Items filtered by date: Rabu, 08 Maret 2017
Kamis, 09 Maret 2017 06:29

Janji Listrik tak Padam

PALEMBANG – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kian dekat. Awal April nanti para pelajar jenjang SMA/SMK akan melaksanakan UNBK. Banyak hal yang harus dipersiapkan termasuk juga mengantisipasi pemadaman listrik. Banyak sekolah penyelenggara UNBK sudah menyiapkan genset tapi tetap saja ada kekhawatiran.

Ari Atmaja Supervisor Operasi Pengatur Jaringan PLN Area Palembang brjanji tidak ada pemadaman Listrik. Dikatakan, selama UNBK berlangsung, pihaknya berkomitmen khususnya untuk wilayah Palembang tidak ada pemeliharaan dan pemadaman di jalur sekolah yang menyelenggarakan. “Ditakutkan itu masalah alam, tidak bersahabat makanya kita minta sekolah juga menyiapkan genset guna antisipasi,” ujarnya usai audiensi bersama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel dan jajaranya, kemarin (8/3)

Lanjutnya, PLN sangat mensupports apapun kegiatan Disdik artinya selama ujian berlangsung pihaknya tidak akan memadamkan listrik di area sekolah penyelenggara UNBK. bahkan dirinya menjelaskan, akan ada persiapan khusus sebelum ujian berlangsung yakni melakukan pemeliharaan terlebih dahulu di titik-titik dianggap rawan terjadinya pohon tumbang dan lainnya. “Khusus penambahan daya belum dilakukan dan belum ada rencana, sebab daya di kota Palembang sudah cukup,”tegasnya.

Pihaknya meminta daftar sekolah dan alamatnya, guna memudahkan melakukan pemeliharaan sebelum pelaksanaan. “Kalau pun ada hal di luar teknis, maka kami siap menindaknya sesegera mungkin agar ujian tidak terhambat,”cetusnya. “Sebaiknya dilakukan simulasi juga guna antisipasi persiapan kalau listrik padam,”ucapnya

Sementara Kepala Dinas Disdik Sumsel Drs Widodo MPd membenarkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak PT PLN untuk meminta tidak ada pemadaman selama UNBK berlangsung baik senjang SMA/SMK “Benar, telah berkoordinasi agar tidak ada pemadaman bergilir selama UNBK,”ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendapat vendor dari penyedia jaringan dan meminta agar jaringan tidak lelet saat UNBK. “Semua sekolah juga sudah dihimbau untuk mensimulasikan masalah pemadaman selama tiga menit,”urainya seraya menjelaskan pihaknya juga meminta vendor penyedia jaringan agar tidak lelet saat pengunduhan soal melalui server. (nni/nan)

 

Published in PENDIDIKAN
Kamis, 09 Maret 2017 05:31

Ikram Wakili Palembang

PALEMBANG - Hanya bermodalkan rajin mengulang pembahasan soal-soal olimpiade sains dari buku-buku yang dibelikan sang ayah, Ikram Alfarizi, siswa kelas 5 SD Negeri 157 Palembang sukses meraih juara ketiga pada Olimpiade Sains MIPA tingkat SD-sekota Palembang 2017 di SMKN 2 Palembang.

Ikram sukses menembus dominasi peserta dari sekolah swasta unggulan di Palembang yang selama ini kerap menjadi langganan juara. Atas keberhasilannya tersebut, putra pertama pasangan Muhammad Amin,S.Pd guru MTsN 2 Model Palembang dan Siska Dewi,SE PNS Pusat Informasi Haji Kanwil Kemenag Sumsel ini berhak mengikuti ajang yang sama di Provinsi Sumsel.

Selain tropi, Ikram juga berhak atas hadiah uang pembinaan senilai Rp1 Juta yang diserahkan oleh Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Kota Palembang, Bahrin,S.Pd,M.Si di acara penutupan Olimpiade Sains MIPA tingkat, kemarin (8/3).

Diceritakan Ikram, sebetulnya di ajang ini dirinya nyaris tidak lolos seleksi. Namun beruntung di lomba Matematika yang diikutinya kekurangan kuota peserta. “Sebetulnya, lebih menyukai pelajaran IPA, namun setelah diseleksi ternyata nilai Matematika saya lebih tinggi dibandingkan IPA makanya saya dinyatakan berhak untuk mewakili SDN 157 Palembang ikut di Olimpiade Sains MIPA Kota Palembang,” imbuh Ikram dibincangi ketika bertandang ke Graha Pena bersama kedua orang tua dan adiknya, kemarin (8/3).

Tak hanya berprestasi di bidang sains, Ikram yang sejak duduk di kelas 1 langganan juara kelas ini rupanya pernah mengharumkan nama Sumsel di kancah nasional. Di tahun 2015, Ikram yang dilahirkan di Palembang pada 16 Juni 2006 ini terpilih sebagai duta lingkungan sehat tingkat nasional untuk wilayah Indonesia Bagian Barat melalui pembuatan karya tulis ilmiah bertajuk sosialisasi cara mencuci tangan yang baik dan benar.

“Dengan keberhasilan Ikram menjadi juara ketiga Olimpiade Sains MIPA tingkat Kota Palembang ini kami berharap bisa memotivasi siswa dari sekolah umum agar tidak minder, yakinkan mereka juga mampu bersaing dengan siswa dari sekolah swasta dan unggulan,” imbuh Amin yang tak henti memompa semangat putranya agar berprestasi yang lebih baik lagi ke depan. (kms/nan)


\

 

Published in METROPOLIS
Kamis, 09 Maret 2017 05:22

Kejar 300 Guru Besar

PALEMBANG – Jumlah guru besar Universitas Sriwijaya bertambah. Itu setelah Prof Aldes Lesbani Ssi Msi PHd, dikukuhkan melalui sidang terbuka Senat Unsri, di Pasca Sarjana Unsri, pagi kemarin (8/3). Total, Unsri memiliki 122 guru besar.

Jumlah ini, menurut Rektor Unsri, Prof Dr Ir H Anis Saggaff belum ideal. Saat ini, Unsri harusnya memiliki 300 guru besar. Banyaknya guru besar dibutuhkan, menunjang kiprah Unsri di tingkat Asia, tahun 2018 mendatang.”Makin banyak guru besar, riset makin berbobot, kerjasama dengan puhak luar terjalin, publikasi pun akan naik,” jelas Anis dibincangi awak media usai pengukuhan.

Oleh sebab itu, pihaknya berusaha mendoronf 360 dosen bergelar Doktor melakukan publikasi. Ia menargetkan, tahun jumlah guru besar Unsri, bisa mencapai lebih dari 300. “Tahun ini sudah lima dikukuhkan. Dapat setengah dari 360 itu saja, sudah lumayan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, sosok Safarudin bakal memecahkan kebuntuan di Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom). Usai pengukuhan, ia berharap sosok lain dapat mengikuti jejak Safarudin. “Yang belum ada guru besar itu seperti FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat). Wajar, karena usianya masih muda. Tapi, Doktornya sudah banyak,” tukasnya.

Sementara Aldes Elbani, tercatat sebagai guru besar pertama di Prodi Kimia. Bahkan, pria kelahiran Sungailiat, Bangka, kelahiran 12 Agustus 1971 ini, menjadi Profesor termuda.
“Dengan umur 42, ya saya termuda. Tapi, untuk saat ini,” ucapnya.
Dengan penelitian lebih ke industri arau di belakang layar, Aldes berharap agar lebih banyak guru besar Unsri ditelurkan. Sehingga dapat bersama-sama, membangun Unsri termasuk Sumsel. (win/nan)

Published in HEADNEWS
Kamis, 09 Maret 2017 04:17

Pasrah Dicibir Nitizen

JAGA maya digemparkan dengan ulah sensasional Zaskia Gotik. Video aksi panggung goyang bersama dua pria mendapat kritikan publik. Apalagi, seorang pria yang sengaja ikut naik ke atas panggung memegang bagian sensual milik Zaskia. Dan, anehnya, Zaskia seolah menikmati hingga membuat penonton tertawa.

Akibatnya, banya nitizen mencibirnya. Bahkan menilai pemilik goyang itik tersebut tak layak tampil seperti itu. Menyikapi hal itu, Zaskia Gotik menganggap penilaian untuknya sebuah kewajaran dan menyerahkan semua pandangan pada masyarakat.

"Biarkan saja orang mau (bilang apa). Itu kan kembali pada orang maksudnya nilainya itu pikirannya positif atau negatif. Intinya eneng tujuannya disitu untuk menghibur, sudah dan mereka senang. Ya sudah gitu saja," ujar Zaskia, Rabu (8/3).

Zaskia Gotik juga mengaku pasrah atas segala kritikan untuknya. "Pastilah kalau namanya kita sudah jadi artis itu pasti ada yang pro ada yang kontra, ada yang suka ada yang tidak. Kalau ada yang suka alhamdulillah kalau yang enggak suka ya alhamdulillah," katanya.

Sementara itu, Ayu Ting Ting menilai apa yang dilakukan Zaskia Gotik merupakan salah satu alat menghibur untuk para penikmatinya."Kalau menurut saya ya namanya penyanyi dangdut itu juga harus pintar untuk entertain. Itu bisa menghibur untuk semua orang dan bikin keadaan itu mencair jadi enggak kaku dan jadi lucu," katanya.

Ayu mengatakan sebagai pedangdut wajib bergoyang dan memanjakan penonton. Namun tentu tak keluar batas dan tidak mengandung unsur porno. "Jadi saya pun suka seperti itu gitu. Jadi buat saya sah saja sih selagi enggak pegang sesuatu hal yang tertentu yang porno atau bagaimana,’’ujarnya.

Ayu juga mengatakan kalau pedangdut harus goyang. “Buat saya sih enggak masalah. Siapapun penyanyi dangdut apalagi berhak untuk goyang karena tujuannya adalah untuk menghibur," pungkasnya. (jpg/jpnn)

\\

 

Published in HEADNEWS
Kamis, 09 Maret 2017 04:15

Sengaja Ulur Waktu Pernikahan

Pasangan artis Vanessa Angel-Didi Mahardika dikabarkan terpaksa harus memundurkan rencana pernikahan mereka.

Hari bahagia yang kabarnya digelar pertengahan Februari 2017, belum bisa terlaksana lantaran status Didi yang masih bermasalah di Pengadilan Agama.

Status Didi di pengadilan masih tercatat sebagai suami dari Jane Shalimar meski cucu Soekarno itu tak pernah mengakui ada pernikahan. Mengenai hal tersebut, Jane menduga Didi sengaja mengulur waktu pernikahannya dengan Vanessa.

Pasalnya proses banding dan kasasi di pegadilan memakan waktu yang tidak sebentar. "Apa sengaja dia ngajuin kasasi, berarti kan mundur lagi pernikahannya, karena proses kasasi kan lama. Kalau mau nikah kenapa banding? Ternyata Desember kemarin bandingnya ditolak. Ini kayak sengaja aja," duga Jane.(chi/jpnn)

Published in SHOW & SELEBRITI
Kamis, 09 Maret 2017 03:09

Gambut Dalam Keseimbangan Baru

Oleh: Dr. Syafrul Yunardy, S.Hut., M.E.

Membaca catatan sejarah lahan gambut di era sebelum tahun 1960-an akan memberikan pemahaman tentang keseimbangan fungsi gambut secara alami. Lahan gambut ketika itu telah dikelola oleh masyarakat untuk berbagai penggunaan. Pada sebagian tempat dengan lahan gambut dangkal dan cenderung basah ditanami dengan tanaman pangan dan hortikultura. Pada bagian lahan gambut yang relatif kering dijadikan kebun. Pada lahan gambut yang tebal, umumnya dijadikan sebagai kawasan lindung yang difungsikan sebagai penyimpan air. Tak terdengar adanya cerita tentang kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan di lahan gambut dalam skala besar serta berulang.

Tatkala lahirnyaUU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA), kemudian disusul dengan UU No. 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), maka sebagian lahan gambut yang diatasnya terdapat ekosistem hutan dikelola sebagai konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Aktivitas bisnis yang fokus pada pemungutan hasil hutan berupa kayu ini membawa dampak yang meluas. Pada tahap selanjutnya, sebagai salah satu sumberdaya alam, lahan gambut dialokasikan juga untuk tanaman perkebunan rakyat maupun perkebunan skala besar baik untuk karet, kelapa sawit. Diterbitkan juga lahan gambut untuk ijin konsesi hutan tanaman industri (HTI) di kawasan hutan produksi.

Secara sosial ekonomi, jelas memberikan manfaat bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini melalui peningkatan pendapatan dari hasil perluasan peluang kerja dan lapangan pekerjaan. Bagi pemerintah baik pusat maupun daerah, peranan pengelolaan hutan di lahan gambut utamanya melalui kontribusi berupa pajak dan pungutan lainnya.

Terganggunya Fungsi Gambut

Namun sayangnya upaya rehabilitasi hutan dan lahan gambut melalui skema tebang pilih dan tanam kembali ternyata tidak mampu mengimbangi tingkat kerusakan yang terjadi. Seiring dengan waktu, terjadimasalah gangguan hutan utamanya kebakaran hutan di lahan gambut yang terjadi berulang. Bahkan mulai tahun 2000 mulai terjadi kevakuman aktivitas di tingkat tapak. Hal ini membawa dampak lanjutan terhadap terjadinya kerusakan sumberdaya hutan di lahan gambut mulai dari perambahan liar, penebangan liar, hingga peningkatan bencana seperti kekeringan, banjir, dan kebakaran.

Pengelolaan lahan gambut yang berhutan pada masa lalu dengan sistem kelola HPH secara umum dapat dinyatakan tidak berkelanjutan. Akibat sistem pengelolaan jangka panjang yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah silvikulturdan konsep hidrologi gambut maka menyebabkan lahan gambut menjadi rusak.Degradasi dan deforestasi pada lahan gambut menjadi tak terhindarkan.
Gambut pada kondisi alaminya merupakan lahan basah. Ketika lahan gambut dibuka dan dikeringkan maka fungsinya sebagai reservoir air menjadi berkurang bahkan hilang. Akibatnya bencana lingkungan (banjir, kekeringan, kebakaran) di areal gambut semakin meningkat frekuensi maupun besaran/luasannya. Parahnya lagi, karakteristik lahan gambut cenderung rentan dan sulit berfungsi kembali apabila sudah dalam kondisi rusak.

Gambut juga berfungsi dalam menjaga kestabilan lingkungan. Selain merupakan penyangga hidrologi,ekosistem gambut merupakan cadangan karbon / penyimpan karbonyang sangat penting bagi lingkungan hidup. Praktek pengelolaan gambut yang tidak sesuai dengan karakteristik fisika dan kimianya akan mengubah fungsi lahan gambut dari penambat karbon menjadi sumber emisi gas rumah kaca (GRK). Semakin tebal gambut, semakin penting fungsinya dalam dalam memitigasi perubahan iklim dan mengurangi pemanasan global. Oleh karena itu, semakin rusak dan tidak berfungsinya gambut maka akan semakin sulit kita bertahan dalam menghadapi ketidakpastian iklim dan peningkatan pemanasan di bumi.


KeseimbanganBaru Pengelolaan Gambut

Saat ini hangat diskusi dan diskursus terkait dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. Ada pendapat yang menyatakan bahwa sejumlah aturan dalam regulasi tersebut dianggap kontraproduktif karena akan berdampak mematikan ekonomi rakyat dan investasi perusahaan perkebunan dan kehutanan. Kontroversi yang terjadi berasal dari penentuan kriteria gambut rusak yang ditetapkan hanya berdasarkan tinggi muka air gambut paling rendah 40 cm dan penetapan areal seluas 30% dari Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) sebagai fungsi lindung.

Sejatinya, persoalan pengelolaan gambut harus dilihat dari pendekatan pengelolaan fungsinya. Ketika manajemen gambut mampu memastikan bahwa fungsi hidrologi (lingkungan), fungsi sosial dan ekonomi berjalan baik maka pola kelola lahan gambut dapat dikatakan berkelanjutan.
Untuk penanganan lahan gambut yang telah rusak maka akan optimal apabila dilakukan kegiatan restorasi gambut dengan pendekatan yaitu 3 R (restorasi hidrologi, revegetasi, dan revitalisasi penghidupan masyarakat). Pendekatan yang digunakan Badan Restorasi Gambut (BRG) yang dibentuk Presiden ini utamanya untuk memperbaiki kembali lahan gambut bekas kebakaran. Dengan cara ini maka lahan gambut akan dapat berfungsi kembali mendekati kondisi alaminya.

Pengalaman dari para-pihak, pengelolaan gambut sesungguhnya dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan fungsi utama dari gambut tersebut. Melalui penerapan sistem hidrologi yang sesuai, maka kanal yang dibuat dan disekat akan berfungsi seperti embung. Sehingga tidak perlu dibuat embung pada lahan gambut. Apabila kanal terisi, maka air juga akan mengisi lahan. Kondisi lahan yang kembali basah akan menaikkan tinggi muka air sehingga mendekati permukaan gambut. Hal ini akan mendorong terjadinya proses suksesi secara alami.

Revegetasi yang dilakukan juga disesuaikan karakteristik lahan. Hal ini penting untuk menjamin jenis tanaman dan teknik budidaya yang dipilih cocok dan mampu memberikan hasil produksi yang optimal. Sedangkan revitalisasi penghidupan masyarakat di lahan gambut diarahkan agar upaya pencarian nafkah dari warga tidak merusak potensi ekosistem tersisa dan berlandaskan pada kearifan lokal yang ada.

Mendasari pada hal diatas maka regulasi yang dikeluarkan semestinya selaras dan mendukung model pengelolaan gambut berkelanjutan untuk budidaya, konservasi, dan sosial-ekonomi. Setelah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang besar di tahun 1997/1998 maka diperlukan konsep, model, dan strategi baru terhadap lahan gambut yang telah terbakar di masa lalu agar tercapai keseimbangan baru dalam pengelolaan lahan gambut yang memenuhi prinsip-prinsip lestari/berkelanjutan di Indonesia. (*)

*Ketua Umum Forum DAS Sumsel

Published in BUDAYA & OPINI

PALEMBANG - Warga Jl KH Azhari, Kelurahan 11 Ulu, dikagetkan dengan lahirnya bayi di atas bak mobil jenis pick up. Warga Pemulutan bernama Asoba (33), terpaksa melahirkan bayi secara mendadak lantaran jalan macet, saat melintas di depan Pasar 10 Ulu. Beruntung bayi dan ibunya selamat.

“Bayi keluar saat masih di atas mobil pickup,” kata Iin, warga Kelurahan 11 Ulu yang membantu membawa bayi saat insiden melahirkan secara mendadak tersebut saat ditemui tadi malam (8/3).

Asoba saat ditemui wartawan Sumatera Ekspres di Klinik Bidan Hj Herawati, Kelurahan 11 Ulu mengaku perutnya mendadak sakit saat melintas di Pasar 10 Ulu. Dikatakannya, perutnya sudah terasa mulas sejak pukul 16.00 WIB, saat berangkat dari kediamannya di Kecmatan Pemulutan. Sampai di dekat Pasar 10 Ulu sekitar pukul 17.00 WIB.

Tujuan awalnya, ungkap Asoba, mereka hendak ke tempat saudara di Kelurahan 14 Ulu. Karena perutnya terasa mules, Asoba pun mengeden. Ternyata, saat itu kepala bayi keluar. Setelah mengedan lagi, tubuh bayi keluar bersama cairan ketuban.

Sontak, Ijah, sang adik yang mendampingi Asoba bersama ibunya, Lela menjadi kaget. Bahkan tangan Ijah sampai gemetar melihat keponakannya lahir di atas mobil yang masih melaju di jalan. “Tubuh bayi saya juga masih berlumuran darah,” tutur Asoba.

Mereka lantas mencari lokasi bidan terdekat sambil berteriak panik kepada warga yang berada di depan rumah. Warga sekitar Pasar 10 Ulu pun ramai datang berkerumun. Termasuk Iin, seorang warga yang langsung memanggil tetangganya Herawati, yang berprofesi sebagai bidan. Tak lama, bidan Herawati datang membantu, termasuk memotong tali pusar sang bayi yang beratnya 3 kg dan panjang 45 cm.

Asoba menjelaskan tidak menyangka anaknya itu lahir di atas bak mobil. “Dua anak saya sebelumnya lahir normal dengan bantuan dukun beranak,” katanya. Selama mengandung, dia mengaku tidak pernah control karena kondisi ekonomi. Apalagi Sejak hamil dua bulan, Asoba diitinggal suami yang pergi tanpa kabar. “Kalau perkiraan sebenarnya anak ketiga saya ini lahirnya akhir Maret nanti,” imbuhnya.

Anak ketiga Asoba yang berjenis kelamin perempuan ini Keisya Azzahra. Asoba mengaku sudah dua kali kawin. Anak pertama, Habiba (kini duduk di bangku SD kelas 5) sudah ikut suami. Sedangkan anak kedua, Abdul (7 tahun). “Kalau Abdul ikut saya, tinggal sama orang tua,” kata perempuan yang sehari-hari berjualan makanan ini.

Lela, ibu Asoba mengatakan, anaknya memang sudah merasakan mulas dari rumah. Tapi tetap mau ke Palembang. “Memang rencananya mau melahirkan di Palembang saha. Karena banyak warga Pemulutan milih melahirkan di Palembang,” pungkasnya. (bis)

Published in HEADNEWS
Kamis, 09 Maret 2017 00:18

Guru Favorit, Tour ke Luar Negeri

PALEMBANG – Harian Pagi Sumatera Ekspres (Sumeks) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang konsisten menjalin kerjasama guna memajukan dunia pendidikan. Kemarin (8/3) bertempat di SMPN 22 Palembang telah di lounching program kerjasama dalam bidang pemilihan Guru favorit dan coaching cilinic jurnalistik tingkat SMP.


Acara dihadiri langsung Wakil Wali kota Palembang Fitrianti Agustinda, Kepala BKD dan Pengembangan SDM Kota Palembang Ratu Dewa, Kabid SMP Drs H Lukman Haris Msi, General Manager Sumatera Ekspres H Mahmud, Pemred Sumatera Ekspres Hj Nurseri Marwah, dan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan kota Palembang dan tamu undangan lainnya.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menjelaskan, pemilihan guru favorit ini sangat bagus. Bagaimana metode guru menarik perhatian para siswa dalam mengajar. “Ajang ini bisa memotivasi semua guru lainnya, agar siswa dan guru bisa saling sharing dalam proses belajar,” ujar Finda, usai membuka kegiatan.

Lanjutnya, sehebat apapun siswa tentunya ada jasa guru dibalik itu semua. Guru yang dipilih bukan dilihat dari kecantikan tapi lihatlah dari caranya mengajar, Disiplin dan bijaksana, “Jangan nilai dari kecantikan,”ucapnya dihadapan para siswa.

Lanjutnya, kegiatan ini guna memotivasi guru dalam meningkatkan mutu dan metode pembelajarannya. Pemilihan guru favorit ini akan dilaksanakan secara bergilir ditiap sekolah, dan akan disaring dari tiap sekolah untuk mendapatkan juara tingkat kota. “Kita akan berikan tropi, piagam dan ke luar negeri untuk studi banding,”ucap lagi.

Bahkan pihaknya sangat berterimah kasi kepada Sumatera Ekspres bersedia menjadi mitra dalam memajukan pendidikan di Palembang. “Pemkot Palembang sangat memberikan apresiasi kepada Sumeks, dan kita ucapakan terimah kasih,” urainya.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Drs H Lukman Haris MSi mengatakan, pemilihan guru favorit dilakukan sistem polling dengan memeneuhi kriteria seperti Disiplin Tinggi, rajin, berpriaku baik, santun, dapat diteladani oleh para siswa serta Profesional dalam tugas. “Guru pemenang tingkat sekolah akan di seleksi tingkat kota,”katanya, seraya menjelaskan saat ini sudah ada 40 SMP negeri/Swasta yang mendaftar.

Sementara kepala SMPN 22 Palembang Nurbaiti mengatakan, total seluruh guru ada 57 orang terdiri dari PNS 45 orang dan honorer 12 orang. “Kami barharap guru yang terpilih dari SMPN 22 bisa juara di tingkat kota Palembang,” harapnya.

Dikatakan, pemilihan guru favorit baru pertama kalinya diikuti sekolahnya bahkan untuk kota Palembang juga pertama kali. Bahkan menariknya penilaian guru favorit juga dilakukan siswa sendiri. "Guru ini dapat lebih meningkatkan motivasi dan tentunya menjadi teladan bagi anak-anak, serta kualitas belajar lebih disenangi siswa dan bagi guru yang belum terpilih jangan merasa cemburu atau merasa tidak favorit, pemilihan guru ini hanya sebagai motivasi saja, biar kedepannya lebih baik lagi,"tukasnya.

Sementara wakil general manager Sumatera Ekspres H Mahmud Mengatakan, pemilihan guru favorit ini murni berdasarkan pilihan siswa di sekolah. Kepala sekolah, Diknas Palembang dan tim dari Sumatera Ekspres tidak akan intervensi dari hasil pilihan siswa tersebut. “Guru punya peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa terutama membentuk karakter siswa. Kerja keras guru dalam mendidik siswa harus dihargai,” pungkasnya. (nni/nan)

Published in HEADNEWS
Kamis, 09 Maret 2017 00:12

Isyarat Tak Izinkan Berpoligami

Untuk pertama kali, istri Ustaz Ahmad Al Habsyi, Putri Aisyah Aminah mengungkapkan prahara rumah tangganya secara langsung. Ia mengakui salah satu keputusannya mengajukan gugatan cerai karena orang ketiga.

"Benar, salah satunya (karena) itu," ujar Putri Aisyah didampingi pengacaranya, Vidi Galenso, kakak dari ibundanya, Atika, ayahnya, Djafar Bajammal dan beberapa anggota keluarga lainnya, usai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Agama Jakarta Timur, Ciracas, Rabu (8/3).
Sebenarnya, kata Putri, dirinya memahami mengenai poligami. Namun demikian, ada aturannya berpoligami. "Poligami itu boleh, tapi kan ada aturan-aturannya. Harus memenuhi syarat-syarat secara syar'i secara Islam,’’ jelasnya.

Ia menceritakan mengapa dia akhirnya mengajukan gugatan cerai untuk suami yang sudah memberinya tiga orang anak. "Nggak mungkin wanita seperti saya, seorang ibu, seorang istri, kalau nggak ada masalah berat dan serius mau menghancurkan rumah tangganya. Saya berusaha sekuat tenaga berjuang untuk kesejahteraan dirinya dan juga anak-anaknya," jelas Putri.

Putri mengatakan persoalan sudah makin rumit. "Cuma apa yang harus saya lakukan kalau masalahnya sudah terlalu complicated, sudah terlalu prinsip. Ada hal yang insya Allah betul-betul syar'i, sudah saya upayakan, sudah saya usahakan terus menerus, tapi sepertinya Allah berkehendak lain. Saya hanya bisa tawakal dan berserah diri pada Allah," kata Putri.
Sementara itu, pengacara Putri, Vidi Galenso menjelaskan sudah dilakukan mediasi. Bersama dengan mediator pasangan ini, dibekali dengan dialog dan saran-saran.

"Tentunya materi nggak bisa kita sampaikan karena tertutup. Ada dialog dan saran-saran. Nantinya akan diserahkan kepada klien kami mengambil keputusan tanggal 27 Maret mendatang," ujar Vidi menambahkan penjelasan Putri.

Berbeda dengan Putri, sang ustaz enggan membahas soal poligami atau adanya wanita lain. "Yang penting hari ini jadwalnya adalah mediasi," jawab Ustaz Al Habsyi singkat sambil meninggalkan awak media.

Sambil berzikir menggunakan tasbih, Al Habsyi hanya menjawab singkat beberapa pertanyaan. "Anak-anak alhamdulillah masih baik. Alhamdulillah masih satu rumah ya. Selanjutnya tinggal dibicarakan ke kuasa hukum saya," singkatnya.

Sandy Arifin, pengacara Al Habsyi mengatakan belum bisa membahas soal adanya wanita lain. Sandy bahkan menjelaskan, sang ustaz masih ingin mempertahankan rumah tangganya. "Ustaz sampai saat ini masih mau mengusahakan kembali lagi dengan Putri. Jangan bahas soal ini kita masih mengupayakan mediasi," jelas Sandy.

Pada sidang itu, beragendakan penggugat dan tergugat untuk memberikan jawaban dari mediasi yang dilakukan. Tampak Putri yang mengenakan pakaian serba hitam, Al Habsyi justru mengenakan pakaian serba putih. Sidang akan dilanjut 27 Maret 2017 mendatang. (jpg/jpnn/ce2)

Published in HEADNEWS
Kamis, 09 Maret 2017 00:08

Peringatan dari Beruang Madu

BALIKPAPAN - Jalan terjal harus dilalui Sriwijaya FC jika ingin mendapatkan tanda tangan Abdul Rahman. Tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut harus memastikan uang belanja untuk bek kiri berusia 25 tahun ini tidak mengundang masalah.


Mengingat, bek cadangan di Timnas Indonesia saat Piala AFF 2016 itu masih bermasalah dengan klub sebelumnya, Persiba Balikpapan. "Saya sarankan manajemen Sriwijaya FC meminta surat keluar dari Persiba kepada Abdul Rahman jika memang menginginkan pemain ini. Meski kontraknya dengan Persiba sudah habis, tapi kan tidak bisa semau-maunya begitu," ungkap Direktur Olahraga Persiba Balikpapan, Jamal Aziz, Rabu (8/3).


Jamal menjelaskan, kontrak Abdul Rahman kedaluwarsa ketika Torabika Soccer Championship (TSC) A selesai akhir 2016. Ketika itu, pemain asli Balikpapan tersebut sudah bersedia perpanjang kontrak. Negosiasi harga juga sudah menemui kata sepakat, bahkan dengan Ketua Umum Beruang Madu, julukan Persiba Balikpapan, langsung.


Menurut informasi yang dihimpun koran ini, nilai kontrak Abdul Rahman naik hingga 250 persen dari nilai awal saat di ISC A, di bawah Rp200 juta bersama Persiba. Namun ketika diberikan draf kontrak, tidak langsung ditandatangani karena ada godaan dari Mitra Kukar dan PSM Makassar yang menawar jauh lebih tinggi.


Dia juga sempat menjalin komunikasi dengan Pusamania Borneo FC. Namun tim asal Kalimantan ini akhirnya mundur teratur. "Sebagai orang asli Balikpapan mestinya Abdul Rahman mengerti tata krama. Saya dengar dia sudah pamitan ke ketua umum ,tapi saya tak tahu pamitannya seperti apa. Yang jelas, ketua umum kami masih marah besar karena kecewa dengannya dan belum mau mengeluarkan surat keluar," terang Jamal. (kmd/ion/ce4)

Published in TOP SOCCER
Halaman 1 dari 6

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca