Tebar Pesona, Survey Elektabilitas

27 Feb 2017
758 kali dibaca

Selain Pilgub, ada 8 kabupaten/kota Sumsel yang juga akan menggelar pesta demokrasi, Pilwako dan Pilbup. Beberapa calon kandidat pun sudah menyatakan kesiapan mereka mencalonkan diri. Tapi ada pula yang belum mau terang-terangan, malu-malu, tapi sudah gencar sosialisasi. Siapa saja mereka.
--------------------------

TOTAL di 2018, ada 8 daerah yang akan melaksanakan Pilkada, yakni Palembang, Banyuasin, Empat Lawang, Lubuklinggau, Palembang, Muara Enim, Prabumulih, Lahat, OKI, dan Pagaralam. Sejumlah nama pun disebut-sebut sudah memproklamirkan diri mau maju menjadi calon kepala daerah. Mereka, ada yang sudah sosialisasi, memasang berbagai spanduk, dan mengenalkan diri ke publik, ada pula yang baru konsolidasi dengan partai pengusung.
Contohnya di Palembang. Kota yang jadi titik penting pelaksanaan Pilgub ini ikut menggelar Pilwako. Walikota Palembang H Harnojoyo dipastikan ikut bursa Palembang 1. Partai Demokrat juga mendeklarasikan dan mengusung namanya untuk pertarungan itu. Tapi, Harnojoyo sendiri sepertinya masih malu-malu mengungkapkan keinginannya dengan tegas mencalonkan diri. "Sekarang yang penting begawe dulu," ujarnya, kemarin.
Selain itu, partainya juga akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu untuk menguatkan mesin-mesin partai meraup suara yang besar di Pilkada 2018. Selain Harnojoyo, sosok lama Ir Sarimuda pun menyatakan siap bertarung. Dikonfirmasi semalam, dia menegaskan akan merebut kembali kemenangan yang sempat diraihnya.
“Kemarin itu sudah dapat. Karena dizalimi saja. Sekarang posisinya mau merebut kembali,” jelasnya. Dari survey yang dilakukan, perolehan suaranya masih tinggi. Melalui organisasi FAKEM yang dibentuk sejak 2005, hingga saat ini, pihaknya terus dekat dengan rakyat. “FAKEM ini bergerak bukan mau Pilkada saja,” cetusnya.
Selain mereka, ada lagi nama H Mularis Djahri, Ketua DPD Partai Hanura Sumsel. "Saya siap kembali menjadi salah satu kandidat Pilwako Kota Palembang 2018," terang dia sebelumnya. Dia pun akan maju dari partainya sendiri. “Dari internal cabang Hanura sudah meminta saya maju kembali,” katanya. Selanjutnya Anggota DPD RI, Hendri Zainuddin pun menyatakan bakal maju. “Insya Allah jika hasil survei bagus,” ucapnya. Menurut Hendri, sudah ada yang mendorongnya untuk maju. "Saya berupaya akan maju melalui jalur partai politik," tuturnya.
Mantan Kadishub Kota Palembang, H Syaidina Ali mengaku dirinya masih akan melihat angka elektabilitasnya dulu, sebelum mencalonkan diri dengan tegas. "Sekarang ini birokrasi itu pelayanan. Nah, kita tahu saat ini aparatur birokrasi di pemerintahan menuai sorotan akibat kinerjanya yang tidak sesuai harapan masyarakat. Fokus kami apabila dipercaya rakyat memimpin Palembang, pertama-tama pembenahan birokrasi yang bersih, professional dan mengayomi,” ungkap Syaidina, tadi malam.
Dia menjelaskan, persoalan birokrasi sejatinya bukan person-nya yang salah, tetapi sistem sedari awal sudah salah. "Saya 10 tahun memimpin Dishub Palembang. Sangat sulit meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), padahal kami kerja siang malam menata lalu lintas. Beda sekarang sepertinya mudah mendapat WTN," tuturnya.
Ada juga nama Ir Kgs H Abdul Rozak, Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Palembang. Dia bercita-cita mewujudkan Palembang religi, madani sekaligus Darussalam dengan sejarah wisata religinya. “Palembang dengan Sungai Musi-nya salah satu aset yang wajib dilestarikan sekaligus dikembangkan,” imbuh Rozak, tadi malam.
Untuk menuju kemenangan itu dan merealisasikan cita-cita sesuai kehendak partai yang ingin mengusungnya sebagai calon Palembang 1, dirinya telah membentuk tim Dulur Rozak Centre. Tergabung seluruh elemen lintas etnis, suku, dan agama. Selain mereka, ada dua nama lagi yang diisukan maju Pilwako yakni duet Lury Elza Alex Noerdin (Duta Anti Narkoba) dan Belman Karmuda (Plt Kadinsos Sumsel).
"Belum kepikir kesana, sekarang masih fokus sosialisasi bahaya narkoba di kalangan remaja. Memang sudah banyak sekali yang tanya-tanya saya soal ini (maju Pilwako, red), tapi belum tahu ya nanti ke depan,” akunya. Sebelumnya, koran ini juga sempat memastikan Wawako Palembang Fitrianti Agustinda mau maju atau tidak. Tapi dia belum mau komentar soal itu. "No comment, ya," terangnya.
Di Muara Enim, banyak calon kandidat yang sudah sosialisasi dan menebar spanduk dan baliho di pinggir jalan. Di antaranya, H Nurul Aman yang kini menjabat Wabup Muara Enim. Sebagai petahana, Nurul pun mengaku sudah resmi dicalonkan partainya, DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Saya sudah siap mencalonkan diri sebagai calon bupati Muara Enim," tegasnya.
Ada juga nama Ketua DPD KNPI Muara Enim, Adriansyah SE yang menyatakan diri kesiapannya. "Kita mengusung jargon 'Yang Muda Memimpin'. Saatnya Muara Enim dipimpin yang muda. Insya Allah saya siap maju Pilkada 2018," ujar Adriansyah. Sebagai tokoh pemuda, dia merasa terpanggil meneruskan estafet kepemimpinan untuk ikut membangun Muara Enim.
Sementara itu, Hj Shinta Paramitha Sari SH MHum, istri Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar juga disebut-sebut mau maju meneruskan kepemimpinan suaminya yang sudah 2 periode. Namun dia masih enggan berkomentar dan mengaku belum bisa memastikan maju atau tidak. "Kalau maju saya harus menanggalkan status sebagai PNS," tuturnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Pemprov Sumsel, Dr Ir H Syamsul Bahri MM mengaku baru akan memulai sosialisasi Mei nanti. "Kalau memang ada peningkatan elektabilitas dan dipercaya, ya saya siap maju Pilkada Muara Enim," katanya. Dirinya juga akan berkomunikasi dengan partai politik. Dia fokus mau karena ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas agar Muara Enim bisa bangkit, mempercepat infrastruktur, mengatasi kemiskinan dan pengangguran, serta pemenuhan kebutuhan pokok.
Selain mereka ada nama-nama lain, seperti adik kandung mantan Bupati Muara Enim, Kalamudin Djinab yaitu Kolonel CZI Komarudin Djinab. Ketua DPD PKS Muara Enim Syuryadi SE MS dan Ketua DPC Partai Demokrat Muara Enim, Ahmad Yani.
Di Lubuklinggau, pasangan incumbent H SN Prana Putra Sohe dan Sulaiman Kohar (Nansuko) yang kini menjabat Walikota-Wakil Walikota Lubuklingau tetap akan maju 2018. Hasil survey menyebut, kata dia, hampir 71 persen warga Lubuklinggau tetap menginginkan Nansuko berlanjut berpasangan. "Maka itu, doakan Insya Allah mulai tahun ini kami akanmelakukan gerakan politik untuk 2018," bebernya.
Di Empat Lawang pun sama, beberapa kandidat sudah mulai melakukan persiapan seperti memasang spanduk dan bertatap muka dengan warga di desa-desa. Salah satunya ada nama H Joncik Muhammad, anggota DPRD Sumsel. Dari PAN, Joncik akan maju berpasangan dengan Yulius Maulana dari PDI-P.
"Masih tetap dengan Yulius. Persiapan sudah mulai, survei sudah jalan, pemasangan baliho, pemetaan tim dan pembaruan tim," ujarnya.
Kemudian ada nama HM Eduar Kohar, Kepala Dinas Perhubungan Lahat, juga telah bersiap-siap. Beberapa spanduknya tampak di pinggir-pinggir jalan. "Perinsipnya siap, baru sosialisasi dulu dan membuat konsep," katanya. Sementara Kepala BNNK Empat Lawang, H Amancik sudah ada niat untuk maju pada Pilkada Empat Lawang. "Tapi ini harus ada dukungan, sekarang ikhtiar dulu," kata Amancik. Untuk partainya, dia belum bisa komentar.
Sementara H David Hadrianto Aljufri (HDA) yang terkenal dengan slogannya lebiHDAmai ini belum mau berkomentar. "Nanti saja, masih terlalu cepat," tukasnya. Tak hanya mereka, Yulizar Dinoto, Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanganan Bencana Alam juga disebut-sebut calonkan diri.
Di Prabumulih, beberapa kandidat sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat. Contohnya Anggota DPRD Prabumulih Komisi 1, Adi Susanto SE.
Sejumlah even mengundang massa banyak sudah digelarnya, seperti jalan santai, lomba grasstrack, futsal, kejuaraan voli. Bahkan, Adi juga tak segan turun ke lokasi banjir.
Adi pun tak menampik bakal maju. "Jika rakyat menghendaki, saya siap maju Pilkada 2018," ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Terkait strategi politik, Adi tak mau berkomentar banyak. "Saya fokus menuntaskan tugas sebagai anggota DPRD dulu dan berbuat sebaik mungkin bagi rakyat," bebernya.
Calon lain yang sudah menyatakan siap serta memiliki partai pengusung, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) adalah TR Hulu SH. Di kancah perpolitikan, pengusaha ini pernah menjabat sebagai anggota DPRD Prabumulih periode 2009-2014.
TR Hulu membenarkan itu. Selain melakukan pendekatan dengan PKPI, dia juga mendekati partai lain. "Sudah ada partai lain yang siap mendukung. Jika ditotal, ada 7 kursi di parlemen yang siap beri dukungan," ungkapnya.
Hulu sendiri sudah menyiapkan jargon politiknya mewujudkan Prabumulih Bersinar (Bersih, Investasi, Aman dan Religius). Pihaknya juga sudah sosialisasi. "Tim saya terus konsolidasi agar sosialisasi tepat sasaran," ungkapnya.
Kandidat kuat yang sudah memastikan diri maju yakni calon incumbent Ir H Ridho Yahya MM, Wali Kota Prabumulih. "Tapi karena saya dibawah partai, mekanisme pengusungan calon juga tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada proses survey dan semacamnya," ujarnya. Meski menjabat ketua partai, katanya, Ridho tidak ingin batasi kader Partai Golkar jika ada yang ingin mencalonkan diri. "Kami tidak ingin membatasi. Kader memiliki hak yang sama. Jika ada yang lebih baik dari saya yah partai akan mendukungnya," tuturnya.
Sebelumnya ada kandidat lain Hanan Zulkarnain. Dia nama lama dan telah dua kali mencalonkan diri periode 2008-2013 dan 2013-2018 namun gagal. "Saya siap kembali mencalonkan diri," tuturnya. Dirinya pun mengaku kini melakukan survey politik. "Persiapan harus matang. Saya tidak ingin terulang lagi (kekalahan)," bebernya.
Di Banyuasin, kandidat lain pun muncul di kalangan masyarakat dan media sosial yaitu Arkoni, Anggota DPRD Sumsel. Dia mengaku, partainya PDIP pasti mempersiapkan kader untuk bertarung di Pilkada, tapi belum diputuskan siapa kader yang akan maju.
"Yang pasti semua kader memenuhi syarat dan mengikuti sebuah
rangkaian proses. Akan di tentukan partai," bebernya. Saat ini, semua kader
diinstruksikan turun ke bawah untuk sosialisasi dan terus bekerja bersama rakyat. "Namun jika nantinya Allah SWT memberikan ridho dan partai memberikan izin, saya akan maju Pilkada Banyuasin," tukasnya.
Ada lagi Wakil Ketua PBB Provinsi Sumsel, Karyono. Dia mengaku kalau sudah melakukan sosialisasi beberapa bulan terakhir ini. Ini bertujuan untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat Banyuasin, serta menyerap aspirasi rakyat.
"Jika di Pilkada nanti tidak ada parpol yang mengusungnya, saya akan menyiapkan strategi lain yaitu mengumpulkan KTP dan ikut jalur independent,” ungkapnya. Tapi saat ini saya terus konsolidasi dengan parpol pendukung. ”Baik tingkat provinsi dan kabupaten sudah saya jajaki, bahkan ketua umum PBB Yusril Izha Mahendra bertekad habis – habisan mendukung saya,” tuturnya.
Selain dua nama itu, ada Kepala Dinas Pertanian Banyuasin, Syaiful Bakhri, Hazuar Bidui, Alamsyah Hanafiah, SA Supriono (Plt Bupati Banyuasin), Askolani (wakil ketua I DPRD Banyuasin), Sholih (wakil ketua III DPRD Banyuasin), Rudi Apriadi (DPRD Provinsi Sumsel), Agus Sutikno (DPRD Provinsi Sumsel), Wasista Bambang Utoyo (DPR RI), Firmansyah (Sekda Banyuasin), Slamet Soemontono, Agus Yudiantoro. (kms/win/uni/yun/kos/wek/eno/qda/roz/fad)

 

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca