Items filtered by date: Selasa, 14 Maret 2017
Rabu, 15 Maret 2017 06:37

Antri Panjang Rekam KTP-el

MARTAPURA – Antrian panjang warga yang akan merekam KTP elektronik terlihat di Kecamatan Semendawai Timur. Di wilayah ini 70 persen warganya belum melakukan perekaman.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) OKU Timur pun melakukan langsung melakukan program jemput bola. Kegiatan ini dilakukan tiga hari.

Camat Semendawai Timur Wiyono HS mengatakan, jauhnya lokasi Semendawai Timur ke ibukota kabupaten menjadi penyebab warga enggan melakukan perekaman. ‘’Butuh waktu 3 hingga 4 jam dari Semendawai Timur ke Disdukcapil Kabupaten. Tak hanya itu warga juga dihantui ancaman begal,’’ katanya.

Untuk itulah, petugas Didukcapil menginap tiga hari di Semendawai Timur untuk melayani masyarakat yang akan melengkapi administrasi kependudukannya. “Adanya jemput bola yang dilakukan pemerintah daerah ke kecamatan, tentu akan meringankan beban masyarakat dalam mengurus kelangkapan administrasi kependudukan,” imbuhnya.

Kepala Disdukcapil OKU Timur Sutikman mengakui, pihaknya menerima permintaan dari Kecamatan Semendawai Timur untuk melakukan jemput bola. ‘’memang di wilayah tersebut banyak masyarakat yang belum melengkapi dokumen kependudukan. Keinginan warga Semendawai Timur langsung kita tanggapi dengan menurunkan tim,” ucapnya.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan survey ke lokasi jemput bola untuk mengetahui proses pelayanan yang dilakukan Disdukcapil OKU Timur. “Hari ini saya akan langsung terjun kelokasi,"katanya. (sal)

Published in SUMSEL
Rabu, 15 Maret 2017 06:19

Oknum Notaris Diduga Terjerat Narkoba

PALEMBANG – Sembilan orang tersangka, dijejerkan di depan gedung Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, kemarin (14/3). Mereka, hasil tangkapan sepanjang Maret 2017. "Semuanya pengedar jenis sabu, ekstasi dan ganja," ujar Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB, didampingi Kasatres Narkoba AKP Rudiansyah.

Kesembilan orang yang ditangkap itu, di antaranya Agung Putra, David alias Acung, Yuswan Firmansyah, Hasan alias Mandor, Chandra Irawan, M Anwari Handaya Putra, Robi Yanti alias Oyep, dan Dedi Wahyudi SH MKN. Dari penelusuran di dunia maya, terdapat nama Dedi Wahyudi SH MKN yang berprofesi sebagai notaris di Kota Prabumulih.

Hanya saja saat dikonfirmasi dengan AKP Rudiansyah, dia mengaku tidak terlalu paham. “Namo itu memang ado, tapi aku dak tau pekerjaannyo apo. Dio ngakunyo swasta,” aku Rudiansyah, yang pernah menjadi Kasatres Narkoba Polres Prabumulih.

Lanjut Wahyu, dari kesembilan tersangka yang diamankan, didapati total barang bukti 20 gram sabu-sabu, lima paket ganja, dan 70 butir ekstasi. “BB 70 butir ekstasi ini dari tersangka yang ditangkap di kawasan Kalidoni. Saat ditangkap dia sedang melakukan transaksi," beber Wahyu.

Salah seorang tersangka, Agung, membantah dikatakan sebagai pengedar. Dia berdalih hanya sebatas kurir, tiga kali mendapat tugas dari Lepi. “Saya dapat dari Lepi. Ketemuan di Lemabang, disuruh antar ke AAL. Sekali antar paket, diupah Rp500 ribu," tukas warga Talang Betutu tersebut. (chy/air)

Published in DOR!
Rabu, 15 Maret 2017 05:31

Target Masuk 10 Besar

Malam final pemilihan Putri Indonesia akan digelar 31 Maret mendatang. Nur Harisyah Pratiwi akan mewakili Sumsel diajang pemilihan putri bergensi tersebut.

Sejauh ini persiapan yang dilakukan perempuan yang akrab disapa Caca tersebut sudah sangat maksimal. "Iya, persiapan sudah dilakukan dengan maksimal dan Caca siap memberikan yang terbaik untuk Sumsel," kata Pembina Yayasan Putri Sumsel (YPS), Thia Yufada, kemarin malam.

Katanya, pada 17 dan 18 Maret Caca akan berangkat dan tiba di Jakarta. Setelah itu, pematangan selama lima hari. Lalu, 21 teknikal meeting. Selanjutnya pada 22 Maret akan karantina. "Nah, baru pada 31 Maret malam puncak. Semoga caca bisa berbuat banyak dan melakukan yang terbaik,"ucap dia.

Menurut Thia, wakil Sumsel tersebut dibantu oleh tim sudah melakukan persiapan. Mulai dari publik speaking, catwalk, bahasa inggris, ragam budaya dan persiapan lainnya. "Makanya, dengan segala persiapan ini, saya pribadi menargetkan Sumsel masuk 10 besar," katanya.

Diakui Thia, pihaknya sangat optimis Sumsel bisa masuk 10 besar. Apalagi, melihat kemampuan, potensi dan persiapan yang dilakukan. Disamping, pihaknya pun meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sumsel agar Caca bisa memberikan hasil yang terbaik. "Ayo, sama-sama kita support Caca," paparnya. (yun)

Published in SHOW & SELEBRITI
Rabu, 15 Maret 2017 05:22

Turki Balas Belanda

ANKARA - Eskalasi ketegangan Turki dan Belanda tak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Malah kian menjadi-jadi. Setelah tiga kali memanggil Charge D’Affaires (Dubes Sementara) Belanda di Turki Daan Feddo Huisinga, Ankara ganti menarget Duta Besar Kees Cornelis van Rij yang tengah meninggalkan posnya. Kemarin (14/3), Turki melarang Van Rij kembali ke ibu kota. Presiden Recep Tayyip Erdogan juga menepis kritik Uni Eropa (UE) soal referendum 16 April.


Wakil Perdana Menteri (PM) Turki Numan Kurtulmus menegaskan, Van Rij tidak boleh menginjakkan kakinya kembali di Kota Ankara sampai hubungan Turki dan Belanda membaik. Setidaknya sampai Amsterdam menjelaskan tentang insiden di Konsulat Turki Kota Rotterdam pada Sabtu (11/3). Saat itu polisi Belanda membubarkan paksa unjuk rasa massa pro-Erdogan dengan mengerahkan anjing dan pasukan berkuda.

“Sampai Belanda mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, hubungan tingkat tinggi (Turki-Belanda, red) dan serangkaian pertemuan tingkat menteri yang sudah dijadwalkan akan ditangguhkan,” papar Kurtulmus setelah memimpin rapat kabinet. Selain menuntut penjelasan dan permintaan maaf, Turki meminta Belanda menginvestigasi insiden tersebut. Di mata Ankara, aksi polisi-polisi Belanda itu berlebihan.

Mulai kemarin, Turki juga melarang seluruh penerbangan diplomatik dari Belanda. Namun, larangan tersebut tidak berlaku bagi warga sipil. Penerbangan komersial yang mengangkut warga sipil Belanda tetap beroperasi normal. Demikian pula hubungan ekonomi dan bisnis dua negara. Semua itu disebabkan lantaran Belanda menolak dua menteri Turki mengampanyekan referendum di Negeri Kincir Angin tersebut akhir pekan lalu.

“Siapapun yang memantik krisis bertanggung jawab menyelesaikannya secara baik-baik,” tandas Kurtulmus dalam jumpa pers. Sanksi-sanksi untuk Belanda itu, lanjut dia, setimpal dengan perlakuan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Mark Rutte terhadap dua menteri Turki. Yakni, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu serta Menteri Sosial dan Urusan Keluarga Fatma Betul Sayan Kaya.

Bersamaan dengan hal itu, Erdogan kembali memantik amarah Jerman setelah dua negara saling bersitegang pekan lalu. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Turki A Haber pada Senin (13/3), pemimpin 63 tahun tersebut menuding Kanselir Angela Merkel sebagai pelindung teroris. Sebab, politikus perempuan itu tidak merespons 4.500 catatan yang dikirimkan Ankara tentang para tersangka terorisme.

“Ibu Merkel, mengapa Anda menyembunyikan para teroris di negara Anda? Mengapa Anda tidak melakukan apa pun?” sindir Erdogan sebagaimana dilansir Al Jazeera kemarin. Bahkan, dia menyatakan dengan jelas bahwa Merkel mendukung terorisme. Berlin pun langsung menjawab kritik tersebut. Jubir Merkel, Steffen Seibert, menepis tudingan Erdogan itu dengan menyebutnya absurd.

Seperti Belanda, Jerman menyatakan bahwa kebijakan itu diterapkan kepada para menteri Turki tersebut karena tidak mau terlibat dalam urusan domestik negara lain. “Kami tidak pernah punya keinginan untuk melibatkan diri dalam provokasi atau persaingan (politik),” tandas Seibert. Karena itu, Jerman tetap bersikukuh pada pendapatnya untuk melarang kampanye referendum Turki di wilayahnya.

Pada 16 April nanti, Turki menggelar referendum tentang perubahan sistem pemerintahan yang otomatis mengubah konstitusi. Menurut Erdogan, referendum tersebut sangat penting. Sebab, jika perubahan itu didukung mayoritas warga, Erdogan bakal menjadi penguasa mutlak negara di perbatasan Eropa dan Asia tersebut. Karena itu, dia mengirim menteri-menterinya ke sejumlah negara Eropa untuk berkampanye.

Sejauh ini, ada 400.000 warga Turki di Belanda. Sementara itu, di Jerman, jumlah diaspora Turki mencapai 1,5 juta jiwa. Bagi mereka yang tinggal di negeri orang, Erdogan tetaplah sosok yang disegani. Demikian juga partai AKP yang kini berkuasa di pemerintahan. Jadi, suara diaspora Turki di negara-negara Eropa menjadi sangat penting. Tak heran, Erdogan mati-matian menggalang dukungan di luar negeri.

Di sisi lain, perseteruan Turki dengan Belanda dan Jerman itu membuat Uni Eropa (UE) ikut bicara. Senin lalu, Komisioner Perluasan UE Johannes Hahn menyatakan akan mengevaluasi rencana referendum Turki. Sebagai negara yang sedang melamar jadi anggota UE, Turki layak mendapat perhatian khusus dari organisasi terbesar Eropa tersebut.

Namun, Kementerian Luar Negeri Turki menolak campur tangan UE. “Komentar UE itu tidak ada nilainya bagi negara kami. Mereka (UE) menerapkan nilai demokrasi, hak-hak fundamental, dan kebebasan berpendapat tidak secara adil.” Demikian bunyi pernyataan resmi yang mereka rilis kemarin. (AFP/Reuters/BBC/hep/c16/any/ce2)

Published in INTERNASIONAL
Rabu, 15 Maret 2017 05:17

Ketua KPK Diminta Mundur

JAKARTA – Upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya menyasar kewenangan lembaga. Sejumlah pihak yang merasa dirugikan dengan pengusutan kasus mega korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) juga mulai menyerang personal pimpinan komisi antirasuah tersebut. Sasaran serangan balik pertama adalah Ketua KPK Agus Rahardjo. 


Agus diminta mengundurkan diri oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, kemarin (14/3). Fahri mengklaim penanganan kasus e-KTP dengan nilai proyek Rp5,2 triliun dinilai sarat dengan kepentingan pribadi Agus Rahardjo. Versi politikus PKS itu, Agus pada 2011 menjabat sebagai Kepala Lembaga Pengkajian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan terlibat proses pengadaan e-KTP.

Pernyataan Fahri membuat penanganan e-KTP oleh KPK semakin panas. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, keterlibatan LKPP saat proses pengadaan e-KTP cukup jelas disebutkan dalam surat dakwaan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan anak buahnya Sugiharto.

Di dakwaan menyebut LKPP pada Februari 2011 secara kelembagaan memberikan rekomendasi kepada Sugiharto selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) e-KTP untuk tidak menggabungkan 9 lingkup pekerjaan pengadaan.

Kesembilan poin itu adalah blangko, peralatan data center dan disaster recovery center pusat, perangkat keras untuk kabupaten/kota, perangkat keras untuk kecamatan, sistem AFIS, perangkat lunak (software/application/OS), layanan keahlian pendukung kegiatan penerapan e-KTP, bimbingan teknis (bimtek) operator pendampingan teknis dan penyediaan jaringan komunikasi data.

Menurut LKPP, penggabungan 9 jenis pengadaan itu berpotensi besar gagal dalam proses pemilihan dan pelaksanaan pekerjaan. Potensi kegagalan itu pun berpeluang menimbulkan kerugian negara dan menghalangi terjadinya kompetisi dan persaingan sehat sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) pengadaan barang/jasa. ”Rekomendasi (LKPP) tidak ditindaklanjuti,” ucap Febri.

Febri menegaskan rekomendasi LKPP itu tidak dibuat secara personal, tapi kelembagaan dengan melibatkan tim. Dengan begitu, kepala LKPP yang kini menjadi pimpinan KPK tidak bisa dikaitkan secara personal. ”Ini perbuatan LKPP. Selain itu rekomendasi LKPP tidak dilanjuti. Artinya posisi LKPP pihak yang menyampaikan kajian dan rekomendasi mencegah indikasi kerugian negara.”

Febri juga menyebut intervensi pimpinannya dalam kasus e-KTP terlalu jauh bila dikaitkan dengan rangkaian penyelidikan dan penyidikan. Penyidikan kasus kakap tersebut dimulai pada April 2014. Sementara Agus Rahardjo baru menjabat pada Desember 2015. ”Tidak memiliki kapasitas mempengaruhi secara signifikan,” terang mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.

Selain itu, kata Febri, KPK juga memiliki sistem internal yang mengisyaratkan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan berasal dari bawah, bukan dari perintah pimpinan. Maka, sangat tidak relevan bila menghubungkan penyidikan e-KTP dengan pimpinan yang baru menjabat. ”Terlalu jauh kalau menghubungkan dengan aspek personal pimpinan KPK,” imbuhnya.

Peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar berharap pengusutan mega korupsi e-KTP tidak terpengaruh dengan serangan-serangan yang melemahkan KPK. Dia menyarankan lembaga yang berdiri sejak 2002 itu tetap fokus dengan persidangan. Fakta-fakta persidangan itu lah yang nantinya bisa menjadi landasan mengusut pihak-pihak terkait, khususnya dari kelompok DPR.

KPK juga mesti menyiapkan bukti materil dan mengamankan saksi kunci dalam pengusutan itu. Dengan demikian, penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) bisa lancar menjalankan skenario menjerat nama-nama besar yang diduga terlibat. Instrumen hukum yang bisa digunakan yakni pasal 5 ayat 1 UU Tipikor untuk menjerat penyuap dari kelompok korporasi dan pasal 12 untuk penerima suap serta 12 B bagi penerima gratifikasi. ”Dalam dakwaan alternatif bisa memasukkan pasal itu,” terangnya kepada Jawa Pos, kemarin. (tyo/air)

 

Published in NASIONAL
Rabu, 15 Maret 2017 04:27

Pasport Online Dihentikan Sementara

PALEMBANG – Terhitung akhir Januari 2017 lalu pendaftaran pembuatan pasport online dihentikan untuk sementara waktu. Ini dikarenakan sedang dilakukan perbaikan dan tender untuk pengelolaan sistem tadi.

“Server yang ada saat ini rusak sehingga tidak bisa membaca atau melebihi dari kapasitas yang disediakan. dan saat ini, sedang dalam proses perbaikan di pusat,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I Palembang, Budiono melalui Kasi Lalu Lintas Keimigrasian (Lantaskim), Erwin yang ditemui Koran ini di ruang kerjanya, kemarin (14/3).

Bahkan setelah nanti proses atau perbaikan selesai dilakukan, baru dilaksanakan tender atau lelang di Direktorat Jenderal (Dirjen) Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI di Jakarta.

“Untuk teknis, ada di dirjen. Yang pasti, sejauh ini sejak operasional sistem online dihentikan sementara dilaksanakan secara manual,” terangnya.

Ia juga mengatakan untuk pembuatan passport haji secara mobile sudah tidak ada masalah lagi. Bahkan bila awalnya setiap hari sekitar 200 pemohon passport, saat ini sudah mulai berkurang. Namun demikian, pihaknya akan terus melaksanakannya hingga semuanya selesai. dan untuk hari ini (15/3) dijadwalkan akan digelar di Kabupaten Banyuasin.

“Bagi calon jemaah haji (JCH) yang belum dan akan mengurus passport, hendaknya bisa melengkapi berkas persyaratan yang dibutuhkan. Sehingga bisa langsung diproses,” tegasnya.

Terpisah, Yolanda (23), warga Jl Perintis Kemerdekaan yang ditemui di Kantor Imigrasi Klas I Palembang mengungkapkan, dirinya baru mengetahui kalau sekarang sudah tidak bisa lagi mendaftar atau mengurus passport secara online.

“Seharusnya ini bisa disosialisasikan ke masyarakat. apalagi passport ini sangat dibutuhkan ketika akan ke luar negeri,” pungkasnya. (afi)

 

Published in METROPOLIS
Rabu, 15 Maret 2017 04:15

F-16 Terbalik di Pekanbaru

JAKARTA - Belum lama pesawat latih milik TNI AU mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Adi Sumarmo, Boyolali. Pesawat latih jenis grob itu gagal take off. Selasa (14/3) kecelakaan pesawat milik TNI AU kembali terjadi. Kali ini pesawat tempur F-16 gagal mendarat dengan sempurna di Lanud Roesmin Nuryadin, Pekanbaru. Akibatnya sejumlah penerbangan komersil dari dan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II sempat terganggu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya mengungkapkan, sampai berita ini dibuat evakuasi F-16 tersebut masih berlangsung. “Pesawatnya sedang proses evakuasi untuk ditarik ke hanggar,” ungkap pria yang akrab dipanggil Jemi itu. Hanggar yang dia maksud tidak lain adalah Hanggar Skadron Udara 16 Tempur di Lanud Roesmin Nuryadin.

Jemi menjelaskan, kecelakaan F-16 di lanud tersebut terjadi sekitar pukul 17.25 WIB. Lokasi kejadian berada di ujung runway 18 Lanud Roesmin Nuryadin. Kecelakaan itu terjadi akibat sistem rem pesawat tempur itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. “Karena brake malfunction setelah pesawat landing dari runway 36 (Lanud Roesmin Nuryadin),” terang dia. Alhasil pesawat lepas kendali.

Peswat tersebut meluncur sampai ujung runway 18 Lanud Roesmin Nuryadin kemudian terbalik. Beruntung dua penerbang yang menunggang pesawat itu selamat. Mereka adalah Mayor (Pnb) TNI AU Andri sebagai kasiops dan Lettu (Pnb) Marko sebagai siswa konversi. “Kondisi penerbang dalam keadaan selamat dan tidak terluka,” jelas Jemi. Meski demikian, kecelakaan tersebut patut menjadi catatan TNI AU.

Dua kecelakaan pesawat milik TNI AU bulan ini tidak boleh diabaikan. Sebab, menyangkut alat utama sistem pertahanan (alutsista). Apalagi, dua kecelakaan itu disebabkan persoalan teknis pada pesawat. Jemi mengakui, pihaknya sudah mempersiapkan langkah pasca kecelakaan kemarin. “Akan dilaksanakan pengecekan dan evaluasi,” kata dia. Itu perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Bukan hanya evaluasi kecelakaan kemarin, TNI AU juga wajib mengevaluasi alutsista secara menyeluruh. Apalagi, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sudah menekankan komitmen untuk membenahi alutsista di matra yang dia pimpin. Itu perlu dibuktikan dengan menekan potensi kecelakaan alutsista. Baik ketika latihan maupun dalam tugas. Selain itu, kecelakaan pesawat milik TNI AU tahun lalu juga harus menjadi perhatian. (syn)

 

Published in HEADNEWS
Rabu, 15 Maret 2017 03:10

Api Lahap 6 Rumah Panggung

LAHAT - Langit Lahat, memerah tadi malam. Tepatnya di Desa Simpang 3 Pumu, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, setidaknya enam rumah panggung terbakar, sekitar pukul 21.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, pertama kali api terlihat dari rumah Muchtar (50). Tipuan angin kencang serta material yang terbakar, api menjalar ke rumah Atok (42).

Selanjutnya merambat ke rumah Wanca (48), Nikson (46), rumah milik alm H Temang, rumah Biham (60), dan rumah milik Bambang (45). “Warga sudah berusaha memadamkan, tapi rumah yang terbuat dari kayu membuat api sulit dipadamkan,” ujar saksi, yang biasa disapa Mat.

Kapolsek Tanjung Sakti, Iptu Romadon mengatakan, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.15 WIB. “Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran, berikut mendata korban dan jumlah kerugian,” katanya. (irw/air)

Published in SUMSEL
Rabu, 15 Maret 2017 02:08

Wako Sambut Baik Jawa Pos Fit

PALEMBANG – Wali Kota Palembang, Harnojoyo mendukung penuh Road to Jawa Pos Fit East Java Marathon 2017. Kegiatan berlangsung 14 Mei mendatang perlombakan dua kategori, 5 k dan 10 k (5 km dan 10 km) di Benteng Kuto Besak (BKB).

Selain di Palembang juga ada tiga daerah menjadi tempat pre-event. Masing-masing, Tenggarong (16 Juli), Makassar (6 Agustus), dan Manado (16 September). Event utama Jawa Pos Fit East Java Marathon 2017 di Surabaya, 12 November mendatang.

Dukungan Harno, sapaan akrabnya, diungkapkan kepada segenap manajemen Sumeks Group saat audiensi di kantor Sekretariat Daerah Kota Palembang, kemarin (14/3). Dia menilai, event luar biasa ini akan memberi dampak positif.

Untuk memajukan pariwisata dan menjadi tolok ukur bagi kegiatan serupa ke depan. Terlebih, acara ini diprediksi menjadi yang terbesar di Sumsel pada tahun ini dengan melibatkan lebih dari 1.500 peserta.

“Jelas kami berharap gelaran ini akan sukses. Karena dengan jumlah peserta yang besar dan berasal dari berbagai daerah, tentu akan lebih mengenalkan lagi Kota Palembang yang kita cintai,” kata Harnojoyo.

Disamping itu Harnojoyo juga mensuport program guru favorit dan kecamatan. Hadir dalam audiensi tersebut, General Manager Sumeks H Mahmud, Pemred Hj Nurseri, Manajer Pemasaran Rosidi, Manajer EO Edward Desmamora beserta rombongan.

Kepada Wali Kota segenap manajemen Sumeks Group dan panitia pelaksana mengungkapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

“Tentu kami berharap kegiatan yang ada ini mendapat dukungan dari pemerintah karena membawa nama baik Palembang dan Sumsel, dalam skala nasional,” kata H Mahmud, GM Sumeks. (aja/ion/ce2)

Published in BERITA UTAMA
Rabu, 15 Maret 2017 01:04

S-Man Rela jika Bio Dilepas

SUPORTER Sriwijaya FC, Sriwijaya Mania (S-Man) angkat bicara perilah cedera Bio Paulin. Eddy Ismail, ketua S-Man menilai manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar tidak salah jika akan melepas Bio Paulin. Sekalipun Bio Paulin cedera miniskus bukan anterior cruciate ligament (ACL).


“Ya, apa pun cederanya kalau memang mau dilepas saya kira tidak apa-apa. Bisa cari pemain lain yang lebih fresh,” kata Eddy, sapaan akrabnya, kemarin.

Dia menyarankan agar ke depan klub berjuluk Laskar Wong Kito lebih selektif rekrut pemain. Harus ada tes fisik, serta medical check up. “Dengan begitu kita tahu kalau pemain itu benar-benar tidak cedera. Contoh kayak Bio Paulin ini kan sebelumnya sudah cedera di Persipura, tapi masih saja kita terima,” tukas dia.

Klub berjuluk Laskar Wong Kito sudah sepantasnya dapat pemain-pemain kelas. Seperti Persib Bandung mendatangkan Michael Essien. “Ya, ambil saja Didier Drogba (eks striker Chelsea). Atau pemain bintang lain asal Afrika yang sudah tidak main di klub-klub elite Eropa agak murah,” tambah dia.

Bio Paulin sendiri kemarin menyempatkan sambangi Cafe and Store Sriwijaya FC di Kompleks Palembang Square (PS). Bio sementara menepi dari lapangan hijau untuk menyembuhkan luka dalam lutut yang kembali menganga. Penyembuhan luka tidak lama.

Demikian juga untuk kembali ke kondisi semula dan kembali menendang bola di lapangan. "Dengan cedera yang saya alami, dokter menyarakan untuk istirahat sebulan. Tapi dengan tekad saya untuk kembali ke lapangan, saya butuh dua minggu untuk menyembuhkan luka kemudian kembali latihan," tegasnya. (ion/ce2)

Published in TOP SOCCER
Halaman 1 dari 7

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca