Lakukan Pendampingan Tiga Bulan

20 Mar 2017
34 kali dibaca
KUNJUNGAN: KPAI Lubuklinggau saat menyambangi kediaman Adel yang kehilangan ibu dan adiknya akibat terseret arus di siring beberapa waktu lalu. Foto: KPAI for Sumeks KUNJUNGAN: KPAI Lubuklinggau saat menyambangi kediaman Adel yang kehilangan ibu dan adiknya akibat terseret arus di siring beberapa waktu lalu. Foto: KPAI for Sumeks

LUBUKLINGGAU - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Lubuklinggau, Senin (20/3) menyambangi kediaman Adel (9) di Gg Bambu, RT 01, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Kedatangan KPAI tersebut untuk melihat langsung kondisi Adel pasca kehilangan sosok Ibunya yakni Rina (34), yang tewas akibat terbawa arus di pembuangan air (siring) dekat rumahnya hingga terseret arus sejauh 200 meter ke muara sungai Kelingi. Almarhumah tewas saat hendak menolong putra bungsunya Irfan yang hingga hari ini belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian disungai Kelingi.

Kajadian yang menimpa keluarga itu pada Kamis (18/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Tak ayal, pihak KPAI Lubuklinggau mengkhawatirkan kondisi Adel, yang mana saat kejadian juga sempat terseret arus air di siring saat bermain dengan Irfan (adiknya), namun nyawanya dapat diselamatkan. Sedangkan Ibu dan dan adiknya tidak dapat diselamatkan.

"Jadi kita takut Adel memiliki trauma. Kita coba pulihkan dia," kata Ketua KPAI Lubuklinggau, Hamim.

Pihaknya  datang untuk memberikan pendampingan dengan menurunkan satu orang psikolog. Rencananya, proses pendampingan terhadap Adel oleh psikolog dijadwalkan selama tiga bulan dengan pertemuan satu minggu dua kali. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3) 

 

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca