Items filtered by date: Senin, 06 Maret 2017

Ulama kondang asal India, Zakir Naik menyambangi Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/3). Kabarnya, dia mempertimbangkan stadion tersebut untuk lokasi ceramahnya. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Muhammad Ridwan. Menurut dia, Zakir Naik dan timnya memang datang ke Stadion Patriot untuk keperluan survei.

“Kalau kemarin ya, rombongan beliau (Zakir Naik) datang meninjau lokasi Stadion Patriot Chandrabaga,” kata Ridwan kepada GoBekasi, Senin (6/3). Meski begitu, lanjut dia, belum bisa dipastikan apakah ulama yang sempat dijamu Wakil Presiden Jusuf Kalla itu jadi menggunakan Stadion Patriot.

Pasalnya, sampai hari ini belum ada komunikasi lagi dengan pihak Zakir Naik. “Suratnya belum sampai di kami. Rombongan Zakir Naik kemarin langsung didampingi oleh UPTD kami. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” tandas dia. (kub/gob)

Published in NASIONAL
Selasa, 07 Maret 2017 06:47

Abdullah Dikenali dari Baju yang Dipakai

PALEMBANG-Identitas mayat pria tanpa identitas (Mr X) yang mengapung di perairan Sei Kemang, Jalur 6 Air Salek, Upang, Banyuasin, 26 Februari lalu terkuak. Korban, Abdullah Fathoni (62), warga Jl Ali Gathmir, Kelurahan 11 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II.


Kemarin (6/3), jenazah korban dibawa pulang keluarganya dari RS Bhayangkara Palembang untuk dimakamkan di Tanjung Raja, Ogan Ilir. Sertifikat kematian korban diserahkan Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradoto didampingi Kaur DVI RS Bhayangkara, Kompol dr Mansuri kepada Zaki (25), anak pertama korban.

Pengakuan Zaki, keseharian ayahnya berjualan peralatan dan pernak-pernik pengantin di Pasar 16 Ilir. Keluarga kehilangan kontak dengan korban sejak Kamis (23/2) malam. Pada malam tersebut, sekitar pukul 22.00 WIB, almarhum memang sempat keluar rumah.

Namun, tidak menyebut ke mana tujuannya. “Karena larut malam belum pulang, lalu kami cari. Tapi tidak ketemu,” kata Zaki. Keluarga bertanya ke beberapa orang di sepanjang Jl Aligathmir. Ada yang mengatakan melihat korban naik becak menuju arah Jembatan Ampera atau Pasar 16 Ilir.
“Kami cari ke sana tapi tidak ketemu. Sejak itu tidak tahu,” sambungnya.

Beberapa hari kemudian, lanjut Zaki, dia sempat membaca sebuah koran yang memberitakan penemuan mayat dari Jalur 6 Air Salek, Upang, Banyuasin. Ciri mayat Mr X itu, usia sekitar 50 tahun. Berkulit sawo matang, pakaian kemeja hitam garis-garis putih.

Juga bercelana jeans warna hitam. Bersama keluarga, Zaki akhirnya mengecek langsung ke RS Bhayangkara. “Wajahnya tidak saya kenali lagi. Tapi, saya tahu dengan baju itu yang dipakai ayah terakhir kali waktu dia pergi,” sambungnya.

Jenazah korban dibawa ke Tanjung Raja untuk dikebumikan di samping makam ibu. “Kami tidak ada firasat apa pun, tapi semua sudah diikhlaskan,” tandasnya. Kombes Pol Soesilo Pradoto mengatakan, korban tidak diautopsi, hanya pemeriksaan luar saja.

Pasalnya, keluarga korban juga sudah memastikan, terutama dari baju yang dikenakan korban. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban,” tukasnya. (vis/ce2)

Published in TOP NEWS
Selasa, 07 Maret 2017 06:44

Kosmetik Ilegal Dipasok dari Jakarta

PALEMBANG – Berjualan aneka kosmetik ilegal mengantarkan Pipit (30) ke balik bui. Ibu dua anak itu dihadirkan dalam gelar perkara di gedung Satres Narkoba Polresta Palembang, kemarin (6/3).


Warga Kecamatan Gandus itu kedapatan menjual kosmetik yang diduga berbahaya terhadap kesehatan dan kulit. Nilai produknya sekitar Rp500 ribu. “Aku dapat untung Rp3 ribu dari satu produk yang terjual,” ujarnya.

Tersangka mengaku tidak tahu kalau kosmetik yang dijualnya mengandung bahan berbahaya. Sembari tertunduk, dia mengungkapkan baru tiga bulan terakhir menjual aneka produk kecantikan tersebut di Pasar Tangga Buntung.

Dia mengaku mendapatkan barang berbahaya itu dari salah seorang sales yang menawarkan kepadanya dengan harga murah. “Jadi aku tertarik untuk menjualnya kembali,” bebernya. Dalam sehari, dia rata-rata mendapatkan pendapatan kotor Rp100 ribu, termasuk modal. “Kadang sepi, kadang ramai,” cetusnya.

Aparat Satres Narkoba Polresta juga berhasil membekuk enam tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Enam tersangka kasus narkoba tersebut, masing-masing Yunus (32), Ariyadi (24), Edo (25), Denny (30), Suyanto (26), dan Edi (31).

Pengakuan, Yunus (30), dia mendapatkan barang haram itu dari seorang temannya.
Tersangka berdalih tak mengetahui kalau yang didapatnya sabu-sabu. Tersangka lain, Deny (30) berhasil diamankan beserta lima paket sabu dalam plastik bening yang disimpan di dalam kotak rokok. “Saya juga mendapatkannya dari teman,” akunya.

Kasat Narkoba Polresta Palembang, Kompol Rusdiansyah menjelaskan, penjual kosmetik dan enam pengedar narkoba hasil tangkapan seminggu terakhir. “Kami lakukan penangkapan berdasar informasi dari masyarakat,” jelasnya.

Semua tersangka diringkus dari tempat berbeda. “Ada yang dari wilayah Seberang Ulu dan Seberang Ilir,” ungkap Rusdiansyah. Jumlah barang bukti sabu yang disita dari keempat tersangka mencapai 25 gram atau senilai Rp30 juta.

Sedangkan untuk kosmetik ilegal yang berhasil diamankan, didapati informasi bahwa didatangkan dari Jakarta untuk dipasarkan ke Palembang. “Kami masih cari distributornya di sini,” tandasnya. (chy/ce2)

Published in HEADNEWS
Selasa, 07 Maret 2017 06:01

Sepekan Lagi Genjot Fisik

PALEMBANG - Sriwijaya FC kembali latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), pasca libur satu pekan, kemarin (6/3) pagi. Ya, rencananya, setelah angkat koper dari Piala Presiden 2017, Yu Hyun Koo dan kawan-kawan akan difokuskan pada persiapan kompetisi resmi Liga 1, awal April nanti.

Dijeda satu bulan, tim berjuluk Laskar Wong Kito mengupayakan pembenahan-pembenahan. Hasil evaluasi hingga ke babak Delapan Besar Piala Presiden salah satunya fisik pemain masih kedodoran.

"Tetapi untuk latihan perdana ini kita masih adaptasi training. Seperti joging ringan, dan conditioning. Baru satu pekan kedepan kita akan mulai pelan-pelan tingkatkan fisik mereka," jelas Irwansyah, pelatih fisik Sriwijaya FC, usai dampingi latihan.

Sambung Irwan, penggenjotan fisik akan ditingkatkan mulai dari latihan erobiknya, hingga speed atau agility. "Hari ini kita belum lakukan semua itu. Karena kita memang juga belum cek kondisi fisik pemain. Kemungkinan besok pagi (hari ini, Red) baru kita akan lakukan yoyo tes," tuturnya.

Mantan pelatih fisik Persipura Jayapura itu sadar, jika fisik jadi fokus utama pembenahan di tim berjuluk Laskar Wong Kito. Terlebih, berkaca dari gaya permainan skuad jersey kuning musim ini, akan lebih menekankan gaya bermain agresif.

"Tentu, saya juga selalu konsultasi dengan head coach (Widodo C Putro). Gaya bermain yang dikembangkan beliau. Visi dan misi bermainya tentu menyesuaikan dengan fisik yang mengarah kesana," tuturnya.

Jadi untuk mengarah ke gaya bermain cepat, memang tidak hanya diperlukan fisik dengan VO2 Max tinggi tetapi efisiensi dalam moving (bergerak) juga dikejar. Aksi, reaksi, speed dan agility juga harus ditingkatkan, untuk bisa bermain dengan gaya simple play, pass-move dengan satu atau dua sentuhan.

"Insya Allah dengan jeda satu bulan ini, akan kita mulai adaptasikan pada seluruh pemain. Coba kita kejar," ungkap pelatih asal Lampung itu.

Sementara itu, head coach Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro tidak memungkiri dengan komposisi skuad muda sedikit mengubah gaya bermain. Yakni lebih mengedepankan bermain cepat dengan gaya menyerang.

" Ya, positif play. Bermain dengan umpan-umpan yang lebih kita arahkan kedepan. Memang untuk mengapai itu, perlu satu pemikiran dulu, karena memang itu betuh pegerakan yang lumayan cepat," tuturnya.

Itu sudah mulai diterapkan mantan pelatih Gersik United tersebut, sejak babak penyisihan grup Piala Presiden. Sayangnya, hal tersebut belum sepenuhnya berjalan, karena beberapa hal situasional. Salah satunya, beberapa pemain cedera, dan masih harus adaptasi. (cj11/ion)

Published in GELORA SRIWIJAYA
Selasa, 07 Maret 2017 05:41

Dapat Rp40 Juta, untuk Foya-Foya

MUARA ENIM – Berakhir sudah petualangan dua dari tiga pelaku bobol rumah ini. Mereka, Genjer (31) dan Hairul alias Young (28), warga Jl Pangeran Danal, Muara Enim diciduk di lokasi berbeda, Minggu (5/3).

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan melalui Kasat Reskrim AKP Agus P mengatakan, Genjer diduga kuat terlibat pembobolan rumah Di dan menggasak uang Rp40 juta milik korban.

“Dari hasil penyelidikan sementara, masih ada kasus lain yang pernah dilakukan tersangka,” ujar Agus didampingi Kanit Pidum Ipda Alfian, Senin (6/3). Di hari yang sama, Hairul alias Young ditangkap di rumahnya, pukul 16.00 WIB.

Tukang ojek ini pernah mencuri di rumah seorang warga. Dalam aksinya, tersangka mendapat dua handphone dan laptop. “Dari Young disita satu unit laptop merek Toshiba warna hitam," jelas Agus.

Menurut pengakuan Genjer, dia bersama rekannya AG (buron) masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela menggunakan obeng. "Sebelum beraksi, kami lewat dulu, lihat situasi rumah," katanya.

Dari Rp40 juta yang didapat, dia mengaku hanya kebagian Rp7 juta. Sisanya, Rp33 juta dibawa AG. Uang hasil mencuri digunakan tersangka untuk foya-foya dan pesta minuman keras (miras). Pengakuan Genjer, yang jadi otak pencurian adalah temannya yang kabur.

“Aku cuma ikutan saja,” bebernya. Berhasil dalam aksi pertama membuatnya ketagihan. Genjer lalu mencoba beraksi sendirian. Apes, dia ketahuan oleh pemilik rumah. (roz/ce2)

Published in DOR!
Selasa, 07 Maret 2017 04:39

BK Evaluasi Kinerja Anggota Dewan

PALEMBANG – Kinerja anggota DPRD Provinsi Sumsel menjadi atensi Badan Kehormatan (BK). Dalam rapat BK Senin (6/3), mengevaluasi kinerja dewan dalam sebulan terakhir. Memastikan anggota legislatif tersebut tidak melakukan tindakan yang menyalahi tata tertib DPRD Sumsel.

“Evaluasi ini terus kita lakukan secara berkala,” tegas Ketua BK DPRD Sumsel, Eddy Rianto, didampingi anggota BK. Yakni, Ir Herpanto MSi, Ir Holda MSi, Ir H Rudi Apriadi MM, H Solehan Ismail, Hj Nilawati, dan H Rachman Djalili. Lanjut Eddy, yang jadi bahan evaluasi adalah kehadiran anggota dewan dalam rapat paripurna, maupun rapat komisi yang bersangkutan.

Sebab ditegaskan politisi Nasdem itu, masalah kinerja ini berkaitan dengan kesesuaian apa yang diatur dalam kode etik, dan tata tertib DPRD Sumsel. Pendek kata, mereka ingin memastikan para anggota DPRD memiliki kepatuhan dengan ketentuan tersebut. ”Selama ini, masih ada saja para anggota dewan yang tidak hadir, seperti dalam rapat paripurna,” sesalnya.

Menurutnya, terkadang anggota dewan itu tidak hadir karena sudah izin melalui surat, yang disampaikan melalui fraksi yang bersangkutan. Hanya saja izin tersebut sering berbarengan, ketika jumlahnya banyak bisa menyebabkan tidak kuorumnya pelaksanaan rapat paripurna. “Kita tidak ingin itu sampai terjadi. Ini menjadi bagian dari tugas pengawasan dari BK,” paparnya.

Sesuai ketentuan, sambungnya, jika tidak masuk berturut turut sampai 6 kali dalam rapat atau selama tiga bulan, bisa diambil sanksi. Sanksi yang diberikan beragam, tergantung tingkat pelanggaran. Bisa teguran, lisan, sampai pemberhentian sebagai anggota DPRD Sumsel. “Kita siap memberikan sanksi dan memanggil anggota dewan jika ada yang melanggar aturan tatib maupun kode etik,” tegasnya.

Menurut Eddy, tindakan ni sudah dilakukan pada periode tahun sebelumnya. “Sudah pernah ada yang kita panggil. Tapi tidak perlu disebut namanya,” kata Eddy. Anggota BK DPRD Sumsel lainnya, Ir Holda MSi menambahkan BK menjadi bagian alat kelengkapan DPRD Sumsel. Aturan itu diatur dalam Tatib DPRD Sumsel Nomor 3 Tahun 2014.

Kewenangan BK, seperti memanggil anggota DPRD yang diduga melakukan pelanggaran kode etik atau peraturan tatib, klarifikasi, atau pembelaan atas pengaduan. Serta minta keterangan pelapor, saksi, atau pihak lain yang terkait. Kemudian, menjatuhkan sanksi kepada anggota DPRD yang terbukti melanggar kode etik dan atau peraturan tatib,

Sedangkan tugas BK memantau atau mengevaluasi disiplin dan atau kepatuhan terhadap moral, kode etik dan atau peraturan tatib. Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota, melakukan penyelidikan, verifikasi, atau klarifikasi atas pengaduan pimpinan dan atau anggota DPRD, masyarakat dan atau pemilih. “Itu yang harus dipahami,” imbuhnya. (bis/air/ce1)

 

Published in METROPOLIS

PALEMBANG – Tanggapan Gubernur Sumsel atas pengajuan 10 raperda inisiatif DPRD Sumsel, dijawab Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) DPRD Sumsel, dalam Rapat Paripurna XXIII, Senin (6/3). Badan Pembentukan Perda, tetap meneruskan kajian 10 perda tersebut dan memberikan argumentasinya. Dimana dalam rapat paripurna sebelumnya, ditanggapi eksekutif banyak memiliki kewenangan dan substansi yang sama.


Juru bicara Badan Pembentukan Perda DPRD Sumsel, H Rizal Kennedi SH MM, menyatakan soal raperda yang dianggap sama substansi, dinilai sebaliknya. Seperti raperda tentang penyelenggaraan perlindungan anak yatim, anak yatim piatu, dan kaum dhuafa mempunyai objek ruang lingkup yang lebih mendetil.

Sedangkan Raperda penanggulangan kemiskinan objek yang diatur lebih luas. “Baik mengatur manusia, juga mengenai wilayah atau kawasan kumuh,” katanya. Kemudian mengenai raperda penyiaran televisi melalui kabel dan sistim stasiun berjaringan, Badan Pembentukan Perda sepakat dilakukan penuh kehati-hatian.

Raperda ini akan memberikan pengaturan urusan admnistrasi terhadap usaha bisnis penyiaran, dan kepentingan publik termasuk peningkatan pendapatan daerah. Selanjutnya dari raperda penyelesaian batas daerah antar kabupaten dan kota ini, mencari solusi dengan memberikan alternatif pemecahan masalah dengan dilaksanakan tukar wilayah administrasi. Ini dilakukan dengan kesepakatan bersama dalam penyelesaian perselisihan batas daerah dengan penyerahan sebagian wilayah kepada pihak lain sebagai pengganti wilayah yang diperselisihkan.

Namun, itu bisa dilakukan di antaranya apabila ada kesepakatan para pihak yang sedang berselisih. Wilayah pengganti berada dalam satu segmen dengan wilayah yang diperselisihkan. Melakukan kajian aspek yuridis, teknis, dan sosiologis. Lalu, mengenai raperda pengawasan izin lingkungan hidup yang disarankan eksekutif, materi muatan yang belum terakomodir dalam Perda Nomor 17 Tahun 2016 diusulkan dalam perubahan.

“Perlu disampaikan, akan banyak materi muatan baru yang harus diakomodir dari raperda tentang pengawasan izin lingkungan ke perda Nomor 17 Tahun 2016,” paparnya. Padahal, jika mengacu angka 237 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentunan Peraturan, disebut jika peraturan perundang-undangan mengakibatkan sistimatika peraturan perundang-undangan berubah, materi berubah lebih 50 persen, atau esensi berubah, maka lebih baik dicabut dan disusun kembali dalam peraturan perundang–undangan yang baru.

Karena itu, DPRD Sumsel mengambil inisiatif atas Pembentukan Raperda tentang pengawasan izin lingkungan. Badan Pembentukan Perda juga memberikan argumentasi soal pengajuan raperda pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat. Dengan raperda ini memberikan pengakuan terhadap hukum adat sehingga keberadaan dan kekhususan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat dapat diakui, dilindungi dan dipenuhi oleh negara, terutama pemerintah.

Begitu juga dengan raperda pelestarian cagar budaya, yang dinilai telah dibuat materi dan bab tersendiri justru untuk mengakomodir kekhasan daerah. “Jadi sudah sangat jelas, raperda ini sangat mengutamakan kekhasan daerah untuk dilakukan pemeliharaan dan perlindungan cagar budaya di Provinsi Sumsel,” tukasnya.

Untuk membahas dan meneliti 10 raperda inisiatif itu, DPRD Sumsel langsung membentuk lima pansus. Rapat paripurna selanjutnya, akan dilanjutkan Senin mendatang. Usai rapat, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin belum mau berkomentar soal tanggapan Badan Pembentukan Perda. “Nanti masih akan dibahas lagi dalam pansus,” singkatnya.

Alex hanya mengatakan, Provinsi Sumsel tengah menjadi buah bibir di Indonesia. Sebagai salah satu provinsi yang menjadi acuan provinsi lain. Tentunya ini juga berkat kerjasama eksekutif dan legislatif menjadikan provinsi Sumsel yang membanggakan. ”Tim OCA kemarin baru meninjau langsung Jakabaring Sport City untuk melihat kesiapan Sumsel jelang Asian Games 2018. Bahkan ketika Presiden OCA Mr Takeda Tsunekazu ditanya wartawan mengenai evaluasi kesiapan Jakabaring, dia hanya acungkan dua jempol,” papar Alex. (bis/air/ce1tambah)

 

Published in HEADNEWS

Tak Toleransi Kebocoran, Meski Selubang Jarum


Bagi dunia kemaritiman, Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Banyuasin, masuk dalam hitungan. Sebagai salah satu daerah penghasil kapal berbagai jenis dan ukuran. Tidak hanya kesohor sebagai produsen pempek kapal selam.

WIWIN, ANDRI – Banyuasin


RATUSAN pekerja tersebar di areal kerjanya masing-masing, dalam galangan kapal PT Mariana Bahagia. Ada yang memotong bahan pelat baja, nesting, fabrikasi, mengelas assembling (sambungan) per blok bagian kapal, joint erection (pengabungan antarblok), hingga interior.

Empat kapal perintis berbobot 2.000 dead weight ton (DWT) dan dua kapal kontainer, ditarget kelar tahun ini. Sementara dua KM Sabuk Nusantara 59 dan 61 pesanan Kemenhub RI, sudah mengapung di tepi Sungai Musi. Kedua kapal itu, produksi ke 70 dan 71 bagi PT Mariana Bahagia, sejak berdiri 1980 silam.

Pesanan kapal, desain yang diberikan tidak serta merta dibuatkan. Spesifikasi harus mendapat mendapat persetujuan terlebih dahulu dari ke Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). “Untuk pembuatan sebuah kapal, harus melewati serangkaian uji coba,” ujar Darwin Kuswanto, Direktur PT Mariana Bahagia, belum lama ini.

Spesifikasi kapal yang diminta konsumen, akan dibuat dalam skala kecil untuk diuji coba. Baik keseimbangan dalam air serta kecepatan. Berbicara setelah desain disetujui BKI, lanjut Darwin, pihaknya mulai melakukan perencanaan oleh engineer. “Berapa banyak bahan yang akan kita pakai, dilakukan nesting. Jadi setiap potongan pelat yang, dimaksimalkan penggunaannya,” jelasnya.

Tak hanya sumber daya manusia (SDM)-nya yang lokal Indonesia, material pelat baja pun lokal Indonesia. Sebab menurut Darwin, beberapa tahun terakhir harga baja Indoesia sudah lebih murah dari harga baja di Tiongkok. “Jadi sekarang yang pesan kapal di Tiongkok, biayanya membengkak karena harga baja di sana naik,” bebernya.

Dari proses nesting, lanjut ke pemotongan lembar-lembaran pelat baja. Hasil potongan fabrikasi, di lapangan dilakukan assembling (sambung) per blok. “Tidak seperti jaman dulu, kapal dibangun seperti membuat perahu atau manual. Sekarang sell system, baru pasang tulang. Kapal dibuat per blok, satu kapal rata-rata bisa 50 blok,” jelas Darwin.

Setelah blok-blok selesai dilas, baru disambung antarbloknya. Atau lebih dikenal dengan istilah joint erection. Bentuk kapal mulai terlihat, pengerjaan interior mulai dilakukan,dimulai dari lantai bawah. “Jadi setiap naik satu lantai, pengerjaan interior bawahnya dilengkapi. SDM kita lengkap, sampai navigasi ada,” ujarnya.

Tes sambungan antarbaja, mutlak dan harus dilakukan. Mulai dari air test, mencari jika ada kebocoran udara/angin. Chemical test menggunakan bahan kimia. Sampai x-ray test. Lolos tes udara dan kimia, kalau dari sinar X ray terlihat besi atau lasnya kopong, harus dibongkar lagi. Tidak ada toleransi, “Kebocoran selubang jarum pun, haram bagi kami,” tegas alumni Sosial Politik (Sospol) Unsri angkatan pertama tersebut, tahun 1983.

Tak cukup ketiga test tersebut. Analisa stabilitas juga dilakukan. Baik saat masih bentuk maket, maupun kapal setelah jadi. Kemudian sea trial, uji mesin, uji getar, dan lainnya. Dalam sea trial atau uji coba di laut, kapal dipacu sampai melebihi kecepatan maksimal untuk mengetahui kapasitas mesin.

Saat kecepatan penuh, kapal juga bermanuver untuk melihat kemampuan kapal. “Makan waktu memang, banyak tes yang harus dilakukan. Tapi itu bukan masalah bagi kami, kami ingin hasil yang berkualitas. Selama ini, konsumen kami puas. Kami juga memberikan garansi satu tahun, apapun itu permasalahannya. Karena kapal ini barang mahal,” ucapnya, seraya menambahkan satu kapal bisa mencapai puluhan miliar rupiah .

Nah sampai saat ini, PT Mariana Bahagia memang masih menggunakan bahan kapal pelat baja. Tingkat korosinya memang lebih cepat, karena itu setiap tahun kapal wajib naik dok untuk perawatan. Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan bahan pelat aluminium. “Aluminium lebih awet, harganya memang sedikit lebih mahal. Tapi user (pengguna kapal,red), tidak banyak mengeluarkan biaya perawatan,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama PT Mariana Bahagia, Yonhlee Williang Sutjipto, menambahkan KM Sabuk Nusantara 59 dan 61 pesanan Ditjen Hubla Kemenhub RI, siap dikirim ke Sorong dan Kalimantan Barat. “Ini produksi putra-putri terbaik Palembang dan Banyuasin,” ucapnya.

Diketahui, KM Sabuk Nusantara 59 dan 61, berspesifikasi length over all (LOA) alias panjang keseluruhan 58,50 meter, lebar 12 meter, tinggi 4,5 meter, mesin 2 x 829 horsepower (HP), kecepatan 12 knot. “Masing-masing berbobot 750 DWT,” kata Yonhlee.

Sebagai kapal perintis, kapal ini mempunyai daya angkut yang mumpuni di kelasnya. Berkapasitas angkut 125 penumpang duduk, 160 penumpang tatami, 22 kru dan kadet, serta mampu memuat barang hingga 400 ton. “Sudah lolos sea trial, sebelum kami serahkan kepada pemesan,” pungkas. (*/air/ce1)

Published in HEADNEWS
Senin, 06 Maret 2017 23:35

Dana Tanggap Darurat Rp58 Miliar

PALEMBANG – Dinas PU Bina Marga (BM) dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, menganggarkan Rp58 miliar untuk dana tanggap darurat bencana banjir dan longsor. Anggaran tahun ini, naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu Rp20 miliar.

Angka itu diungkapkan Kepala Dinas PU BM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel H Ucok Hidayat, yang baru dilantik Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, kemarin (6/3). “Iya tahun ini Rp58 miliar,” ujar Ucok.

Ucok yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel, menggantikan Dr Ir Syamsul Bahri MM yang bergeser menjadi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel. Menurut Ucok, dana tanggap darurat itu sebenarnya tidak terlalu melonjak tajam.

Hanya saja memang tahun lalu, ada pemangkasan anggaran (efisiensi) dari pemerintah pusat. Sehingga beberapa kegiatan harus dipangkas dan menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. “Makanya, ada peningkatan (terlihat, red) tajam,” katanya.

Menurut dia, dana tersebut diperuntukkan untuk memperbaiki atau membuka akses jalan yang putus akibat bencana banjir atau longsor. Tahun lalu, ada beberapa daerah yang jalan putus akibat bencana. Namun memang mayoritas jalan tersebut didominasi daerah dengan dataran tinggi. Seperti OKU Selatan, Pagaralam, Empat Lawang, Muara Enim dan jalan kaki Bukit Barisan.

Meski demikian, dana yang disiapkan tersebut belumlah begitu optimal. Mengingat dana untuk perbaikan jalan akibat jalan putus akibat banjir dan longsor, cukup besar. Sebab bersifat membangun baru, bukan perbaikan. "Namun yang paling penting adalah membuka akses bagi masyarakat agar kendaraan dapat lewat," imbuhnya.

Terkait perbaikan jalan, Ucok mengatakan, saat ini proses tender sedang berjalan. Dalam waktu dekat jika sudah didapat, maka pengerjaan perbaikan dapat dilakukan. "Iya, waktu dekat ini semua sudah beres," klaimnya.

Kabid Jalan Dinas PU BM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Muchtar menambahkan panjang ruas jalan Pemprov Sumsel 1.513 km. Hampir 20 persen atau sekitar 302,6 km rusak. Namun sifatnya spot-spot, bukan seluruhnya. "Kerusakan jalan menyebar di 17 kabupaten/kota," ucap dia.

Jalan ini harus diperbaiki segera, sebab Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games. Tentunya, "Iya, harapannya seluruh jalan saat Asian Games kondisinya mantap," ungkap dia. Untuk itu, kata dia, tahun ini pihaknya telah menganggarkan Rp499 miliar untuk perbaikan jalan. Sifat perbaikan ada peningkatan, perawatan (pemiliharaan) rutin.

Selain itu, masih kata Ucok, pihaknya pun akan terus berkoordinasi dengan Balai Jalan nasional terkait kerusakan jalan nasional. "Harusnya kondisi jalan itu baik semua baik nasional, provinsi maupun kabupaten sebab berada di Sumsel," tukasnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, meminta pejabat yang baru dilantik dapat segera bekerja dengan baik. Meningkatkan kinerja dan profesionalisme, karena tantangan ke depan semakin besar. “Berbagai event internasional akan digelar di sini, salah satunya Asian Games 2018. Jadi kepada Pak Ucok Hidayat, ayo bekerja dengan baik. Jangan menunggu-nunggu lagi," tegas orang nomor satu di Sumsel itu. (yun/air/ce1)

 

Published in METROPOLIS
Senin, 06 Maret 2017 23:30

Ngaku Dinikahi Simon

MESKI sempat tertutup dengan publik, namun kini status hubungan status hubungan Adele dan Simon Konecki akhirnya terkuat di publik. Bahkan, Adele tampa sadar mengungkapkan kalau Simon merupakan suaminya saat berpidato usai menerima penghargaan Grammy 2017 lalu.

"Aku sekarang tak lagi merasakan kesepian. Karena aku sudah menikah sekarang. Aku sudah menemukan sosok pengganti," ujarAdele, seperti dikutip E! Online, Senin (6/3).

Awalnya, Adele hanya menceritakan soal kisah di balik hits 'Someone Like You'. Pernah merasakan patah hati, Ia pun mengaku kini sudah bahagia karena telah menemukan orang yang tepat.

"Aku mencoba untuk mengingat kembali apa yang kurasakan di awal hubungan saat menulis lagu ini. Karena seberapa besar pahitnya, dan hancurnya patah hati, rasa jatuh cinta yang kau rasakan pertama kali terhadap seseorang adalah perasaan yang paling menakjubkan di dunia. Dan aku sangat kecanduan dengan perasaan itu," tuturnya.

Diketahui, Adele dan Simon Konecki sudah menjalin asmara sejak lima tahun lalu. Keduanya sudah dikaruniai seorang putra, Angelo. (jpg/jpnn)

Published in HEADNEWS
Halaman 1 dari 8

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca