," bebernya.

Kemudian, ketika istrinya berada di dapur belakang rumah langsung berlari ke depan memanggil serta memberitahukan Muchlis bahwa ada bunyi batang pohon roboh. Lantas dia dan istrinya beserta empat anaknya berkumpul di teras depan rumah. Tak lama berselang pohon tua jenis Pulai roboh menimpa rumah.

"Kami keluar, sampai depan kayu langsung roboh. Beruntung tidak ada korban. Semuanya selamat, alhamdulillah," ujarnya. (wek)

PALEMBANG - Hujan yang mengguyur Palembang, Jumat (17/3) pukul 13.30 WIB, menyebabkan Jl Kolonel H Barlian macet. Padahal hujan tidak terlalu lama. Banjir terjadi di Km 6,5 atau tepatnya di seberang Graha Pena (kantor Sumeks Grup). Tak ayal, kendaraan yang melaju dari arah Sukarami harus berjalan merayap.

Antrean panjang kendaraan terjadi mulai dari Km 8 sampai ke Km 6,5. Kendaraan roda dua dan empat yang akan melintas di titik banjir terpaksa melambat. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan. Waktu tempuh dari Km 10,5 menuju sampai ke Km 6,5 yang biasa ditempuh hanya dalam waktu 13 menit, terpaksa ditempuh dalam waktu 35 menit.

Iman, salah satu pengendara motor mengaku tidak mengetahui penyebab kemacetan panjang karena banjir yang terjadi di Km 6,5. Padahal hujan yang mengguyur di wilayah Km 6,5 tidak lama. Banjir sudah menggenangi jalan.

"Kalu sudah cak ini, pemerintah harus tanggap. Jangan sampe hal sepele biso nyengsaroke rakyat," kata Iman dengan nada kesal.

Dia berharap pemerintah kota atau pemerintah provinsi cepat tanggap atas fenomena macet yang disebabkan banjir. "Makmamano caronya kalu hujan, idak nyebabke banjir," ujarnya. (dom)

LUBUKLINGGAU - Korban tewas terseret arus saluran pembuangan air (siring) yakni Rina (34), Ibu rumah tangga (IRT), warga Gg Bambu, RT 01, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (17/3) sekitar pukul 09.00 WIB ditemukan tim tagana yang dibantu warga sekitar setelah seharian pasca kejadian melakukan penyisiran di Sungai Kelingi.

Korban merupakan guru honor SDN 34 Petanang itu, ditemukan tewas dengan posisi terlentang setelah terseret arus air dari siring tempat kejadian perkara (TKP) sejauh 200 meter hingga kealiran Sungai Kelingi, Kamis (16/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Tim tagana beserta warga menemukan korban dibawah jembatan Batu Urip yang berjarak sekitar 1 km dari TKP.

"Mulai pukul 06.00 WIB melakukan penyisiran, jam 09.00 WIB ditemukan dibawah jembatan Batu Urip. Rina, guru honor di SD 34 Petanang dalam keadaan sudah meninggal posisi terapung dipinggir," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Diaz.
 
Hingga dengan hari ini, proses penyisiran di aliran Sungai Kelingi masih terus berjalan guna melakukan pencarian terhadap satu korban lagi yang merupakan anak bungsu dari almarhumah yakni Irfan (5). Sebagaimana diketahui, almarhumah saat kejadian berusaha menolong Irfan yang terpeleset ke siring. Namun almarhumah ikut teseret bersama dengan anaknya itu. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (18/3). 

 

MUSI RAWAS-Sejumlah pengguna jalan di kawasan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura), diminta tetap waspada saat melintas ketika hujan deras. Kendati pemerintah setempat sudah melakukan tebas bayang terhadap pohon pelindung di sepanjang jalur ini, keberadaan pohon tumbang masih mengintai keselamatan warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Mura, Paisol saat ditemui menuturkan, wilayah Kabupaten Mura merupakan daerah rawan bencana seperti tanah longsor, angin puting beliung dan banjir, informasi BPBD dapat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Provinsi Sumsel.

Potensi angin kencang disertai hujan dan petir akan terus berlangsung selama peralihan musim penghujan ke musim kemarau hingga April mendatang. Geografis wilayah Kabupaten Mura dengan hamparan dan dikelilingi oleh daerah perbukitan, dapat mengakibatkan terbentuknya angin kencang.‎ Bahkan tidak menutup kemungkinan, potensi angin puting beliung juga terjadi di wilayah Kabupaten Mura.

"Kita minta masyarakat tetap waspada, apa lagi di daerah yang banyak di dapati pohon besar. Daerah kita rawan bencana angin puting beliung seperti yang terjadi beberapa hari lalu di wilayah Selangit, " katanya, Jumat (17/3). (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (18/3). 

 

KAYUAGUNG - Banjir akibat meluapnya Sungai Mesuji di Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji berangsur mulai surut. Namun begitu, tim gabungan tetap siaga dan berjaga agar situasi tetap aman dan kondusif.

Diungkapkan Koordinator BNPB OKI, Azhar,bahwa pihak Pemda, kecamatan, TNI dan Polri, Karang Taruna dan Intansi terkait lainnya masih berjaga di posko pengungsian. Selain itu pihak kesehatan juga stand bye di lokasi bila ada warga yang sakit. Begitupun bantuan makanan kepada masyarakat telah didistribusikan.

"Tim gabungan berada di Posko pengungsian. Kita juga melakukan pengecekan ke masyarakat dan mendistribusikan bantuan. Untuk saat ini sebagian warga memilih bertahan dan mengungsi ke rumah kerabat," bebernya, Rabu (15/3).

Tambahnya, Bupati OKI dijadwalkan besok (16/3) akan meninjau korban banjir. Sementara untuk bantuannya telah diberikan.

"Kita berharap kondisi tetap aman dan warga juga tidak panik," ucapnya. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (16/3)

INDERALAYA- Peristiwa bencana alam berupa angin puting beliung kembali melanda warga Kabupaten Ogan Ilir (OI). Enam rumah warga di Dusun IV RT 12, Desa Kota Daro II dan Desa Arisan Deras Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten OI ambruk dihatam angin puting beliung.

Peristiwa bencana alam terjadi pada Senin (13/3) sekitar pukul 18.00 wib. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun warga kehilangan tempat tinggalnya .

Adapun ke enam warga tersebut bernama Baharudin (39) Rusli (60), Sunaimah (55) dan Junaidi (60), ke empatnya warga Desa Kota Daro II , lalu Muharam(50), Redi (35) warga Desa Arisan Deras Kecamatan RantauPanjang.

Informasi yang dihimpun koran ini, rumah korban yang dihantam puting beliung, terbuat dari kayu dan atap daun nipah, pada sore menjelang magrib hujan turun dengan derasnya dibarengi dengan angin kencang, karuan saja rumah korban yang terletak ditengah tengah sawah dengan mudahnya dihantam angin puting beliung.

Mendapat informasi adanya warga yang terkena puting beliung ,jajaran Polres OI langsung menuju ke TKP untuk mengecek secara langsung untuk dilakukan pendataan dan membantu warga mengevakuasi barang ke tempat aman.

“Saat ini para korban puting beliung tinggal dirumah keluarganya yang tidak mengalami musibah, kejadian ini sudah kami laporkan ke pihak terkait dan berkoordinasi dengan Camat Rantau Panjang . Untuk menuju kelokasi tidak ada akses jalan baik roda dua maupun roda empat , hanya bisa dengan berjalan kaki dan perahu,’’kata Kapolres OI AKBPM Arif Rifai dan Kanit Reskrim AKP Ginanjar yang baru saja pulang dari lokasi. (Sid)

 

MUARADUA– Ruas jalan Provinsi yang menghubungkan langsung Kabupaten OKU Selatan dengan Kabupaten OKU, tepatnya dari kecamatan Simpang hingga Kecamatan Lengkiti, kondisinya rusak berat. Selain badan jalan banyak mengelupas, lubang yang hampir dijumpai di tiap sudut jalan sangat mengganggu kelancaraan mobilitas transportasi masyarakat.

Kondisinya kini diperparah genangan air hujan yang kerap menggenangi lubang dengan kedalaman lebih dari 20m tersebut. Tak jarang, karena tidak bisa menghindari lubang kendaraan terperosok hingga mogok dijalan rusak tersebut.

Seperti hanya dialami salah satu sopir mini bus warga OKU Selatan Ucok, dan penumpangnya dibantu warga terpaksa mendorong mobilnya akibat terjebak lubang dalam hingga menyebabkan mobilnya nyaris tak bisa melanjutkan perjalanan.

"Parah kondisi jalan, ini mobil hamper tak bisa bergerak, beruntung warga yang tengah melintas menawarkan diri membantu bantuan mengelurkan mobil, jika tidak sudah terpaksa harus ditarik,”ujar Ucok.

Pengemudi lainnya Boncil menuturkan, kerusakan ruas jalan Provinsi penghubung OKU Selatan dengan Kabupaten OKU itu memang cukup menggangu pengguna jalan.

"Terutama mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses yang paling dekat dengan Kabupaten OKU Selatan. Jalan ini memang jaraknya lebih dekat ketimbang lewat Martapura, namun lihatlah kondisinya cukup parah kerusakannya, lubang dimana-mana,: ujar Boncil. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (14/3). 

 

Halaman 1 dari 26

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca