Items filtered by date: Kamis, 02 Maret 2017
Jumat, 03 Maret 2017 06:59

Memperbanyak Mengingat Mati

Oleh: H. Hendra Zainuddin. M.Pd.I

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan meninggalkan kehidupan yang fana ini, dan selanjutnya akan memasuki kehidupan yang kekal lagi abadi.

---------
Kita semua meyakini bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, betapa-pun banyaknya harta yang ada pada kita, keluarga besar yang dimiliki, luasnya tanah yang dibanggakan, serta segala hal lain yang membuat diri kita merasa senang, hanyalah titipan dan sementara adanya.

Kita senantiasa diingatkan agar melihat dan memperhatikan kehidupan yang akan datang serta mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS al-Hasyr: 18)

Ayat di atas mengajak kita untuk melihat masa depan, yaitu kehidupan akhirat dengan tetap menjaga iman dan ketaatan kepada Allah serta bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan. Antara lain memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, karena sadar atau tidak waktu terus berjalan dan usia terus akan berkurang.

Untuk itu, ini adalah kesempatan yang Allah berikan kepada kita dengan mensyukuri serta mempersiapkan bekal hari esok dengan amal kebaikan. Bila tidak, bisa jadi kita terus-menerus terpesona dan terpedaya dengan kemegahan dunia sehingga melalaikan kita dari mengingat Allah SWT

Kematian seringkali dianggap sesuatu yang menakutkan, padahal yakin atau tidak, hal itu merupakan kepastian dan akan dialami oleh semua yang hidup. Ia akan mendatangi setiap yang bernyawa tanpa membedakan usia, kedudukan, dan status sosial lainnya.

Kemudian akan dikembalikan kepada yang memiliki kehidupan, Maha Mengetahui atas apa yang kita perbuat. Banyak orang yang meninggal dalam usia muda, ada yang meninggal dalam keadaan sedang beribadah kepada Allah, bahkan ada pula yang wafat ketika bermaksiat kepada Allah. Nauzubillah
Meskipun kematian adalah persoalan yang mutlak, namun masih saja ada yang belum mempersiapkan diri dalam menghadapinya, bahkan justru membiarkan diri mereka terlena dengan kemegahan dunia sehingga lupa akan kematian.

Sedangkan bagi seorang mukmin, kematian merupakan peringatan bahwa kehidupan di dunia tidak akan pernah berlangsung lama, sehingga memotivasi dirinya agar terus berbuat baik. “Yang menjadikan mati dan hidup, untu menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Mulia lagi Maha Pengampun” (QS al-Mulk:2)

Berdasarkan ayat tersebut, Allah menghidupkan dan mematikan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Keduanya bertujuan untuk menguji di antara hamba-Nya, apakah dengan kehidupan akan bertambah amal kebaikan ataukah justru terlena dengan perbuatan yang jelek.

Kehidupan seharusnya menjadi media bagi kita untuk lebih banyak berbenah diri, yaitu dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah, bertambahnya intensitas ibadah kita kepada-Nya. Dengan bertambahnya usia kita dalam menjalani kehidupan ini, berarti semakin dekat batas akhir dari kehidupan ini. Apa saja yang dilakukan selama di kehidupan dunia akan dipertanggungjawabkan pada kehidupan akhirat.

Kehidupan yang kita jalani di dunia, tidak membuat kita terpedaya dengan hingar-bingar, kemegahan di dalamnya. Karena, kehidupan dunia diibaratkan seperti permainan dan senda gurau, sedangkan kehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan sebelumnya.

Artinya, jika kehidupan dunia menjadi tujuan akhir dari hidup ini, maka bersiaplah untuk kecewa, tetapi jika kehidupan akhirat lebih diutamakan sebagai tujuan akhir, maka itu lebih baik. Hal ini diingatkan Allah dalam QS al-An’am ayat 32 berikut ini.
“Dan ketahuilah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kehidupan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka apakah tidak kalian memahaminya?” (QS al-An’am: 32)

Kematian adalah pintu gerbang seorang hamba untuk kembali bertemu dengan Allah Ta’ala. Dengan ini, manusia memasuki alam barzakh sebagai tahapan sela antara kehidupan dunia dan hari akhirat. Bila selama hidup di dunia, lebih banyak berbuat baik, maka jiwa akan menjadi tenteram, namun jika selama hidup di dunia, perbuatan jahat lebih banyak, maka jiwa akan menjadi tersiksa.

Di banding kehidupan akhirat, memang kehidupan dunia sangat sebentar. Hanya sekedar persinggahan, untuk berbekal menuju kehidupan akhirat yang tak ada batasnya. Namun, bukan berarti hidup di dunia tak ada artinya. Justeru dengan waktu yang singkat itu, kehidupan di dunia menjadi sangat mahal dan bernilai.

Sebab di sanalah, setiap orang harus mempersiapkan bekal maksimal untuk kepentingan abadinya di akhirat. Dan ini artinya, dunia dan akhirat tidak dapat dipisahkan apalagi saling menafikan.
Banyak cara yang Allah lakukan untuk mengingatkan kita tentang kematian dan bagaimana menahan rasa sakit ketika menghadapi kematian. Berbagai peristiwa yang dialami oleh sebagian masyarakat Indonesia, seperti musibah banjir bandang, tanah longsor di beberapa wilayah, gempa bumi dan sebagainya yang telah meluluh-lantahkan bangunan, menghancurkan areal pertanian dan perkebunan, fasilitas umum, bahkan telah menewaskan sejumlah orang. Kondisi tersebut seharusnya menyadarkan dan membuka mata batin kita, bahwa jika Allah menghendaki sesuatu, maka cukup bagi-Nya mengatakan kun fayakun.

Dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, pergantian musim dari musim kemarau ke musim hujan, dari musim tanam ke musim panen merupakan bukti adanya Tuhan yang menciptakan dan yang mematikan. Ini dapat dirasakan bagi mereka yang mempergunakan akalnya untuk berfikir dan hatinya untuk berzikir atas ini semua.

Kita diperintahkan berzikir dalam keadaan bagaimanapun, bahwasanya Allah tidak menciptakan sesuatu dengan kesia-siaan, namun sebagai sarana bagi kita untuk menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirmah; “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk atau di dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya) berkata; Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari sisa neraka. (QS Ali Imran:191)

Mengingat Allah dapat dilakukan dalam kondisi duduk, berjalan atau dalam keadaan berbaring. Sebagaimana kita diingatkan untuk bekerja dan berusaha demi kehidupan dunia seolah-olah kita akan hidup selamanya, dan berbuat untuk akhirat, seakan-akan kita mati esok. Hal ini mendorong kepada kita untuk bersungguh-sungguh dalam berkarya, baik yang berkenaan dengan keduniaan dan aspek keakhiratan.

Perjalanan hidup mengejar kebahagiaan di dunia dengan segala suka atau dukanya, sedih dan gembiranya, sengsaranya maupun bahagianya, tak jarang melenakan. Kita terkadang lupa bahwa disela keinginannya yang panjang itu terselip detik-detik kematiannya.
Seringkali manusia terpedaya, seakan hari-harinya makin sangat panjang. Padahal akan ada ajal yang memenggal segala keinginan dan mimpi-mimpi itu. Karenanya, Rasulullah mengistilahkan kematian dengan pemupus kenikmatan. “Perbanyaklah mengingat-ingat pemupus kenikmatan, yaitu kematian. (HR Tirmidzi).

Menurut Imam Qurthubi yang dikutip dari KH. Sholeh Darat dalam Syarah al-Hikam (2016: 124-125), dinyatakan bahwa dengan memperbanyak mengingat kematian, maka Allah akan memberikan tiga kemuliaan. Pertama, segera bertaubat; kedua, nafsunya rela menerima dengan apa yang sudah ditentukan oleh Allah; dan ketiga, bersemangat dala melaksanakan ibadah.
Sebaliknya, bila manusia lupa mengingat kematian, maka akan disiksa dengan tigal hal, yaitu, pertama, menunda-nunda taubat; kedua, nafsunya tidak merasa cukup dengan pemberian Allah; dan ketiga, malas dalam beribadah.

Dengan mengingat kematian, menuntut kita untuk selalu waspada dan mengumpulkan bekal, yaitu amal saleh. Karena bila kematian datang memutuskan nafas-nafas, tidak akan membuat kita terguncang, dan tercengang. Bila kita telah beramal dengan tulus dan ikhlas, maka tidak akan merasa khawatir, karena semua perbekalan telah dipersiapkan jauh-jauh hari.

Perbekalan melakukan perjuangan dan pengorbanan mencapai kebahagiaan akhirat memang harus ditebus dengan upaya yang keras saat hidup di dunia. Tetapi, itupun tidak menghilangkan keseimbangan untuk tetap berperan dalam kehidupan. Perhatikan nasehat Abu Dzar al-Ghifari ra saat berdiri di samping Ka’bah, Abu Dzar antara lain mengatakan, “Jadikanlah dunia ini memiliki dua majelis. Majelis untuk mengejar kehidupan akhirat dan majelis mencapai rezeki yang halal..
Jadikanlah hartamu dua dirham. Satu dirham untuk kebutuhan keluargamu dan satu dirham lagi engkau gunakan untuk kehidupan akhirat.
Islam mengajarkan kepada kita tentang keseimbangan dalam hidup. Tidak terlalu mencintai dunia, akhirat dilupakan atau mencintai akhirat, tetapi kehidupan dunia ditinggalkan. Islam menyatakan bahwa kehidupan merupakan kesempatan emas bagi kita mempersiapkan dan mengumpulkan bekal untuk perjalanan yang abadi. Bersyukur atas rahmat Allah yang masih memberikan waktu untuk dapat berbuat dan berkarya,karena tidak ada yang mampu untuk memastikan akhir dari perjalanan hidup kita ini.

Ketidaktahuan kita tentang kapan datangnya kematian, menuntut persiapan yang besar dari diri kita untuk membawa bekal amal kebaikan yang banyak pula. Bukan dengan kealfaan tentang mati, justru melalaikan kita dengan kenikmatan dunia sesaat. Untuk tujuan itu, Islam mengajarkan kepada kita membiasakan diri untuk memperbanyak infak dan sadaqah, sebagaimana firman Allah yang artinya ;

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. (QS Ali Imran:92)

Pada ayat di atas, Allah nyatakan bahwa kita tidak dapat memperoleh kebaikan yang sesungguhnya, sebelum kita menafkahkan harta, betapapun kita mencintainya. Memberikan sesuatu yang berharga, tentu teramat berat untuk dilakukan. Namun, tidak bagi orang yang beriman, karena apapun yang mereka miliki tidak sepenuhnya berbuah baik, bahan terkadang dapat mendatangkan fitnah dan ujian.

Hal senada juga telah Allah jelaskan bahwa sebelum kematian itu datang kepada setiap orang, maka hendaklah bersegera dan berlomba-lomba dalam kebajikan, yaitu dengan memperbanyak infak dan shadaqah atas harta yang kita miliki, sebagaimana firman Allah yang artinya; “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh. (QS al-Munafiqun:10)

Mendermakan sebagian dari apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita berupa kekayaan alam, hasil pertanian yang menyenangkan hati sebelum semuanya diambil kembali oleh Allah. Dari keterangan ayat ini, semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang menyesal sebelum kematian menjemput, karena terlalu mencintai harta yang dititipkan Allah sehingga melupakan dan melalaikan kita untuk menginfakkan sebagian dari harta tersebut untuk kemaslahatan orang lain. Wassalam. (*)

*Pimpinan Pesantren Aulia Cendekia Talang Jambe Palembang

 

Published in BUDAYA & OPINI
Jumat, 03 Maret 2017 06:54

Berkebun Kopi Sekaligus Ganja

TEBING TINGGI – Wilayah Empat Lawang salah satu yang cocok ditanami pohon ganja. Pada Rabu (1/3), pukul 09.30 WIB, polisi menemukan narkotika jenis tanaman itu di Talang Sungai Geruntang Tematang. Persisnya di kawasan Desa Talang Padang, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).


Sepuluh anggota Satres Narkoba Polres Empat Lawang menemukan sebatang pohon ganja, tujuh tunggul pohon ganja, sebatang bibit, satu linting ganja dan handphone di lokasi itu. Pelaku yang tertangkap, Rangga (23), warga Desa Keban Jati, Kecamatan Paiker.

“Awalnya ada informasi masyarakat soal ladang ganja. Kami selidiki dan menemukan itu,” ujar Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro melaui Kasat Res Narkoba, AKP Joni Indrajaya, kemarin.

Karena lokasi cukup jauh dan lokasinya tak bisa dicapai dengan kendaraan, anggota harus berjalan kaki menuju ke tempat ganja ditanam. Saat dilakukan penggerebekan, polisi mendapati tersangka sedang menyemprot rumput.

Dalam pengecekan, anggota lalu menemukan sebatang pohon ganja di antara tanaman kopi. Lalu ada tujuh tunggal batang ganja yang sudah dicabut. “Waktu digeledah, ditemukan satu linting ganja di saku celana tersangka,” beber AKP Joni.

Tak puas, anggota menyisir kawasan sekeliling dengan radius yang lebih luas. Namun tak berhasil menemukan tanaman ganja lainnya, Saat membawa turun tersangka, anggota berpapasan dengan keluarga pelaku yang menuntut tersangka dilepaskan.

Dengan penjelasan dan pendekatan persuasif, anggota akhirnya bisa membawa tersangka ke Polres Empat Lawang. Kanit Lidik II Satres Narkoba Polres Empat Lawang, Ipda Herwan Okta menambahkan, pihaknya berkeyakinan masih ada ganja di perbukitan wilayah Paiker.

Pengakuan tersangka, dia sudah panen empat batang ganja. “Aku jual batangan dan dipaketkan seharga Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Total dapat duit Rp800 ribu,” bebernya. Hasil penjualan ganja itu dibelikannya bensin dan rokok.

Tersangka tinggal dalam pondok di Talang Sungai Geruntang Tematang bersama istri dan seorang anaknya. Di sana dia berkebun kopi. “Tanam ganja hanya sampingan, mulai Agustus 2016,” cetusnya.

Jika yang pertama sudah dijual, hasil panen kedua belum sempat dijual. Biasanya, akan dibeli tempat di kampungnya sendiri. Dia mengaku kalau istri dan orang tuanya tidak tahu perbuatan menanam ganja tersebut. “Ada kawan yang sudah sarankan aku berhenti, tapi aku iseng saja," tukasnya. (eno/ce2)

 

Published in DOR!
Jumat, 03 Maret 2017 06:51

Uus Minta Maaf

Ngaku Nyesal dan Tobat

Akhirnya Uus datang dan meminta maaf ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena telah menghina ulama dan membawa nama Habib Rizieq. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat, Cholil Nafis, mengatakan kalau Uus telah mengaku menyesal dan bertobat setelah melakukan tabayun dengan pihaknya.

"Dia menyesali dan tobat, saya pengen bukti menyesalinya dengan tweet-nya dihapus. Dia siap untuk menghapus dan tidak mengulangi kembali dan minta dibimbing oleh MUI," ungkap Cholil, Kamis (2/3). Cholil menilai positif langkah Uus yang akhirnya bersikap ksatria. "Jadi kita akan memfasilitasi kalau ada orang minta klarifikasi dan masih ada hal-hal yang kurang tepat. Jadi saya bisa panggil Uus langsung gitu," tuturnya.

Sementara itu, Uus mengatakan semua langkahnya itu murni dari dirinya sendiri. "Nggak ada desakan dari siapapun. Cuma berita fitnah udah mulai masuk. Kalau udah masuk berita yang begitu gue rasa harus gerak. Awalnya mah gua pilon-pilon aja," ujar Uus, Kamis (2/3).
Uus tak menampik bahwa hujatan terus berdatangan semenjak komentarnya yang kontroversial itu.
Tapi, Uus berusaha tetap tenang. "Sejujurnya sih nggak (stres). Karena gua anggep ya namanya juga hidup kadang apes. Semua statement gue dalam bentuk cuitan waktu itu juga disetir buat yang punya kepentingan. Ya udah gue minta maaf aja sama umat Islam," jelasnya.

Uus juga mengaku kalau jobnya ada di beberapa acara sudah tak dipakai lagi. "Job mah alhamdulillah masih ada tapi nggak sebanyak kemarin, cicilan juga nggak banyak jadi emang nggak pusing mikirinnya. Naik atau nggak sih dari awal berkarier nggak pernah mikirin," ujarnya. (jpg.jpnn)

 

Published in SHOW & SELEBRITI
Jumat, 03 Maret 2017 06:49

Empat Pemain Dipinjamkan

PALEMBANG - Sriwijaya FC akan melakukan perampingan skuat. Jumlah saat ini sebanyak 30 nama, menatap Liga 1 2017. Sedikitnya empat pemain akan ditinjau ulang keberadaannya di skuat tim berjuluk Laskar Wong Kito. Namun, status mereka bukan diputus kontrak, melainkan dipinjamkan ke klub lain. "Ada empat pemain yang akan kita pinjamkan, yakni kiper Reza Pratama, Reza Erlangga, Mariando, dan Rizsky Dwi Ramadana," ungkap pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro.


Lanjut Widodo, Reza dan Erlangga yang masih di bawah 21 tahun akan didrop ke Sriwijaya FC U-21. Mereka akan menjadi senior di tim tersebut. Kemudian, Rizsky dan Mariando ke klub Divisi Utama atau Liga 2. Dengan kesempatan main lebih banyak, bisa membantu keduanya lebih matang sebagai penyerang. "Jika mereka tetap di sini dengan regulasi harus menurunkan pemain U-22, kesempatan main mereka gak ada," terang arsitek dengan trademark WCP ini.

Dijelaskan Widodo, Rizsky dan Mariando berpotensi bersaing di sayap. Tapi regulasi membuat Widodo akan lebih memaksimalkan tenaga Hendra Sandi atau Maldini Pali. Sementara jika bersaing sebagai striker, akan rebutan dengan Alberto Goncalves dan Airlanhga Sucipto.

"Jadi, saya kasihan. Jika usia semakin bertambah, tapi jam terbang berkurang karena regulasi, makanya opsinya kami akan meminjamkan mereka ke klub Liga 2 agar lebih matang lagi. Secepatnya rencana ini dilaksanakan. Saya pikir cukup bisa bersaing dengan komposisi yang ada," urainya.

Faisal Mursyid, sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), selaku pengelola Sriwijaya FC mengatakan, klub baru Rizsky dan Mariando masih dalam tahap pembicaraan. Nanti klub tersebut menanggung gaji keduanya sesuai kontrak yang ada di Sriwijaya FC. Namun, tidak menutup kemungkinan, berubah nilainya sesuai kesepakatan klub dengan pemain.

"Klub bersangkutan juga berhak memperpanjang masa peminjaman atau mematenkan. Tentu, setelah ada pembicaraan dengan Sriwijaya FC. Tapi jika Sriwijaya FC butuh, ya mereka kembali ke Jakabaring," ungkap Faisal yang menyebut kontrak mereka berdurasi dua sampai tiga tahun di Sriwijaya FC. (kmd/ion/ce4)

Published in ALL SPORT
Jumat, 03 Maret 2017 05:47

Butuh Uji Coba Berkualitas

PALEMBANG - Beberapa program sudah disusun menajemen Sriwijaya FC pascatersingkir dari turnamen Piala Presiden 2017. Arahannya tidak lain untuk persiapan masa jeda satu bulan sebelum bergulirnya kompetisi Liga 1 awal April nanti.

Sekretaris tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris mengatakan, beragam program disusun guna mengisi kekosongan pascatumbang 0-1 atas Arema FC babak delapan besar Piala Presiden di Stadion Manahan Solo, (26/2). "Dalam 1-2 hari, terus kita matangkan bersama tim pelatih. Jadi, memang kemungkinan tidak hanya latihan rutin di Palembang, nanti juga disiapkan semacam training center (TC) atau laga uji coba untuk melihat progres tim secara keseluruhan," ungkapnya, kemarin.

Widodo tidak menampik bahwa beberapa daerah sudah memberikan tawaran kepada klub berjuluk Laskar Wong Kito itu untuk menggelar laga persahabatan. Tidak hanya dari Sumsel, tapi juga daerah lain di Indonesia.

"Beberapa tawaran sudah diterima dan tengah dipelajari manajemen. Nanti akan kita tunggu arahan dari manajer dan presiden Sriwijaya FC. Tentunya juga setelah mendengar masukan dari tim pelatih," ujar pria berkacamata ini.

Laga uji coba berkualitas memang menjadi salah satu program tim ke depan. Mengingat, salah satu hasil evaluasi pascakeikutsertaan di Piala Presiden 2017 adalah minimnya hal tersebut.
Selama ini, skuat Jakabaring kesulitan mencari lawan tanding sepadan di Palembang sehingga saat beruji coba tidak mendapat tekanan berarti.

Dalam kesempatan tersebut, Haris juga menyatakan, pihaknya kini tengah menanti jadwal terbaru terkait rencana bergulirnya Liga 1. Apalagi belakangan sempat beredar rumor bakal ada satu turnamen kembali yang akan digelar pasca-Piala Presiden 2017.

"Semakin cepat kita tahu tentu akan sangat membantu tim secara keseluruhan. Pelatih bisa menyusun program, manajemen dapat menyesuaikan durasi kontrak dan anggaran," pungkasnya. (cj11/ion/ce4)

Published in TOP SOCCER
Jumat, 03 Maret 2017 04:42

Kembalikan Maitimo-SIC?

PALEMBANG - Sriwijaya FC bakal tambah amunisi jelang kompetisi Liga 1, April mendatang. Posisi paling krusial, yakni lini tengah dan belakang. Dari evaluasi, sepanjang kompetisi pramusim Piala Presiden 2017, dua lini ini memang belum begitu greget.

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, tak menampik akan mendatangkan pemain anyar untuk memperkokoh posisi ini. "Kita sudah putuskan akan tambah dua pemain lagi untuk menambah kekuatan tim di kompetisi Liga 1 nanti. Posisinya di belakang dan tengah," kata Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, di kantor Dinas Perhubungan Sumsel, Kamis (2/3). "Tapi, nama pemain, kami belum bisa katakan, soalnya dalam proses komunikasi. Kalau belum pasti, apabila kami sebutkan, masih rawan," tambahnya.

Namun berdasarkan rumor hangat di lapangan, tim kebanggaan Sumsel ini dikabarkan tengah mengupayakan dua anak hilang kembali, yakni Raphael Maitimo dan Saiful Indra Cahya. Thimo, panggilan akrab Maitimo, merupakan mantan gelandang tengah Lakar Wong Kito di era kepelatihan Benny Dollo musim 2015.

Saat itu, tim yang tengah berlaga di QNB-League 2015 terhenti oleh carut-marutnya sepak bola Indonesia. Hingga akhirnya, tim kebesaran jersey kuning memberikan kebijakan agar pemain naturalisasi, yakni Maitimo, dan tiga pemain asing (Goran Ljubojevic, Abdoulaye Maiga, dan Morimakan Koita) dibebaskan oleh manajemen berkarya kembali ke kampung halaman karena kosongnya kompetisi Indonesia.

Namun saat turnamen diperda yakan di Indonesia, Maitimo memilih berkostum Persija. Musim 2016, kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC), Maitimo hengkang menuju Kanjuruhan untuk bergabung Arema FC.

Isu berlabuhnya gelandang naturalisasi Indoneisa-Belanda ini pun semakin santer setelah pemain yang kental dengan nomor punggung 8 itu sudah satu pekan tidak gabung di latihan bersama PSM Makassar, tim yang sebelumnya dikabarkan deal dengan Maitimo.

Sedangkan Saiful Indra Cahya (SIC), dikabarkan kembali merapat bersama Sriwijaya FC lantaran sempat tergeser di skuat utama Arema FC di bawah asuhan Aji Santoso. Saiful dikabarkan kembali dekat ke Palembang lantaran Sriwijaya FC juga tengah membidik pemain serba bisa di posisi lini belakang itu. "Yang jelas, pemain ini memang pernah menjadi bagian Sriwijaya FC di beberapa musim sebelumnya,” kata Nasrun.

Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, tak menampik posisi belakang cukup krusial dan menjadi evaluasi. Beberapa nama seperti Bio Paulin, Rudoloff Yanto Basna, dan Firdaus Ramadhan belum begitu solid. Tetapi, Sriwijaya FC juga tengah mengantisipasi dua pemain belakang mereka, yakni Yanto Basna dan Zalnando, yang kemungkian besar akan terpanggil di skuat utama Timnas U-22.

“Kalau dikatakan menambah pemain lagi, kita belum tahu. Masih akan kita rembukkan lagi bersama jajaran manajemen nanti. Tetapi, memang kita butuh untuk menambah amunisi baru di musim depan,” kata mantan asisten pelatih Timnas itu. (cj11/ion/ce4)

Published in GELORA SRIWIJAYA

PALEMBANG - Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) OKI sukses memborong berbagai tropi dalam tiga event berbeda dalam kurun tiga setengah bulan terakhir. Tiga perlombaan yang diikuti meliputi runner-up ajang Kompetisi Seni dan Sains SMA Plus Negeri 17 Palembang (AKSI 17) cabang lomba Sains Aplikasi melalui tiga siswanya Hatwim Komas Adinata, Dwi Fitriawati Fajrin dan Usman Siregar.

Pada AKSI 17, siswa MAN IC OKI juga sukses menyabet juara tiga lomba News Casting melalui Aulia Turfa Rahmadani, Shabrina Annisa sebagai juara Harapan 3 News Casting, M Arjuna Gufron, Fytrio Amando, Ahmad Ilham, M Rizki Ragel Fahrezi, Silvia Putri Sudirman sebagai Juara Harapan 3 Band Akustik.

Selanjutnya di ajang English Competition (E-Comp) yang diselenggarakan Asian Law Students Association (ALSA) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Unsri kembali siswa MAN IC OKI meraih gelar juara. Meliputi juara dua Story Telling atas nama Alya Dwi Salsabila dan Juara 3 Debat Bahasa Inggris atas nama Nabila Karimah, Ramadhan Faturrahman dan Azka Pramudya Rifki Suwardi. Terakhir, Lomba Seminar Matematika (LSM) Tingkat Nasional yang digelar oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Annisa Shabrina mendapat peringkat 15 besar dan Adisya Rizky Anggraini mendapat peringkat 23 besar.

Kepala MAN IC OKI, H Kiagus Faisal, S.Ag.,M.Pd.I memberikan apresiasi kepada siswa atas raihan prestasi pada sjeumlah perlombaan yang diikuti saat berlangsungnya upacara bendera di lapangan upacara MAN IC OKI, kemarin (27/2). “Selamat kepada siswa MAN IC OKI yang kemarin berjuang mengikuti berbagai kompetisi lomba baik bidang akademik maupun non akademik, ucap Faisal dalam sambutannya saat menjadi inspektur upacara, kemarin.

Faisal berpesan kepada para siswa/wi MAN IC OKI yang baru saja meraih prestasi untuk tidak cepat berpuas diri tapi jadikan keberhasilan ini sebagai pemacu untuk menggapai prestasi-prestasi di ajang-ajang lomba berikutnya. (kms/nan)

Published in HEADNEWS
Jumat, 03 Maret 2017 02:38

Ngompreng Aktivitas yang Berbahaya

Tak ada rotan akar pun jadi. Pribahasa ini mengambarkan upaya sejumlah siswa SMP yang tak sadar aktivitasnya mengompreng sebuah truk tronton sepulang sekolah di kawasan Jl Parameswara, Kecamatan Ilir Barat I Palembang membahayakan jiwa mereka. (FOTO : M HATTA/SUMEKS)

Published in HEADNEWS
Jumat, 03 Maret 2017 01:35

Sjakhyakirti Tambah Dua Prodi Baru

PALEMBANG- Dunia pendidikan semakin berkembang, selain melengkapi fasilitas tapi juga menambah menambah program studi (prodi) baru sesuai permintaan dari masyarakat. Untuk itu Universitas Sjakhyakirti Palembang akan menambah dua prodi baru dalam waktu dekat. Amir Mahmud SSos SH MSi Kepala Biro Administrasi dan Umum Universitas Sjakhyakirti, mengungkapkan itu sesuai dari permintaan masyarakat karena setiap tahun jumlah mahasiswa terus bertambah, untuk itu akan dibuka dua prodi baru yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan FKIP Bahasa Inggris.” Dua prodi ini diharapkan nanti akan banyak peminatnya,” terangnya.

Mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasiliatas nantinya akan dipenuhi sejalan dengan prodi yang akan dibuka. Saat ini ada 3.500 mahasiswa yang kuliah di Universitas Sjakhyakirti Palembang, untuk tenaga pengajar ada tiga profesor, 100 dosen baik S2 maupun S3.
Setiap tahun pihaknya berusaha untuk menambah kualitas tenaga dosen agar menghasilkan alumni berkualitas dan siap bersaing dengan alumni dari universitas lainnya dalam dunia kerja. Dari lima fakultas yang ada fakultas terfavorit tetap ekonomi dan hukum.

Sejak lima tahun terakhir, banyak sekali mahasiswa regular dari berbagai daerah di Sumsel, disamping juga para pegawai yang berkuliah di Universitas yang berlokasi di Jl Sultan M Mansyur tersebut. Untuk di universitasnya hingga saat ini tidak melakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT) seperti di PTS mereka hanya memungut SPP yang dilakukan pihak yayasan, daftar ulang ddilakukan Universitas dan biaya semester dilakukan fakultas. “ Hitungannya per angkatan,” terangnya.
SPP yang harus dibayarkan setiap mahasiswa sebesar Rp1.850.000/Fakultas dan pembayarannya bisa diangsur dua kali untuk mempermudah mahasiswa menjalani perkuliahannya. “Tapi kenyataannya masih ada mahasiswa yang membayar hingga tiga kali angsuran dan itu tidak menjadi masalah,” pungkasnya. (uni/nan)

Published in PENDIDIKAN
Jumat, 03 Maret 2017 00:32

USBN Jangan Dianggap Horor

JAKARTA - Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dibuat bersama antara guru dengan Kemendikbud. Sebanyak 25 persen butir soal ujian, adalah titipan dari Kemendikbud. Meski begitu siswa diharapkan tidak menyambut USBN sebagai ujian yang menakutkan.

Selain adanya butir soal ujian titipan pemerintah pusat, ada beberapa faktor yang bisa membuat USBN jadi horor. Yakni nilai USBN dikombinasikan dengan skor ujian sekolah sebagai pertimbangan kelulusan siswa. "Menurut saya, baik ujian nasional (unas) maupun USBN jangan dianggap sebagai ujian yang menakutkan," kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam kemarin (2/3).

Nizam menjelaskan meskipun ada 25 persen soal ujian titipan Kemendikbud, seluruhnya bukan kategori soal yang susah. Guru besar UGM Jogjakarta itu mengungkapkan, tingkat kesulitan butir soal USBN titipan Kemendikbud masuk kategori sedang. Dia berharap siswa tetap tenang belajar dan mempersiapkan diri menjelang unas dan USBN.

Dia lantas membandingkan tingkat kesulitan soal USBN dengan unas. Nizam mengungkapkan porsi soal unas kategori sulit ada 10 persen. Kemudian kategori sedang ada 40 persen dan kategori mudah ada 50 persen. Porsi tingkat kesulitan ini masih sama dengan unas sebelumnya.
Sementara dari segi jenis soal unas, 40 persen kategori memahami, 40 persen mengaplikasikan, dan 20 persen menalar. Nizam berharap komposisi ini juga diterapkan di USBN. "Untuk itu ada pelatihan pembuatan soal USBN. Yang sampai sekarang masih berjalan," katanya.

Sampai sekarang proses pembuatan soal USBN yang bagian guru melalui MGMP (musyawarah guru mata pelajaran) masih berlangsung. Deadline penyusunan naskah USBN sampai 15 Maret nanti. Pemda dibebaskan untuk menyusun teknis pengadaan naskah USBN. Apakah melalui percetakan bersama di setiap kabupaten, kota, atau provinsi. "Atau sekolah mencetak sendiri dengan dana BOS juga boleh," tuturnya.

Nizam mengatakan sekolah yang menjalankan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dapat memanfaatkan komputer untuk UNBK. Jika komputer belum siap, boleh juga menjalankan USBN berbasis kertas. Intinya Nizam mengatakan pelaksanaan teknis USBN dipasrahkan ke pemda atau sekolah.

Anggota Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mansur menjelaskan dia sudah diajak MGMP Kimia Kabupaten Lombok Barat untuk ikut menyusun soal USBN kimia. "Tapi saya tidak bisa ikut karena masih ada halangan," jelasnya. Mansur mendapatkan informasi bahwa kelompok MGMP Kimia di Kabupaten Lombok Barat kebagian membuat tujuh butir soal untuk tiga paket soal mata pelajaran kimia.

"Satu provinsi juknisnya ada tiga paket soal USBN per mata pelajaran," kata Wakil Kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat itu. Nantinya soal ujian dari MGMP kabupaten lain se-NTB dikumpulkan untuk dirakit menjadi soal USBN. Dia mengatakan pelibatan guru dalam pembuatan soal USBN ini sangat baik. Sebab guru mengetahui materi yang telah diajarkan sehari-hari. Dia optimis penyusunan soal USBN rampung sesuai target. (wan/via)

Published in PENDIDIKAN
Halaman 1 dari 7

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca