Items filtered by date: Selasa, 21 Maret 2017
Rabu, 22 Maret 2017 06:54

Siap ke Layar Lebar

PENYANYI Citra Skolastika siap menjalani debut sebagai aktris layar lebar. Pelantun Everybody Knew itu baru merampungkan syuting film pertamanya, Mantan. ’’Proses syuting awal tahun sudah selesai. Sekarang lagi editing,’’ ujar Citra saat ditemui di Empirica, SCBD, Jakarta, belum lama ini.

Film rilisan Renee Pictures tersebut mengangkat kehidupan lima cewek yang punya mantan kekasih. Citra berperan sebagai Didi, perempuan yang gemar party. Peran itu, menurut Citra, bertolak belakang dengan kepribadiannya. ’’Ini berarti saya harus berani mengeksplorasi sisi lain saya,’’ ucap Citra.

Selama proses reading dan syuting, sutradara Svetlana Dea membantu Citra untuk mendalami karakter sekaligus menguasai dasar-dasar akting. Dia nanti beradu akting dengan Luna Maya, Kimberly Rider, Ayudia Bing Slamet, dan Karina Nadila. Sebagai debutan, Citra awalnya sulit membawakan peran sebagai Didi. Dia butuh waktu lebih untuk memahami naskah dan mendalami karakter.

’’Nah, sama Kak Luna saya dibantu untuk lebih cepat mendalami Didi. Caranya dengan mencari persamaan antara Didi dan Citra,’’ ujar perempuan asal Jogjakarta itu. Citra juga akan membawakan soundtrack untuk Mantan. Dia masih merahasiakan judulnya. Yang pasti, kata runner-up Indonesian Idol 2010 itu, gaya musiknya benar-benar beda dari lagu-lagunya sebelumnya.

Citra mengatakan, pengalamannya sebagai penyanyi cukup membantunya berakting. Bagi dia, bernyanyi dan bermain film punya keterkaitan. Saat menyanyi, Citra juga dituntut untuk membawakan karakter yang sesuai dengan isi dan musik lagu. ’’Saya sedikit terbantu dengan hal itu ketika berakting di film,’’ kata perempuan 23 tahun itu. Mantan dirilis pertengahan 2017. (len/c15/na)

Published in SHOW & SELEBRITI
Rabu, 22 Maret 2017 06:43

Libatkan Masyarakat Pilih Putri

JAKARTA - Sebanyak 38 putri dari 34 provinsi siap memperebutkan gelar Puteri Indonesia 2017. Sejak kemarin (21/3) hingga akhir bulan nanti, para perempuan rupawan itu menjalani karantina di Hotel Sultan. Mereka bakal mendapatkan berbagai pembekalan. Mulai beauty class, catwalk, etika berbusana, table manner, hingga kepribadian.


Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia Putri K Wardani mengungkap, ada yang baru dari penyelenggaraan tahun ini. Yakni, melibatkan masyarakat untuk memilih finalis. Jika biasanya dipilih sepuluh besar dan lima besar, kini ada penambahan satu finalis. “Sepuluh dipilih dewan juri, sedangkan satunya dipilih masyarakat. Begitu pula dalam menentukan enam besar,” jelasnya ketika ditemui di Hotel Borobudur kemarin (21/3).

Selain itu, akan ada kriteria penilaian baru. Yakni, keaktifan di media sosial. Menurut Putri, YPI ingin mendorong kontestan untuk mempromosikan diri ataupun karya mereka melalui media sosial. “Dunia digital sekarang menjadi kebutuhan publik. Hal itu juga didasarkan pada pengalaman event internasional,” tuturnya.

Selama 2016, berbagai ajang kecantikan dunia yang diikuti perwakilan Indonesia menerapkan penilaian berdasar keaktifan para kandidat di media sosial. Baik menyosialisasikan kegiatan maupun mempromosikan negaranya. Selama ini partisipasi masyarakat Indonesia sangat baik. Mereka aktif mendukung Ariska Putri Pertiwi di Miss Grand International dan Kezia Warouw di Miss Universe. (glo/c16/na/ce1)

Published in HEADNEWS
Rabu, 22 Maret 2017 06:41

4 Hektar Lahan Gambut Terbakar

INDERALAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) atau di Km 25,
terjadi sejak pukul 15.30 hingga 18.00 WIB, kemarin (21/3). Dampak kebakaran yang terjadi dekat PT Golden Oilindo Nusantara (GON) ini menyebabkan kemacetan panjang di Jalintim Palembang-Inderalaya (Palindra).

“Kami kurang tahu penyebab kebakaran itu. Hanya tiba-tiba saja api membesar dan merambat lahan gambut lainnya,” kata Yudi, warga Desa Sungai Rambutan, kemarin. Kebakaran tersebut, lanjut dia, sekitar 200 meter dari Jalintim Palindra.

Petugas pemdaman, baik dari TNI, Polri, Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dua armada PBK diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. “Api muncul di tengah lahan gambut. Kami berusaha memadamkan api mulai pukul 15.30 sampai 18.00 WIB. Alhamdulillah, kami berhasil memadamkan titik api,” ujar Aidil Siregar, petugas damkar Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Senada disampaikan Dandim 0402 Kabupaten OI-OKI, Letkol Dwi Irbaya bahwa pihak belum bisa memastikan penyebab dan luasnya lahan yang terbakar. “Untuk sementara belum diketahui secara pasti. Kita masih berkoordinasi untuk informasi lebih lanjut,” tuturnya.

Menurut dia, kebakaran lahan menjadi masalah serius. “Ini juga menjadi tugas dan tanggung jawab semua. Bukan hanya dari pemerintah dan TNI-Polri saja, tapi masyarakat juga diharapkan peduli dan ikut serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan ini,” tegasnya.

Terpisah, Plt Kepala BPBD Kabupaten Ogan Ilir Syakroni mengatakan, diperkirakan luas lahan gambut yang terbakar sekitar 4 hektare. “Saat ini sudah berhasil dipadamkan,” pungkasnya. (sid/ce2)

Published in SUMSEL

 

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menerapkan kebijakan baru. Yakni, semua peralatan elektronik, kecuali telepon genggam dan alat medis, tidak boleh masuk kabin pesawat. Termasuk laptop, iPad, tablet, dan kamera. Benda-benda tersebut boleh dibawa jika dimasukkan ke bagasi. Larangan itu hanya berlaku bagi penumpang, tidak untuk kru pesawat dan petugas penerbangan.

Aturan yang dikeluarkan Badan Keamanan Transportasi AS tersebut hanya berlaku untuk sembilan maskapai yang melakukan penerbangan langsung ke Paman Sam dan berangkat dari sepuluh bandara tertentu yang mayoritas berada di Timur Tengah. Kebijakan serupa tidak berlaku untuk penerbangan dari AS ke sepuluh bandara tersebut. Alasan utamanya adalah waspada terhadap ancaman terorisme.

“Informasi dari intelijen mengindikasikan bahwa kelompok teroris masih menjadikan penerbangan komersial sebagai target dengan cara menyelundupkan bahan peledak di berbagai barang,” ujar salah seorang pejabat AS. Tidak ada maskapai AS yang masuk daftar. Sebab, memang tidak ada maskapai AS yang terbang langsung dari sepuluh bandara tersebut. Namun, kebijakan itu akan berdampak pada warga AS yang terbang dari bandara-bandara itu.

Tidak ada satu pejabat pun yang mau mengklarifikasi secara detail terkait informasi intelijen yang membuat Badan Keamanan Transportasi mengeluarkan kebijakan tersebut. Salah seorang staf Department of Homeland Security (DHS) hanya mengungkapkan, AS sudah lama mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan itu. Nah, saat ini kehawatiran kian meningkat setelah banyaknya serangan di bandara.

Misalnya, ledakan bom di dalam pesawat milik maskapai Daallo Airlines pada Februari tahun lalu. Bom tersebut disembunyikan di dalam laptop. Ledakan membuat lambung pesawat yang terbang dari Mogadishu, Somalia, itu berlubang dan menewaskan pelaku. Untung, pesawat berhasil mendarat dengan selamat.

Salah seorang pejabat lainnya mengungkapkan, larangan kali ini tidak ada hubungannya dengan perintah eksekutif Donald Trump Muslim Ban 2 yang berimbas pada enam negara mayoritas muslim. Meski seluruh bandara yang terkena dampak berada di negara mayoritas muslim. Kebijakan itu diduga berkaitan dengan ancaman terorisme dari kelompok Al Qaeda di Semenanjung Arab alias AQAP.

“Pemerintah tidak menyasar negara tertentu. Kami mengandalkan informasi intelijen untuk menentukan bandara mana saja yang terpengaruh,” ujar juru bicara DHS. Otoritas di AS sudah menginformasikan kebijakan baru itu ke negara-negara dan maskapai yang terdampak. Beberapa di antaranya sudah mulai menginformasikan larangan membawa barang elektronik tersebut kepada penumpang.

Sembilan maskapai yang terdampak itu diberi batas waktu 96 jam untuk memulai proses pemberlakuan aturan baru tersebut. Yakni, terhitung sejak kemarin (21/3) pukul 03:00 waktu AS atau hari ini pukul 14.00. Jika waktu yang diberikan habis dan maskapai yang masuk daftar belum menerapkan aturan itu, mereka akan dilarang masuk ke AS.

Kebijakan tersebut ditengarai bakal membuat sembilan maskapai itu benar-benar sibuk. Sebab, dalam sehari, mereka melakukan penerbangan setidaknya 50 kali ke AS. Sejauh ini, belum ada ketentuan kapan larangan tersebut akan berakhir. DHS hanya mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan evaluasi. Aturan dihentikan jika sudah tidak ada lagi ancaman. (AFP/Reuters/BBC/sha/c21/any)

 

Published in INTERNASIONAL
Rabu, 22 Maret 2017 05:37

Anggota Polri Divonis 5 Bulan

PALEMBANG – Oknum anggota Polri Anggri Wijaya, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, kemarin (21/3). Terdakwa terbukti melakukan penganiayaan terhadap teman wanitanya, hingga divonis lima bulan penjara dipotong masa tahanan.

“Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHP,” kata Ketua majelis hakim Wisnu Wicaksono. Atas putusan tersebut, terdakwa diberikan hak menerima, menolak atau pikir-pikir selama tujuh hari untuk menentukan sikap.

Terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Evan Yunandri mengatakan pikir-pikir atas putusan hakim. “Pikir-pikir,” ujar terdakwa singkat. “Sidang pemeriksaan perkara terdakwa dinyatakan selesai di tingkat pertama,” tutup Wisnu, sambil mgetuk palu.

Sementara itu dalam persidangan, terdakwa Anggri Wijaya sempat meminta dibebaskan dari segala tuntutan. Dia merasa tidak melakukan penganiayaan terhadap korban Emilia Kontesa. Luka yang dialami korban, dinilai disebabkan karena kecelakaan atau terjatuh, bukan akibat perbuatan terdakwa.

Diketahui dalam dakwaan sebelumnya, kejadiannya Minggu, 15 Mei 2016 sekitar pukul 09.00 WIB, di Jl Kancil Putih, Kelurahan Demang Lebar Daun. Berawal dari terdakwa yang mengajak korban pergi menggunakan mobil. Korban sempat menolak sehingga terjadi pertengkaran antara keduanya, akhirnya korban meminta izin untuk mengganti pakaiannya.

Namun korban yang merupakan mantan anggota dewan, menelepon temannya dan hal tersebut diketahui oleh terdakwa sehingga terjadi penganiayaan. (way/air/ce2)

Published in TOP NEWS
Rabu, 22 Maret 2017 04:35

Kapolda Ingatkan Bersosial Media

PALEMBANG – Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengingatkan mahasiswa mengenai rawannya dampak dari media sosial (medsos). Dia menyebut medsos memiliki kerawanan dibanding media konservatif.

“Hati-hati dalam men-share atau men-download berita yang tidak bisa dipastikan kebenarannya,” ujar Agung, saat memberikan kuliah umum di aula KPA Universitas Muhammadiyah Palembang, kemarin (21/3).

Karena dalam medsos, kata Agung, bisa jadi ada unsur hasutan dan intimidasi. Nah, peran dan kebijakan Polri, sesuai Pasal 5 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002, yakni sebagai peran dinamisator, katalisator, dan negosiator.

Perkembangan dan peredaran narkoba yang bervariatif dan masif, juga diingatkan Agung perlu diwaspadai. Seperi dicampur dalam tembakau yang disebut sebagai tembakau gorilla. Dia mengingatkan siapa pun jangan main-main dengan narkoba. Anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan pun akan ditindak tegas.

“Yang terlibat tidak ada maaf. Sampai Maret ini, sudah lima anggota polisi dipecat karena narkoba,” ungkap Agung. Selain itu dikatakannya, tingkat kriminalitas di Sumsel terbilang tinggi. Masuk dalam empat besar crime indeks (terbanyak) di Indonesia. Didominasi curas, curat, curanmor, dan anirat.

Kemudian, penyalahgunaan senpi rakitan juga membuatnya prihatin. “Karena ada yang bisa membuat senpira, persoalan ini bila pemerintah jeli bisa diberdayakan,” katanya. Tapi memang, lanjut Agung, perlu ada sinergitas pemerintah daerah. Karena menurutnya persoalan ini tidak bisa selesai hanya oleh Polri.

Rektor UMP Dr Abid Djazuli SE MM, mengapresiasi kuliah umum yang disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto. “Kita berharap kegiatan seperti ini bisa mengembangkan mahasiswa dan dosen,” harapnya. (bis/air/ce2)

Published in NASIONAL
Rabu, 22 Maret 2017 03:32

Diteriaki Penculik, Diikat di Pohon

TEBING TINGGI – Rasa sensitivitas warga terhadap isu penculikan, belum hilang. Kemarin (21/3), seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya, diikat warga di pohon. Perempuan berambut sebahu yang masuk ke halaman SDN 7, Desa Tanjung Ning Simpang, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, diteriaki penculik.

Setelah ditangkap sekitar pukul 10.00 WIB, perempuan yang berperilaku aneh itu diamankan ke rumah kades setempat. “Banyak anak-anak yang berteriak dan perempuan itu langsung ditangkap warga. Tadi saya lagi di pasar, ditelepon warga katanya ada diduga penculik yang dibawa ke rumah saya,” ungkap Umirtu, kades Tanjung Ning Simpang.

Begitu Umirtu pulang dan ditanyanya, perempuan itu mengaku berasal dari Muko-muko Bengkulu. Lahirnya di Medan. Tapi saat ditanya identitasnya, dia bilang tidak ada.
"Perempuan itu langsung kami bawa ke polres. Dia membawa kantong plastik hitam, isinya baju, tas, uang Rp30 ribu dan bola basket dua buah," jelasnya.

Plh Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, AKP Joni Indrajaya, belum bisa memastikan jika perempuan tersebut pelaku penculikan. "Saat kami minta keterangan tidak nyambung. Belum tahu apakah dia mengalami gangguan jiwa atau tidak. Saat kami periksa, bernama Mulyati berusia 34 tahun. Alamat Jalan Sukaraman, Kecamatan Makmur, Kota Pekanbaru. Tapi dia ngaku dari Bengkulu," terang Joni. (eno/air/ce2)


Di tempat terpisah, Kapolresta Palembang Kombes Pos Wahyu Bintono HB, menegaskan penyebar dan pembuat berita hoax bisa dipidana. Terkait maraknya isu-isu serta pemberitaan penculikan anak kecil yang beredar di media sosial. "Penyebar berita hoax bisa dipidana," ujar Wahyu, di sela acara tatap muka bersama awak media di New Town Kopitiam Bukit Golf, Selasa (21/3) malam.

Dia mengimbau, media juga jangan mudah percaya dengan hoax. Apalagi menjadikannya dasar tujuan berita, hoax bisa dipidana karena melanggar UU ITE. Maka itu, di era media sosial yang luar biasa ini, diperlukan adanya kedewasaan. “Karena masyarakat belum semuanya bisa membaca berita dengan bijak dan benar, serta lebih dewasa menyikapinya,” tuturnya.

Adanya isu penculikan ini, memang diakui Wahyu sangat sensitif dan membuat masyarakat menjadi resah. Dia menegaskan, sampai saat ini tidak ada korban penculikan yang datang ke Polresta Palembang dan polseknya. Tugas kepolisian dan media, disebutnya mirip-mirip. “Karena ada kesaman ini, dalam praktiknya diperlukan adanya interaksi, komunikasi dan sinergitas yang baik antara kepolisian dan media,” imbuhnya. (chy)

Published in HEADNEWS
Rabu, 22 Maret 2017 02:31

Debut 38 Menit yang Berarti

JAKARTA - Zalnando akhirnya bisa menjalani debut bersama Timnas Indonesia U-22. Bek kiri Sriwijaya FC itu masuk dari bangku cadangan menggantikan Ricky Fajrin Saputra sejak menit ke-52.

Dia bangga karena mimpinya membela Merah Putih terwujud meski hanya 38 menit dan akhirnya Pasukan Garuda Muda dipaksa menerima kekalahan dari Timnas Myanmar 1-3 di Stadion Pakansari Bogor semalam (21/3).

"Bangga dan senang bisa main untuk Indonesia karena ini harapan setiap pemain sepak bola. Tapi sayang kami kalah. Pertandingan ini menjadi pelajaran ke depannya," ungkap Zalnando yang di Timnas Indonesia U-22 memakai nomor punggung 11.

Zalnando mengaku, kekalahan Timnas Indonesia U-22 dari Myanmar karena memang lawan lebih baik. Mereka bisa tampil dominan karena menurunkan pemain campuran muda dan senior. Pemain senior lebih menonjol ketika memasuki babak kedua. Menurut keterangan Pelatih Myanmar Gerd Zeise, komposisi tim Myanmar berjumlah 21 pemain ini diisi 10 pemain muda dan 11 pemain senior.

"Kami memang masih banyak kekurangan. Tapi untuk detailnya langsung ke pelatih saja karena itu masalah teknis," ujarnya. Bagi Zalnando, ini adalah kali pertama dalam tahun ini memulai permainan dari bangku cadangan. Bersama Sriwijaya FC di Piala Presiden lalu, dia selalu starter. Di posisi bek kiri Sriwijaya FC kontribusinya tidak tergantikan.

"Saya memang lebih nyaman bermain sejak menit pertama. Tidak butuh adaptasi dengan ritme permainan. Jika masuk sebagai pemain pengganti, harus bisa langsung tune in dengan ritme pertandingan yang sudah meninggi," ucapnya.

Usai uji coba semalam, Timnas Indonesia U-22 kembali ke Karawaci, Tangerang, Banten. Mereka akan kembali Training Center hingga 26 maret. Sebelum balik ke klun masing-masing, Pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla siapkan satu pertandingan internal pada 25 maret. (kmd/ion)

Published in ALL SPORT
Rabu, 22 Maret 2017 01:28

Pantang Minder

Pantang Minder

PALEMBANG - Ada dua pertanyaan ketika PSSI memberlakukan regulasi marquee player pada Liga 1 musim 2017. Pemain tersebut akan kembali bersinar, layaknya karier sepak bola top sebelumnya. Atau justru semakin meredup.

Pasalnya, liga sepak bola di Indonesia punya atmosfer berbeda dengan liga sepak bola Eropa. Salah satunya gaya permainan ngotot dan sedikit keras.

Hal ini jadi pandangan tersendiri bagi stopper Sriwijaya FC, Firdaus Ramadhan. Menurutnya, tim sekelas Laskar Wong Kito –alias Sriwijaya FC- pun tidak perlu minder untuk menghadapi tim yang memiliki marquee player sekelas Michael Essien di Persib. "Tak khawatir sih, marquee player main di Indonesia. Karena mereka butuh waktu buat adaptasi dengan lebih untuk atmosfer di Indonesia," jelas Firdaus, kemarin (21/3).

Ya, sejauh ini demam marquee player mulai menyebar di sepak bola Indonesia. Maung Bandung, julukan Persib Bandung, mencuri start sebelum diberlakukannya regulasi ini dengan mendatangkan mantan pemain Chelsea Micheal Essien. Kemudian, Madura United mengontrak striker asal Nigeria, Tashkent Peter Ozase Odemwingie.

Odemwingie pernah bermain di Ligue 1 bersama Lille (2004-2007), kemudian bergabung dengan Locomotiv Moscow (2007-2010), sebelum ke Inggris. Odemwingie memperkuat West Bromwich Albion (2010-2013), kemudian Cardiff City (2013-2014) dan Stoke City (2014-2016). Sebelum bergabung dengan Rotherham United, dia sempat dipinjamkan ke Bristol City.

Tak hanya soal adaptasi dengan permainan di Indonesia saja, tapi juga soal cuaca. Pemain yang bermain di Liga Inggris, punya cuaca berbeda dengan di Indonesia. Cuaca di negara ini belakangan cukup terik dan hal itu akan menguras tenaga. "Jadi soal marquee player tidak begitu memberikan pengaruh, belum tentu tim dengan empat pemain asing bisa mendominasi," jelasnya.

Mantan pemain Persitara Tangerang ini tidak gentar sedikitpun. Apalagi kini dia sudah nyetel dengan pemain Sriwijaya FC di lini belakang. Dia sudah mengerti gaya permainan rekan duetnya Yanto Basna.

Terus menjalani latihan bersama di lapangan, ditambah dengan kebersamaan di luar lapangan membuat eks Sriwijaya FC musim 2013/2014 ini sudah melewati masa adaptasi. "Adaptasi, alhamdulillah lancar, apalagi sebagian pemain Sriwijaya FC yang ada saat ini memang sudah kenal," ucapnya.

Proses adaptasi terjadi pada pekan pertama, setelah itu mengalir begitu saja. Tak lagi adaptasi, tapi sudah masuk pada program latihan pelatih, taktik dan strategi, serta kekompakkan bermain di lapangan hijau. "Adaptasi sudah lancar, tinggal lagi kita harus lebih mengerti lagi kekurangan dan kelebihan sesama pemain," ucapnya.

Tiap pemain, diyakini pemain berusia 28 tahun itu selalu punya kelebihan dan kelemahan. Dia akan berusaha menutupi kelemahan dari rekan-rekannya. Begitupun dia sendiri, pastinya punya titik lemah. Rekan-rekannya akan membantunya menutupi hal itu. Pada akhirnya, pemain akan bekerja sama untuk dapat membuat pertahanan Laskar Wong Kito lebih kokoh lagi. (cj11/ion/ce2)

 

Published in TOP SOCCER
Rabu, 22 Maret 2017 00:27

Beda Karisma


PALEMBANG - Ada alasan tersendiri pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro menunjuk Yu Hyun Koo sebagai kapten. Gelandang asal Korsel itu memiliki karisma bagus sebagai pemimpin di lapangan.

Yu Hyun Koo diharapkan bisa jadi teladan bagus bagi para pemain yang memang didominasi darah muda. Yu Hyun Koo sediri, memang bukan kali pertama memegang peran sebagai kapten.

Di klub sebelumnya Semen Padang FC, Yu Hyun Koo juga ditunjuk sebagai kapten kedua oleh pelatih Nilmaizar untuk menggantiklan kapten utama Hengki Ardiles. Artinya, memang bukan jadi kendala bagi Yu, sapaan akrab Yu Hyun Koo, ketika diberikan tanggung jawab menggantikan peran Supardi Nasir.

Ditambah lagi, sepanjang laga pramusim Piala Presiden 2017, Yu juga menjalankan tugasnya sebagai “corong” pelatih dengan baik. "Memang sebelumnya sudah terlihat, ada sosok kapten sejati di dalam dirinya. Seluruh aspek mendukungnya. Sejauh ini saya harus mengatakan bahwa dia telah menjalankan tugasnya dengan baik," jelas Widodo.

Dari lima kapten Sriwijaya FC sebelumnya Yu Hyun Koo memang sudah memenuhi kriteria. Seperti pada musim 2016 kapten Sriwijaya dipegang Supardi Nasir. Musim 2015, di bawah arahan pelatih Benny Dollo, ban kapten dipegang striker Papua Titus Bonai.

Musim 2014 di bawah asuhan coach Subangkit, kapten dipegang oleh sosok gelandang jangkar Asri Akbar. Lalu musim 2011, 2012, 2013 termasuk saat Sriwijaya terakhir meraih kampiun ISL, ban kapten melingkar di lengan gelandang senior Ponaryo Astaman.

Lalu apa yang jadi kesamaan dari tiga pemain tersebut?. Ya, para pemain ini punya karisma yang bagus untuk pemain lain. Ditambah lagi, perannya yang begitu krusial dalam mendongkrak permainan tim di Sriwijaya FC.

"Tidak masalah meskipun dia berstatus pemain asing. Dia punya semangat pantang menyerah, yang mungkin bisa jadi nilai plus untuk ditiru para pemain muda lainnya," jelasnya. (cj11/ion/ce2)

Kapten Tim Sriwijaya FC
Musim 2011, 2012, 2013
Ponaryo Astaman
Posisi : Gelandang Bertahan
Usia : 37 Tahun

Musim 2014
Lancine Kone
Posisi: Penyerang
Usia: 37 tahun

Musim 2015
Titus Bonai
Posisi : Penyerang
Usia : 28 tahun

Musim 2016
Supardi Nasir
Posisi : Wingback Kanan
Usia : 33 tahun

Musim 2017
Yu Hyun Koo
Posisi : Gelandang Bertahan
Usia : 34 tahun

Published in GELORA SRIWIJAYA
Halaman 1 dari 7

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca