Items filtered by date: Minggu, 12 Maret 2017
Senin, 13 Maret 2017 06:36

Empat Kapolres Berganti



PALEMBANG – Empat kapolres di jajaran Polda Sumsel, termasuk dalam 160 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) yang dimutasi kali ini. Merujuk surat telegram Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Nomor: ST/671/III/2017 tertanggal, 11 Maret 2017, yang ditandatangani As SDM Karobinkar Polri Brigjen Pol Priyo Widyanto.

Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka, dimutasi menjadi Wakapolres Bogor Kota. Penggantinya, AKBP Robi Karya Adi dari Kabag Binopsnal (KBO) Ditlantas Polda Kepri. Kemudian, Kapolres Muara Enim dimutasi menjadi Kasubbag Lekdikbangpres Iptek Baglekdik Rodalpers SSDM Polri.

Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan, bergeser mengisi jabatan Kapolres Muara Enim. Sementara jabatan yang ditinggalkan AKBP Leo Andi, digantikan AKBP Ni Ketut Widayana Sulandari dari Kapolres OKU Selatan (OKUS). AKBP Ahmad Pardomuan dari KBO Ditlantas Polda Sumsel, masuk menjadi Kapolres OKUS.

“Itu kebijakan Mabes Polri,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Dikatakannya, di lingkungan Polri, mutasi dan promosi adalah hal biasa. Selain untuk pembinaan dan pengembangan karir personil, juga bagian dari tour of duty and tour of area.

Sementara Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan, tidak menjawab saat dikonfirmasi terkait rotasinya ke Polres Muara Enim. Baurbag Humas Polres OKU, Aiptu I Wayan Sudana, mengaku sudah tahu soal mutasi kapolres tersebut dari media dan grup medsos perwira Polres OKU. “Di situ, Kapolres juga membenarkan adanya mutasi tersebut," ungkap Wayan. (vis/gsm/air)

 

Published in SUMSEL
Senin, 13 Maret 2017 05:32

Pemerintah Tetapkan 111 Pulau Terluar

JAKARTA - Ketetapan pemerintah terkait daftar pulau kecil terluar di Indonesia akhirnya keluar juga. Dalam Keputusan Presiden Nomor 6/2017, pemerintah menerbitkan daftar 111 pulau kecil terluar. Hal tersebut disambut positif oleh publik asal memang pemerintah benar-benar berniat untuk mengelola pulau-pulau tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudji Astuti mengatakan, jumlah ini menambahkan 19 pulau baru sebagai pulau yang menjadi tolok ukur batas Indonesia. Sebelumnya, pulau kecil terluar hanya terdaftar sebanyak 92 yang tercantum dalam Peraturan presiden Nomor 78 2005.

Penambahan pulau tersebut kebanyakan berasal di wilayah Kepulauan Riau seperti Pulau Tokon Tokonghiu atau Malang Berdaun. Selain itu, masih ada beberapa lagi pulau terluar baru seperti wilayah Banten yang mempunyai dua pulau baru : Pulau Karangpabayang dan Pulau Guhakolak. “Penetapan pulau-pulau ini untuk mencegah isu okupasi atau klaim kepemilikan pulau oleh warga negara lain. Kami juga bisa mengawasi aktivitas ilegal yang sering kali terjadi seperti penyeludupan narkoba, perbudakan, bahkan illegal fishing,” ujarnya dalam keterangan resmi kemarin (11/3).

Seiring penetapan tersebut, Susi beharap semua elemen masyarakat bisa mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di pulau-pulau tersebut. Sehingga, pulau tersebut bisa menjadi menjadi pemasukan lebih bagi negara.

Di sisi lain, pakar maritim Indonesia Abdul Halim mengatakan upaya pemerintah untuk menambahkan daftar pulau kecil terluar memang perlu diapresiasi. Hal tersebut berarti rezim Jokowi punya perhatian lebih dalam menguatkan wilayah-wilayah batas. Sehingga, kasus seperti Pulau Sipadan dan Ligitan yang berpindah ke Malaysia pada 2014 lalu tak terulang kembali. “Tentunya, Indonesia harus mengambil segala langkah agar semua aset negara bisa benar-benar terjaga,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan itu.

Namun, lanjut dia, pemerintah tak boleh hanya berharap bisa memerah kekayaan pulau. Justru, Presiden Jokowi dan pembantunya harus membuat rencana agar ekonomi di pulau-pulau tersebut bisa meningkat. Sehingga, masyarakat di pulau tersebut bisa merasakan manfaat yang diterima dari negaranya. “Kasus Sipadan dan Ligitan itu akhirnya dimenangkan oleh Malaysia karena negara jiran itu dinilai lebih memberikan manfaat. Jadi, ada syarat yang harus dipenuhi adalah upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi pulau-pulau tersebut,” ungkapnya.

Namun, dia menegaskan, skema pemerintah untuk mengundang investor asing ke pulau-pulau tersebut bukan solusi terbaik. Menurutnya, hal tersebut sama saja dengan privatisasi pulau yang selama ini dikritisi oleh publik. “Banyak skema yang bisa dilakukan pemerintah untuk berinvestasi di pulau tanpa mengundang pihak asing. Bisa mengalokasikan dana desa atau melakukan investasi gotong royong,” ungkapnya. (bil)

Published in TOP NEWS
Senin, 13 Maret 2017 05:13

Ciduk Enam Bandit Jalan Lingkar

PRABUMULIH - Kriminalisasi terhadap para sopir angkutan barang yang melintas di wilayah Kota Prabumulih masih saja terjadi. Pada 6 Maret lalu, 10 bandit jalan lingkar diciduk tim gabungan Opsnal Polsek Prabumulih Timur dan Polres Prabumulih.

Mereka ditangkap dari beberapa tempat. Enam orang diciduk dari kediaman masing-masing. Yakni Zulhepi (49), warga Jl Bukit Lebar, Kelurahan Majasari; Hendri (29), FJT (14), dan Febrianto (34), ketiganya warga Jl Air Mendidih, Kelurahan Sukaraja.

Lalu, Egi dan Yopie, warga Kelurahan Sukaraja. Kawanan ini terlibat pemerasan terhadap dua sopir pada 3 Februari lalu. Korbannya, Indra (36), warga Kelurahan Tangga Takat Palembang dan Hardiansyah (28), warga SP1 Talang Jaya Kecamatan Sungai Menang, OKI.

Indra kehilangan uang jalan dan handphone. Sementara Hardiansyah kehilangan uang jalan sebesar Rp 1,2 juta, Hp serta surat-surat kendaraan. Petuga juga mengamankan empat pelaku pungli dengan modus kawal truk. Mereka, Ra (14), warga Kelurahan Prabujaya; Syarifudin (35), warga Kelurahan Sukaraja; Rusli (35) dan Darmawan (30), keduanya warga Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT).

Kabagops Polres Prabumulih, Kompol Andi Supriadi SIk SH MH didampingi Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hendra Gunawan SH mengatakan, penangkapan dilakukan berdasa
r pengaduan korban. “Mereka melapor diserang sekelompok orang di jalan lingkar,” tuturnya.

Dalam penyelidikan, polisi mencurigai komplotan ini. Lalu dilakukanlah penangkapan. "Hendri dan FJT, kami ringkus terlebih dahulu di kediamannya. Lalu, dari pengakuan keduanya kami menangkap empat pelaku yang lain," beber Andi. (kos)

Published in DOR!
Senin, 13 Maret 2017 05:10

Malu, Hamil di Luar Nikah

LAHAT - Teka teki orang tua bayi malang yang dibuang tanpa baju di areal kebun kopi Desa Kota Agung terkuak. Ibu yang melahirkan balita itu adalah Ty (21) warga setempat. Di hadapan petugas kepolisian, dia menceritakan kronologis pembuangan anak tak bersalah itu.


Menurut Ty, Jumat (10/3), dia merasakan perutnya mules, hendak melahirkan. Khawatir diketahui orang, dia menuju sumur di belakang rumahnya. Sekitar pukul 05.00 WIB, tanpa pertolongan siapa pun, wanita muda ini melahirkan bayi itu dengan selamat.
Sekitar pukul 05.30 WIB, ia membawa bayi itu ke kebun kopi yang berada di dekat rumahnya. Kemudian, bayi itu ditinggalkan begitu saja di dekat pohon kopi. Keesokan harinya bayi itu ditemukan Diniarti, petani kopi yang sedang menyiangi rumput di kebunnya.

Ketika itu, Dini mendengar suara tangis bayi. Dia lalu mengajak temannya, Lensiana untuk mencari asal suara bayi menangis itu. Keduanya lalu menemukan bayi merah tanpa busana tergolek di bawah sebatang pohon kopi.

Usut punya usut, Ty membuang bayi itu karena orang tua dan warga tahunya dia masih gadis alias belum menikah. Bayi itu diakuinya hasil hubungan gelap dengan seorang pria. "Merujuk dari pengakuan Ty, artinya bayi tersebut sudah ditelantarkan di kebun kopi selama 30 jam lebih,” kata Kapolres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka SIK melalui Kapolsek Kota Agung, AKP Aan Sumardi.
Dia bersyukur ada warga yang menemukan bayi malang itu dan melapor ke pihaknya. Ditegaskan Kapolsek, perbuatan Ty terancam pasal berlapis. Yakni Pasal 305 KUHP, Pasal 77 Undang-undang tentang Perlindungan Anak dan Pasal 49 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan ancaman hukuman pidana lima tahun penjara.

"Membuang bayi merupakan suatu tindak pidana. Setidaknya ada tiga pasal bakal menjerat ibu bayi itu," bebernya. Mengenai pria yang telah menghamili T, Kapolsek menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Informasi sementara, ayah sang bayi bekerja di Kota Palembang.
Nur, salah seorang keluarga Ty, mengaku kaget atas tindakan yang dilakukan keponakannya tersebut. Bahkan, warga Desa Kota Agung ini menyatakan tidak tahu bahwa TY selama ini tengah mengandung. Dia lega melihat kondisi bayi tersebut yang sehat, meskipun harus dirawat dalam incubator.

"Sudah dikasih nama oleh pak kades. Namanya Fatih Rizki Anugrah,” beber Nur yang dibincangi di ruang kelas III neonatus, sal anak RSUD Lahat, kemarin. Berat bayi tersebut setelah ditimbang 2,3 kilogram. Sayang, belum ada keterangan lanjut dari dr Hidayati, dokter yang menangani sang bayi karena yang bersangkutan tak berada di tempat. (Irw/ce2)

Published in HEADNEWS
Senin, 13 Maret 2017 05:08

Rumah Komersil Terus Genjot Penjualan

PALEMBANG – Terus mendorong penjualan. Da Vinci Village gencar melakukan event rutin. Manager Marketing PT Abadi Lestari Mandiri, Agus mengatakan, open house yang dilakukan pihaknya ini di tujukan untuk mendatangkan customer secara langsung ke lokasi.

“Tahun ini fokus strategi penjualan kami dengan open house rutin ini setiap bulan, dan setiap kegiatan ini di lakukan kami juga lakukan promo untuk lebih menambah daya tarik,” terangnya saat di temui di sela event House di perumahan yang berada di kawasan Jl. Sukabangun tersebut, kemarin (12/3).

Jika pada tahun sebelumnya, event promosi perumahan mewah ini banyak di lakukan dengan pemasaran dengan promo unik, seperti beli rumah dapat “istri”, maka tahun ini di arahkan lebih ke aktivitas bertemu secara langsung seperti ini.

“Disetiap bulan event ini bentuk promosi kami lebih ke hadiah yang di berikan secara langsung ke customer yang melakukan minimal booking fee,” katanya. Seperti bulan-bulan sebelumnya, kemarin (12/3) Davinci juga memberikan hadiah langsung berupa Yahama Nmax untuk setiap customer yang melakukan booking fee. “Booking fee bisa langsung Nmax,” ujarnya.

Event sebelumnya, perumahan yang di pasarkan dengan harga mulai Rp900 jutaan ini memberikan hadiah langsung berupa Mobil. “Pembeli juga kami berlakukan untuk semua type rumah yang di beli, baik itu type 100, 110 hingga 120,” tambahnya.

Lebih mendekat dengan customer, event ini juga di buat layaknya open house. Nantinya di setiap event akan di sajikan jamuan dan terkesan lebih santai. “Sejak event ini kami lakukan, pengaruhnya terhadap penjualan cukup signifikan, karena setiap kali event, seperti hari ini saja (kemarin, red) terjual setidaknya 2 unit,” katanya.(cj10/rip)

 

Published in EKONOMI
Senin, 13 Maret 2017 05:00

Gerbong Berjalan Tergantung Penumpang

PALEMBANG – Gerbong light rail transit (LRT) Palembang, kini tengah dikerjakan PT Industri Kereta Api (INKA). BUMN tersebut memenangkan tender pengadaan delapan gerbong kereta ringan tersebut dengan nilai kontrak Rp388 miliar. 


Perusahaan yang berpusat di Madiun, Jawa Timur itu, diberi waktu 18 bulan untuk membuatnya, terhitung Desember 2016. Yakni setelah kontrak antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator LRT Palembang dengan PT INKA, pada 21 Desember 2016.

“Artinya, pada April 2018 akan diserahkan dua transit (gerbong, red). Kemudian, Juni enam transit,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Sumsel H Nasrun Umar, melalui Kabid Perkeretaapian, Afrian Jhon.

Delapan gerbong yang diserahkan dua tahap tersebut, dalam kotraknya dengan masa perawatan selama empat bulan. Sementara dari paparan PT INKA, kedatangan material pada Juli 2017. Sedangkan komponen umum, sistem pengereman maupun pintu mesin, dan AC, bertahap pada November 2017.

Untuk spesifikasi teknis, lanjut Jhon, terdiri atas kereta pengikut tanpa kabin masinis (Trailercar=T), dengan berat 32 ton. Kemudian Motorcar (MC) yakni kereta penggerak tanpa kabin masinis, masing-masing 33 ton. “Kapasitas didesain, satu meter persegi empat orang,” urainya.

Dalam sekali jalan, tiga transit (gerbong) mampu mengangkut 379 orang penumpang. Rinciannya, gerbong depan dan belakang masing-masing 121 penumpang. Sedangkan gerbong tengah 177 penumpang.

Lanjut Jhon, untuk desain tempat duduk, berhadapan mirip bus Transmusi. Sehingga formasi penumpang paling banyak berdiri. Tapi menurutnya hal itu tidak masalah, sebab goncangan LRT sangat minim karena menggunakan tenaga listrik. “Teknologi LRT ini sangat canggih. Jadi tidak akan ada masalah,” klaimnya.

Terpisah, Project Management Unit (PMU) Penyelenggaraan dan Percepatan LRT Palembang, Ahmad Wahidin, menyebut pengoperasionalan LRT masih dikaji. Melihat kebutuhan, termasuk jam operasionalnya. “Apakah 24 jam atau tidak,” katanya.

Termasuk jumlah gerbong yang berjalan. Dari delapan gerbong, bisa jadi hanya empat yang dioperasionalkan. Dua di jalur kanan, dua di jalur kiri. “Kita juga harus melihat revenue dan tingkat penumpang (load factor, red) sebab ini mempengaruhi biaya operasional,” sebutnya.

Artinya, jumlah gerbong yang berjalan menyesuaikan jumlah penumpang yang naik. Misalnya, sambung Wahidin, pada jam sibuk seperti di bandara banyak pesawat yang landing. “Otomatis dioperasionalkan tiga transit (gerbong, red),” katanya.

Begitpun, pada malam hari. Tidak mungkin dioperasionalkan semua, sebab penumpang pasti tinggal sedikit. “Yang jelas, LRT akan memberikan pelayanan 24 jam bagi transportasi masyarakat,” klaimnya. (yun/air/ce1)

Published in BERITA UTAMA
Senin, 13 Maret 2017 04:57

Santai ala Pantai di PIM

PALEMBANG - Atrium swing Palembang Indah Mall (PIM) terlihat berbeda, kemarin (12/3). Ada papan selancar, kursi dan meja payung, serta lainnya yang berbau pantai. Satu per satu, model cilik berjalan percaya diri di atas catwalk. Mengenakan busana yang full colour, seperti dress, hotpant, kain pantai, dan baju renang. 


Mereka dilengkapi properti yang tak kalah menarik, seperti topi pantai, kacamata, kalung, jam dan lainnya. Ya, mereka peserta colourful summer fashion competition, mengusung tema back to beach. Ada dua kategori yakni anak usia 3-9 tahun dan 10 tahun ke atas. “Mereka harus mengenakan busana ala pantai, yang full collour. Ya, identik dengan anak dan pantai,” ucap Willy, supervisor event Palembang Indah Mall (PIM).

Colourful summer fashion competition ini diikuti 40 peserta. Berasal dari berbagai sekolah di Kota Palembang. Ada pula ikut melalui manajemen. “Kami memang rutin mengelar event. Tapi untuk tema pantai ini baru pertama kali digelar (diangkat) meski sebenarnya di Sumsel tidak ada di pantai,” ulasnya.

Willy memaparkan, selain memang tema ini unik dan belum pernah diangkat dan sangat unik. Karena fashion show yang digelar selama ini sudah sangat biasa. Seperti gaun, dress dan baju casual lainnya. Disamping, kata dia, pihaknya ingin memperkenalkan produk terbaru dari tenant sebab saat ini peralihan musim semi ke musim panas.
“Jadi sangat cocok, juga bisa menjadi reprensi busana yang bisa dikenakan saat berlibur ke pantai,” paparnya. Ditambahkannya, fashion show ini terkait summer shopping festival yang digelar 11-12 Maret. Ada tenant yang menggelar diskon sampai 50 persen.

Nilam, orang tua salah satu peserta, mengaku sudah sering mengikutkan anaknya pada berbagai event fashion show. Tapi berbeda dengan colourful summer fashion competition kali ini di PIM. Untuk itu dia harus mempersiapkan berbagai properti agar identik dengan nuansa pantai.

“Selain baju, saya juga mempersiapkan papan selancar, payung, kaca mata,” sebutnya.
Dijelaskan Nilam, sejauh ini prestasi anaknya cukup baik dari mengikuti event ini. Namun paling penting, alasan dirinya mengikutkan anaknya lomba ini atas keinginan mereka dan agar berani tampil, bergaul, dan punya banyak teman. “Tapi tentunya prestasi sekolah tetap nomor satu,” tuturnya. (yun/air/ce1)

Published in HEADNEWS
Senin, 13 Maret 2017 04:31

Tinggalkan Bali, Kunjungi Jepang

JAKARTA - Berakhir sudah liburan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di pulau Dewata. Kemarin (12/3) pagi, Raja Salman dan rombongan bertolak dari bandara internasional Ngurah Rai Denpasar. Presiden Joko Widodo kemarin melepas keberangkatan Raja Salman melalui sambungan telepon.

Pembicaraan via telepon pukul 09.30 wita itu dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Dalam keterangan resminya kemarin, Retno mengatakan, Presiden menelepon Raja Salman dan menyampaikan ucapan selamat jalan. “Terima kasih atas kunjungan Raja dan delegasi,” ujar Jokowi sebagaimana dituturkan oleh Retno.

Sebaliknya, lanjut Retno, Raja Salman menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah dan masyarakat Indonesia. Raja menyatakan gembira selama berada di Indonesia. Bentuk kegembiraan itu dia tunjukkan dengan memperpanjang masa liburan di Bali dari enam hari menjadi sembilan hari. “Raja berharap saling kunjung pihak pemerintah dan swasta antara kedua negara bisa lebih diintensifkan,” lanjut Retno.

Pesawat Saudi Arabian Airlines yang membawa Raja Salman dan rombongan bertolak pukul 11.13 WITA. Sebelum berangkat, Raja sempat menerima kunjungan kehormatan Menlu Retno Marsudi di Hotel St Regis tempat dia menginap. Dalam pertemuan tersebut, Raja kembali menyampaikan pentingnya peningkatan kerja sama antara kedua negara.

“Menurut Raja, sebagai sesama negara ekonomi terbuka, akan lebih mudah bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi,” tutur diplomat 54 tahun itu. Karena itu, dalam dua bulan ke depan Presiden Jokowi akan mengutus menteri terkait untuk merealisasikan hasil kunjungan Raja Salman.

Dari Bandara Ngurah Rai, Raja Salman langsung bertolak ke Tokyo, Jepang, untuk melanjutkan tur kenegaraan Asia. Retno bersama Menag Lukman Hakim Saifuddin ikut mengantar keberangkatan Raja di bandara tersebut. Selain keduanya, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika juga ikut mengantar. (byu/oki/ce2)

Published in NASIONAL
Senin, 13 Maret 2017 04:06

Sejuta Unit, Masuk Rekor Muri


JAKARTA – Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mencatat rekor penjualan Colt Diesel “Pencapaian Penjualan Truk Terbanyak” pada Museum Rekor Indonesia (MURI). Capaian rekor yang dicetak Colt Diesel merupakan yang pertama dan satu-satunya pernah diraih segmen truk ringan di Indonesia. Total penjualan Colt Diesel yang dicapai sebanyak satu juta unit.

Tak hanya semata-mata menopang bisnis bagi KTB, raihan penjualan ini juga turut menjadi penggerak ekonmi yang dapat diandalkan bangsa, seperti moto Mitsubishi Fuso Andalan Bisnis Sejati!. Hal ini juga menjadikan Colt Diesel sebagai market leader disegmennya. “Kami berharap KTB dapat lebih memajukan industri otomotif di Indonesia, dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi serta menggandeng mitra lokal agar dapat memajukan industri lokal,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian saat malam perayaan satu juta unit, Jumat (10/3) lalu.

Duljatmono, Director of MFTBC Marketing Divisioin KTB mengatakan, bertepatan dengan pengukuhan rekor Muri tersebut, KTB memperkenalkan Iwan Fals sebagai brand ambassador mewakili Mitsubishi Fuso di Indonesia. Hal ini lantaran Iwan Fals adalah sosok legendaris yang dikenal seluruh lapisan masyarakat, yang diharapkan tercipta sinergi positif untuk membawa nama besar Mitsubishi Fuso.

“Mitsubishi Fuso merupakan truk nomor satu di Indonesia, untuk itu kami juga harus memilih sosok yang begitu melekat dalam hati dan benak masyarakat Indonesia untuk mewakili brand kami. Karakter serta kharismanya cocok membawa nama Mitsubishi Fuso di Indonesia,” ujarnya. Iwan Fals sendiri mengaku, memiliki keterikatan yang cukup lama dengan truk Mitsubishi. Bahkan saat mulai merintis karir, keuntungan hasil rekaman diinvestasikan untuk membeli Mitsubishi Colt pada saat itu.

Selain itu, ia juga sejak lama akrab dengan kehidupan supir truk. Lantaran banyak dari penggemarnya merpakan supir truk, terlihat dari wajahnya yang kerap dilukis di belakang truk. “Dulu ketika sekolah, saya pernah bercita-cita menjadi supir truk untuk berdagang, malam ini saya dipercaya menjadi ikon Mitsubishi Fuso seperti mimpi yang jadi kenyataan,” bebernya.(rei)

Published in HEADNEWS

Mengulik Kesiapan H Syaidina Ali MSi Maju di Pilkada Palembang 2018

Pengalaman selama 35 tahun mengabdi sebagai birokrat, menjadi modal utama bagi H Syaidina Ali MSi dalam menatap Pilkada Palembang 2018. Menurutnya, Palembang butuh sosok pemimpin yang berintegritas, disiplin, tegas, dan keras.

KMS ACHMAD RIVAI - Palembang

GAYA bicaranya tegas, terkadang intonasi keras dan ceplas-ceplos. Memang begitulah aksen Pak Syai, sapaan akrab Syaidina Ali. Kendati demikian, dia juga digelar seorang yang humoris.

Terkait pencalonannya, Syaidina mengaku sebetulnya tidak terlampau berambisi untuk ikut bertarung di Pilkada 2018 mendatang. Itu diakuinya, semata-mata dilakukan demi kebaikan. Sedari dulu dia berfalsafah, menjadi pemimpin itu tidak dengan meminta-minta. Jangan pula menjadi pemimpin karena sesuatu, melainkan dengan sikap profesional.
“Termasuk berupaya menjadikan Palembang kembali maju dan berdikari seperti di era Wali Kota Eddy Santana Putra (ESP). Dimana saya sebagai salah satu pelakunya,” imbuh pria kelahiran Palembang, 5 Januari 1955 ini.

Pelaku dimaksudnya, masa kepemimpinan ESP kala itu, dia berada di garda terdepan terutama yang mengupayakan untuk mengatasi masalah kemacetan Kota Palembang. Dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), termasuk saat berubah nama menjadi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo).

“Makanya dari sanubari terdalam saya sedih sekaligus prihatin salah satu karya momental kami bersama ESP yakni Transmusi kini kondisinya tak seperti yang dicita-citakan. Sampai saat ini masih disubsidi, artinya masih membebani APBD Kota Palembang,” sesalnya.

Menurutnya, ada beberapa skala prioritas pembangunan perlu dilakukan untuk Kota Palembang di antaranya pembenahan sistem transportasi, pedagang kaki lima (PKL), peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) hingga pembenahan sumber daya manusia (SDM).

Baginya, pemerintahan harusnya dipusatkan di kelurahan, karena lurah merupakan ujung tombak. Kalau instansi/dinas, menurutnya hanya melaksanakan pekerjaan yang bersifat teknis. “Terlebih di era komputerisasi dan digitalisasi sekarang, semuanya bisa semakin mudah dilakukan. Asalkan SDM-nya mumpuni dan menguasai bidangnya,” paparnya.

Untuk itulah, pimpinannya kala itu sempat menggagas Palembang Kota Internasional di tahun 2018, Syaidina menawarkan ide Palembang sebagai smart city yang mulai kini sebetulnya sudah bisa diberlakukan. “Pembenahan struktur birokrasi perlu dilakukan, harus tempatkan orang yang betul-betul ahli,” sergah Syaidina.

Hal lain yang dikritisi suami AKBP Elita Dewi yang bertugas di Biddokkes Polda Sumsel ini, menurutnya sampai saat ini antara tata ruang dan tata uang yang dinilainya masih berdekatan satu sama lainnya. “Harusnya membangun Palembang sesuai dengan tata ruangnya bukan tata uangnya. Istilahnya kalau bangun ada uangnya pasti semuanya bisa,” cetusnya.

Tetapi persoalannya, lanjut Syaidina apakah yang dibangun itu telah sesuai dengan kehendak dan keinginan masyarakat? Itulah diperlukan tata ruang yang baik dan benar. “Jadi tidak akan terjadi tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya,” sebut alumni Akademi Lalu Lintas (AAL) Bekasi tahun 1985 ini.

Disinggung soal dukungan terkait pencalonannya, Syaidina mengaku hingga kini masih melihat elektabilitas dan hasil survei internal terlebih dulu. Namun yang pasti dia menegaskan akan maju melalui jalur partai politik. Hanya saja, dia belum berfikir untuk bergabung dengan parpol yang profesional. “Karena asalkan kita punya kualitas, saya pastikan parpol yang bakal cari kita. Bukan sebaliknya,” katanya.
Sampai saat ini, dirinya masih dalam tahap sosialisasi sekaligus memperkenalkan diri kembali kepada warga Palembang. “Makanya setiap akhir pekan saya rutin menghadiri acara hajatan di setiap sudut Kota Palembang,” ucapnya. (*/air/ce1)

 

Published in METROPOLIS
Halaman 1 dari 4

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca