Korban Bom Bunuh Diri Gagal

16 Mar 2017
163 kali dibaca
Bahrumsyah    Bahrumsyah foto: JPG

JAKARTA - Komandan ISIS untuk wilayah Asia Tenggara, Bahrumsyah dikabarkan tewas pada Senin (15/3). Pria asal Indonesia itu diduga menjadi korban serangan bunuh diri gagal yang rencananya menyerang tentara Syria. Kabar tersebut disampaikan oleh Al-Masdar News seperti dikutip The Strait Times, kemarin (15/3).

ISIS mengonfirmasi kematian Bahrumsyah. Kendati serangan bunuh diri tersebut gagal karena bom meledak sebelum waktunya, ISIS mengklaim bahwa aksi yang dilakukan oleh Abu Muhammad al Indonesi itu berhasil menyebabkan kerusakan musuh. Abu Muhammad al Indonesi adalah nama samaran perang yang diadopsi oleh Bahrumsyah.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kesulitan mengonfirmasi kematian Bahrumsyah. Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir mengatakan, tidak pernah ada WNI yang berniat untuk bergabung dengan ISIS di Syria yang melaporkan kepergian mereka. “Mereka tidak tercatat,” katanya pada konferensi pers kemarin. “Karena itu, kami tidak bisa memverifikasi bahwa yang bersangkutan meninggal atau tidak,” tambahnya.

Kabar tewasnya Bahrumsyah sampai ke telinga Polri. Wakapolri Komjen Syafruddin mengungkapkan, pemerintah Syria masih mendalami insiden ledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh ISIS. “Belum bisa dipastikan Bahrumsyah atau bukan,” kata dia kemarin.

Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan belum ada konfirmasi resmi soal tewasnya Bahrumsyah. “Saya sudah cek telegram dan tanyakan ke orang-orang yang biasa berhubungan dengan kelompok mereka (ISIS), belum ada respons,” ungkapnya. Kabar tersebut paling cepat bisa dikonfirmasi hari ini (16/3).

Al Chaidar kurang yakin Bahrumsyah tewas dalam misi bom bunuh diri seperti kabar yang beredar. Sebab, peran Bahrumsyah cukup besar. Dia bukan prajurit biasa. “Kelasnya middle range. Tidak diizinkan melakukan misi bunuh diri,” katanya.

Kekuatan jaringan ISIS di Indonesia berkurang signifikan apabila Bahrumsyah tewas. Selain menjadi salah satu pilar utama yang menghubungkan jaringan teroris di tanah air dengan ISIS, Bahrumsyah juga punya peran besar di Syria. Kehilangan Bahrumsyah adalah pukulan telak bagi ISIS. “Efeknya ke Indonesia pasti sangat besar,” kata Al Chaidar.

Sementara Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, memang ada informasi soal meninggalnya Bahrumsyah. Karena itu dilakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut. Sehingga, Polri bisa mendapatkan informasi yang valid. “Kami tidak berani katakan iya,” jelasnya.

Kemungkinan dalam waktu dekat informasi meninggalnya dedengkot kelompok teror Bahrumsyah itu akan bisa dipastikan. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tentunya bisa memberikan akses untuk memastikan semua informasi itu. “Kita gak ada atase kepolisian di sana ya,” paparnya.

Apakah dengan meninggalnya Bahrumsyah akan melemahkan serangan teror di Indonesia? Boy menuturkan, tidak bisa serta merta disebut serangan terorisme akan menurun di Indonesia. Sebab, semua mengetahui di ISIS saat ini banyak WNI yang terlibat, Salah satunya, Bahrun Naim. “Ada banyak yang lain juga, yang pasti kekuatan riil di sana belum terpetakan,” ujarnya.

Untuk kekuatan kelompok teror di Indonesia juga tidak bisa dipandang remeh. Seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terus mengembangkan sel-selnya. “Ada sejumlah daerah yang telah terjangkit JAD,” papar mantan Kapolda Banten tersebut.

Yang paling baru, ternyata selain terduga teroris di Jember, sembilan orang yang tertangkap di Sulawesi Tengah juga terhubung dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina. “Antara di Kediri dan Toli- Toli terhubung,” ujarnya.

Boy mengungkapkan, dideteksi ada upaya untuk melakukan serangan pada petugas, baik kepolisian dan TNI. Karena itu, kewaspadaan petugas di lapangan akan ditingkatkan. “Kami upayakan antisipasi,” tegasnya. (idr/syn/and/ca)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca