Items filtered by date: Minggu, 19 Maret 2017

JAKARTA - Marquee player (MP) membuat peserta Liga 1 latah. Mereka kelabakan mencari pemain top dunia di tengah persiapan menuju kompetisi yang kurang dari sebulan sudah harus mulai karena kick off pada 15 Maret. Sudah begitu, syarat marquee player harus alumni Piala Dunia tiga kali dan klub harus menanggung sendiri dananya.

"Sebenarnya gak masalah dengan marquee player. Tapi operator juga mestinya subsidi datangkan marquee player karena keuntungan keberadaan marquee player di Liga 1 kan tidak hanya dirasakan klub, tapi juga operator. Operator justru malah berpeluang dapat untung lebih besar karena bisa negosiasi dengan sponsor dan naikkan hak siar liga," ungkap Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Ahmar Haris, Minggu (19/3).

Lanjut Haris, peran operator penting membantu klub datangkan marquee player meski sebelumnya operator putuskan subsidi akomodasi klub Rp7,5 miliar. Sebab, marquee player bisa jadi properti bagus bagi klub kaya. Namun juga bisa jadi masalah bagi klub medioker. Ini karena mereka bisa mudah tersisih dalam berkompetisi karena kalah jumlah pemain asing.

Tim-tim yang mampu secara finansial langsung merespons datangkan pemain kelas dunia. Pusamania Borneo FC misalnya. Mereka diisukan sedang mendekati bomber Timnas Belanda, Robin van Persie, kemudian Persija Jakarta negebet kontrak bek asal Brasil, Douglas Maicon. Adapun Bali United mengincar striker Timnas Togo, Emmanuel Adebayor. Selanjutnya, Arema FC sedang menimang-nimang pemain yang pas setelah banyak tawaran datang.

"Besok (hari ini, red) baru kita bahas bersama tentang marquee player. Marquee player berguna untuk meningkatkan kinerja tim. Jadi untuk kebutuhan prestasi maksimal. Tentu sangat dibutuhkan buat semua tim, termasuk Arema," terang asisten pelatih Arema FC, Joko "Gethuk" Susilo.

Namun, Gethuk juga menyadari bahwa marquee player bisa meningkatkan kinerja tim, tapi bukan jaminan. Sebab, dalam sepak bola yang diutamakan adalah kerja sama tim. Direktur Olahraga Persiba Balikapan, Jamal Al Rasyid mencontohkan, Mitra Kukar beberapa musim lalu datangkan mantan pemain Aston Villa Marcus Bent. Nyatanya, prestasi tim berjuluk Naga Mekes tak mengilap, malah justru menukik tajam.

"Kalau anggaran ada pun, Persiba tidak akan memikirkan marquee player untuk saat ini, tapi tak tahu musim berikutnya. Walau dari sisi marketing dan sponsorship pasti melonjak, juga brand image klub pun naik berkat marquee player, tapi fokus ke tim sekarang untuk program jangka panjang karena marquee player tidak jaminan membawa klub berprestasi. Contohnya Mitra Kukar," jelasnya.

Selain Marcus Bent, Persija Jakarta sebelumnya juga datangkan pemain level Piala Dunia. Bersama Timnas Kroasia, Ivan Bosnjak, tampil di Piala Dunia 2010. Tapi, tak bisa berbuat banyak juga di skuat berjuluk Macan Kemayoran. "Kami tak sempat mikir marquee player. Tapi, kami juga tak takut bersaing melawan tim dengan pemain asing lebih banyak karena marquee player. Justru kami akan mencetak marquee player karena pemain asing setelah dari Persela jadi bagus," ungkap sekretaris tim Persela, Muji Santoso. (kmd/nan/ce4)

 

Published in GELORA SRIWIJAYA
Senin, 20 Maret 2017 06:35

Berburu Defender

PALEMBANG - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelontorkan dana Rp7,5 miliar pada masing-masing kontestan kompetisi Liga 1 membawa angin segar setiap klub. Termasuk dalam membantu belanja pemain tim Sriwijaya FC musim ini.

Asisten Manajer Sriwijaya FC, Muchendi Mahzarekki, mengaku belum berani menyebut, apakah akan mengalokasikan dana tersebut untuk membantu belanja pemain. Termasuk juga akan digunakan untuk membeli satu pemain dengan status marquee player layaknya Persib Bandung.

Muchendi menyebut, ini karena manajemen harus selektif menggunakan dana segar pada aspek kebutuhan tim. "Belum sampai ke sana. Jika memang benar ada subsidi Rp7,5 milir itu, kita berharap lancar dibayarkan dulu," ucapnya.

Wajar saja, untuk saat ini dana itu belum cair, jadi masih belum bisa digunakan untuk kebutuhan Laskar Wong Kito."Tapi memang, tentu klub sangat terbantu dengan uang itu nantinya," ucapnya.
Tapi dia belum berani bicara apa akan digunakan untuk membeli pemain top dunia atau tidak, itu karena manajemen harus menghitung-hitung lebih dulu kebutuhan tim. Belanja pemain, gaji pemain, dana operasional, biaya away, dan biaya lainnya, Sriwijaya FC harus hitung-hitung dulu.

Belum lagi, PSSI musim ini akan menggulirkan kompetisi Liga U-19. Laskar Mudo Wong Kito dan tim lain pasti akan kesulitan cari sponsor. Berbeda dengan tim senior yang sudah punya nilai jual.
Bila Liga U-19 digulirkan, manajemen juga harus memperhitungkan besaran biaya, mulai dari gaji pemain, biaya operasional hingga biaya away nantinya. "Kita akan pakai sesuai kebutuhan klub," ucapnya.

Pria yang kerap disapa Endi ini tampaknya memberikan isyarat akan mengambil sikap seperti Arema FC yang enggan latah menyikapi Persib mendatangkan mantan pemain Chelsea, Essien. Manajemen enggan gegabah menggunakan suntikan dana segar PSSI dan lebih selektif dalam menggunakan dana itu sesuai kebutuhan tim.

Hal senada diutarakan pelatih kepala Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, yang memilih mecari solusi lain ketimbang hanya membeli pemain marquee player. " Dibutuhkan atau tidak, kembali pada menajemen. Saya belum berani bicara sampai ke sana. Secara pribadi, saya lebih pilih tidak," tuturnya.

Widodo hanya menyarankan, kebutuhan tim saat ini lebih pada lini belakang. Ditariknya Zalnando ke Timnas U-22 dan masih belum fitnya kondisi Bio Paulin membuatnya terpaksa memutar otak. "Kalau ditanya butuh pemain, memang konsen kita pada defender. Butuh tandem Yanto Basna. Memang ini menjadi kekurangan kita dan harus bisa diatasi nantinya," tuturnya. (cj11/nan/ce4)

Published in ALL SPORT
Senin, 20 Maret 2017 06:24

Bidik Transaksi Rp50 Miliar

PALEMBANG - DPD Realestat Indonesia (REI) Sumsel komitmen beri dukungan untuk program sejuta rumah. Salah satu caranya dengan mengadakan event REI expo, 21 sampai 26 Maret mendatang. Lokasinya di Palembang Square (PS) Mall.

Sekretaris DPD REI Sumsel, Bagus Pranajaya Salam menuturkan, akan ada sekitar 49 stan yang ikut, di mana bukan hanya developer, melainkan juga perbankan dan lainnya. REI expo kali ini banyak penawaran menarik yang diberikan, khususnya bagi 13 developer rumah mewah ambil bagian di event kali ini.

“Selama event berlangsung, kami menargetkan dapat tembus transaksi Rp50 miliar,” katanya kepada Sumatera Ekspres. Akan banyak developer yang terlibat dalam pameran yang sudah rutin diadakan oleh DPD REI Sumsel tersebut. "Total ada sebanyak 49 stan yang ikut dan 88 persen peserta terdiri dari pengembang," jelasnya.

Tak hanya itu, perbankan juga akan terlibat dalam pameran, seperti Bank BNI 46, Bank Artha Graha, BSB Syariah, BSB Konvensional, Bank BTN, Bank Mandiri, dan Bank BTN Syariah. "Ada juga dari produk turunan, yaitu PT Cipta Mortal Utama yang merupakan produk semen," ujarnya.

Salah satu target yang ingin dicapai dalam pameran ini adalah meningkatkan penjualan rumah mewah. Sebab, tahun lalu penjualan rumah mewah yang hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualan rumah sebesar 7.000 sampai 8.000 unit di proyeksi tak banyak berubah, melihat dari awal tahun ini yang cenderung masih stagnan.

“Target dari REI tahun ini tetap sama, kontribusinya 10 persen. Namun, kami harap unit penjualan naik karena target penjualan secara all tahun ini kami optimis bisa tembus ke 10.000 unit,” paparnya. (rip/ce4)

 

Published in TOP NEWS
Senin, 20 Maret 2017 05:33

Fokus Pembiayaan Ritel

PALEMBANG – Sebagai perbankan syariah, Bank Muamalat terus berupaya hadapi persaingan. Salah satu caranya dengan membidik ritel untuk sektor pembiyaan. Konsumer dengan kredit perumahan (KPR) dan properti jadi andalan bank syariah ini.

Branch Manager Bank Muamalat Palembang, Wahid Fitria mengatakan, dari sisi pembiyaan, pihaknya punya dua produk yang memang disiapkan untuk membidik market ini, yaitu KPR angsuran super ringan dan pembiayaan properti bisnis.

“Tren tiga bulan tumbuh, overtarget malah dari yang ditetapkan sebesar Rp15 miliar per bulannya. Ini karena, dari sisi produk kami melakukan inovasi dengan menawarkan angsuran (bunga) termurah,” terangnya saat ditemui di sela acara donor darah Bank Muamalat di Kambang Iwak, kemarin (19/3).

Menghadapi persaingan, maka adanya inovasi produk seperti ini, di mana KPR angsuran super ringan 5 persen selama 6 tahun untuk program pengambilan kredit hingga 15 tahun, menjadi motor untuk target pertumbuhan di tahun ini. “Apalagi untuk program ini kami lakukan reguler dan berlaku untuk semua, baik untuk rumah baru maupun second,” paparnya.

Bukan hanya dari sisi properti untuk rumah tinggal, pihaknya juga ada produk pembiayaan properti bisnis dengan bunga/angsuran sama 5 persen, berlaku 10 tahun tenor, berlaku semua jenis properti (pembiyaan ini bersifat pengelolaan). “Pembiayaan ini kami sasar semua, untuk perumahan dan properti bisnis sampai 100 kreditur setiap bulannya. Untuk meminimum risiko, kami punya unit khusus (dari bidang risiko) untuk survei,” katanya.

Sedangkan dari sisi funding, pihaknya punya produk simpanan tabungan prima berhadiah. “Hadiah bisa tentukan sendiri dengan minimal Rp5 juta,” ujarnya. Sedangkan secara segmen, untuk DPK, Muamalat lebih menyasar ke institusi sekolah (pendidikan) dan universitas.

“Dengan sasaran ke pendidikan, kami di Muamalat banyak lakukan investasi ke sistem. Jadi, bukan hanya semata untuk mengejar nasabah, tapi juga memberikan kemudahan ke pihak sekolah dan universitas dalam memberikan sistem aplikasi mobile bagi siswa dan orang tua atau lainnya,” papar dia.

Jika di tahun lalu capaian Muamalat berada di level 85 persen sampai 90 persen dari target, maka tahun ini pihaknya yakin akan lebih baik. “Tahun lalu tumbuh, hanya saja kami memang tak capai target,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR), Bank Muamalat dari rangkaian milad ke-25 melakukan aksi donor darah di Kambang Iwak bekerja sama dengan PMI Kota Palembang. “Kegiatan ini sebenarnya kami lakukan rutin setiap minggu, tapi di lokasi berbeda,” katanya.(cj10/ce4)

Published in TOP NEWS

JAMBI – Ribuan batang kayu ilegal, ditinggalkan pembalak liar di kawasan PT Pesona Belantara, Desa Puding, Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi. Tim Intel Korem/042 Garuda Putih bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, mendapati kayu berbagai jenis itu terhampar di tepi parit.

Kayu temuan mencapai ratusan meter kubik itu, terdiri dari kayu meranti, kumpeh, meranti merah, balam, dan lainnya. “Di lokasi ditemukan sekitar 3.491 batang kayu aneka jenis,” kata Komandan Korem 042/Gapu, Kolonel Inf Refrizal, kemarin.

Untuk menuju lokasi, kata Refrizal, butuh perjualan. Selain jaraknya jauh, aliran sungai yang meluap di beberapa titik menuju lokasi. Sehingga saat petugas tiba, para pelaku sudah kabur ke hutan. “Terungkapnya ini dari informasi pemilik HPH PT Pesonan Belantara, dan masyarakat sekitar yang curiga atas aksi pembalakan liar yang sudah berlangsung sejak bulan lalu,” ungkapnya.

Lanjut Refizal, ribuan batang kayu di tepi parit selebar dua meter itu, sudah siap dihanyutkan ke sungai besar untuk dijual. Di lokasi, ditemukan pula enam pondok. Dua sebagai tempat istirahat dan bermalam, empat pondok lagi untuk kegiatan menggergaji/menggesek kayu.

Disebutnya, aksi illegal logging bukan hanya merugikan Negara. Namun bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, serta bencana banjir. ““Bila ada kemungkinan oknum aparat bermain dan membekingi aksi pembalakan liar, akan ditindak tegas,” tegasnya.
Kabid Konservasi Sumber Daya Alam Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Bastari, menambahkan ini pengungkapan kedua terbesar setelah tahun 2015 lalu. Lokasinya tidak jauh dari lokasi sekarang. “Sebelumnya berhasil diamankan tujuh pelaku, warga asal Lampung,” ujarnya.

Bastari mengaku, aksi pembalakan selalu dilakukan warga pendatang di sekitar kawasan HPH PT Pesona Belantara. Dari penghitungan sementara, barang bukti yang ditemukan sekitar 120-150 kubik kayu yang sudah diolah. Berbentuk balok ukuran 6x12, 12x12, 10x10, dan 8x12. “Ada pula enam motor yang dimodifikasi khusus untuk menggangkut kayu yang sudah diolah, untuk dialirkan ke parit,” paparnya.

Poprianto, Anggota DPRD Provinsi Jambi mengatakan, kawasan PT Pesona Belantara itu memang rawan terjadinya ilegal loging. Tak hanya itu, pembukaan lahan juga marak. “Ini harus ditindak tegas jika memang ilegal,” pintanya. (cok/pds/air)

 

Published in BERITA UTAMA
Senin, 20 Maret 2017 05:22

Kuasai 50 Persen Pasar Hard Candy

PALEMBANG – Menyasar ke pangsa pasar anak muda usai 15 tahun sampai 25 tahun, permen Mintz hadirkan varian terbaru dari dalam bentuk hard candy, yakni permen Mint Zing.

Branch Manager Permen Mintz, Adi Ferdian mengatakan, hadirnya varian terbaru dari permen ini, akan kian memperkuat penguasaan market permen Mint Zing di Tanah Air dengan optimistik bakal diterima baiknya varian terbaru ini di pasaran.

“Saat ini kami menguasai 50 persen dari market hard candy, dan 50 persen kontribusinya merupakan permen Mintz. Untu itulah, kami menghadirkan varian terbaru ini, dengan perhitungan potensi masih besar,” terangnya saat ditemui di event positif fest di lapangan DPRD Sumsel, Sabtu (18/3).

Hadirnya varian terbaru ini kian melengkapi varian yang telah ada sebelumnya, di mana permen ini memiliki total enam varian soft candy, yakni Mintz Double Mintz, Mintz Papermint, Mintz Lemonmint, Mintz Cehrrymint, dan Mint Zig Zag. “Sejak diluncukan 2009 lalu, permen ini sudah menarik perhatian anak muda. Oleh karenanya, target market utama kami memang anak muda, dan tak menutup untuk ke segmen lebih old dan anak-anak jika memang suka,” paparnya.

Diluncurkan secara nasional sejak akhir Februari lalu, permen Mintz Zing sudah mulai didistribusikan ke semua wilayah, di mana untuk sementara permen ini sudah beredar di market modern dan warung. “Targetkan kami tiga bulan ke depan sudah terdistribusi ke semua,” ujarnya.

Nah, bagi Anda penyuka permen dengan rasa mint segar, bisa menjadikan permen satu ini sebagai teman keseharian dengan rasa segar mint, mampu memberikan rasa zemerizing “semeriwing”. “Soal harga, permen ini kami pasarkan Rp5.500 per bungkus,” tandas dia.(cj10/ce4)

Published in HEADNEWS
Senin, 20 Maret 2017 05:21

DPK Tumbuh 70,9 Persen

PALEMBANG - Perbankan Syariah Maybank Indonesia mencatat kinerja yang kuat sepanjang 2016. Total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 70,9 persen dari Rp6,4 triliun menjadi Rp10,9 triliun.

“Total pembiayaan tumbuh 61,2 persen dari Rp8,7 triliun pada Desember 2015 menjadi Rp14,0 triliun pada Desember 2016,” kata Head Syariah Banking Maybank Indonesia, Herwin Bustaman. Sedangkan asetnya, tercatat naik 45,3 persen menjadi Rp23,2 triliun dengan laba bersih naik 61,9 persen menjadi Rp466,2 miliar pada Desember 2016 dari Rp287,9 miliar pada Desember 2015.

Untuk kembali meneruskan kinerja positif tersebut, bank ini membuka cabang baru syariah, Kantor Cabang (KC) Syariah Palembang. Herwin yang melakukan peresmian menuturkan, ini merupakan bagian dari upaya Maybank Indonesia untuk memperluas jangkauan layanan perbankan, khususnya syariah kepada masyarakat.

“Ini diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat Palembang dalam mengakses produk dan layanan perbankan berbasis syariah. Selain itu, pembukaan KCS ini merupakan wujud komitmen Maybank Indonesia dalam menerapkan strategi sharia first yang memprioritaskan produk syariah selama relevan dan sesuai kebutuhan nasabah, baik nasabah baru maupun nasabah existing,” tukasnya. (rip/ce4)

 

Published in HEADNEWS
Senin, 20 Maret 2017 04:26

JK Hadiri Kremasi Wakil PM Kamboja

JAKARTA – Hubungan dekat Indonesia dan Kamboja terjalin begitu erat. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyempatkan hadir langsung dalam upacara kremasi Wakil Perdana Menteri Kamboja Sok An di Phnom Penh. JK berangkat pagi subuh dan langsung pulang sore hari kemarin (19/3).

Juru bicara Wapres Husain Abdullah menuturkan hubungan baik Indonesia dan Kamboja itu sudah terjalin cukup lama mulai zaman Soekarno. Bahkan, kedutaan besar Indonesia di Kamboja sudah ada sejak 1955.

”Secara khusus pak JK menjadi ketua Centrist Asia Pacific Democrates International (CAPDI) nah wakil perdana menteri Kamboja jadi anggotanya. Jadi hubungannya begitu dekat,” ujar Husain kemarin.

JK yang hadir bersama Mufidah Jusuf Kalla menyampaikan bela sungkawa mewakili pemerintah Indonesia. ”Kehadiran pak JK ini cukup penting untuk dukungan moril dari seorang sahabat. Makin mempererat hubungan dua negara juga,” tambah dia.

Dia menuturkan perjalanan ke Kamboja itu juga memang singkat. Tidak sampai 24 jam. Husain mengungkapkan rombongan berangkat sekitar pukul 04.00 dari bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Lantas tiba di Jakarta sekitar pukul 17.00. di Kamboja, JK juga punya agenda dengan Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen,di Istana PM Kamboja, Peace Palace.

”Pak JK juga bertemu dengan warga Indonesia di Kamboja. Pertemuan informal di kedutaan,” imbuh pria yang akrab disapa Uceng itu. Pertemuan tersebut tidak secara spesifik membahas isu-isu tertentu. Menurut dia, pertemuan itu berlangsung tak terlalu lama karena JK harus balik pada siang hari ke Jakarta. ”Dari Kamboja pukul 14.00 waktu setempat,” jelasnya.

Hubungan Indonesia dan Kamboja memang cukup erat dan dekat. Indonesia pernah menjadi pengamat dalam masalah perbatasan Kamboja dan Thailand pada 2012. Indonesia juga mendukung keanggotaan Kamboja dalam ASEAN pada 1999. (jun/air)

Published in INTERNASIONAL
Senin, 20 Maret 2017 04:14

Raih Agoda Circle Award

PALEMBANG – The Arista Hotel Palembang kembali terima penghargaan bergengsi setelah di pertengahan Desember 2016 lalu, menerima penghargaan Indonesia Travel & Tourism Awards 2016/17 sebagai Indonesia Leading Independent Hotel 2016/17, tahun ini mendapat apresiasi dari situs travel online, Agoda.com, dalam acara Agoda Gold Circle Awards 2016 ke 8. Public Relation The Arista Hotel Palembang, Alan Budiman mengatakan, penghargaan ini diterima pihaknya, 18 Maret 2017, di The St. Regis Bali Resort untuk ajang Agoda Gold Circle Awards.

Ajang ini merupakan penghargaan yang diberikan Global Partner Service at Agoda yang bergerak di industri pemesanan hotel dan travel secara online kepada sejumlah badan usaha di bidang industri perhotelan di berbagai belahan dunia dengan negera penerima penghargaan di tahun ini mencapai lebih dari 40 negara dan melibatkan lebih dari 400 hotel yang tersebar di berbagai belahan benua.

“Penghargaan ini didapat berdasarkan beberapa pertimbangan, di antaranya memiliki ulasan terbaik dan rekomendasi pelanggan, harga kompetitif, dan Yield Control System (YCS) yang terjaga antara Agoda.com & The Arista Hotel Palembang,” terangnya, kemarin (19/3).

Keberhasilan atas penghargaan ini, lanjut Alan, sebagai Winner Agoda Gold Circle Awards 2016 ke-8 yang diraih, tentunya didedikasikan dan tidak terlepas dari dukungan, kepercayaan para tamu, dan berbagai pihak terkait atas hasil kerja keras seluruh staf dan manajemen sejalan dengan komitmen dan konsistensi owning company The Arista Hotel Palembang dalam turut menyokong kemajuan Kota Palembang di Indonesia.

“Ini merupakan salah satu bukti atas keseriusan dan kesiapan The Arista Hotel Palembang menyambut perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia sebagai tuan rumah Asian Games 2018,” pungkasnya.(cj10/ce4)

Published in EKONOMI
Senin, 20 Maret 2017 02:07

Gulung Pemain dan Pemakai Narkoba

SUMSEL–Peredaran narkoba tak ada putusnya. Anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumsel meringkus enam pengedar. Total barang bukti yang diamankan yaitu 250 butir pil ekstasi dan sabu seberat 20, 53 gram.

Tiga tersangka ditangkap Kamis (16/3) di loket bus antar kota di Jl SMB II Sukarami. Mereka, Leo ( 23), Fauzi (23), dan Sidarni (24). Dari ketiganya, disita sabu 20, 06 gram dan 150 butir ekstasi warna cokelat berbentuk Bintang.

Tiga tersangka lain, Meidhian (33), yang ditangkap di Jl Jendral Sudirman Km 2,5 dengan barang bukti 100 butir ekstasi. Lalu, Neti (23) dan Pendi (24) ditangkap di Jl Palembang - Tanjung Api - Api, Kecamatan Tanjung Lago, dengan barang bukti 0, 47 gram sabu.

“Mereka ini pengedar narkoba di wilayah masing-masing,” ujar Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Tommy Aria Dwianto melalui Kasubdit III AKBP Syahril Musa. Terpisah, Jumat (17/3) malam, Satnarkoba Polres OKU Selatan menggulung sindikat pengedar dan pengguna narkoba. Penangkapan di kawasan Simpang Sender, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah.

Mulanya, petugas menangkap Aidil (20) dan Charles (23), usai transaksi narkoba. Dari mereka disita satu paket sabu seberat 0,14 gram dan lainnya. Dari pengakuan keduanya, petugas menggerebek rumah Ali. Di sana, didapatkan Ali, yang sedang pesta sabu.

“Anggota langsung melakukan penangkapan setelah mendapatkan informasi tentang transaksi dan pesta narkoba,” jelas Kapolres OKU Selatan AKPB Dra Ni Ketut Widayana Sulandari melalui Kasat Narkoba Iptu Zulkifli SH MHum.

Dalam penggeledahan, di belakang cincin Ali didapati sisa sabu. “Dia menjual sebagian sabu kepada Ramdan,” bebernya. Anggota lalu menggerebek Ramdan. Darinya disita satu paket sabu seberat 0,33 gram.

Terpisah, dua pemain narkoba diciduk anggota Satres Narkoba Polres Ogan Ilir. Keduanya, Agustin alias Nando (21), warga Kecamatan Inderalaya Utara. Penangkapan berlangsung di rumahnya Sabtu(18/3) sekitar pukul 07.00 WIB, tanpa perlawanan.

Dia rupanya baru pulang transaksi. “Darinya disita empat paket sabu seberat 0,80 gram, pireks, sekop plastik dan lainnya,” kata Kasat Narkoba Polres Ogan Ilir AKP M Darmawan melalui KBO Narkoba, Ipda Sutanto. Pengakuan tersangka, sabu dibelinya dari seseorang berinisial K, warga 7 Ulu Palembang. “Baru tiga kali aku jual sabu-sabu ini,” cetusnya.(vis/dwa/sid)

Published in HEADNEWS
Halaman 1 dari 5

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca