TEBING TINGGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang telah menerapkan amanah UU No 6 Tahun 2014 untuk menganggarkan alokasi dana desa (ADD) sebesar 10 persen dari dana perimbangan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Empat Lawang M Daud melalui Kabid Anggaran, Hendra Lezi mengatakan, tahun 2017 ini anggaran ADD mencapai Rp51 miliar. "Dana perimbangan kita Rp500 miliar, ADD dianggarkan Rp51 miliar," kata Hendra, Jumat (17/3).

Menurutnya, ADD merupakan salah satu dana yang tidak boleh dikurangi porsinya sehingga pihaknya juga bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) tidak pernah mengurangi porsi. "Setiap tahun porsinya sesuai dengan UU, kita tetap komitmen," tuturnya.

Sementara ditambahkan, Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) DPMDP3A Empat Lawang, Sobri, desa-desa memang menjadi prioritas, ADD juga akan terus naik. "Memang ADD setiap tahun sudah sesuai dengan UU," tukasnya. (eno)

TEBING TINGGI - Kursi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang sudah resmi diduduki Edison Jaya yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekda. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Empat Lawang, Januarsyah Hambali.

"Sudah ada surat persetujuan pak gubernur untuk Pak Edison menjabat Sekda Empat Lawang. Surat persetujuannya telah kami terima," kata Januarsyah.

Selanjutnya, kata dia, masih menunggu jadwal pelantikan. Seharusnya, berdasarkan rencana yang ada, pelantikan dilakukan, Senin (13/3) ini. Namun, karena Sekda terpilih ada sangkut pautnya dengan jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) yang merupakan SKPD yang divertikalkan, maka harus menunggu surat rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kami sudah antarkan surat ke gubernur untuk diteruskan Kemendagri untuk melepas Pak Edison selaku Kadisdukcapil. Calon Kadisdukcapil yang baru sudah kami siapkan juga," ujarnya. (eno)

TEBING TINGGI - Situasi Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (10/3) sudah kondusif. Warga desa sudah beraktivitas seperti biasa, mereka yang bekerja sebagai petani sudah ke kebun ataupun sawah mereka masing-masing.

Pantauan sumeks.co.id, dua unit mobil yang digunakan anggota polisi dan sudah rusak berat dan nyaris tidak bisa diperbaiki karena dirusak massa diletakkan di pinggir lapangan, cukup jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Hernain Zakaria mengatakan, sekarang situasi sudah kondusif. Warga sudah melakukan aktivitas seperti biasanya. Sementara Pani Karsa alias Ika (26) yang menjadi korban penembakan oleh anggota polisi masih dirawat di Desa Muara Kati, Kabupaten Musi Rawas.

"Sudah pulang dari rumah sakit, pelurunya sudah dikeluarkan. Sekarang di Muara Kati tempat keluarganya karena dekat dengan rumah sakit sekalian diobati secara tradisional," kata Hernain.

Mengenai kendaraan yang digunakan polisi, belum ditarik oleh kepolisian. Pihak Polres hingga kemarin belum ada yang datang ke desa, begitu juga sebaliknya, pihak kades ataupun warga belum ada yang dipanggil untuk ke Polres.

"Kata pihak Polres, mobil biarkan dulu ditinggal di sini (Desa Suka Kaya)," jelasnya. (eno)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Sabtu (11/3)

TEBING TINGGI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Empat Lawang terus mendorong lembaga pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar bisa terakreditasi. Salah satunya dengan upaya pendampingan lembaga PAUD untuk pemenuhan pencapaian delapan standar pendidikan.

Kepala Disdikbud Empat Lawang, Agusni Effendi melalui Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal Rumiyadi mengatakan, tahun 2016 ada empat lembaga PAUD yang bakal mendapatkan akreditasi. Tinggal menunggu visitasi dari BAN Paud Provinsi Sumsel. 

"Paud Pertiwi di Kecamatan Pendopo, Paud Pembina di Kecamatan Tebing Tinggi, PAUD Ariana di Kecamatan Pasemah Air Keruh, dan Paud Mawar di Kecamatan Sikap Dalam," kata Rimiyadi.

Dijelaskan Rumiyadi, dengan terakreditasinya PAUD, tentu akan meningkatkan mutu pendidikan, karena PAUD yang terakreditasi sudah memenuhi standar pendidikan nasional. Standar itu diantaranya penilaian, isi, proses, tenaga pendidik, sarana prasarana, biaya, tingkat perkembangan dan standar kelulusan. Namun demikian pihaknya mengakui hingga saat ini belum ada PAUD yang terakreditasi karena masih dalam proses pengajuan. Akreditasi diharapkan memberikan motivasi agar lembaga PAUD meningkatkan mutu dan kualitasnya.

"Untuk akreditasi setiap kabupaten diberikan kuota berbeda, tahun kemarin kuota kita hanya lima. Kita berharap tahun ini kuotanya ditambah lebih banyak lagi," tukasnya. (eno)

MUARA ENIM - Warga Desa Pinang Belarik, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim sempat dihebohkan dengan penemuan seorang anak laki-laki berjalan menyusuri rel kereta api Desa Pinang Belarik, Jumat (3/3) sore. Belakangan diketahui, bocah tersebut bernama Yayan Danuarta (11), warga Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

Yayan ditemukan oleh Parosi (45), salah seorang warga Desa Pinang Belarik yang pulang dari kebun. Pasalnya, sang anak bukan warga setempat dan tidak dikenal. Tak berpikir panjang, kemudian Parosi langsung melaporkan hal tersebut kepada Bhabinkamtibmas Polsek Gunung Megang Brigadir Evan yang kemudian membawa anak tersebut ke Mapolsek Gunung Megang. Kemudian Polsek Gunung Megang berkoordinasi dengan Polsek Pendopo, Empat lawang karena sang anak mengaku berasal dari sana.

Dari hasil koordinasi tersebut berhasil ditemukan alamat orang tua sang anak di Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Lalu pada Jumat (3/3) pukul 22.00 WIB, ayah sang anak Ardian Suryanto (35) datang menjemput anaknya itu di Kantor Kades Pinang Belarik.

Kapolsek Gunung Megang AKP Biladi Ostin mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari anak tersebut. Sang anak bercerita kalau dirinya tinggal bersama ibu tirinya di Lahat, sedangkan ayahnya sudah meninggal. Dia mengaku diusir ibu tirinya karena tidak tahan perlakuan ibu tirinya. Sehingga dia mau ke rumah neneknya di Pendopo, Empat Lawang dengan berjalan kaki menyusuri rel kereta api. Tapi nyatanya dia salah arah menuju ke arah Muara Enim.

Dia mengaku sudah empat hari menyusuri rel kereta api sampai ditemukan warga."Tapi setelah kita kroscek, ternyata ayahnya masih ada. Ayahnya yang menjemput. Agak beda cerita sang anak sama keterangan orang tuanya. Kata sang anak dia diusir ibu tiri, tapi kata orang tuanya, sang anaknya itu yang galak (suka) lari dari rumah. Tapi yang penting anak tersebut sudah kembali pada keluarganya," tukasnya. (roz)

TEBING TINGGI - Alat perekam e-KTP yang ada di tujuh kecamatan di Kabupaten Empat Lawang tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan dan ada yang hilang. Warga di kecamatan tersebut terpaksa mengurus e-KTP di kantor Disdukcapil di ibu kota kabupaten, yakni Kecamatan Tebing Tinggi. Tujuh kecamatan antara lain, Kecamatan Tebing Tinggi, Talang Padang, Pendopo, Ulu Musi, Pasemah Air Keruh (Paiker), Muara Pinang dan Kecamatan Lintang Kanan. 

"Sebenarnya alatnya itu ada di 7 kecamatan, tapi tidak bisa merekam, karena ada yang rusak dan kamera ada yang hilang, apa lagi kamera aplikasi perekam KTP itu kameranya khusus yaitu, 1100 D Canon. Apa lagi sekarang itu sudah langka sekarang, harus dipesan langsung," kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Empat Lawang, Edison Jaya melalui Kasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, Harry Truman, Jumat (3/3).

Dijelaskannya, kalau kebanyakan alat perekam e-KTP yang hilang itu rata-rata kamera, seperti di Kecamatan Lintang kameranya hilang satu, bahkan di Kecamatan Pendopo hilang dua.

"Rata-rata yang hilang itu kameranya dan alatnya sekarang kita tarik ke kabupaten. Kalau yang di Tebing Tinggi itu hilang semua pas habis Pilkada kemarin, cuma ada silvernya yang tersisa," jelasnya. (eno)

TEBING TINGGI - Untuk memaksimalkan Operasi Simpatik di Kabupaten Empat Lawang, khusus bagi pelajar yang belum cukup umur, Satlantas Polres setempat melakukan sosialisasi tata tertib berlalu lintas di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, Jumat (3/3).

Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro, melalui Kasat Lantas, AKP Budi Harto mengatakan, sosialisasi dikarenakan banyaknya pelajar masih belia yang berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor sendiri.

"Pelajar belia jadi sasaran sosialisasi. Saat mengatur lalu lintas kerap kita lihat anak SMP mengendarai motor sendiri. Dengan sosialisasi ini mereka sadar untuk tertib berlalu lintas, selain itu pelajar SMP juga belum cukup umur memiliki SIM, jadi jangan dulu pakai motor," ujarnya.

Ditambahkan Budi, di Empat Lawang kerap terjadi pelanggaran dan bahkan kecelakaan didominasi rata-rata oleh pelajar, karena para pengendara terutama pada sikap dan etika berlalu lintas masih tergolong rendah. Diantaranya tidak patuh berlalu lintas, ego yang tinggi dan sama-sama tidak mau mengalah di antara pengguna lalu lintas lainnya.

"Pengendara di Empat Lawang ini masih terbilang rendah kesadaran dalam berlalu lintas khususnya para pelajar. Itulah yang kerap menyebabkan banyaknya pelanggaran yang kita dapatkan, dan juga menjadi penyebab kecelakaan berlalu lintas," tukasnya. (eno)

TEBING TINGGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kembali mengusulkan bantuan dana ke pemerintah pusat. Tujuannya, untuk pembangunan sarana olahraga dari berbagai cabang olahraga (Cabor).

"Lahannya sudah ada, di jalan Noerdin Pandji atau lebih dikenal dengan jalan Poros Tebing Tinggi-Pendopo," kata Kadispora Empat Lawang, M Azhari, Jumat (3/3).

Dijelaskannya, beberapa tahun lalu bantuan untuk sarana dan prasarana olahraga sudah pernah didapatkan dari Pemprov Sumsel sebesar Rp400 juta.

"Karena dananya tidak mencukupi, akhirnya bantuan dimaksud tidak terserap di Empat Lawang," ujarnya.

Makanya, tambah Azhari, usulan dana ke pemerintah pusat kali ini cukup besar, agar pembangunannya bisa tuntas satu tahun anggaran. "Bisa saja dibangun stadion atau gedung olahraga (Gor) sesuai dengan kebutuhan dan jumlah dana yang ada," imbuhnya. (eno)

TEBING TINGGI - Beberapa titik jalan di Kabupaten Empat Lawang banyak yang rusak dan hingga sekarang belum diperbaiki. Ditambah lagi kerusakan diperparah karena musim hujan sehingga jalan yang berlubang selalu digenangi air.

Salah satu titik jalan yang rusak yakni di Desa Ulak Mengkudu, depan SDN 14 Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi. Jalan provinsi penghubung Kecamatan Tebing Tinggi dengan Kecamatan Talang Padang ini rusak parah. Lubang besar selalu digenangi air hujan dan tanah sisi jalan juga rusak karena dilintasi kendaraan untuk menghindari jalan berlubang. Kendaraan roda empat maupun roda empat dan lainnya terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang.

"Sudah lama jalan ini rusak. Musim hujan selalu digenangi air dan becek. Jalan seperti kolam ikan saja," cetus Usman, salah satu warga Tebing Tinggi, Selasa (28/2).

Selain itu, tambah Usman, lokasi jalan tersebut dekat sekali dengan SD dan selalu dilewati para guru dan wali murid untuk antar jemput anaknya sekolah. Ia mengharapkan jalan tersebut menjadi perhatian pemerintah dan segera diperbaiki. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid menjelaskan semua jalan milik negara dan provinsi sudah dilaporkan ke Balai Besar di Palembang.

"Semua permasalahan jalan yang mengalai kerusakan sudah dilaporkan ke Balai Besar mudah-mudahan segera ditindaklanjuti," tukasnya. (eno)

TEBING TINGGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang tahun ini akan mengusulkan lelang 17 unit mobil dinas (Mobdin) umum dan satu unit mobdin khusus milik Bupati. Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Empat Lawang sudah mengusulkan lelang 18 kendaraan tersebut.

"Mobil yang dilelang itu dari tahun 2008 sampai tahun 2010, kami sekedar mengusulkan, belum tentu juga disetujui," ujar Chandra, Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Empat Lawang, Senin (27/2).

Alasan pemerintah mengusulkan lelang mobil ini, sebut Chandra, karena pihaknya mengangap mobil dari tahun 2008, umurnya tidak lagi efisien. "Untuk sistem lelangnya, itu pihak BPKAD yang lebih mengerti yakni di bagian aset, kami sekedar mendata, lalu menyerahkan data kepada bagian aset," jelasnya. (eno)

Halaman 1 dari 18

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca