Sulit Data Yayasan Rehabilitasi Pemakai Narkoba

Ibnu Mundzakir. Ibnu Mundzakir.

LUBUKLINGGAU - Masih adanya lembaga yang melaksanakan rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba tidak melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN) membuat proses pendataan sulit dilakukan. Baik itu pendataan terhadap jumlah pasiennya maupun lembaganya.

"Jadi itu memang ada beberapa, makanya untuk itu sekarang kita rangkul mereka, dengan demikian juga nanti terdata lembaganya, terdata pasiennya, juga tersertifikasi penyelenggaraannya," kata Kepala BNN Lubuklinggau, Ibnu Mundzakir.

Menurutnya, sejauh ini lembaga atau yayasan yang melakukan rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba sudah melaksanakan tahapan-tahapan rehabilitasi. Namun apa yang sudah dilaksanakan penyelenggaraannya oleh mereka tidak tercatat di BNN maupun tidak dilaporkan ke intansi-instansi terkait.

"Sejauh ini mereka sudah melaksanakan rehabnya, baru secara tradisional atau juga secara agama. Tapi tidak tercatat di BNN maupun instansi terkait lain. Yang jelas mereka tidak terdata," ujarnya. 

Lebih lanjut kata Ibnu, karena tidak terdata itu, maka terkait dengan program tindaklanjut selanjutnya tidak bisa dilaksanakan. Sebab proses rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilakukan.

Sementara itu, BNN sejauh ini di 2016 berdasarkan data asesment, tercatat 178 orang telah menjalani rehabilitasi. Mereka yang menjalani rehab, ada menjalani rehab jalan dan adapula direhab inap. Mereka yang menjalani rehab inap tersebar di sejumlah tempat yakni di Lido, Bengkulu, Palembang, dan Lampung.

"Nah dari luar itu, mungkin masih banyak lagi. Sebab tidak terdata," bebernya. (wek)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca