Items filtered by date: Sabtu, 18 Maret 2017
Minggu, 19 Maret 2017 06:39

Ratusan Anak Sungai Lenyap

PALEMBANG – Banyak sungai dan anak sungai di metropolis tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Terjadinya pendangkalan, akibat lumpur dan sampah membuat ratusan aliran sungai lenyap. Jika sebelumnya terdapat sekitar 350 sungai dan anak sungai di Kota Pempek, kini hanya tinggal 99 aliran.

“Sungai tidak lagi bisa berfungsi sebagai sungai. Sedangkan sungai dipengaruhi pasang surut,” ujar Wali Kota Palembang H Harnojoyo saat menjadi pembicara utama pada seminar peringatan Hari Air Sedunia 2017 di aula serbaguna Pascasarjana Unsri, kemarin (18/3).
Orang nomor satu di Pemkot Palembang itu menyampaikan materi soal gerakan gotong royong membersihkan sungai untuk generasi sekarang dan akan datang. Kegiatan dibuka Wakil Rektor 3 Unsri, Dr dr Zulkarnain mengambil tema, “Air dan Air Limbah”, air sebagai penentu hidup dan kehidupan dalam pembangunan berkelanjutan.

Dalam acara itu juga ada pelantikan Ikatan Alumni Doktor Lingkungan periode 2016-2020, yang diketuai Dr Ir Apriadi. Menurut Harno, sebetulnya sudah ada Perda Sampah Nomor 3 tahun 2015 yang tegas dengan sanksi. Membuang sampah denda Rp50 juta, atau kurungan 3 bulan.
Namun, kata dia, belum bisa diterapkan maksimal karena sungai masih banyak kotor. “Itu bisa dilakukan kalau sungai sudah bersih, kita akan berlakukan tegas bila masyarakat tidak peduli,” ucapnya.

Wako juga menyampaikan berbagai persoalan sungai. Seperti pendangkalan sungai, masyarakat yang masih membuang sampah di sungai. Lalu, belum terkelola limbah rumah tangga, bangunan berdiri di bantaran sungai, bahkan di atas sungai. Serta sungai menjadi menjadi tempat buang sampah.

Hal itu berdampak menurunnya kualitas permukiman, fungsi sungai kurang dan sebabkan genangan air. Juga bisa mengakibatkan berkurangnya daya tarik wisatawan, pengaruhi event nasional dan internasional. Bila tidak diantisipasi dikhawatirkan bisa berdampak.

Apalagi, kata dia, Sumsel akan melaksanakan Asian Games 2018. Pihaknya pun terus melakukan berbagai upaya menjaga pelestarian lingkungan. Mulai dari pembersihan sungai setiap Minggu, normalisasi sungai, pembangunan pompa di Sungai Bendung, bongkar bangunan liar di bantaran sungai. Juga sosialisasi secara formal dan nonformal.

Bahkan ia mengklaim berbagai program tersebut tak hanya membuat lingkungan bersih, tapi juga menghemat anggaran mencapai Rp25 miliar per tahun. Wako berharap ke depan, sungai kembali berfungsi, tercipta lingkungan yang bersih, serta mewujudkan sungai menjadi tempat wisata yang berkelas dunia. Dia berpesan jangan lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah.

Ketua Panitia, Prof Dr Ir Robianto Hendro Susanto menyatakan siap membantu Wako mengurus Kota Palembang. “Kita ingin mahasiswa, alumni dan dosen terlibat,” katanya. Bagaimana ke depan, tiap perguruan tinggi bisa membantu persoalan sungai di dekat wilayahnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi apa yang sudah dilakukan pemkot Palembang. Saat ini, kata dia, genangan banjir sudah berkurang. Tersedia kotak sampah. Kegiatan seminar, sebutnya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mereka seperti penghijauan.

Direktur Pascasarjana Unsri, Prof Dr Amin Rejo menyampaikan di Pascasarjana Unsri ada prodi lingkungan S2 dan S3. Dia mengatakan Unsri, siap membantu program Wako. “Kita merespons itu, sesuai dengan program Wako untuk kebersihan lingkungan,” katanya. (bis/vin)

Published in TOP NEWS
Minggu, 19 Maret 2017 05:32

Perolehan Poin dan Medali Ketat

PALEMBANG – Pelaksanaan lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Palembang resmi berakhir kemarin (18/3). Berdasarkan hasil penilaian dan rapat dewan juri, akhirnya Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL) ditetapkan sebagai juara umum dalam ajang yang digelar di Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.


Hasil penilaian dari babak penyisihan, semifinal hingga final, Kecamatan AAL meraih 65 poin dan berhak menjadi juara umum,” ujar Ketua Panitia MTQ Kota Palembang, H Darami SIP SPdI yang ditemui usai membaca surat keputusan hasil rapat dewan juri di Masjid Nurul Yaqin, kemarin.

Sementara itu, untuk runner up 1 dan 2 masing-masing diraih oleh Kecamatan Ilir Barat II (56 poin) dan Kecamatan Sako (50 point). “Secara hasil perolehan poin dan medali, ketiganya sangat rapat. Namun demikian, sudah cukup untuk mengungguli daerah lain,” terangnya.

Sedangkan berdasarkan peringkat, tetap menjadi milik Kecamatan AAL. Disusul oleh Ilir Barat II, Sako, Seberang Ulu I, Kemuning, Plaju, Seberang Ulu II, Bukit Kecil, Ilir Timur II, Ilir Barat I, Sukarami, Gandus, Sematang Borang, Ilir Timur I. “Peringkat 15 dan 16 didapat oleh Kecamatan Kertapati dan Kalidoni,” tegasnya.

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, secara keseluruhan pelaksanaan MTQ kali ini berjalan dengan baik. Namun yang lebih penting dari semua itu, membiasakan masyarakat agar senantiasa membaca Alquran.

MTQ sudah selesai, tapi jangan sampai ketika ini berakhir kita juga tidak lagi membaca Alquran. Sebab, ini harus dapat membumi dan Alquran terus dibaca sepanjang waktu,” bebernya diamini Wakil Wali Kota, Fitrianti Agustinda.
Camat AAL, Syariansyah Ismail SSTP MM mengatakan, dirinya tidak menyangka bisa menjadi juara umum. Pasalnya, secara kualitas dari seluruh peserta sangat merata. Namun memang, sebelum tampil peserta diminta untuk bisa menunjukkan kemampuan dan tidak dibebani dengan target yang tinggi. “Ternyata, hasilnya sangat di luar dugaan dan bisa jadi juara umum,” ucapnya. (afi/vin/ce2)

Published in METROPOLIS
Minggu, 19 Maret 2017 05:31

Biaya Modifikasi Lebihi Harga Mobil

PALEMBANG – Demi kepuasan, para pecinta mobil rela mengeluarkan biaya gila-gilaan untuk memodifikasi kendaraan miliknya. Bahkan, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai ratusan juga rupiah, melebihi harga beli mobil itu sendiri.


Seperti pada event modification contest bertajuk “Satu untuk Selamanya” yang di inisiasi oleh City Club Indonesia yang disponsori Rajawali Apartmen dan Village. Mobil Toyota Avanza dimodifikasi penuh dengan biaya mencapai hingga Rp400 juta.

Nilai tersebut jauh melebihi harga mobil multi purpose vehicle (MPV) itu di pasaran. Termasuk mobil keluaran baru. Dengan biaya sebesar itu, mobil diubah ekterior dan interiornya. Pintu mobil dibuat membuka ke atas layaknya mobil sport mahal.

Ketua Panitia Event Modification Contest, Wendy Ansa mengatakan, event kali ini ditujukan untuk semua klub mobil. Antusias terhadap event sangat besar. Terbukti dari target 70 peserta, event diikuti 73 peserta. “Bahkan ada 13 yang ditolak karena space yang terbatas,” terangnya.

Perwakilan Rajawali Apartmen dan Village, Fahmi menambahkan, pihaknya menyambut baik event tersebut. “Ini event yang bagus, kami sebagai pengelola tentu menyambut baik. Ke depan diharapkan dunia otomotif terus berkembang,” tukasnya. (cj10/vin)

Published in HEADNEWS
Minggu, 19 Maret 2017 04:43

KPK Ingin Sembunyikan 37 Anggota DPR

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar ingin menyimpan rapat-rapat 37 nama anggota DPR (2009-2014) yang diduga menerima aliran korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Buktinya, KPK menyatakan bila nama-nama tersebut bukan pihak yang memiliki peran aktif dalam mega korupsi e-KTP.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menjelaskan, 37 anggota DPR misterius tersebut bukan sebagai orang yang mengetahui banyak soal grand design korupsi e-KTP. Pun, Laode menyebut uang panas yang diduga mengalir ke 37 dewan bisa jadi merupakan honorarium selama setahun membahas e-KTP di DPR. “Sekitar US$13-18 ribu, atau paling maksimum Rp 200 juta,” ujarnya.

Laode juga menyatakan bahwa nama-nama tersebut tidak terlalu intensif diperiksa saat penyidikan e-KTP. Dengan demikian, sangat kecil kemungkinan bila 37 nama tersebut masuk kelompok pihak yang ikut serta merencanakan terjadinya korupsi. “Kalau dipanggil-panggil, orang-orang yang di kelompok itu memang ada kami ketahui dan pasti akan diketahui informasinya,” dalihnya.

Sebagaimana diketahui, dalam surat dakwaan jaksa KPK, 37 anggota DPR yang tidak disebutkan namanya itu diduga menikmati uang haram. Masing-masing berkisar US$5.000 (Rp 65 juta) dan US$10.000 (Rp 130 juta). Uang itu merupakan pemberian Andi Agustinus alias Andi Narogong melalui Arief Wibowo (PDIP) sebelum masa reses Oktober 2010 lalu.

Meski demikian, Laode tidak akan tinggal diam bila kluster legislatif terbukti turut serta dalam perencanaan mega korupsi e-KTP. Khususnya Ketua DPR Setya Novanto, Laode bakal melihat sampai sejauh mana kelengkapan alat bukti untuk menjerat ketua umum Partai Golkar itu. “Kami lihat mana yang paling banyak buktinya, paling banyak keteranganya, banyak mengetahuinya,” ujarnya. (tyo)

 

Published in NASIONAL
Minggu, 19 Maret 2017 04:26

Truk Hantam Tiang LRT

Diduga rem blong, truk tonase berat “mencium” tiang Light Rapid Transit (LRT) di simpang lampu merah Tanjung Api-Api (TAA), kemarin (18/3) sore. Truk melaju dari arah TAA menuju Jl Soekarno Hatta. Kejadian sempat mengakibatkan kemacetan lalin di lokasi.

Published in HEADNEWS
Minggu, 19 Maret 2017 03:41

Tekan Kebocoran Jadi 18 Persen

PALEMBANG – Berbagai upaya dilakukan PT Adhya Tirta Sriwijaya (ATS) Palembang untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan, khususnya di kawasan bandara. Dalam waktu dekat akan dilakukan pemasangan pipa sepanjang enam kilometer.


Direktur Utama PT ATS Palembang, Mugiarto mengatakan, saat ini tim tengah melakukan survei di lapangan. Kemudian tingkat kebocoran akan ditekan menjadi 18 persen dari 20 persen. “Kami siapkan program penggantian meter air yang usianya sudah di atas lima tahun,” tukasnya. Tahun ini, pihaknya menargetkan ada seribu pelanggan baru. “Kami optimis ini tercapai karena banyak depelover yang membangun permukiman baru,” ucapnya.

Sementara itu, suasana berbeda pada peringatan Hari Air Sedunia XXV di metropolis, kemarin (18/3). Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda SH mendongeng, mengajak anak-anak untuk peduli lingkungan.

Menurut Finda, panggilan akrabnya, kesadaran menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sehingga mereka tidak membuang sampah sembarangan dan mengakibatkan banjir. “Wali Kota Palembang saat ini tak bosan mengajak masyarakat menjaga lingkungan,” ujarnya.

Upaya melestarikan lingkungan salah satunya menjaga ketersediaan sumber air bersih. Saat ini, terangnya, masih banyak masyarakat membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai. Maka itu, edukasi terhadap anak-anak agar menjaga sumber air sangat penting.

Mereka lah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk berhemat, menggunakan air secukupnya. “Jumlah penduduk semakin banyak sehingga kebutuhan air juga meningkat,” cetusnya. (uni/vin/ce2)

Published in EKONOMI

Ada informasi menarik yang diungkap Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Agung Budi Maryoto, dalam pemusnahan narkoba di Mapolda, Kamis lalu. Salah seorang pengendali peredaran narkotika merupakan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Lampung.


Tentu ini bukan sekadar angin lalu. Pada 21 Februari lalu, Polda Jambi membongkar jaringan narkoba internasional dengan menyita ekstasi asal Belanda dan sabu-sabu asal Tiongkok. Peredaran 993 butir ekstasi dan 1,9 kg sabu senilai Rp4,3 miliar itu dikendalikan narapidana (napi) di empat Lapas di Sumatera.

Yakni, napi di Lapas Jambi, Palembang, Lampung, dan Medan. Sebelumnya, pada rentang 4-14 Februari, lima kurir narkoba diciduk Ditresnarkoba Polda Jambi. Mereka mengaku mendapat narkoba dari jaringan lapas.

Tersangka Ahmad Sumarna alias Andi (37), warga Kabupaten Tanjab Barat, Jambi, ditangkap 4 Februari. Barang buktinya, empat paket SS dan sepucuk senpi rakitan berikut dua butir peluru. Dari dia, muncul nama Deni. Ardenyansah alias Deni (38), warga Kabupaten Bungo, Jambi, ditangkap 9 Februari.

Dari dashboard mobil Avanza yang meluncur dari Palembang, didapati 993 butir ekstasi logo 8. Dia mengaku hendak mengantarkan pil itu kepada Ian Obeng. Polisi pun mencokok Apriliana Dwi alias Ian Obeng (29) warga Kota Jambi. Pengendali ekstasi senilai Rp300 juta itu napi berinisial M di Lapas Klas IIA Jambi, diperoleh dari seorang napi di Lapas Palembang.

Subdit III Ditresnarkoba Polda Jambi mendapat informasi akan ada pengiriman sabu dari Medan tujuan Lampung melalui jalur darat. 14 Februari, polisi mengadang bus RAPI di SPBU Jalan Lintas Timur, Desa Rengas Bandung, Kabupaten Muarojambi. Dicokoklah Muhammad alias Amat (57) warga Lampung Selatan dan Agam (21) warga Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Keduanya membawa tas berisi 1,9 kg SS yang dibungkus dalam kemasan teh, senilai Rp4 miliar. Sabu itu dipesan napi Lapas Lampung dari napi di Lapas Medan. Jadi kurir, Amat dijanjikan upah Rp40 juta. Berbekal ungkap kasus itu, jajaran Polda Sumsel berusaha mengungkap napi di Lapas Palembang.

Kata Agung, Polda Sumsel akan meningkatkan sinergisitas dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel dan Lapas-Lapas yang ada di Sumsel. “Kami sepakat memberantas jaringan narkoba ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya pengedar atau kurir saja, tapi juga pengedar dan pengendalinya,” kata Agung.

Apalagi, mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri ini mengatakan, dari salah satu kurir narkoba yang ditangkap Polda Sumsel, didapat informasi bahwa pengendali peredaran narkoba justru tahanan yang berada di sebuah Lapas di Lampung.

Karena itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajaran Polda Lampung untuk memberantas jaringan ini. “Itu salah satunya sinergi yang akan kami bangun. Jaringan di Lapas, harus diungkap,” tukasnya.
Disadari betul, pemberantasan narkoba tidak boleh setengah-setengah, melainkan harus maksimal. “Jika tidak diberantas dari sekarang, itu akan berbahaya bagi generasi yang akan datang,” ucap Kapolda.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, mengaku saat ini sedang membidik sejumlah pelaku yang masuk kategori besar (bandar). “Sedang dalam persiapan dan koordinasi. Yang jelas, pelaku yang mencoba melawan dan membahayakan petugas dan masyarakat, akan berakhir di kamar jenazah,” kata Tommy.

Rinciannya, 1.250 gram atau 1,25 kg sabu dan 3.986 butir ekstasi atau diestimasi senilai Rp3,5 miliar. Narkoba tersebut didapat dari 6 tersangka yang diringkus “Tim Pemburu Narkoba” Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel rentang 17 Januari-14 Maret 2017.

Terpisah, sepanjang 2016, jajaran Satuan Narkoba Polresta Palembang juga telah memusnahkan banyak barang bukti narkoba. Diantaranya, 1 kg sabu. “Ada 2.000 butir ekstasi yang dikirim untuk dimusnahkan di Polda Sumsel,” jelas Kasat Narkoba Kompol Rudiansyah.

Kepala BNN Provinsi Sumsel, Brigjen Pol Anthoni Hutabarat memastikan sinergisitas dengan Polda Sumsel semakin kuat. “Kami saling berikan informasi terkait pencegahan dan pemberantasan narkoba,” kata Anthoni.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumsel, Sudirman D Hury menegaskan, narkoba musuh bangsa. Pihaknya akan mengantisipasi agar narkoba tidak menyusup ke lapas, rutan dan cabrutan di wilayah Sumsel.
“Kami selalu lakukan pembinaan terhadap petugas, khususnya bagian pengamanan di pintu utama agar selalu waspada,” katanya. Dalam waktu dekat, Kanwil Kemenkum-HAM akan bekerja sama serta mengadakan penandatanganan MoU dengan Polda dan BNN Sumsel untuk menjadikan Lapas bebas narkoba. (vis/chy/ce4)

Published in BERITA UTAMA
Minggu, 19 Maret 2017 02:22

Dokter Larang Jupe ke Jepang

Rencana keluarga dan para sahabat untuk membawa Julia Perez berobat ke Jepang, terpaksa ditunda. Pasalnya, dokter RSCM belum mengizinkan Jupe untuk keluar rumah sakit. Terlebih, tadi malam kondisi kesehatan Jupe‎ memburuk lagi. "Belum bisa dibawa ke mana-mana Jupe-nya. Mama sih berharap sebelum di bawa ke sana (Jepang), Jupe sudah sembuh di Indonesia," kata Sri Wulansih, ibunda Jupe.

Keinginan membawa Jupe berobat ke Jepang, menurut ‎Sri, selain keinginan keluarga juga ditopang para sahabat putrinya itu. Dukungan moril dan materiil dari rekan-rekan Jupe tidak putus-putusnya. ‎Sri juga mengungkapkan kesedihannya melihat penderitaan Jupe. "Mama penginnya Jupe sembuh, apapun akan kami lakukan demi kesembuhan Jupe," tandasnya.

Kondisi kesehatan Julia Perez yang turun naik membuat keluargnya cemas. Mereka bingung Jupe kadang terlihat sehat, tapi tiba-tiba drop lagi. "Aduh mama sampai bingung lihat Jupe. Sudah kelihatan kuat, tapi drop lagi. Jumat malam malah ngedrop banget," kata Sri Wulansih, ibunda Jupe.

Yang membuat keluarga Jupe tambah cemas, pelantun Belah Duren ini ‎sering demam tinggi. Belum lagi trombositnya yang turun."Jangan kan kami, dokter saja nggak tahu kenapa sampai Jupe demam tinggi. Pokoe keluarga dibuat cemas," tambah Anggi, adik Jupe.

Pengobatan Julia Perez yang sudah sebulan lebih dirawat di RSCM, sudah menelan dana cukup besar. Kabarnya, Jupe akan menjual rumahnya untuk menutupi biaya rumah sakit. Namun, informasi tersebut‎ dibantah keluarga Jupe. Menurut Sri Wulansih, ibunda Jupe, tidak ada niatan menjual rumah. "Wah belum sampai ke situ deh. Alhamdulillah masih bisa ketutup meski Jupe nggak kerja sebulan lebih," ujar Sri, didampingi adik Jupe, Anggi, di acara Go Spot.

Menurut keduanya, bantuan untuk Jupe terus mengalir dari sahabat artis sensasional tersebut. Malah mereka akan menggalang dana untuk pengobatan Jupe. "Kami juga nggak tahu info itu dari mana. Nggak ada terlintas di pikiran menjual rumah. Info tersebut hoaks," tegas Anggi. (esy/jpnn/nan)

Published in HIBURAN
Sabtu, 18 Maret 2017 23:20

Tinggalkan Captain America

LOS ANGELES – Film keempat Avengers yang tayang pada 2019 sangat mungkin menjadi film terakhir Chris Evans sebagai Steve Rogers a.k.a Captain America. Hal itu diungkapkan sang aktor dalam wawancaranya dengan Esquire. Evans mengisi cover edisi terbaru majalah tersebut. Pria kelahiran Boston, Massachusetts, 13 Juni 1981, itu memikirkan untuk gantung perisai setelah kontraknya dengan Marvel berakhir pasca installment Avengers tersebut.

Evans memaparkan, menjadi Captain America merupakan tugas sepanjang tahun. Dia harus bekerja ekstrakeras untuk membentuk badan agar selalu fit saat mengenakan kostum merah-putih-biru Captain America. Masa syuting menghabiskan waktu sekitar lima bulan, belum ditambah kewajiban promo film setelahnya. Jika masih terikat dengan label superhero, dia hanya memiliki sedikit waktu untuk mengerjakan project lainnya.

Evans ingin bekerja di balik layar sebagai sutradara. Sang aktor juga ingin memerankan karakter lainnya yang lebih humanis. Dia mencontohkan perannya dalam Gifted yang rilis bulan ini. Evans menangis saat membaca skripnya. Dia memerankan Frank Adler. Setelah melalui serangkaian kejadian tragis, Adler menjadi ayah pengganti bagi keponakannya, Mary, gadis cilik genius dengan IQ setara Einstein. Adler berusaha sekuat tenaga mencegah orang lain mengetahui hal itu. Sebab, dia telah menyaksikan apa yang terjadi ketika seorang anak genius dipaksa terlalu keras.

Evans merasakan hal berbeda ketika memerankan Steve Rogers dan Frank Adler. ”Sebagai Steve Rogers… meski saya berada di film raksasa dengan bujet luar biasa dan kostum ’aneh’, saya tetap dalam pencarian dari kebenaran karakter,” tuturnya.

Sementara itu, memerankan karakter Adler lebih terasa dekat baginya. ”Saya ingat Julianne Moore berkata, ’Penonton tidak datang untuk melihatmu. Mereka ingin melihat diri mereka sendiri,’,” papar Evans. Adler adalah sosok yang bisa ditemukan dalam diri penonton. ”Mereka akan lebih mudah mengidentifikasi karakter Adler daripada Steve Rogers,” imbuhnya.

Sementara itu, syuting untuk Avengers: Infinity War mengambil lokasi, antara lain, di Atlanta, Georgia, Edinburgh, dan Glasgow. Film tersebut dikabarkan akan menjadi klimaks franchise skuad superhero andalan Marvel itu. Bagian pertama direncanakan rilis pada 4 Mei 2018 dan bagian kedua 3 Mei 2019. (nor/c6/ayi)


Jalan Evans sebagai Captain America
-Pada 2010, Marvel menawarkan kontrak sembilan film kepada Evans. Namun, Evans hanya menandatangani tidak lebih dari enam film.
-2011 Debut Evans sebagai Steve Rogers dalam Captain America: The First Avenger.
-2012 Sosok Captain America muncul dalam The Avengers bersama superhero lainnya.
-2014 The Winter Soldier menjadi film ketiga Evans sebagai Captain America.
-2015 Tampil dalam Avengers: Age of Ultron.
-2016 Sekuel Captain America: Civil War tayang.
Spekulasi Evans tanggalkan kostum Captain America mulai berembus.
-2017 Proses syuting untuk dua film Avengers.
-Avengers: Infinity War Part 1 dijadwalkan rilis pada 2018. Part 2 pada 2019.

Published in HEADNEWS
Sabtu, 18 Maret 2017 23:07

Tewas di Simpang Lampu Merah

PALEMBANG - Sejumlah pengendara yang melintas di simpang empat lampu merah Palembang Indah Mall (PIM) dikejutkan dengan terjadinya pengeroyokan, tadi malam (18/3). Jefri (35), pria yang dikeroyok terkapar bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya.


Posisi persisnya di bawah tiang lampu merah, sisi kiri depan pagar PIM. Anggota tim pengurai kemacetan (TPK) Satlantas Polresta Palembang yang tengah patroli langsung mendatangi lokasi begitu mendapatkan laporan masyarakat. Saat itu, para pengeroyok korban telah kabur.

"Kami dapat laporan sekitar pukul 18.45 WIB, lakukan identifikasi awal. Ternyata korban telah meninggal dunia,"ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Palembang, Iptu A Rizal, di lokasi kejadian.

Belakangan diketahui identitas korban, buruh bangunan yang tinggal di Rusun Blok 50 Lantai I No. 19. Dia tinggal bersama bibinya, setelah berpisah dengan sang istri. Belum dapat dipastikan siapa pelaku pengeroyok korban. Hanya, setelah unit identifikasi datang, Jeffri diketahui mengalami lima luka tusuk.

Empat luka tusuk di punggung, satu dirusuk kanan. "Dibawa langsung ke RS Bhayangkara, segera diselidiki,"singkat Kapolsekta IB I, Kompol Handoko Sanjaya SIK, didampingi Kanit Reskrim Iptu Irsan Ismail. Di lain pihak, Yuli (50) kakak sepupu perempuan Jefri, mengaku terkejut saat mendapat informasi adiknya tewas.

"Dapat kabar, Jefri meninggal depan PIM," ujar dia. Padahal, petang kemarin, sebelum kejadian, korban sempat singgah di warung tempatnya berdagang. Tak ada firasat sebelumnya. Korban juga tak bercerita jika ada masalah terkait kerja atau kehidupan sehari-hari. "Ada yang bilang dia dikeroyok lebih dari tigo wong," tutur Yuli.

Keluarga berharap, polisi dapat segera menangkap para pelakunya. "Dia sudah pisah dengan istrinya. Punya anak satu, ikut sang istri di Jawa. Orangnya pendiam. Makanya kami terkejut tahu dia dibunuh," sesalnya. (aja)

Published in HEADNEWS
Halaman 1 dari 6

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca