Items filtered by date: Senin, 13 Maret 2017
Selasa, 14 Maret 2017 06:32

Sudah Tiga Hari Tidak Latihan

PALEMBANG - Bio Paulin tak tampak batang hidungnya pada sesi latihan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Senin (13/3) sore. Bahkan bek naturalisasi asal Kamerun itu sudah tiga hari absen latihan.

Terkait absennya mantan pemain Persipura tersebut, pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, angkat suara. Menurut pelatih asal Cilacap, Jawa Tengah itu, tidak ada tawar-menawar Bio Paulin harus absen.

Dia masih dalam proses penyebuhan cedera miniscus lutut. "Mungkin dua pekan ini dia baru bisa gabung latihan lagi. Itu juga tidak bisa langsung latihan, perlu bertahap dulu untuk adaptasi," ungkap Widodo usai pimpin latihan, kemarin (13/3).

Bagi Widodo, Bio Paulin lebih bagus fokus pada pemulihannya dulu. Karena untuk saat ini, posisinya masih bisa diambil alih beberapa pemain baru seperti Firdaus Ramadhan, Yanto Basna, Indra Permana, atau Marckho Meraudje. "Kita tunggu dua pekan ini, kita lihatlah bagaimana baiknya nanti," ungkapnya.

Sementara itu, Maradona, fisioterapi Sriwijaya FC, mengatakan, sejauh ini hasil MRI fix mengatkan jika Bio Paulin cedera meniscus. Artinya, bukan ACL (anterior cruciate ligament) seperti yang dibilang Nasrun Umar, manajer Sriwiajaya FC, beberapa hari lalu.

Lutut Bio Paulin kini masih harus dibalut untuk membuat lukanya cepat kering. "Jadi memang belum bisa bergerak betul. Dua minggu lagi balutannya bisa dibuka. Barulah mungkin dia bisa gabung latihan lagi," ujarnya.

Dari dua minggu ke depan, Bio baru boleh kembali turun lapangan, tetapi bukan untuk langsung turun di program latihan berat karena dia juga perlu adaptasi lagi untuk penguatan lutut. "Ya, pemanasan lagi, bertahap. Seperti proses latihan Maulana dan Ichsan sekarang ini," jelasnya.

Untuk cedera meniscus, sambung Maradona, berbeda dengan ACL. Cedera ini masih bisa sembuh dalam jangka waktu pendek. "Satu setengah bulan dia bisa turun. Tetapi untuk topnya, mungkin tiga bulan," tambahnya. (cj11/ion/ce4)

 

Published in TOP SOCCER
Selasa, 14 Maret 2017 06:29

Kick Off 15 April

JAKARTA – Kick off Liga 1 mulai jelas. Komite Kompetisi PSSI sudah memutuskan kompetisi kasta tertinggi tersebut bakal dieksekusi 15 April. Putusan ini diambil karena untuk memberikan waktu persiapan yang cukup bagi peserta kompetisi.

"Sudah diputus 15 April kick off Liga 1 setelah sebelumnya mulai 26 Maret tidak jadi. Regulasinya sama dengan Piala Presiden kemarin," ungkap Ketua Komite Kompetisi, Yunus Nusi, ketika dihubungi, Senin (13/3).

Liga I nanti setiap klub hanya diperbolehkan memakai tiga pemain asing dengan rincian satu Asia dan dua non-Asia. Setiap klub diwajibkan menurunkan tiga pemain usia di bawah 22 tahun. Kompetisi diikuti 18 klub alumni Indonesia Super League (ISL).

Yunus menjelaskan, terkait operator kompetisi diserahkan sepenuhnya kepada PSSI untuk eksekusi. Begitu juga terkait teknis penyelenggaraan. Termasuk di dalamnya waktu verifikasi dan menjaring sponsor. "Sebelum semua kick off, klub akan dikumpulkan lebih dulu untuk sosialisasi. Mereka akan diundang rapat pada 16 Maret nanti," jelasnya.

Pria asal Kalimantan Timur ini menerangkan jika penentuan waktu kick off tidak mepet. Sekalipun secara aturan main, jadwal kompetisi harus sudah dipegang peserta kompetisi minimal sebulan sebelum berkompetisi. "Nanti saat rapat setiap klub dibagikan jadwal. Jadi gak telat juga kan," tukasnya.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid mengatakan, secara pribadi dia telah mendengar kabar itu. Namun secara nyata pihaknya belum mendapat kabar langsung dari PSSI. "Benar, tapi kami belum mendapat kabar atau ada instruksi khusus dari PSSI untuk berkumpul," kata Faisal.

Menurut Faisal, PSSI sebelum memberikan kabar mengumpulkan semua kontestan Liga 1 dipertengahan Maret ini. Tapi hingga sekarang pihaknya belum mendapat instruksi meskipun kabar kepastian kick off sudah tersebar.

"Pastinya kita senang kepastian kompetisi sudah ada. Tapi agar lebih jelas dan tidak berubah seharusnya kita klub cepat dikumpulkan. Rencana pertengahan Maret, makanya sekarang kami menunggu saja," ungkapnya.

Keputusan mengenai tanggal itu didapatkan pada rapat Komite Eksekutif (exco) PSSI di Hotel Novotel, Sentul, Bogor, Minggu (12/3). Sedangkan untuk kick off Liga 2 akan digelar dua hari setelah kick off Liga 1. "Kami juga menunggu siapa operatornya, karena itu juga sangatlah penting bagi kami selaku pesertanya," tegasnya. (kmd/ion/ce4)

 

Published in HEADNEWS
Selasa, 14 Maret 2017 06:27

Nasib Maldini Sepekan Lagi

PALEMBANG - Winger muda Sriwijaya FC, Maldini Pali, mengaku senang bisa menginjakkan kaki di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ). Ini memang jadi latihan perdana Maldini setelah sebelumnya sempat absen dari program latihan karena seleksi prajurit kepolisian di Surabaya bersama dua rekannya, Hendra Sandi dan Indra Permana.

Setelah gabung latihan dengan Yu Hyun Koo dan kawan-kawan, mantan winger PSM Makassar dan Bhayangkara FC ini pun berharap bisa betul-betul berkostum Laskar Wong Kito ke depan. Ini lantaran Maldini, Hendra, dan Indra sampai saat ini masih berstatus seleksi di skuat jersey kuning. "Dari manajemen memang bilang, keputusannya diambil satu minggu ke depan ini," kata Maldini saat dibincangi usai latihan, kemarin (13/3).

"Saya sendiri sih merasa cocok dengan gaya bermain Sriwijaya karena coach Widodo memang suka dengan gaya permaian penguasaan bola. Seperti karakter saya, yang lebih enak dengan bermain penguasaan bola," tambah matan pemain Timnas U-19 tersebut.

Tetapi Madini juga tidak bisa paksakan diri karena semua keputusan nanti tergantung manajemen dan jajaran pelatih. "Kalau tawaran dari tim lain, memang sudah ada. Beberapa klub, ada yang dari Liga 1 dan 2," tuturnya.

Maldini mengaku tidak masalah jika seandainya nanti harus bersaing dengan beberapa pilar winger Sriwijaya FC yang memang cukup banyak. Seperti Nur Iskandar, Hilton Moreira, TA Musafri, Slamet Budiono, Rizsky Dwi Ramadhana hingga M Ridwan.

"Persaingan, kalau memang masih dipilih di Sriwijaya, ya kita bersaing secara sehat saja, tidak ada masalah. Walaupun senior atau junior, kita bersaing di lapangan, tetapi tetap menghargai senior jika di luar lapangan," ungkapnya. (cj11/ion/ce4)

Published in GELORA SRIWIJAYA
Selasa, 14 Maret 2017 05:30

Asah Ketajaman

PALEMBANG - Sriwijaya FC terus matangkan taktik jelang pelaksanaan Liga 1 2017.

Pada session latihan, Senin (13/3) sore, Laskar Wong Kito mengasah ketajaman (finishing touch).

"Kita sudah lakukan persiapan dua minggu, sekarang tahapannya masuk ke finishing touch," kata Pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro, usai latihan di Stadion Gelora Sriwijaya, Senin,(13/3).

Menu latihan diberikan Widodo terkait bagaimana anak asuhnya bisa menguasai daerah kekuasaan lawan khususnya di area belakang. Alberto Goncalves dan kawan-kawan diminta cermat melakukan beragam manuver agar semua pengawalan tim lawan jebol hingga mulus ke jala gawang.

"Tadi latihan bagaimana melewati pemain belakang. Ada yang mencoba memanfaatkan dari kolong kaki lawan dan sebagainya. Artinya kita tidak hanya mencoba mengasah ketajaman, tapi juga bagaimana mengatasi area bertahan belakangan lawan," paparnya.

Terkait kabar akan adanya pemain anyar pada latihan sore, Widodo mengaku tidak tahu. Karena dia sendiri tengah fokus mempersiapkan tim dan belum mengetahui kejelasan evaluasi ataupun penambahan pemain baru.

"Kalau itu saya tidak tahu, istri saya juga memberikan kabar katanya ada pemain baru hari ini. Dia juga dapat informasi dari medsos. Tapi saya bilang tidak ada, memang tidak ada," terangnya. (cj11/ion/ce4)

 

Published in TOP SOCCER
Selasa, 14 Maret 2017 05:22

Suka BMX di Jakarta

JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) berharap BMX tetap diselenggarakan di Jakarta pada Asian Games 2018. Ini akan memudahkan dalam persiapan. Baik saat latihan maupun bertanding. Apalagi Pemda DKI Jakarta sudah menyiapkan lahan di dekat pacuan kuda Pulo Mas.

"(Venue BMX) akan buat di Jakarta. Dekat Pulo Mas. Gak sulit kok. Butuh 3-4 bulan siapkan venue kemudian bulan keenam baru bisa dipakai. Segera pembangunannya dimulai karena desainnya juga sudah ada," terang Ketua PB ISSI, Raja Sapta Oktohari di Senayan, Jakarta, Senin (13/3).

Dikatakan pria yang karib disapa Okto, awalnya juga disiapkan tempat di Ceger Tangerang. Hanya untuk daerah ini terkendala akses. PB ISSI tidak mau BMX jauh dari Jakarta karena biar memudahkan saat ada kegiatan dan latihan. Jika di Jakarta, juga aksesnya dekat dengan velodrome. Jadi migrasinya mudah.

Lanjutnya, pembangunan venue BMX di Ibu Kota agar PB ISSI bisa maksimal mengadakan event. Mulai dari BMX Supercross, world cup, kejuaraan dunia dan lainnya. Ini sebagai momentum untuk menjaga dan memaksimal venue pasca-Asian Games. Jika dibangun jauh dari Jakarta susah. Apalagi, fasilitas venue BMX sensitif dan butuh treatment khusus.

"Kalau jauh susah. Kan gak mungkin mau pertandingan batu boyong-boyong ke venue. Kita himbau Pemerintah Daerah jangan sembarangan bangun venue, karena yang paling tahu venuenya ya PB ISSI. Kita sudah punya referensinya karena sudah pernah kirim atlet ke Olimpiade dan kejuaraan dunia lainnya. Sayang kalau anggaran negara dipakai asal-asalan. Begitu selesai dihancurin. Padahal itu pakai uang rakyat," ungkapnya.

Dikatakan Okto, selama venue BMX dan velodrom belum jadi, pihaknya mengirimkan atlet ke luar negeri untuk latihan. Ada lima negara yang didekati untuk memantapkan persiapan menyesuaikan iklim, macam Australia, Hongkong, Jepang, Zensen, dan Belanda.

Sementara itu, Wakil Presiden Panpel Asian Games (INASGOC) Muddai Madang menjelaskan bahwa BMX berpeluang dilaksanakan di Jakabaring. Pembahasan ini akan dilakukan dalam pertemuan dengan Ketua Pengarah INASGOC Jusuf Kalla pada 25 Maret mendatang. Sejauh ini, klaim BMX akan diadakan di Jakabaring tinggal menunggu formalitasnya saja. (kmd/ion)

Published in ALL SPORT
Selasa, 14 Maret 2017 04:17

Diintai Seminggu, Ultah di Penjara

MURA – Rindu Canggih alias Ucok, warga Kecamatan Tugumulyo, Mura terpaksa merayakan ulang tahun (ultah) dalam sel tahanan.‎ dia kedapatan mengonsumsi sabu-sabu di rumahnya sendiri.

Pria berusia 31 tahun itu digerebek polisi pada Minggu (12/3), pukul 17.30 WIB saat merayakan ulang tahunnya sendirian. Sejumlah polisi berpakaian preman datang memberi kejutan dengan mendatangi rumahnya. Tersangka yang sedang asyik nyabu tentu saja kalang kabut.

Dia lalu bersembunyi di bawah kasur dalam kamarnya. Sayang, anggota mengetahui keberadaannya. Sudah seminggu polisi melakukan pengintaian. Rumahnya sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Dia mencoba berkelit dan mengaku tidak pernah melakukan transaksi narkoba. Tapi, kondisinya usai memakai narkoba membuatnya sulit bersilat lidah. Dia lalu dipaksa menunjukkan narkoba miliknya.

Darinya disita dua bungkus plastik berisi sabu seberat 0,95 gram, satu handphone, satu alat hisap (bong), empat plastik klip kosong, dua sekop, korek api gas, selembar tidur di balik kasur busa.

“Barang itu bukan punya aku, Pak,” cetusnya. Kapolres Mura AKBP Hari Brata melalui Kasat Narkotika Forliamzon menuturkan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan seringnya transaksi narkoba di rumah tersangka.

“Setelah seminggu kami intai, dipastikan kalau tersangka terlibat dalam peredaran narkoba,” jelasnya. Pengakuan tersangka, barang bukti bukan miliknya, tapi dari temannya, Joko, warga Lubuklinggau. “Kami akan kembangkan pengakuannya,” tandas AKP Forliamzon.(cj13/ce1)

 

Published in TOP NEWS
Selasa, 14 Maret 2017 03:14

Korban Turun, Pelaku Gasak Rp68 Juta

PALEMBANG – Apes dialami Kiki (30). Warga yang tinggal di Jl Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II itu datang ke SPK Terpadu Polresta Palembang dengan gemetaran. Dia mengaku baru saja kehilangan uang Rp68 juta.


Kejadiannya, kemarin (13/3), pukul 15.30 WIB di Jl Pangeran Ratu, dekat kantor Imigrasi Palembang. Menurut wanita berkerudung itu, sebelum kejadian dia bertemu temannya di kantor Imigrasi.

Setelah itu, dia bermaksud pulang ke rumahnya. Belum jauh meninggalkan kantor Imigrasi, dia melihat seorang bapak membonceng anak berusia sekitar 2 tahun dan wanita yang diduga istrinya.

Sang bapak terus menunjuk kaca mobilnya. “Saya dengar dia bilang jaket anak saya tersangkut di ban mobil. Dia juga bilang ban mobil saya kempes,” cerita korban. Karena dia terus melaju, pria itu lalu menggedor kaca mobilnya.

Mendapat pemberitahuan dari pria itu, tanpa curiga korban menghentikan mobilnya. Dia lalu turun untuk mengecek ban mobilnya yang dibilang kempes. Juga jaket anaknya yang tersangkut.

“Ternyata ban tidak kempes dan jaket anak saya tidak tersangkut,” kata korban. Saat korban turun itulah, dari arah samping kiri mobil, ada dua pria lain yang membuka pintu mobilnya dan mengambil uang Rp68 juta dalam kantong.

Kantong berisi uang itu ia letakkan di tengah ke dua kursi depan. Korban baru tersadar uangnya hilang setelah mendengar pintu mobil ditutup. “Saya lihat, kedua pelaku sudah kabur,” bebernya. Ada dugaan, para pelaku satu keluarga.

Menurut korban, sebelum bertemu sang teman di kantor Imigrasi, dia memang mampir ke kawasan induk, mengambil uang di sana. “Uang itu untuk keperluan bisnis proyek,” jelasnya.

Diduga, saat itu dia sudah diintai pelaku. Usai mendapat laporan korban, tim Polresta Palembang dan Polsekta Seberang Ulu I langsung mengajak korban mendatangi lokasi kejadian di Jakabaring. “Kami sudah turunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasusnya dalam penyelidikan,” tandas Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB melalui Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede SH. (chy)

Published in TOP NEWS


JAKARTA - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Arie Soedewo, disebut pernah bertemu dengan Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah. Diakui Fahmi, pertemuan itu berlangsung di rumahnya.

“Pernah, di rumah saya," kata Fahmi, usai sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/3). Namun menurut suami artis Inneke Koesherawati itu, pertemuan dengan Arie Soedewo itu hanya memberikan penawaran agar rumahnya di Menteng bisa dikontrakkan untuk rumah dinas Arie Soedewo.

Dia membantah pertemuan itu juga ada kaitannya dengan permintaan Arie berupa jatah 7,5 persen dari total proyek pengadaan satelit monitoring. Diketahui, pengadaan proyek itu menggunakan dana APBN Perubahan 2016 ‎dengan anggaran lebih Rp222,43 miliar. "Enggak ada. Enggak ada (permintaan). Saya yang nawarin (rumah). Resmi kok ke kantor," ujar Fahmi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyatakan Fahmi Darmawansyah telah menyuap sejumlah pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dengan uang sebesar Rp4,36 miliar. Uang itu terdiri atas SGD 209.500, USD 78.500, dan Rp 120 juta. Fahmi didakwa bersama-sama dua orang kepercayaannya, M Adami Okta dan Hardy Stefanus.


Jaksa Kiki Ahmad Yani mengatakan, Fahmi telah memberikan suap kepada Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerjasama Eko Susilo Hadi; Direktur Data dan Informasi pada Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerjasama Bambang Udoyo; Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan, dan Kasubag TU Sestama Bakamla Tri Nanda Wicaksono.

Suap diberikan untuk memenangkan perusahaan yang dimiliki dan atau dikendalikan oleh Fahmi Darmawansyah yaitu PT Melati Technofo Indonesia dalam pengadaan monitoring satelite di Bakamla tahun anggaran 2016. Rinciannya, uang kepada Eko Susilo Hadi sebesar SGD 105 ribu, USD 88.500, dan 10 ribu euro; kepada Bambang Udoyo sebesar SGD 105 ribu; kepada Nofel Hasan SGD 104.500; dan Tri Nanda Wicaksono Rp 120 juta. (put/jpg/air)

 

Published in NASIONAL
Selasa, 14 Maret 2017 02:12

Berprestasi, Sempat Sujud ke Ibu

Suasana duka masih menyelimuti rumah ketiga pelajar SMK Negeri I Penukal yang tewas disambar petir di Bukit Besar, Lahat. Keluarga para korban tak menyangka kehilangan anak-anak yang mereka cintai.
-----------


Raut wajah sedih terpancar jelas dari Wardiah, ibunda almarhum Sangkut (16), salah seorang pelajar kelas X yang jadi korban tersambar petir, Sabtu (11/3) sore. Wanita itu seakan mendapat pertanda ada yang akan terjadi ketika anaknya pamit akan pergi liburan ke Lahat bersama enam temannya yang lain.

“Dia datang, tiba-tiba sujud sambil bilang mau pergi liburan mendaki Bukit Besar di Lahat sama kawan-kawannya,” ungkap Wardiah. Perilaku Sangkut tentu saja membuatnya heran.
Tidak pernah almarhum berperilaku seperti itu saat mau pergi kemanapun. Dengan berat hati, dia pun mengizinkan putranya liburan. Ternyata, itu pamitan terakhirnya. “Ingat itu buat saya pilu, tidak menyangka dia akan pergi secepat ini,” beber ibu enam orang anak tersebut sembari menyeka air matanya.

Ditambahkan Jahri, ayah Sangkut, putranya termasuk siswa berprestasi. Bahkan, almarhum terbilang aktif dalam berbagai kegiatan di SMK Negeri I Penukal. Terutama di OSIS. “Memang dia cukup sering pergi keluar kota untuk mengikuti kegiatan dan jalan-jalan. Jadi memang sudah biasa, Pak,” ungkapnya.

Karena itu, dia tidak mendapat firasat kalau kepergian putranya mendaki bukit di Lahat akan berbuat petaka. Adi, keluarga korban Sangkut mengungkapkan, Sangkut merupakan anak yang sering bergaul dan kumpul bersama. Dia juga penurut dan terbilang santun kepada keluarga serta tetangga. “Kami kaget waktu terima kabar itu,” ungkapnya.

Kehilangan juga dirasakan Rozali, ayah M Ramadhan Pratama (16). Dia tak mendapat firasat apapun terkait musibah yang dialami sang putra. “Sebelum berangkat, dia pamitan. Katanya mau pergi bersama enam teman sekolahnya ke Lahat, naik Bukit telunjuk,” beber dia.

Karena sudah biasa, dia pun memberikan izin. Ketiga korban berangkat Sabtu, jam 7 pagi. Malamnya dia mendapat kabar anaknya meninggal tersambar petir. “Begitu mendapat tersebut, kami langsung berangkat ke Lahat,” kata Rozali.

Kenangan baik ketiga korban juga diingat Deni Kurniawan, guru olahraga SMKN 1 Penukal, PALI. Dia mengakui kalau Ramadhan, Sangkut dan Almahesa merupakan siswa yang cukup berprestasi di sekolah.

Mereka juga dikenal rajin dan aktif dalam berorganisasi. Tak hanya OSIS, tapi juga pramuka dan paskibraka. “Kami merasa sangat kehilangan,” ujar dia. Kesedihan juga dirasakan Ir H Heri Amalindo MM, Bupati PALI. Orang nomor satu di kabupaten pemekaran Muara Enim itu bahkan turun langsung melayat ke rumah para korban.

Diwartakan sebelumnya, Sabtu sore, tujuh pelajar kelas X SMKN 1 Penukal, PALI disambar petir di puncak Bukit Besar, Desa Tanjung Beringin, Lahat. Tiga korban tewas di lokasi. Mereka, M Ramadhan (16), warga Desa Babat, Kecamatan Abab; Almahesa (16), warga Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab; Sangkut (16), warga Desa Gunung Raja, Kecamatan Penukal.

Sedang empat pelajar lain selamat. Mereka, Ayu Hanggari (16), warga Desa Babat, Kecamatan Penukal; Reni Gayatri (16), warga Gunung Raja Penukal; Wawan (16), warga Desa Betung, Kecamatan Abab; Rudi Sanjaya (16), warga Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab. (*/ce1)

 

Published in DOR!
Selasa, 14 Maret 2017 00:19

Pelaku Pakai Jimat Gagal Menghilang

PALEMBANG - Para pemburu bandit yang tergabung dalam “Tim Rimau” jajaran Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel makin gahar. Bersenjata lengkap, mereka menyebar ke seluruh wilayah Sumsel, mem-back up jajaran oolres.

Selama dua hari, 17 preman jalanan yang melakukan pungli dan pemerasan di Jl Jenderal Sudirman, Prabumulih diringkus bersama Satreskrim Polres Prabumulih. Mereka, Leo (42), Nopredi (26), Marlianda (23), Ardiansyah (23), Asep (18), Adi (28), Reno (27), Salman (49/alm), Rudi (42), Ade (32), dan Haryono (49). Bahkan, ada seorang yang berstatus pelajar, yaitu Eg (18).

Barang bukti yang diamankan cukup banyak. Selain 5 handphone, juga mobil Avanza BG 1696 CF warna merah, sepeda motor Mio J warna putih BG 2602 CI, uang tunai Rp 1,3 juta, sebilah pisau, dan peralatan cap stempel serta blok tiket logo TSG (Tiga Saudara Group).

Kemarin (13/3), penangkapan para tersangka diekspose langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda. Katanya, ke-17 tersangka memalak para sopir truk yang melintas di lokasi. “Setiap truk dipalaki Rp 80 ribu. Kaca depan truk ditempel stiker bertuliskan logo TSG, tanda sudah membayar,” bebernya.

Bisa dibayangkan kalau setiap hari ratusan bahkan ribuan mobil yang lewat dipalaki. “Berapa uang yang mereka dapat setiap hari,” cetus Kapolda. Sopir truk yang tidak mau membayar akan diganggu. Bahkan, tidak segan sopirnya dilukai dengan sajam maupun senpi.
“Kami juga tes narkoba semuanya,” lanjut Kapolda.

Tim Rimau, juga beroperasi di Palembang. Minggu (12/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang pencuri mobil, Soim (59), warga Kelurahan Tanjung Agung, Ogan Ilir diciduk di Sungai Jeruju, Pasar Kuto.

Dua temannya sudah lebih dulu ditangkap, Madi dan Sapri. Tiga pelaku lain, Tanhar, Iwan, dan Saman masih dalam pengejaran. Setidaknya ada dua mobil L300 yang dicuri kawanan ini. “Komplotan ini juga spesialis membobol mesin ATM dalam minimarket,” lanjutnya.

Sejumlah jimat disita dari Soim. Ada yang berbentuk ikat pinggang, keris kecil, batu cincin dan minyak wangi. “Kata pelaku jimat itu biar bisa menghilang. Tapi ketika ditangkap Tim Rimau, rupanya jimatnya tidak manjur,” seloroh Agung.

Diciduk pula dua tersangka penggelapan mobil rental. Yakni Jumhana (40), warga kelurahan Ario Kemuning yang ditangkap Jumat (3/3) pagi. Satu lagi, Aprizal, masih dalam pengejaran. Modusnya, kedua pelaku berpura-pura punya kerja sama dengan perusahan batu bara di Lahat.

Mereka meyakinkan korban butuh mobil untuk operasional perusahaan. “Jadi, mereka menyewa atau merental mobil dari sejumlah korban dengan tarif sewa bervariatif mulau Rp6,5 juta hingga Rp20 juta,” lanjutnya. Enam mobil yang disewa ternyata mereka jual. Rincinya, 2 unit Pajero warna silver BG 333 IL dan BG 1359 IB. Kemudian, 3 unit Kijang Innova BG 1773 RF, BG 1278 LX, dan BG 1839 HD serta Xenia BG profit.

“Total ada 15 mobil rental yang mereka jual,” sambungnya. Kemudian penangkapan terhadap Rendra (26), warga Jl Sersan Sani, 2 Ilir pada Kamis (9/3) sore di Jl TAA. Dia diduga menggelapkan dump truck Hino 130 warna Hijau BE 9782 CM asal Lampung.

Kata Kapolda, tersangka beli mobil secara online seharga Rp 45 juta dari orang tidak dikenal. Mobil tersebut dipreteli dan dijual perbagian. Seperti mesin seharga 12 juta dan bak perseneling Rp 8 juta. Rupanya, mobil tersebut milik bos CV Mitra Abadi, Arsiando (29), warga desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan yang hilang sejak Jumat (27/2) lalu.

Pelaku penggelapan 3 orang, yaitu Suwargono, Yono, dan Ali. “Kami sudah koordinasi dengan Polda Lampung untuk mengungkap kasus ini,” tukasnya. Direktur Reskrimum Kombes Pol Prasetijo Utomo menambahkan, Tim Rimau terus bergerak. “Saya beri target pada Tim Rimau untuk menuntaskan setiap kasus. Kondusifitas di Sumsel harus teris dijaga, terlebih jelang Asian Games 2018,” kata tandasnya. (vis/ce1)

Published in HEADNEWS
Halaman 1 dari 7

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca