Sriwijaya FC Janji Balas di Jakabaring

21 Sep 2015
14863 kali dibaca
MODAL NEGATIF: Defender Sriwijaya FC, Fachrudin Arianto (kanan) dan kiper Dian Agus, gagalkan peluang penyerang Persebaya United, Pedro Javier. MODAL NEGATIF: Defender Sriwijaya FC, Fachrudin Arianto (kanan) dan kiper Dian Agus, gagalkan peluang penyerang Persebaya United, Pedro Javier. foto: Farid Fandi/JPNN

SURABAYA - Hasil kurang maksimal diraih Sriwijaya FC dalam lawatannya ke Surabaya, kemarin (20/9). Pada laga yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo itu, Titus Bonai dkk kalah

dari tuan rumah Persebaya United (PU) dengan skor tipis 0-1 oleh gol tunggal pemain pengganti, Slamet Nurcahyo, di menit ke-84.

Raihan ini jelas bukan modal ideal bagi Sriwijaya FC yang akan bertindak sebagai tuan rumah di leg kedua babak delapan besar Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang (27/9) nanti. Pasalnya juara ISL musim 2011/2012 tersebut dituntut untuk menang dengan margin minimal dua gol.
“Memang tidak mudah. Tapi bukan mustahil. Akan kami buktikan di Palembang,” ujar Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan, usai laga.
Sejatinya penampilan Patrich Wanggai dkk kemarin tidak bisa dibilang buruk. Mereka mampu mengimbangi agresivitas tuan rumah selama 90 menit pertandingan. Beberapa kali peluang kerap muncul dari serangan yang dibangun trio BMW (Bonai, Musafri, Wanggai) ini. Salah satunya adalah peluang Patrich Wanggai yang gagal memanfaatkan kans one on one dengan Jendri Pitoy di menit ke-53.
“Kami akui jika salah satu handicap dalam laga hari ini (kemarin) adalah finishing touch. Evaluasi yang berharga sebelum leg kedua nanti,” sahut Musafri, salah satu tukang gedor Sriwijaya FC.
Selain faktor penyelesaian akhir yang lemah, absennya dua pilar lini tengah mereka, Yu Hyun Koo dan Asri Akbar, memang memiliki dampak yang cukup besar. Itu terlihat dari kurang maksimalnya pakem Sriwijaya FC di lini tengah. Acap kali deretan gelandang tim asuhan Benny Dollo tersebut kalah bersaing dengan Evan Dimas, Siswanto, Zulfiandi, bahkan super-sub Slamet Nurcahyo dari PU.
“Untuk laga di Palembang, Yu Hyun bisa kami mainkan karena sudah terbebas dari sanksi akumulasi. Hanya saja kondisi Asri Akbar masih fifty-fifty. Akan kami pantau terus perkembangannya,” lanjut Hartono.
Sementara itu, PU menyambut dengan suka cita kemenangan atas Sriwijaya FC, kemarin. Meski mampu meraup poin absolut, pekerjaan mereka belum selesai. Sebab masih ada laga di Palembang.
“Kami menang hari ini (kemarin). Tapi saya jamin jika laga di sana (Palembang) bakal tidak mudah. Sriwijaya FC tim hebat,” tutur Ibnu Grahan, arsitek PU.
Katanya, masuknya pemain pengganti Slamet Nurcahyo memberikan warna baru di permainan. Buktinya, ia mampu mencetak gol sematang wayang sekaligus jadi penentu kemenangan. Meski begitu, tugas belum selesai sebab tim ditungganginya harus melakoni laga away ke kandang Asri Akbar dan kawan-kawan.
Sementara itu defender Persebaya, Oktavio Dutra, mengatakan, Sriwijaya FC bermain luar biasa. Meski menang dan kemas tiga poin, tapi pertandingan di Jakabaring tidak akan mudah. ”Harus tetap optimis dan semangat,” tukas dia. (io/yun/ion/ce1)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca