JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan akan mendukung pasangan calon kepala daerah DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga S Uno pada Pilkada putaran kedua. 

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga S Uno.
Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengaku akan menginstruksikan seluruh kadernya mengerahkan kekuatan untuk membantu memenangkan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menurutnya, dukungan dari kader PAN sangat diperlukan untuk menambah kekuatan terhadap pasangan nomor urut tiga itu.

"Tentu PAN all out bekerja," ujar Zulkifli, Rabu (22/3).

Pria yang juga ketua MPR itu mengaku siap turun gunung dalam kampanye Anies-Sandi.

"Ya tentu, dong (akan turun kampanye juga)," tegas Zulkifli.

Dia menambahkan, sebelum menyatakan dukungan ini, PAN telah berkonsultasi tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya.

"Ormas Islam meminta kami bulat mendukung Anies-Sandi," katanya.

Sekadar informasi, PAN menjadi partai pertama pendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, yang akan mendeklarasikan diri mendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
PAN akan mendeklarasikan dukungannya di Jl Senopati, Rabu (22/3) sekitar pukul 14.00 WIB.

Anies dan Sandiaga juga akan hadir dalam deklarasi tersebut. (cr2/JPG)

JAKARTA - Sidang lanjutan kasus penistaan agama terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digelar Selasa (21/3) di auditorium Kementerian Pertanian, geger. 

Seorang ibu paruh baya yang berada di dalam ruangan, tiba-tiba berteriak dan membuat hadirin terkejut. Tak ayal, seluruh hadirin dalam ruang sidang, memusatkan pandangannya kepada sang ibu.

"Saya diutus Allah ke sini. Negara ini sudah makin enggak benar," teriak dia memecah suasana ruang sidang di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Mendengar itu, polisi dan wartawan pun langsung mengerubungi ibu tersebut. Polisi langsung menggiring ibu itu ke luar dari ruang sidang. "Saya ini datang diutus Allah untuk membela kebenaran," tambah ibu itu kembali.

Usai ibu tersebut dibawa ke luar, sidang pun kembali kondusif. Majelis hakim pun melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan ahli bahasa Indonesia Rahayu Surtiati yang juga merupakan Guru Besar Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. (mg4/jpnn)

JAKARTA - Pilkada DKI Jakarta putaran kedua sepertinya tidak pernah habis dengan kampanye hitam yang dilakukan timses pasangan tertentu. 

Pasangan calon kepala daerah DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga S Uno kembali diterpa kampanye hitam. Kali ini, pasangan yang diusung Gerindra dan PKS itu diterpa kampanye hitam tentang surat pernyataan atau akad kontrak bertandatangan palsu yang menyatakan Anies-Sandi akan menerapkan syariat Islam di Jakarta.

Namun surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak-Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar.

Ada pihak yang dengan sengaja menandatangani surat itu atas nama Anies dan Sandiaga. Padahal dipastikan tanda tangan itu tidak benar.

"Ini fitnah lagi, setelah fitnah-fitnah sebelumnya. Tanda tangan saya tidak seperti itu," ujar calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (18/3) malam.

Senada dengan Anies, Sandiaga juga merasa kalau nama dan tanda tangannya dicatut. Dia sendiri heran kenapa ada orang atau kelompok yang mau repot untuk membuat akad kontrak itu.

"Jelas-jelas itu bukan tanda tangan saya," ucapnya.

Akad itu sendiri dipastikan hoaks (kabar bohong). "Mas Anies atau Bang Sandi tidak pernah menandatangani akad itu. Dan itu palsu," tegas Naufal Firman Yursak, wakil ketua Tim Media Anies Sandi.
Naufal menambahkan, dengan makin sering munculnya fitnah-fitnah baru, pihaknya yakin sedang ada pihak yang panik.

"Kami makin yakin bahwa ada pihak-pihak yang sedang mengalami kepanikan yang luar biasa. Kami mengajak kepada para relawan, simpatisan dan warga untuk tetap fokus pada program kerja dan makin kerja keras memenuhi harapan warga Jakarta untuk menciptakan perubahan di ibu kota," pungkasnya. (prs/rmol)

JAKARTA - Tidak ada istilah kapok bagi musisi Ahmad Dhani untuk berpolitik. Kalah dalam Pilkada Bekasi tidak membuat mantan suami Maia Estianty itu untuk tidak lagi berpolitik. 

Bahkan, Ahmad Dhani langsung menentukan sikap mendukung pasangan calon kepala daerah DKI nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga S Uno. 

Dia menyatakan kesiapannya untuk terjun ke lapangan sebagai juru kampanye pasangan nomor urut tiga tersebut.

"Bersama-sama saya akan bantu kampanye Anies-Sandi, saya akan terjun ke masyarakat, mengenalkan program kerja dan inovasi untuk menjadikan Jakarta yang lebih bermartabat, Jakarta yang lebih sejahtera," ungkap pimpinan manajemen Republik Cinta ini di kediamannya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3) malam.

Dhani mendukung Anies-Sandi karena melihat keduanya punya visi dan misi yang baik, seperti memajukan UMKM. Dia juga melihat Anies-Sandi punya kepedulian terhadap budaya dan seni.

"Karena Jakarta sebagai ibu kota negara, aspek kesenian dan kebudayaan tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan bernegara untuk menciptakan masyarakat yang beradab," sebut mantan calon wakil bupati Kabupaten Bekasi ini.

Sandiaga Uno yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dirinya dan Dhani adalah sahabat lama. Dia berharap dukungan yang diberikan Dhani dapat membawa Jakarta menuju kesejahteraan bersama.

"Lewat ekonomi kreatif, kita akan ciptakan pelaku usaha di bidang musik, perfilman dan bidang budaya. Kita punya terobosan festival seni dan budaya, kita akan hadirkan musik terbaik karya anak bangsa, semoga nantinya akan lahir Ahmad Dhani-Ahmad Dhani lainnya yang berasal dari anak-anak Jakarta," ungkap Sandi. (rus/rmol)

JAKARTA - Dukungan keluarga Cendana terhadap pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga S Uno dinilai Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti tidak terlalu memberikan keuntungan signifikan bagi pasangan calon kepala daerah tersebut. 

Dukungan kepada Anies-Sandi diberikan oleh Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. Ray justru menilai sebaliknya, keuntungan akan lebih banyak didapat oleh keluarga Cendana.

"Kalau ada koalisi Anies dengan Mbak Titiek, sebetulnya lebih menguntungkan pihak Cendana dibandingkan pihak Anies," kata Ray di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (17/3).

Menurut Ray, keuntungan yang didapat keluarga Cendana adalah bisa meredam kritik publik mengenai masa orde baru. ‎Sebelumnya, dia menambahkan, orang-orang menanyakan mengenai kejahatan politik selama 32 tahun, namun sekarang tidak lagi.

‎Ray menjelaskan, keuntungan yang didapat Anies-Sandi adalah dukungan dari tokoh elit. Hanya saja dari segi elektoral, jumlahnya tidak terlalu besar, karena Titiek dan Tommy Soeharto tidak memiliki konstituen di Jakarta.

"Tommy enggak ada partai atau organisasi yang mumpuni. Kalau Mbak Titiek dapilnya Solo," ucap Ray. (gil/jpnn)

JAKARTA - Ketua DPW PPP DKI Jakarta Djan Faridz tidak mengakui keabsahan pemecatannya sebagai ketua partai di ibu kota negara tersebut. Dalam keterangan persnya, politikus bernama lengkap Abraham Lunggana ini mengatakan bahwa SK pemecatannya sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta tidak sah. Sebab, prosedur pemecatan tidak sesuai dengan aturan partai yang selalu diawali dengan surat peringatan I sampai III.

"Sama sekali saya tidak pernah menerima surat peringatan dari ketua umum," kata Haji Lulung, Selasa (14/3).

Dia menegaskan bahwa keputusan partai yang memecatnya karena perbedaan pandangan dalam menyikapi Pilkada DKI. "Saya berbeda pandangan di Pilkada karena membela umat di Jakarta," ujarnya. (tvone/dom)

JAKARTA - Sidang kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan agenda menghadirkan saksi dari kubu Ahok digelar di auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jaksel, Selasa (14/3). 

Kubu Ahok yang menghadirkan saksi menguntungkan, Edward Omar Sharif Hiariej, ditolak ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto. Alasannya, guru besar Universitas Gajah Mada (UGM) itu, bukan merupakan saksi fakta.

"Kalau saudara memeriksa ahli boleh, asal gak menghadirkan saksi fakta lagi. Kalau masih ada fakta tambahan, ahlinya gak diperiksa. Agar BAP bisa sistematis," kata Dwiarso.

Oleh karenanya, Edward, satu di antara lima saksi yang diagendakan memberikan keterangannya hari ini, lantas diminta keluar dari ruang sidang.

Selain ditolaknya Edward, salah satu saksi Ahok, yakni, Ferry Lukmantara yang berasal dari Bangka Belitung juga belum konfirmasi hadir.

Dengan demikian, dalam persidangan ke-14 ini, ada tiga saksi menguntungkan Ahok. Ketiga saksi itu merupakan kenalan Ahok di Bangka Belitung yaitu Juhri, Suyanto, dan Fajrun. (mg4/jpnn

JAKARTA - Sidang ke-14 kasus penistaan agama yang dilakukan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan digelar di auditorium Kementerian Pertanian di kawasan Ragunan, Jaksel, hari ini (14/3) pukul 09.00 WIB.

Ahok sendiri tiba lebih awal di lokasi sidang. Mantan bupati Belitung Timur itu sudah tiba di lokasi sidang pada pukul 08.30 WIB dengan pengawalan petugas kepolisian. Kedatangan Ahok ke auditorium Kementan melalui pintu khusus yang tidak dilewati pengunjung sidang lainnya.

Rencananya sidang hari ini, kubu Ahok akan menghadirkan empat dari lima saksi yang sudah dijadwalkan. Yakni seorang ahli hukum pidana, dan tiga teman permainan Ahok semasa kecil yang tinggal di Belitung Timur. (tvone/dom)

JAKARTA - Upaya terpidana kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso untuk bebas dengan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, kandas. Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI menguatkan putusan PN Jakarta Pusat, yakni menghukum terpidana 20 tahun penjara.

Humas PN Jakarta Pusat Jamaludin Samosir mengatakan bahwa putusan PT DKI itu telah keluar hari ini (13/3). Isi putusannya adalah menguatkan vonis PN Jakpus.

"Satu, menerima permintaan banding dari penasehat hukum terdakwa dan jaksa penuntut umum. Dua menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor 777/2016/PN Jakarta Pusat," katanya.

Jamaludin menambahkan, putusan banding juga memerintahkan Jessica tetap ditahan. "Membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp 2.000," tambahnya.

Vonis banding atas Jessica dijatuhkan oleh majelis hakim yang dipimpin Erlang Prakowo Wibowo. Sedangkan anggotanya adalah Pramodana Atmadja dan Sri Anggarwati.

Seperti diketahui, sebelumnya PN Jakpus memutuskan Jessica telah terbukti secara sah dan meyakinkan membunuh Wayan Mirna Salihin secara berencana dengan mencampurkan sianida di es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. PN Jakpus pun mengganjar Jessica dengan hukuman 20 tahun penjara.(elf/JPG/mg4/jpnn)

JAKARTA - Kendati banyak warga keturunan yang mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta. Namun hal itu tidak berlaku bagi Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo. Bos MNC Grup ini justru mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga S Uno.

Dia menilai Jakarta membutuhkan sosok pemimpin baru yang mampu mempersatukan semua.

Ucapan itu disampaikan HT, -panggilan akrab bos media ini- saat Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diundang di kediamannya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/7) malam.

"Kita membutuhkan pemimpin yang dapat berdiri di tengah, mempersatukan dan merangkul semua," ucap Hary usai berdiskusi dengan Anies dan Sandi.

Urgensi persatuan di Jakarta memang sangat dirindukan warganya. Terlebih kondisi ibu kota saat ini seolah sedang terpecah-pecah.

Lebih lanjut, bos HT mengatakan, kondisi yang seperti itu harus segera dibereskan. Sebelum iklim investasi ikut terkena dampaknya.

"Situasi yang damai dilihat dari pemimpinya, agar iklim investasi membaik dan lapangan kerja terbuka, sehingga roda perekonomian pun berjalan," kata dia.

Hary menilai, sosok pemimpin yang mempersatukan ada pada diri Anies dan Sandiaga.

Terlebih, menurutnya Anies-Sandi merupakan pemimpin yang bukan hanya membangun saja, melainkan mampu menata dan memperhatikan rakyat kecil.

"Anies-Sandi adalah sosok yang tepat untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil," ucapnya. (prs/rmol)

Halaman 1 dari 23

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca