Items filtered by date: Rabu, 01 Maret 2017
Kamis, 02 Maret 2017 06:21

Smartphone dan Listrik Picu Inflasi

PALEMBANG - Era digital membuat kebutuhan tarif pulsa kian tinggi. Hal itu ternyata memacu terjadinya inflasi di Sumsel. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, inflasi Kota Palembang Februari 2017 tercatat sebesar 0,09 persen. Tiga besar komoditas yang mengalami kenaikan harga dan dorong inflasi, yakni tarif listrik, pulsa ponsel, dan bawang merah.

“Untuk tarif pulsa, sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir,” kata Kepala BPS Sumsel, Yos Rusdiansyah, di kantornya, kemarin. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah banyak menggunakan smartphone. Bahkan, ada yang lebih dari satu. Alhasil, pembelian paket, khususnya untuk internet, juga tinggi.

Sementara untuk penyumbang inflasi terbesar, adalah tarif listrik. Sebagaimana diketahui,terjadi kenaikan pelanggan 900 VA. “Hal ini memang sulit dikendalikan dan adanya kenaikan lagi bakal jadi pemicu,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan Palembang, inflasi di Lubuklinggau juga dikarenakan tarif listrik. Namun tarif ponsel hanya ada di peringkat keenam, di bawah jeruk, rokok, bahan bakar rumah tangga, dan bawang merah. “Linggau inflasi sebesar 0,30 persen,” tuturnya. Dari hasil keduanya, Sumsel mengalami inflasi 0,11 persen . (rip/ce4)

Published in TOP NEWS
Kamis, 02 Maret 2017 06:18

Rayakan 110 Tahun Daihatsu

JAKARTA – Tahun ini menjadi spesial bagi Daihatsu karena mencapai usia 110 tahun atau sejak 1907. Untuk mencapai usia satu abad 10 tahun tersebut, tidak mudah karena penuh berbagai tantangan. Daihatsu telah melalui reformasi bisnis secara struktural untuk bertahan di lingkungan yang tak kondusif seperti global financial crisis, kesulitan K-car di Jepang, dan persaingan ketat, baik di Indonesia maupun Malaysia, terutama 10 tahun terakhir yang dipengaruhi kondisi politik dan ekonomi global.

Di Indonesia, Daihatsu pertama kali hadir pada 1962, saat bemo dan becak motor diperkenalkan sebagai sarana angkutan umum jelang pelaksanaan Asian games IV di Jakarta. Bahkan, hingga saat ini bemo masih dapat ditemui di beberapa tempat, yang juga membuktikan kekuatan dan ketangguhan mesin Daihatsu. Saat ini, Daihatsu telah menjadi bagian Toyota, di mana kepemilikan sepenuhnya resmi per 1 Agustus 2016 lalu.

Pada 1 Januari lalu, emerging-market compact car company telah didirikan bersama Toyota, yakni suatu organisasi cross-sectional yang bertanggung jawab atas pengembangan mobil kompak untuk negara berkembang. “Kami ingin menghasilkan mobil value for money yang lebih menarik secara tepat waktu, dengan menerapkan kekuatan cara berpikir yang berorientasi pada pelanggan dengan struktur biaya yang mampu memberikan harga dan nilai yang dapat diterima seluruh pelanggan,” ujar Masanori Mitsui, President of Daihatsu Motor Company Japan, kemarin.

Sudirman MR, Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan, sejak memulai bisnis di Indonesia, Daihatsu telah meraih beragam capaian prestasi. “Seperti, kapasitas produksi telah mencapai 530 ribu unit per tahun dengan jumlah karyawan 11 ribu lebih, total produksi akan mencapai 5 juta unit, urutan kedua penjualan retail selama delapan tahun sejak 2009, peringkat 1 Sales Satisfaction Index versi JD Power tiga kali, memiliki R and D satu-satunya di Indonesia, basis produksi, dan lainnya,” ujarnya.

Dalam perayaan 110 tahun, pihaknya menyiapkan berbagai program terkait magic number tersebut. Yakni car owner event berupa 110 Sigra customer gathering dan pesta seru Ayla di empat kota, after sales program berupa free service 110 ribu km untuk 110 customer, dan special diskon untuk 110 parts unit. Kemudian, donasi buku ke 110 sekolah dan 110 limited edition products di GIIAS 2017 untuk lima model (Sigra, Xenia, Terios, Luxio, dan SIrion), terakhir car category contest terdiri dari 110 Daihatsu dress up contest dan Daihatsu Setia (rekondisi 110 unit Daihatsu).(rei/ce4)

Published in HEADNEWS
Kamis, 02 Maret 2017 06:11

Lagi, BNN Umbar Peluru

SUMUT – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, kembali menembak mati bandar narkoba. Mereka mengumbar peluru, di jalur sutra peredaran narkoba jaringan internasional. Yakni di jalan lintas Aceh-Medan. Setidaknya, sepanjang 2017 ini sudah empat yang tewas ditembak di wilayah Sumatera Utara.

Terbaru, Rabu (1/3), Riz asal Aceh Timur yang ditembak mati. Dalam penggerebekan di Jl Medan-Binjai, Km 10,5, tidak sedikit barang bukti yang disita. Sabu seberat 46,9 kg yang terbagi dalam 59 bungkus, 3620 butir ekstasi, 445 butir Happy Five, timbangan elektrik, dan senjata api.

Yesi, pemilik warung nasi yang tepat berhadapan langsung dengan kejadian penembakan, sempat histeris. Takut ada peluru nyasar ke arah warungnya. “Kami dengar suarat letusannya seperti kembang api, ada yang beruntun. Sesekali terdengar juga satu-satu letusan,” kenangnya.

Meski begitu, dia tetap penasaran dan merekam kejadian itu. “Tadi dari dalam mobil warna hitam duduk di kursi supir saya lihat sudah tergeletak kena tembak mungkin. Petugas mencoba untuk membuka pintu, namun ragu-ragu,
mungkin takut ditembak,” ungkapnya.

Deputi Penindakan dan Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, turun langsung ke Medan. Kepada awak media, dia menerangkan jika petugas BNN memang sudah membuntuti semua tersangka sejak Rabu (1/3) pagi dari Aceh. ”Kami mencurigai empat kendaraan yang masuk dari Aceh ke Medan. Diikuti sampai masuk ke Sumut,” bebernya.

Sesampainya di KM 10,5 Jalan raya Medan Binjai, petugas berusaha memeriksa dan menghentikan kendaraan. Dua berhenti, dua lagi terjebak. “Dua kendaraan itu diperingatkan untuk berhenti namun juga berusaha melarikan diri sehingga terpaksa ditembak,” terang Arman.

Dari dua mobil itu, diadapati 38 bungkus sabu-sabu. Kemudian dilakukan pengembangan ke daerah Johor. Ditangkap tersangka H, dengan BB 7 kg sabu. Pengembangan ke Jalan Sunggal, Gang Langgar, didapati lagi BB sabu, ekstasi dan happy five. “Di rumah ini kebetulan kita identifikasi, ditinggali dengan anggota TNI berinisial AH. Namun dia tidak ditemukan,” ungkap Arman.

Pelaku yang diamankan, disebutnya totalnya 10 orang. Di antaranya Riz warga Pendawan Aceh Timur yang tewas; MU warga Medan Selayang; SY warga Brayan; AN warga Bireun; ZAP warga Brayan; DE Kuta Belang Aceh Timur; HS Blang Kuta Aceh Utara; RM Blang Kuta Aceh Utara; SY Tanjungmorawa, dan R warga Jl Jamin Ginting.

Diterangkan Arman Depari, tersangka yang diamankan itu diantaranya kurir dan pemilik narkoba. Dia menyimpulkan, mereka merupakan satu jaringan dengan tersangka narkoba lain yang sudah ditangkap BNN. “Kalau dari bungkusannya ya seperti mereka ini jaringan yang sebelumnya ditangkap,” pungkasnya. (prn/mag-1/adz)

Published in BERITA UTAMA
Kamis, 02 Maret 2017 06:08

Didakwa Pembunuhan dan Persekongkolan

SEPANG - Siti Aisyah (25), menjalani persidangan pertama di Mahkamah Majistret Sepang, Malaysia, kemarin (1/3) pagi. Pada sidang yang juga dihadiri perwakilan dari KBRI Kuala Lumpur itu dibacakan dakwaan terhadap Aisyah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhamad Iskandar bin Ahmad. Aisyah didakwa telah bersekongkol dengan empat pria WN Korea Utara untuk membunuh Kim Chol di KLIA2, Senin (13/2).

“Dan atas kesalahan tersebut, Anda didakwa pasal 302 (pembunuhan) bersama seksyen 34 (persekongkolan),” kata Iskandar membacakan dakwaan Aisyah. Dengan pasal itu, Aisyah terancam hukuman gantung.

Seorang penerjemah yang berada di sebelah Aisyah pun dengan sigap menerjemahkan dakwaan dalam bahasa Melayu itu ke dalam bahasa Indonesia agar bisa dimengerti oleh Aisyah. Aisyah yang terlihat agak pucat sempat melakukan pembelaan. Dia sempat menggelengkan kepala karena merasa tidak melakukan hal yang dituduhkan kepadanya.

Aisyah lalu meminta kasus yang menimpanya itu disidangkan sesuai dengan hukum yang berlaku. Atas permintaan Aisyah itu, JPU meminta waktu selama 1,5 bulan untuk mempelajari berkas dan bukti-bukti hasil investigasi pihak kepolisian sebelum menggelar sidang selanjutnya. Tim pengacara Aisyah yang dipimpin oleh Gooi Soon Seng, mengatakan bahwa sidang Aisyah selanjutnya akan digelar pada 13 April 2017 di Mahkamah Majistret Sepang untuk selanjutnya dilimpahkan ke Mahkamah Tinggi Shah Alam.

“Kasus pembunuhan tidak akan disidangkan di Mahkamah Rendah. Tetapi akan dipidahkan ke Mahkamah Tinggi. Setelah itu, kami baru dapat dokumen-dokumen (hasil investigasi),” ungkap Gooi.

Dalam persidangan itu juga, Gooi mengajukan “gag order” kepada mahkamah. Gag order merupakan permohonan yang diajukan agar penyidik, para saksi, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyidikan untuk tidak mengeluarkan komentar apa pun terkait kasus itu. “Permohonannya sudah diterima mahkamah. Itu kami ajukan untuk melindungi hak dia (Aisyah) menjalani pengadilan,” tuturnya.

Tidak ingin main-main, KBRI Kuala Lumpur menunjuk lima pengacara sekaligus untuk menyelesaikan kasus Aisyah. Kepala Urusan Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur Andreano Erwin mengatakan, ini merupakan kasus yang tidak mudah. Penyelesaiannya pun butuh waktu yang tidak sebentar. Setelah mendengarkan dakwaan terhadap Aisyah, KBRI Kuala Lumpur dan tim pengacara akan kembali bertemu untuk membahas strategi yang akan mereka ambil untuk meng-counter tuduhan tersebut.

“Ini kan proses. Mereka (jaksa) boleh sampaikan hal seperti itu (dakwaan). Tapi kami akan membuktikan sambil proses pengadilan berjalan,” tutur Andreano.

Andreano menambahkan, berdasarkan informasi, tim pengacara baru bisa bertemu dengan Aisyah pada minggu depan. Mereka akan membahas langkah apa saja yang akan dilakukan sebagai persiapan sidang lanjutan 13 April 2017 mendatang. “Pengacara yang kami siapkan adalah pengacara yang paham betul kasus tersebut dengan baik,” ungkapnya.

Dalam persidangan yang hanya berlangsung tujuh menit itu, Andreano mengaku tidak bisa banyak berinteraksi dengan Aisyah. Penjagaan yang begitu ketat menjadi salah satu alasannya. Aisyah memasuki ruang sidang lewat pintu khusus. Saat memasuki ruang sidang pun, pengawalan terhadap Aisyah cukup ketat. Dia dikawal tiga petugas polisi. Di area luar gedung mahkamah pun, penjagaan sangat ketat.

Saat Aisyah selesai menjalani sidang, tim KBRI terlihat curi-curi bicara kepada Aisyah. Pada kesempatan yang hanya berlangsung beberapa menit itu, tim KBRI Kuala Lumpur menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan lima pengacara untuk membela Aisyah. “Kami juga meminta Aisyah untuk jaga kesehatan karena prosesnya cukup lama. Dan kami ingatkan juga untuk tetap salat,” paparnya.

Setelah diserahkan oleh pihak kepolisian ke mahkamah dan dimulainya proses persidangan, Aisyah dipindahkan dari rumah tahanan di Balai Polis Cyberjaya ke penjara khusus perempuan Kajang di Selangor.

Doan Thi Huong pun mendapat dakwaan yang sama. Perempuan asal Vietnam itu juga akan menjalani sidang lanjutan pada 13 April 2017 di tempat yang sama. Per kemarin, Doan juga dipindahkan dari rumah tahanan Balai Polis Cyberjaya ke penjara khusus perempuan Kajang di Selangor. (and)

 

Published in INTERNASIONAL
Kamis, 02 Maret 2017 06:02

Peran Baru Sosialita

Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira, 23, mulai menyeriusi dunia akting. Tahun lalu dia bermain dalam film Single bersama Raditya Dika. Kini pemenang Best National Costume Miss Universe 2014 itu syuting Budget Pas-pasan, Jiwa Sosialita (BPJS). ’’Seru banget lho ternyata,’’ ujar Elvira kala ditemui di lokasi syuting film terbarunya tersebut di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, Selasa malam (28/2).


Di film BPJS, Elvira berperan sebagai Cindy. Dia ingin bisa setara dengan kawan-kawan sosialitanya. Segala hal dilakukan. Mulai dari belanja barang branded hingga datang ke berbagai acara kaum high-class. Selain Elvira, film yang rencananya tayang pertengahan tahun itu dimainkan Mikha Tambayong. Adhe Dharmasatriya didapuk sebagai sutradara. (len/c15/ayi)

Published in HEADNEWS

Frontman grup band The Titans Andika berurusan dengan polisi sejak sepekan lalu. Mantan anggota Peterpan itu ditangkap jajaran Satnarkoba Polrestabes Bandung atas kepemilikan 6 gram tembakau gorila. Andika dibekuk di rumahnya Jalan Sarikaso V, Sarijadi-Sukasari, Kota Bandung, Selasa lalu (21/2).


Polisi menelusuri jejaknya lewat transaksi narkoba secara online melalui media Instagram. Andika tidak berkutik saat kiriman barang yang masuk narkoba golongan 1 tersebut tiba di rumahnya melalui jasa pengiriman barang. ’’Barang bukti ada dua bungkus. Satu bungkusnya kurang lebih 3 gram. Jadi, total beratnya kurang lebih 6 gram,’’ kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf kemarin (1/3).

Selain dua plastik berisi tembakau gorila merek Hanoman, polisi menyita satu iPhone yang digunakan Andika untuk memesan narkoba. Menurut pengakuan Andika, dirinya baru memesan dua kali di Instagram. Tujuannya hanya iseng mencoba. Andika mengetahui akun Instagram tersebut dari temannya. ’’Tersangka memesan dua paket pada transaksi pertama hingga akhirnya ditangkap ketika melakukan transaksi kedua,’’ ungkapnya.

Febry menjelaskan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Sebab, tidak tertutup kemungkinan banyak yang akan dimintai keterangan. Termasuk teman dekat tersangka. Polisi juga menangkap seorang perempuan berinisial D serta dua laki-laki inisial E dan A. Ketiganya ditengarai merupakan jaringan peredaran tembakau gorila. ’’Masih kami kembangkan dari empat orang yang tertangkap ini,’’ jelasnya.

Di sisi lain teman, Reza eks NOAH kaget mendengar penangkapan Andika. Reza yang dulu juga anggota Peterpan itu menilai Andika termasuk pribadi alim. ”Sering silaturahmi, saya kasih gamis. Setahu saya sudah nggak pakai lagi, nggak kenal kayak gitu lagi. Kami ngobrol seperti biasa, soal band. Sekarang soal agama suka tanya ke saya,” papar Reza, kemarin.


Menurut Reza, dia juga kerap pergi ke masjid bersama Andika. Dia menduga, Andika bertemu lingkungan lama yang membawanya kembali ke dalam lingkar narkoba. ”Mungkin dia ketemu teman lamanya. Mungkin lagi sama tema,” ujar Reza. (nda/dn/c15/ayi)

Published in HEADNEWS
Kamis, 02 Maret 2017 05:16

80 Persen Investasi ke Sumatera

PALEMBANG – Persaingan di dunia jaringan kian kompetitif di era digital. Hal ini membuat provider harus memberikan layanan stabil dan luas. Oleh karena itu, PT XL Axita Tbk tahun ini banyak melakukan investasi dalam hal penguatan jaringan.

General Manager (GM) XL Regional Southern Sumatera, Rudy Rahman Hidayat, bersama Marcon, Betrand mengatakan, tahun ini XL memang fokus untuk penguatan jaringan, bahkan 80 persen porsinya diperuntukan di wilayah Sumatera.

“Ada tiga fokus planing kerja yang akan kami lakukan, yakni perluasan jaringan 3G diU900, perluasan jaringan 4G, baik dalam Kota Palembang, juga ibu kota kabupaten, plus penambahan tower, dan terakhir CSR,” terangnya saat jumpa media di Rumah Makan Sederhana Simpang Polda, kemarin (1/3).

Dalam hal penguatan jaringan 3G, pada dasarnya, kata keduanya, ini lebih kepada peningkatan kualitas jaringan. Sedangkan untuk dari sisi jaringan ini sendiri, XL sudah 83 persen sudah 3G. “Sedangkan untuk 4G, kami murni untuk memperluas cakupan. Jika saat ini masih terbatas di pusat Kota Palembang, tahun ini akan lebih menyeluruh, bahkan ke kabupaten kota dengan plan awal ke Banyuasin,” jelasnya.

Dalam peningkatan jaringan 4G, XL akan menambah tower 4G atau tower berteknologi 4G dari saat ini ada 200 BTS akan ditingkatkan sekitar 30 persen lagi. “Planing ini kami target selesai pertengahan 2017 untuk upgrade 3G,” tambahnya.

Penguatan jaringan yang dilakukan XL sejalan dengan trafik pelanggan yang saat ini mayoritas menggunakan data. “Catatan kami, 86 persen pelanggan kami saat ini menggunakan data, sisanya voice dan SMS. Bahkan untuk di Kota Palembang, penggunaan pelanggan data mencapai 90 persen,” pungkasnya.(cj10/ce4)

Published in EKONOMI
Kamis, 02 Maret 2017 05:13

Beri Operasional Partai Pengusung

Yan Anton Bantah Tentukan Komitmen

PALEMBANG – Persidangan kasus suap Bupati Banyuasin Non Aktif, Yan Anton Ferdian kembali memunculkan fakta baru. Salah satunya pemberian uang kepada partai pengusung Yan untuk menjadi Bupati Banyuasin.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan delapan orang saksi dan hanya enam orang memenuhi panggilan untuk menjadi saksi Yan Anton Ferdian, Sutaryo, Umar Usman, Rustami dan Kirman. Keenamnya Firmansyah (Sekda Banyuasin), Sapta Oktaviani (CS Bank Sumsel Babel), Hari Kusuma (Adik Yan Anton), Edwin Valintino (Direktur CV Big Bike Studio), M Firman Taufik (Direktur PT Turisma Buana) dan Andjar Rizki (Bank BCA).

Dalam keterangannya, Firman Taufik selaku Direktur PT Turisma Buana mengatakan Yan mendaftar haji Plus untuk keberangkatan 2016. “Penagihannya US$ 40.000. Uang ditransfer September 2016. Tapi saya tidak tahu sumber dana itu darimana,” ujarnya.

Sementara Firmansyah, dalam kesaksiannya mengatakan semua yang dia lakukan (permintaan uang) perintah Yan Anton. “Uang diminta dari SKPD untuk kegiatan di luar anggaran seperti uang saku untuk tamu,” terangnya.

Untuk penerima uang, dirinya hanya mengetahui adanya permintaan dari DPRD Banyuasin. Permintaan itu dipenuhi untuk mendukung janji politik dari Yan Anton setelah terpilih menjadi Bupati Banyuasin. “Programnya Rp500 Juta per desa. Dimana ada 300 desa di Banyuasin. Kalau anggaranya tidak disetujui, janji politik itu tidak akan bisa terpenuhi,” tuturnya.

Sebelumnya, saat pencalonan juga ada pertemuan antara bupati sebelumnya, Amirudin Inoed dengan Merki Bakri untuk mengusung Yan Anton menjadi Bupati Banyuasin. “Ada pertemuan dengan partai pengusung,” terangnya.

Ada pemberian untuk operasional partai pengusung sebesar Rp1 miliar dan Partai Demokrat Rp1 miliar. ”Uangnya semua berasal dari Dinas Pendidikan Banyuasin yang kepala dinasnya Merki Bakri,” ulasnya.

Setelah terpilih, ada pertemuan kembali antara pimpinan DPRD Banyuasin dengan Bupati banyuasin. “Untuk mendukung program bupati satu desa Rp500 juta,” bebernya. Sementara itu, ada juga pemberian THR kepada para pimpinan DPRD Banyuasin sebesar Rp200 juta dan Rp75 juta untuk wakil ketua. “Kalau sumber dari mana saya tidak tahu karena itu tidak ada anggarannya di SKPD,” imbuhnya.

Menurutnya, setiap tahun selalu ada permintaaan, hanya saja jumlah pastinya Firmansyah tidak tahu. “Selama tahun 2013-2015 total yang diberikan Rp6 Miliar. Tahun 2016 ada pemberian namun tidak seperti tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Setelah mendengar keterangan para saksi, Ketua majelis hakim menunda persidangan dan melanjutkannya kembali hari ini. “Dengan agenda keterangan terdakwa,” tutup Arifin.

Di luar persidangan, Firmansyah enggan berkomentar. “Tanya sendiri sama Yan,” ungkapnya. Termasuk pula terkait keterlibatana. “Enggak,” ungkapnya langsung menuju mobil Honda Jazz bernopol BG 1693 QK.

Yan Anton Usai persidangan membenarkan adanya pemberian uang kepada pimpinan DPRD Banyuasin. “Memang ada, tapi jumlahnya saya tidak tahu. Itu berdekatan dengan pembahasan RAPBD Banyuasin,” ulasnya.

Lalu ditanya pertemuan menentukan komitmen kebijakan anggaran dengan DPRD Banyuasin, Yan mengaku yang melakukan pertemuan Sekda (Firmansyah). "Pertemuan saya difasilitasi olehnya. Mengenai komitmen dengan DPRD saya juga tidak tahu besarannya,” tuturnya.

JPU KPK, Roy Riady mengatakan persidangan selanjutnya keterangan terdakwa. “Masing masing terakwa jadi saksi untuk terdakwa lainnya, sekaligus keterangan diambil sebagai keterangan terdakwa. Ya sama sajalah kalau keterangannya karena sudah dapat terlihat dari fakta persidangan,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam dakwaan, Zulfikar memberi uang diduga sebagai uang suap kepada Yan terhitung sejak 2014 hingga pertengahan 2016. Uangnya senilai Rp7 miliar lebih itu diberikan Zulfikar supaya perusahaanya bisa mendapat beberapa proyek Dinas Pendidikan Banyuasin. Uang itu diberikan bertahap selama kurun waktu 2014 hingga pertengahan 2016.

Uang tersebut hampir seluruhnya diduga digunakan untuk kepentingan YAF. Beberapa di antaranya kepentingan lebaran, naik haji, dana meloloskan APBD kepada DPRD Banyuasin, hingga saat Yan Anton dilaporkan ke aparat kepolisian perihal pinjaman uang.

Setiap kali Zulfikar memberikan uang selalu dianggap sebagai fee untuk perusahaanya ikut dalam proyek yang dimiliki Dinas Pendidikan Banyuasin. Setidaknya, ada 14 proyek yang semuanya dikerjakan oleh Zulfikar setelah sebelumnya memberikan fee kepada Yan Anton.

Atas perbuatan tersebut, terdakwa didakwa dengan pasal 5 ayat 1 huruf a undang undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah alam undang-undang No 20 tahun 2001. Dan pasal 13 undang undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah alam undang-undang No 20 tahun 2001. (way)

 

Published in NASIONAL
Kamis, 02 Maret 2017 05:00

Konsep Kecantikan

Dian Sastrowardoyo, 34, memiliki kecantikan yang begitu khas Indonesia. Sudah punya dua anak, paras ayunya tidak pudar. Soal itu, Dian punya konsep sendiri. Brand ambassador produk kecantikan asal Prancis tersebut menceritakan, saat membuat skripsi untuk gelar sarjananya di Program Studi Ilmu Filsafat Universitas Indonesia pada 2007, dirinya mengambil tema kecantikan.


’’Proses menjadi cantik itu dinamis,’’ kata Dian yang mengambil judul skripsi Kompleks Industri Kecantikan: Sebuah Kritik Sosio Filosofis saat dijumpai di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, kemarin (1/3).

Istri Maulana Indraguna Sutowo tersebut menjelaskan, banyak perempuan yang merasa dirinya cantik. Kemudian, dia membuat pertanyaan bagaimana caranya agar bisa terlihat cantik. Penelitiannya menemukan jawaban pertanyaan itu. ’’Jawabannya, orang yang merasa cantik itu nyaman dengan diri sendiri dan bisa jadi diri sendiri,’’ jelasnya.

Tidak ada patokan yang baku untuk menyebut seseorang cantik. Misalnya, seorang perempuan berkulit putih atau berambut panjang bisa disebut cantik. ’’Tapi, orang dengan rambut kribo, kulit gelap, apa pun itu bisa juga cantik. Asal nyaman menjadi diri sendiri,’’ tambahnya. (glo/c15/ayi)

Published in SHOW & SELEBRITI
Kamis, 02 Maret 2017 04:39

Wujudkan Sumatera Terang

MUARA ENIM - Manajer PT PLN (persero) Sektor Pembangkitan Bukit Asam yang baru, Eko Mursidanto mengaku, siap meningkatkan kinerja pegawai untuk menjadikan pelayanan PLN lebih baik kepada konsumen. "PLN Sektor Pembangkitan Bukit Asam selalu siap mendukung terwujudnya cita-cita Sumatera Terang. Walaupun dalam bertugas kita sering dihujat dan diprotes namun itulah risiko dan tantangan tugas kita dalam meningkatkan pelayanan konsumen," kata Eko dalam pisah sambut di gedung serbaguna Kompleks PLN, Desa Lingga, Rabu (1/3)

Untuk itu, Eko mengajak siapa pun yang bekerja di dalam perusahaan harus dapat saling mendukung. Selain itu dia meminta PT PLN Sektor Pembangkitan Bukit Asam dengan pihak yang sudah bekerja sama terus ditingkatkan. "Minta dukungan sebesar-besarnya kepada seluruh karyawan, unsur muspida serta masyarakat, semuanya dibutuhkan untuk mencapai proses menuju lebih baik ke depan,"jelasnya.

Sementara manajer lama, Dirgo Wahanto dalam sambutannya mengharapkan, tongkat estafet yang diberikan pada penerusnya mampu menghasilkan sesuatu yang lebih dari yang dia tinggalkan. "Perusahaan menantikan kontribusi terbaik kepada pelanggan, mudah-mudahan kualitas pelayanan makin bertambah sehingga tak ada lagi pemadaman. Kepada pihak-pihak yang telah bekerja sama selama saya memimpin saya ucapkan terima kasih"ujarnya.(roz/lia/ce4)

Published in EKONOMI
Halaman 1 dari 7

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca