Items filtered by date: Rabu, 15 Maret 2017
Kamis, 16 Maret 2017 06:59

Apresiasi Pengolahan Sampah Kota

PALEMBANG – Program pengolahan sampah di metropolis mendapatkan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kehutanan RI. Pengolahan sampah melalui bank sampah dan gotong royong mampu mengurangi sampah dengan signifikan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Wali Kota Palembang, Harnojoyo menegaskan, pihaknya punya komitmen besar terhadap pengelolaan sampah ini.

Untuk itu, disiapkan berbagai langkah pengolahan sampah baik dari hulu hingga hilir. "Bagaimana sampah ini bermanfaat, dapat digunakan masyarakat," katanya di sela-sela pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah dan Rapat Kerja (Raker) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (15/3).

Di antaranya, sambung dia, membentuk bank sampah. Saat ini pemkot punya 47 bank sampah yang dibentuk masyarakat dan pihak swasta. Ini tersebar di seluruh kecamatan. “Kita akan memperbanyak bank sampah karena ini adalah salah satu upaya menangani permasalahan sampah,” ungkap dia.

Selain bank sampah, sambung Harnojoyo, pihaknya membuat incinerator. Sebab, walaupun sampah sudah dikelola dan dikurangi tapi ada yang tidak bisa diolah. "Ya, selain mengelola sampah, ini tentu akan menghasilkan listrik," ucap dia.

Yang jelas, kata dia, satu incinerator dari 100 ton dapat menghasilkan 2 MW. Sedangkan produksi sampah di Sumsel 1.000 sampai 2.000 ton per hari. Jadi, ini cukup untuk membuat 20 MW. Pihaknya juga akan mempercepat upaya pembangunan incinerator dengan menggandeng investor dari luar negeri. Sekarang masih dalam tahap rencana dan persiapan. "Pengelolaan incinerator akan dikelola swasta (perusahaan) luar. Kami akan membuka tender,” ujarnya.

Dikatakan Harnojoyo, komitmen Kota Palembang dalam pengolahan sampah ini sudah mendapatkan apresiasi yang baik oleh pemerintah. Terbukti diboyongnya Piala Adipura. "Ini juga disamping sebagai support untuk penyelenggaraan Asian Games," ulasnya.

Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki mengatakan, saat ini terus melakukan pembangunan di berbagai bidang. Salah satunya bidang lingkungan hidup. Termasuk juga terkait pengelolaan sampah. Sesuai target pemerintah pusat yakni mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.

Selain itu, lanjut Ishak, penanggulangan sampah ini pun telah dilakukan kerja sama dengan kabupaten/ kota. Nah, Sumsel terkait penyediaan tempat pembuangan akhir sampah (TPS) untuk mengantisipasi peningkatan jumlah sampah di wilayahnya.

Ishak mengatakan, pemprov merasa bangga memiliki Wali Kota yang peduli terhadap lingkungan. Turun langsung memimpin berbagai kegiatan pemeliharaan kebersihan. Di antaranya guna mempersiapkan Kota Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Sementara, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Tuti Hendrawati Mintarsih mengatakan, secara keseluruhan peserta rakornas dan raker ini merupakan penggiat bank sampah. Sebab, ini merupakan bagian dan upaya mengurangi jumlah sampah. ”Bank sampah ini banyaknya insiatif masyarakat. Justru dari pemerintah sedikit sebab mereka merasa diperintah maka setengah hati,” ucapnya.

Diakui Tuti, pengelolahan sampah di Sumsel sudah sangat baik. Program pengelolaan sampah Kota Palembang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari anak sekolah, pemda, swasta, pemerintah dan daerah lainnya. ”Apa yang dilakukan pak Wako sudah sangat bagus. Menggalakkan gotong royong. Bank sampah banyak yang hidup. Mampu mengurangi sampah dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat."

Diungkapkanya, dari sampah tersebut masyarakat mendapatkan penghasilan. Uangnya dipergunakan untuk membayar tagihan listrik, air dan PDAM hingga membayar sekolah. ”Juga, lingkungan menjadi bersih dan sehat sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik,” tukasnya.

Dari laporan yang disampaikan Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian LHK RI, R Sudirman bahwa rakornas dan raker ini merupakan kegiatan tahunan. Kali ini merupakan yang ke-4 dilaksanakan. Berlangsung 15-17 Maret 2017 di Palembang.

Hadir pada rakor dan raker ini, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Tuti Hendrawati Mintarsih, Direktur Pengelolaan Sampah, Kementrian LHK RI, R Sudirman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel, Edward Chandra, Wali Kota Palembang Harnojoyo serta peserta dari daerah lain di Indonesia. (yun/ce2)

Published in HEADNEWS
Kamis, 16 Maret 2017 06:49

Mencabuli, Modal Rayuan dan Rp10 Ribu

LUBUKLINGGAU - Unit Renata Satreskrim Polres Lubuklinggau menangkap W (34). Buruh yang tinggal di wilayah Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II itu diduga telah melakukan perbuatan cabul.

Penangkapan pria yang masih bujangan itu berlangsung Selasa (14/3) pukul 10.30 WIB di depan lorong rumahnya. Dia dilaporkan orang tua M (15), pelajar SMP di Lubuklinggau. Pencabulan terhadap korban terjadi Senin (6/3) pukul 21.45 WIB di tempat indekos korban di Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Kali Serayu.

"Tersangka melakukan bujuk rayu kepada korban, juga mengimingi uang Rp10 ribu dan rokok," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin.
Pencabulan itu dilaporkan karena korban terkena penyakit kelamin karena perbuatan terlapor. Hal ini berdasar bukti visum dari pihak rumah sakit. "Begitu menerima laporan itu, kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku," tegas Ali.

Usai tertangkap, W mengakui perbuatannya. Dia berdalih perbuatan itu tidak sengata. Antara dirinya dan korban baru kenal. "Kami baru kenal malam itu, selama ini aku sibuk kerja di rumah makan," cetusnya.(wek/ce2)

Published in DOR!
Kamis, 16 Maret 2017 06:03

Awal Puasa dan Lebaran Kompak

JAKARTA - Prediksi bahwa tahun ini awal puasa atau 1 Ramadan dan 1 Syawal kompak ternyata tidak meleset. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menjelaskan, awal puasa tahun ini kemungkinan kompak pada 27 Mei.


Thomas mengatakan ketika awal puasa jatuh pada Sabtu, 27 Mei, maka umat Islam di tanah air mulai menjalankan solat tarawih pada Jumat, 26 Mei. Dia mengatakan penetapan awal puasa 1438 H/2017 M baik kriteria wujudul hilal yang dipakai Muhammadiyah maupun imkanul rukyat oleh Nahdlatul Ulama sama-sama jatuh pada 27 Mei. "Jadi memang Insya Allah bareng," kata dia di Jakarta kemarin (15/3).

Selain itu Thomas juga menjelaskan bahwa 1 Syawal atau lebaran juga hampir bisa dipastikan akan kompak juga. Yakni jatuh pada Minggu, 25 Juni. Dengan demikian umat Islam mulai mengumandangkan gema takbir pada Sabtu, 24 Juni.

Meskipun sudah bisa diprediksi, Thomas berharap masyarakat tetap menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama (Kemenag). Tradisi Kemenag selama ini adalah melakukan sidang isbat terlebih dahulu, sebelum menetapkan awal puasa maupun lebaran.

Sementara itu Sekretairs Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan PP Muhammadiyah telah mengeluarkan hasil hisab wujudul hilal. Hasilnya awal bulan Ramadan 1438 H jatuh pada 27 Mei. Hasil perhitungan hisab menyebutkan saat dilakukan pemantauan hilal pada 26 Mei nanti, tinggi hilal berada di sekitar tujuh derajat.

Terkait dengan proses sidang isbat yang akan digelar oleh Kemenag nantinya, Mu'ti mengatakan PP Muhammadiyah akan menghadirinya. Dia berharap Kemenag tetap menjalankan sidang isbat seperti beberapa tahun terkahir. Diantaranya sidang utama dilaksanakan tertutup dari peliputan media. Tujuannya adalah menghindari publikasi jika ada perdepatan atau perbedaan pandangan di dalam persidangan. "Syarat ini untuk kemaslahatan bersama," jelasnya. (wan)

Published in BERITA UTAMA
Kamis, 16 Maret 2017 05:56

Tabrakan Usai Jenguk Suami di Penjara


Sopir Avanza Tewas Dalam Mobil

SUMSEL – Korban jiwa kembali jatuh di ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu-Betung. Tepatnya di Dusun Lumban Jaya, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu. Mobil Avanza BG 1129 SY yang dikemudikan Alamsyah, tabrakan dengan truk BG 8030 SI. Kejadiannya, Rabu (15/3), sekitar pukul 11.45 WIB. Ceritanya, mobil itu dirental Dewa Asma (31), warga Desa Langkap Dalam, Babat Supat. Dia bersama anaknya, Riski (8) dan orang tuanya, Yati (63) berangkat menjenguk sang suami di Lapas Klas II Sekayu.

Usai menjenguk, mereka pulang. Alamsyah memaju kencang mobil rental itu. Yati duduk di bangku depan samping sopir. Sedang Asma dan anaknya di bangku tengah. Di lokasi, sebuah truk dari arah berlawanan melaju terlalu melebar ke kanan karena menghindari lubang.

Sopir Avanza tak bisa menghindar, terjadilah tabrakan di tikungan jalan itu. “Avanza tabrak bodi kanan depan truk,” kata Trisno, warga di lokasi. Diduga sempat banting setir, Avanza akhirnya terbalik berulang kali. Seluruh bodi mobil itu ringsek. Sopirnya, Alamsyah, tewas tergencet bodi dalam mobil. Yati patah pinggang, Asma dan anaknya luka ringan. Sedang sopir truk memacu mobilnya meninggalkan lokasi dan para korban.

Kasat Lantas Polres Muba, AKP Feriza Lubis melalui Kanit Laka, Ipda Nazaruddin mengatakan, jajarannya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami sedang mencari keberadaan sopir truk yang kabur,” tandasnya. Terpisah, terjadi kecelakaan di Jalintim Palembang-Inderalaya (Palindra), kemarin (15/3). Truk karet BG 8172 UR terguling ke rawa-rawa di pinggir jalan tersebut. Kejadiannya pukul 06.00 WIB, tepatnya di kawasan Km 24, tak jauh dari rumah makan Adem Ayem. Tiga ton karet keluar dari bak truk yang disopiri Junior (30), warga Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir itu.

Sebelum nyemplung, truk menabrak sepeda motor Beat hitam BG 5326 AAT Yang dikendarai Yusman (23), warga Sekojo, Palembang. Akibat insiden tersebut, pengendara motor patah tangan dan kaki kanannya serta luka di dagu. Motornya ringsek. Sedang sopir truk tak cedera.

Keterangan Taufik (45), rekan kerja Junior, saat itu truk dalam perjalanan dari Inderalaya menuju CV Muara Kelingi di kawasan sekitar Terminal Kertapati. Ada 3 ton karet yang dibawa dari Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat.

Melintas di lokasi, diduga Junior mengantuk. Karena jalan rusak, dia mengambil jalur kanan hingga menabrak motor yang dikendarai Yusman. “Begitu keterangan sopirnya. Kata dia, ngantuk dan menghindari jalan rusak,” ungkap Taufik.

Usai tabrakan, Junior tak mampu mengendalikan laju truknya. Mobil sarat muatan itu lalu terjun ke rawa di sisi kanan jalan (dari arah Inderalaya). Warga yang melihat kejadian tersebut langsung melarikan Yusman ke RS Tanjung Senai. Karena lukanya cukup parah, dia dirujuk ke Palembang.

“Anak aku mau pergi kerja ke Prabumulih. Tidak tahunya, ada kabar kecelakaan,” kata Sudarsih (60), ibu Yusman. Kapolres OI AKBP M ArifRifai melalui Kasat Reskrim AKP M Sadeli menyatakan, sopir truk sudah diamankan. “Anggota masih melakukan penyidikan lebih lanjut,” tukasnya. (yud/sid/ce2)

Published in HEADNEWS
Kamis, 16 Maret 2017 05:48

Wujudkan Pendidikan Merata

Oleh : Robinson Sinurat

Sebagai salah satu tempat untuk membentuk karakter dan melahirkan pemimpin bangsa di masa depan, sekolah adalah wahana yang penting dimana para calon pemimpin masa depan Indonesia diharapkan dapat belajar, berkolaborasi, bereksperimen, dan berjuang membawa negara bersaing di tingkat internasional.

Dengan meningkatnya tantangan global saat ini, juga mempengaruhi dunia pendidikan di tanah air. Idealnya, hal ini yang menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Bekerja bersama-sama untuk memberikan fasiltas terbaik yang merata, mendukung setiap keahlian yang dimiliki siswa, dan mendorong para penerus bangsa mendapatkan prestasi terbaik.

Akan tetapi, hal ini masih jauh dari apa yang diharapkan oleh bangsa Indonesia. Dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pendidikan, jumlah guru yang kurang merata, kualitas guru yang masih kurang, dan fasilitas sekolah yang kurang mendukung. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah terpencil berujung pada ketertinggalan para siswa di daerah-daerah terpencil tersebut.

Salah satu tempat yang saya angkat sebagai contoh untuk ketertinggalan ini adalah di Dusun Wolobetho, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Desember 2015 lalu saya memiliki kesempatan yang untuk berkunjung, berinteraksi dan menginspirasi masyarakat khususnya para siswa di daerah ini. Ketika itu saya terpilih menjadi salah satu peserta program Menyapa Negeriku dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Salah satu aksi nyata pemerintah Indonesia untuk pemerataan pendidikan di daerah terpencil.

Adapun tujuan utama dari program ini adalah membantu daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik sehingga tidak ada lagi daerah yang hidup dalam kebodohan. Melalui program ini juga, pemerintah berusaha menjaring pada pemuda/i terbaik bangsa untuk lebih cinta tanah air, bela negara, peduli, empati, terampil memecahkan masalah kependidikan, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa, serta memiliki jiwa ketahanmalangan dalam mengembangkan pendidikan pada daerah-daerah tergolong 3T sehingga mengasilkan tenaga pendidik yang terpanggil untuk mengabdi di daerah 3T.

Di dusun Wolobetho, Ende, NTT ini ada tiga sekolah, yaitu Sekolah Dasar (SD) Feoria (29 siswa), SD Fungapanda (79 siswa) dan SMK Negeri 6 Wolobetho (39 siswa). Jadi total siswa di dusun ini adalah 137 siswa. Namun, seluruh siswa-siswi di dusun ini tidak memiliki fasilitas seperti siswa-siswi yang berada di kota. Ketiga sekolah ini tidak memiliki jumlah guru yang memadai. Sehingga untuk mata pelajaran tertentu diajarkan oleh guru yang sama walaupun guru tersebut tidak benar-benar memiliki keampuan di bidang tersebut.

Contohnya, seorang guru yang mengajar Bahasa Indonesia juga mengajar mata pelajaran Fisika. Padahal guru tersebut bukanlah lulusan sarjana Fisika. Hal lain yang miris juga adalah mereka tidak memiliki perpustakaan. Jangankan perpustakaan, untuk memiliki buku saja agak sulit. Di sini lain, untuk mendapatkan jaringan komunikasi dan internet juga sulit. Tempat ini benar-benar butuh perhatian dan bantuan.

Oleh karena keadaan dan situasi tersebut, sebagai seorang pemuda Indonesia yang ingin memajukan pendidikan di tanah air tercinta, saya menginisiasi sebuah aksi yaitu membuat sebuah perpustakaan desa di dusun Wolobetho. Saya mulai membuat kampanye pengumpulan buku dari para donator. Kurang dari sebulan, jumlah buku yang terkumpul dari berbagai kota di Indonesia telah terkumpul lebih dari seribu buah. Baik itu buku pelajaran, buku cerita, buku motivasi, komik, dan lainnya.

Kemudian, menggalang dana untuk pengiriman buku dan pembelian perlengkapan perpustakaan. Akhirnya awal Juni 2016 lalu, terbentuklah perpustakaan pertama di dusun Wolobetho. Seluruh masyarakat di sana terutama siswa-siswi sangat bahagia dengan adanya perpustakaan tersebut. Hasil komunikasi dengan guru yang menjadi kordinator di sana bahwa perpustakaan tersebut sangat bermanfaat dan menambah keinginan belajar para siswa.

Setidaknya aksi kecil ini bisa membantu para siswa untuk lebih menambah wawasan dengan koleksi buku yang ada. Karena ketika berkunjung ke sana, beberapa siswa bercerita kepada saya bahwa mereka tidak mengetahui negara-negara lain bahkan kota-kota lain di Indonesia. Dengan adanya perpusakaan ini juga bisa membantu mereka untuk lebih dekat satu dengan lainnya ketika berdiskusi dan belajar bersama di perpustakaan.

Dalam pengamatan masih banyak daerah di Indonesia yang membutuhkan perhatian untuk pemerataan pendidikan, khusunya di bagian Timur. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan kerja sama antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam hal distribusi guru dan perlengkapan ataupun fasilitas yang dibutuhkan oleh siswa ke daerah-daerah.

Tentunya didukung oleh warga setempat terutama para pemuda-pemudinya.Jika manajemen guru dan fasilitas ini terpenuhi lebih optimal, tidak parsial, maka tantangan ini akan lebih mudah untuk ditangani.Selain itu, inisiatif dan aksi nyata dari para pemuda Indonesia sangat berperang penting dalam hal ini. Salah satu contoh aksi nyata seperti yang telah saya lakukan di Dusun Wolobetho. Saya percaya bahwa pemuda Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang meluas, merata, dan berkeadilan.

Sehingga dengan terwujudnya pemerataan pendidikan akan menjadikan bangsa kita lebih mandiri dan bisa bersaing secara global. Bukan hanya kaya akan sumber daya alam dan kecerdasan tetapi juga memperbaiki akhlak seperti kutipan dari Tan Malaka mengenai pendidikan “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.” Jika hal ini terwujud maka Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani oleh negara lain karena ilmu dan akhlaknya. (*)

* Alumni S1 Fisika FMIPA Unsri, Mahasiswa Pascasarjana Columbia University, New York, Amerika Serikat

Published in BUDAYA & OPINI
Kamis, 16 Maret 2017 04:52

Pasok Ineks ke Muba

SUMSEL – Penghasilan sebagai buruh bangunan tidak mencukupi, Andi (36) berpikir pendek. Warga Jl Ryacudu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I itu “nyambi” menjual sabu dan ekstasi.


Apes, bisnis sambilannya tercium anggota Unit 3 Subdit III Ditnarkoba Polda Sumsel. Selasa (14/3), pukul 10.30 WIB, tersangka diciduk di rumahnya. Darinya, disita 7,16 gram sabu dalam 24 paket kecil.

Lalu, 1,5 butir pil ekstasi (ineks) warna merah jambu logo kerang. Juga timbangan digital dan empat pipet. “Kami gerebek tersangka sedang kemas sabu dalam paket-paket kecil,” ujar Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Syachril Musa, kemarin.
Tersangka menjual sabu itu kepada buruh bangunan dan tukang becak. Harga per paket kecil Rp150 ribu.

Sedangkan ekstasi dijual seharga Rp200 ribu per butir. “Barangnya didapat dari orang yang bernama Dedi. Saat ini sedang kami kejar,” sambungnya.

Pengakuan tersangka, banyak temannya yang beli tiap minggu. “Saya bisa dapat untung Rp1 juta dari sabu yang dijual,” akunya. Dia juga menggunakan narkoba agar semangat bekerja.
Terpisah, jajaran Polsek Tungkal Jaya dan Satres Narkoba Polres Muba menggagalkan pengiriman 96 ekstasi ke sebuah acara hajatan di wilayah Bayung Lencir. Narkoba itu ditemukan dari mobil Innova BG 1145 GFE yang ditumpangi empat orang. Mereka, Mahyudin (39), Saparudin (36), Suud (39) dan Rapik (35), semuanya warga Banyuasin.

“Suud coba kabur saat mau ditangkap. Akhirnya keempatnya kami amankan dan mereka sudah mengaku,” jelas Kapolres Muba AKBP Julian Muntaha melalui Kapolsek Tungkal Jaya Iptu Mukhlis, kemarin.

Awalnya, petugas menggelar razia senpi, narkotika, perdagangan satwa liar dan barang ilegal di depan polsek. Lalu, tampak gelagat mencurigakan dari Mahyudin. ”Dalam dompetnya ternyata ada bubuk, diduga pecahan ekstasi. Makanya kami geledah seluruh dan didapatkan 96 ekstasi itu,” tandasnya.

Kata Iptu Mukhlis, kawanan itu mengaku dibayar untuk mengirimkan ineks itu ke Tampang Baru, Bayung Lencir. Dipasok ke acara hajatan di desa lainnya. "Dari SMS yang kami lihat di ponsel mereka, barang itu ada 100 butir. Diduga, empat ineks sudah mereka konsumsi," tukasnya.

Sementara, Satres Narkoba Polres Pagaralam dipimpin AKP Boby Eltarik SH MSi menciduk seorang bandar narkoba. Tersangkanya, Hengki (30), warga Kelurahan Agung Lawangan. Dia ditangkap di Jl Tanjung Cermin, Selasa (14/3) pukul 21.00 WIB.

Dalam penggeledahan, disita 10 paket ganja, enam paket sabu dalam tas yang dibawanya. “Kasusnya dalam pengembangan,” jelas Kapolres Pagaralam, AKBP Pambudi SIK.

Terpisah, Polsek Rambang Dangku menangkap dua pemain narkoba. Nasrul (48), menyimpan empat paket kecil sabu seberat 0,7 gram di bawah seng penutup pagar rumahnya.

Penangkapan berlangsung Selasa (14/3), sore di rumahnya pada wilayah Kecamatan Rambang Dangku. Lalu, tersangka Reza (35), menyimpan sepaket kecil sabu dalam lemari pakaiannya.

Dia dibekuk di rumahnya di desa lain dalam wilayah Kecamatan Rambang Dangku, sejam kemudian. “Keduanya sudah diamankan dan kasusnya dalam pengembangan,” tandas Kapolsek Rambang Dangku AKP Bustomi.

Di Prabumulih, Satres Narkoba Polres Prabumulih menciduk Yanuis alias Ujang (52). Warga Jl Prof M Yamin, Prabumulih Utara itu diringkus saat menjual empat ineks dan sepaket sabu di Jl Bima, Kelurahan Prabujaya.

Penangkapan ayah enam anak itu pada Selasa (14/3), pukul 19.00 WIB. Dalam pengembangan, ditangkaplah dua pengedar lain. Mereka, Yadiansyah alias Oket (36), warga Jl Pelawi, Prabumulih Barat, yang sedang santai di rumahnya. Kemudian, Rivai alias Apek (37), warga Jl Prof M Yamin.

Kasatres Narkoba Polres Prabumulih, AKP Herry Yusman SH didampingi Kanit 2, Ipda Denny Irawan SH mengatakan, Ujang memang telah lama menjadi target operasi (TO) pihaknya. “Dia sudah pernah ditangkap kasus serupa, ternyata masih mengulangi perbuatannya," tandas Denny.(vis/kur/ald/kos/ce2)

 

Published in HEADNEWS
Kamis, 16 Maret 2017 04:39

13 Perusahaan Lamar Katering Haji

JAKARTA - Pembahasan ongkos haji 2017 saat ini masih belum bisa cepat karena bareng masa reses DPR. Namun tim Kementerian Agama (Kemenag) di Arab Saudi terus mengebut persiapan haji. Setelah penjajakan kontrak ulang pemondokan, saat ini tim juga mengurusi katering haji.

Ketua Tim Katering Arsyad Hidayat menjelaskan, Kemenag saat ini masih membuka penyerahan dokumen lamaran perusahaan katering. Proses ini berjalan mulai 13 Maret sampai 19 Maret depan. “Sekarang sudah masuk penawaran dari 13 perusahaan katering,” katanya melalui pesan tertulis kemarin (15/3).

Menjelang penutupan masa lamaran katering, pada 18 Maret nanti tim Kemenag rencananya menjalankan proses kunjungan lapangan atau visitasi ke masing-masing perusahaan pelamar. Dia menegaskan tim hanya akan mendatangi dapur perusahaan katering yang lolos seleksi adminsitrasi atau dokumen.

Diantara kriteria Kemenag adalah, mereka akan mempertimbangkan perusahaan katering yang tahun lalu melayani jamaah dengan baik. Perusahaan katering yang tahun lalu sudah bergabung dengan Kemenag, mendapatkan poin tambahan dalam penilaian. Meskipun begitu Arsyad menegaskan tidak menutup kemungkinan ada perusahaan katering baru yang lolos seleksi dokumen.

Peluang adanya perusahaan katering baru cukup besar. Sebab volume jamaah haji Indonesia tahun ini lebih banyak 20 persen dibandingkan tahun lalu. Sehingga Kemenag tidak akan beratur dengan mempertahankan perusahaan-perusahaan katering tahun lalu saja. “Selain jamaahnya tambah banyak, pemberian katering di Makkah juga bertambah. Dari 24 kali menjadi 26 kali,” terangnya.

Arsyad menjelaskan pengalaman tahun lalu benar-benar menjadi bahan evaluasi. Diantaranya adalah melakukan pendataan menu makanan yang cepat rusak. Dia menjelaskan tahun lalu ada makanan yang cepat rusak, sehingga tidak dianjurkan lagi disajikan tahun ini. Diantaranya adalah sayuran bamia atau okra dan udang kering.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) 9/2016 ditetapkan area pelayanan konsumsi bagi jamaah haji. Pelayanan konsumsi dilaksanakan di Madinah, Jeddah, Makkah, serta Armina (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Sekitar dua bulan ke depan akan ditetapkan hasil pencarian perusahaan katering yang menyediakan makanan untuk jamaah.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengatakan sampai sekarang belum ada perkembangan signifikan terkait pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2017. Sebab sampai 15 Maret kemarin DPR memasuki masa reses. Dia menjelaskan kemungkinan ada perkembangan baru dalam pembahasan BPIH pada pekan depan.

Dia berharap tim Kemenag yang sedang berada di Arab Saudi bisa bekerja dengan maksimal. Sehingga persiapan haji bisa dilakukan secara bersamaan dengan pembahasan BPIH 2017. DPR bersama Kemenag masih memasang target penetapan BPIH 2017 dapat keluar bulan ini. (wan)

Published in TOP NEWS
Kamis, 16 Maret 2017 03:37

Equinox Bukan HeatWave

JAKARTA - Isu soal fenemena equinox bikin geger masyarakat. Bagaimana tidak, fenomena ini dikabarakan bisa menyebabkan suhu di Indonesia naik hingga mencapai 40 derajat Celsius. Belum lagi katanya bisa menyebabkan heatstroke. 


Kemunculan isu tersebut pun kontan menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Apalagi, dalam beberapa hari terakhir, kondisi suhu udara memang dirasa tinggi. Panas sampai ubun-ubun. Di Jakarta saja, kemarin (15/3), suhu udara mencapai 32-33 derajat Celsius.

Menyikapi isu yang berkembang, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus S Swarinoto meminta masyarakat tak perlu cemas atas fenomena equinox ini. Sebab, salah satu fenomena astronomi ini biasa terjadi setiap tahunnya. “Masyarakat tidak perlu khawatir dampak yang terjadi seperti isu yang berkembang,” ujarnya di Jakarta, kemarin (15/3).

Yunus membenarkan, bahwa fenomena dua kali setahun ini akan segera terjadi empat hari ke depan. Yakni, pada 20 Maret 2017. Dia menjelaskan, equinox ini merupakan fenomena alami, di mana posisi semu matahari berada tepat di atas garis katulistiwa. Karena berada tepat di katulistiwa, maka menyebabkan distribusi cahaya matahari relatif lebih signifikan di sekitar ekuator. Diperkirakan, saat fenomena ini terjadi kondisi suhu udara di Indonesia berkisar antara 32-36 derajat Celsius. “Karena tepat di Katulistiwa, maka kondisi permukaan bumi di sekitarnya pun relatif lebih panas dari pada biasanya,” tuturnya.

Kendati begitu, peningkatan suhu permukaan tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena masih dalam batasan normal dan biasa. Tidak menyebabkan peningkatan suhu udara drastis dan ekstrem seperti fenomena heatwave di Afrika dan Timur Tengah. “Dan (heatwave) dalam kondisi lama. Kalau ini tidak,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, kondisi di Indonesia ini masih tergolong lembab/basah. Meski sebagian wilayah memang sudah memasuki musim panca roba. Kepala Sub-Bidang Informasi BMKG Harry Tirto Djatmiko menambahkan, kondisi saat equinox ini sebetulnya tak jauh beda dengan kondisi suhu Indonesia maksimum. Di Jakarta, suhu maksimum bisa mencapai 36,5 derajat Celsius. Sedangkan di wilayah-wilayah lain berkisar antara 33-35 derajat Celsius.

“Tetap kami himbau untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sebab, beberapa wilayah Indonesia saat ini kan sedang memasuki masa pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas,” tandasnya. (mia)

Published in NASIONAL
Kamis, 16 Maret 2017 02:35

PTBA Hasilkan Laba Rp2,02 Triliun


JAKARTA - Sepanjang tahun 2016 PT Bukit Asam (PTBA) mencatatkan laba sebesar Rp2,02 triliun. Namun menurut Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, jumlah itu mengalami penurunan sedikit dibandingkan laba yang dihasilkan sepanjang tahun 2015. Meskipun harga jual batu bara mengalami penurunan seharga Rp676.013 dari Rp707.052.

"Pencapaian ini berkat kekuatan fundamental dan kompetensi yang kuat, khususnya dari sisi operasional penambangan pada supply chain system dengan melalukan efisiensi di semua lini," ungkapnya kemarin (15/5) dalam jumpa pers di Ritz Carlton, Jakarta.

PTBA juga melakukan upaya optimasi sistem penambangan dengan pengendalian stripping ratio, jarak angkut di lokasi tambang dan optimasu perencanaan tambang. "Sedangkan perolehan laba beraih PTBA tercatat 14,4 persen. Pencapaian itu kata Arviyan berkat kepercayaan pasar terhadap ketepatan quality, delivery tine dan loading rate PTBA, sehingga harga jualnya menempati posisi yang premium bila dibandingkan harga jual kompetitor.

Laba bersih PTBA merupakan kontribusi dari volume penjualan batubara 2016 sebesar 20,7 juta ton atau naik 9 persen dibanding volumen penjualan tahun 2015 sebesar Rp19,1 juta ton. "Peningkatan karena peningkatan produksi dan angkutan kereta api batubara sebesar 12 persen atau menjadk 17,7 juta ton dibanding tahun sebelumnya sebesar 10,1 juta ton," lanjutnya.

Sementara penjualan ekspor tercatat sebesar 8,5 juta ton setara 41 persen dari total penjualan atau 84 persen dari ekspor tahun sebelumnya. Pendapatan PTBA dari penjualan Rp14,06 triliun naik dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp13,95 triliun.

Selain itu untuk target tahun 2017, PTBA mematok penjualannya sebesar 27,3 juta ton. Angka itu 30 persen lebih tinggi dari realisai tahun 2017 sebesar 20,76 juta ton. Komposisi pasarnya ialah 15,9 juta ton untuk memenuhi pasar domestik, dan ekspor sebesar 12,27 juta ton.

"Selain mengejar target PTBA juga komitmen melakukan efisiensi pada semua lini. Dengan memberikan penekanan pada supply chain system mulai dari sistem operasional penambangan dan sistem penanganan batu bara di pelabuhan," tambahnya.(ran/ce4)

Published in EKONOMI
Kamis, 16 Maret 2017 01:27

Korban Bom Bunuh Diri Gagal

JAKARTA - Komandan ISIS untuk wilayah Asia Tenggara, Bahrumsyah dikabarkan tewas pada Senin (15/3). Pria asal Indonesia itu diduga menjadi korban serangan bunuh diri gagal yang rencananya menyerang tentara Syria. Kabar tersebut disampaikan oleh Al-Masdar News seperti dikutip The Strait Times, kemarin (15/3).

ISIS mengonfirmasi kematian Bahrumsyah. Kendati serangan bunuh diri tersebut gagal karena bom meledak sebelum waktunya, ISIS mengklaim bahwa aksi yang dilakukan oleh Abu Muhammad al Indonesi itu berhasil menyebabkan kerusakan musuh. Abu Muhammad al Indonesi adalah nama samaran perang yang diadopsi oleh Bahrumsyah.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kesulitan mengonfirmasi kematian Bahrumsyah. Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir mengatakan, tidak pernah ada WNI yang berniat untuk bergabung dengan ISIS di Syria yang melaporkan kepergian mereka. “Mereka tidak tercatat,” katanya pada konferensi pers kemarin. “Karena itu, kami tidak bisa memverifikasi bahwa yang bersangkutan meninggal atau tidak,” tambahnya.

Kabar tewasnya Bahrumsyah sampai ke telinga Polri. Wakapolri Komjen Syafruddin mengungkapkan, pemerintah Syria masih mendalami insiden ledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh ISIS. “Belum bisa dipastikan Bahrumsyah atau bukan,” kata dia kemarin.

Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan belum ada konfirmasi resmi soal tewasnya Bahrumsyah. “Saya sudah cek telegram dan tanyakan ke orang-orang yang biasa berhubungan dengan kelompok mereka (ISIS), belum ada respons,” ungkapnya. Kabar tersebut paling cepat bisa dikonfirmasi hari ini (16/3).

Al Chaidar kurang yakin Bahrumsyah tewas dalam misi bom bunuh diri seperti kabar yang beredar. Sebab, peran Bahrumsyah cukup besar. Dia bukan prajurit biasa. “Kelasnya middle range. Tidak diizinkan melakukan misi bunuh diri,” katanya.

Kekuatan jaringan ISIS di Indonesia berkurang signifikan apabila Bahrumsyah tewas. Selain menjadi salah satu pilar utama yang menghubungkan jaringan teroris di tanah air dengan ISIS, Bahrumsyah juga punya peran besar di Syria. Kehilangan Bahrumsyah adalah pukulan telak bagi ISIS. “Efeknya ke Indonesia pasti sangat besar,” kata Al Chaidar.

Sementara Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, memang ada informasi soal meninggalnya Bahrumsyah. Karena itu dilakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut. Sehingga, Polri bisa mendapatkan informasi yang valid. “Kami tidak berani katakan iya,” jelasnya.

Kemungkinan dalam waktu dekat informasi meninggalnya dedengkot kelompok teror Bahrumsyah itu akan bisa dipastikan. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tentunya bisa memberikan akses untuk memastikan semua informasi itu. “Kita gak ada atase kepolisian di sana ya,” paparnya.

Apakah dengan meninggalnya Bahrumsyah akan melemahkan serangan teror di Indonesia? Boy menuturkan, tidak bisa serta merta disebut serangan terorisme akan menurun di Indonesia. Sebab, semua mengetahui di ISIS saat ini banyak WNI yang terlibat, Salah satunya, Bahrun Naim. “Ada banyak yang lain juga, yang pasti kekuatan riil di sana belum terpetakan,” ujarnya.

Untuk kekuatan kelompok teror di Indonesia juga tidak bisa dipandang remeh. Seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terus mengembangkan sel-selnya. “Ada sejumlah daerah yang telah terjangkit JAD,” papar mantan Kapolda Banten tersebut.

Yang paling baru, ternyata selain terduga teroris di Jember, sembilan orang yang tertangkap di Sulawesi Tengah juga terhubung dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina. “Antara di Kediri dan Toli- Toli terhubung,” ujarnya.

Boy mengungkapkan, dideteksi ada upaya untuk melakukan serangan pada petugas, baik kepolisian dan TNI. Karena itu, kewaspadaan petugas di lapangan akan ditingkatkan. “Kami upayakan antisipasi,” tegasnya. (idr/syn/and/ca)

Published in INTERNASIONAL
Halaman 1 dari 7

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca