Antisipasi Lemahnya Petugas

20 Mar 2017
84 kali dibaca
Peserta Diklat bagi Petugas Pintu Utama (P2P) Lapas dan Rutan se-Sumsel saat mendengarkan paparan bertempat di aula lantai III Kanwil Kemenkum HAM Sumsel. (Foto : humas kemenkumham_ss for sumeks) Peserta Diklat bagi Petugas Pintu Utama (P2P) Lapas dan Rutan se-Sumsel saat mendengarkan paparan bertempat di aula lantai III Kanwil Kemenkum HAM Sumsel. (Foto : humas kemenkumham_ss for sumeks)

PALEMBANG - Praktik perdagangan barang haram narkoba dari balik jeruji besi masih terus saja terjadi. Ini menunjukkan masih lemahnya keamanan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia, utamanya Petugas Pintu Utama (P2U). Hal ini dikatakan Kakanwil Kemenkum HAM Sumsel, Dr Sudirman D Hury saat membuka kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) diikuti 30 peserta P2U dari lapas-rutan di Sumsel, mulai 19-25 Maret 2017.


Menurut Sudirman, persoalan di pemasyarakatan tak hanya berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban saja. Tetapi juga persoalan moral petugas pemasyarakatan yang lemah. “Untuk mencetak petugas pemasyarakat yang profesional, perlu memahami dulu aturan terkait lembaga pemasyarakatan.

Seperti UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan pada Lapas yang terdiri dari 38 Pasal dan VII Bab, yang disahkan pada 15 Oktober 2015 dan diundangkan pada 19 Oktober 2015,” urai Sudirman.

Sudirman menjelaskan sasaran pengamanan yang terdiri dari narapidana, pegawai, bangunan dan perlengkapannya, pengunjung serta masyarakat yang berada di area UPT Pemasyarakatan. Selain juga aspek ketatalaksanaan (pembinaan) dan lingkungan. “Strategi yang dilakukan yakni pencegahan, penindakan dan pemulihan gangguan keamanan dan ketertiban pada lapas dan rutan. Diharapkan melalui Diklat ini P2U mempunyai tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dengan baik dan benar,” pintanya.

Sementara itu, untuk kali pertama Diklat Teknis Pengamanan bagi P2U dibuka secara serentak melalui teleconference oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasona H Laoly dikuti oleh 32 Kanwil Kemenkumham se-Indonesia. Yasona menekankan tantangan dan kompleksitas tugas yang dihadapi menunjukan tingkat intensitas semakin tinggi prasarana terbatas, jumlah blok hunian sangat terbatas, angka kriminal semakin tinggi, jumlah petugas terbatas. (kms)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca