Items filtered by date: Januari 2017
Rabu, 01 Februari 2017 06:07

Dua Botol Sampo Sebulan

PENAMPILAN Ahmad Maulana, cukup nyentrik. Itu karena dia punya ciri khas rabut kribo. Mirip dengan gelandang bertahan Manchester United (MU), Marouane Fellaini.

Dengan rambut nyentriknya, ia bercerita kerap mendapat kejadian aneh. Paling sering yakni dikejar ibu-ibu. Bukan karena apa tetapi hanya karena gemas untuk pegang rambutnya. "Biasanya ibu-ibu sih, dia pingin foto terus pegang-pegang rambut," kata Maulana, kemarin.

"Ada juga ibu-ibu hamil, mungkin karena ngidam dia pinginnya elus-elus rambut saya waktu itu. Sudah sering sih, mungkin sudah tiga kali kejadiannya seperti itu," tambah mantan pemain Madura United itu sembari tersenyum.

Menurutnya kejadian unik itu memang sering ketika mulai memanjangkan rambutnya sejak musim 2013. Ide untuk punya style rambut seperti sekarang pun atas permintaan sang istri.

"Kalau dulu seringnya potong rambut pendek. Tapi istri minta rambut panjang sekarang, kebetulan waktu itu juga Fellaini lagi ngehits. Jadinya seperti sekarang, sering dimirip-miripkan dengan dia," jelas pemain 29 itu.

Punya rambut nyentrik seperti sekarang, baginya tentu sedikit ribet. Itu karena dia harus punya perawatan khusus agar rambutnya tetap terjaga. Terutama ketika usai latihan atau pertandingan, yang sering kotor oleh rumput lapangan.

"Paling sering-sering sampo saja, dibersihin. Agak boros, biasanya habis dua botol besar sebulannya. Terus juga harus sering creambat ke salon, seminggu sekali untuk perawatan," tutur Maulana. (cj11/ion/ce2)

Published in ALL SPORT

Ko Ni tewas ditembak di Bandara Internasional Yangon seusai melakukan kunjungan ke Indonesia. Dari kesaksian keluarganya, Ko Ni ditembak di kepala dari jarak dekat.Ribuan orang mengantar jenazah tokoh muslim Myanmar, U Ko Ni menuju lokasi pemakaman di Yangon, Myanmar, Senin (30/1). Ko Ni tewas ditembak di Bandara Internasional Yangon seusai melakukan kunjungan ke Indonesia.

Published in HEADNEWS
Rabu, 01 Februari 2017 05:49

Lima Ramp Stasiun Terkendala Lahan

PALEMBANG – Progres pembangunan light rail transit (LRT), hingga saat ini masih di kisaran 33- 34 persen. Dari 13 stasiun yang akan dibangun, lima di antaranya merupakan titik krusial. Karena ramp stasiun bersentuhan dengan lahan warga, utilitas hingga terlalu dekat dengan sisi bangunan di sisi kanan dan kirinya.

“Karenanya, hari ini (kemarin, red) membahas kendala dan solusi,” aku Project Management Unit (PMU) Percepatan Penyelenggaraan LRT Pemprov Sumsel Ahmad Wahidin, usai rapat di Kantor Dishub Sumsel, kemarin (31/1). Dijelaskannya persiapakan terus dilakukan untuk pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau ramp yang terintegrasi dengan stasiun. Dikatakan, ada lima titik pembangunan ramp yang krusial dan masih perlu dibahas yakni di yakni Jl Demang Lebar Daun tepatnya SMK2, RSUD Provinsi dimana sisi kiri ada taman kota bank, ramp di Pasar Cinde, sebab di tengahnya ada taman.

Kemudian, stasiun Jembatan Ampera sebelah kiri itu ada pos polisi. Jadi sulit penempatan turun naik penumpang, karena kondisi eksisting terlalu padat. Terakhir, ramp di Polresta Palembang. “Selebihnya (ramp di stasiun lainnya, red) bisa dimanfaatkan karena berada di tanah pemerintah,” paparnya.

Selain membahas mengenai titik krusial untuk pembangunan ramp, tambah dia, pihaknya pun membahas dan berkoordinasi mengenai peningkatan ketinggian tiang sutet. Ada tiga titik yakni RSUD Provinsi, Polresta dan OPI. Dalam waktu dekat harus dilakukan peningkatan sebab untuk pengangkatan girder jadi terkendala. “Semua sudah dikoodinasikan dengan PT. PLN. Mereka sudah siap,” paparnya.

Administrasi Kontraktor Zona II LRT PT Waskita Karya, Heryanto menambahkan, saat ini progres pembangunan LRT di zona dua sekitar 25 persen. Titik pondasi baik pier dan pierhead sudah selesai. Paling memang titik yang bersinggungan dengan flyover simpang Bandara “Kalau di zona dua ada JPO yakni di Asrama Haji dan RSUD provinsi,” ucap dia.

Untuk pembangunan Ramp di zona II, kata dia, tidak ada masalah. Mengingat berada di lahan pemerintah. Paling di RSUD Provinsi, yang sisi kiri Jl. Kolonel H Barlian. “Ini yang akan segera dibereskan,” ulasnya.

Terkait titik di flyover, tambah Herry, pihaknya berkoordinasi selalu dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan kontraktor. “Sejauh ini, progres pembangunan masih on project,” tukasnya. (yun/air/ce1)

Published in NASIONAL
Rabu, 01 Februari 2017 05:03

BeThon Lebih Gendut

PALEMBANG - Duo Brasil, Alberto Goncalves dan Hilton Moreira sudah bergabung pada sesi latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), kemarin sore (31/1). Datangnya duet BeThon jelas membawa angin segar bagi tim berjuluk Laskar Wong Kito untuk mengarungi kompetisi Liga 1 yang akan mulai bergulir awal Maret mendatang.

Wajar saja, mengingat kedua pemain ini punya peran sentral di tim jersey kuning musim 2016.

Beto menjadi mesin gol Sriwijaya FC dengan torehan top scorer 25 gol. Sedangkan Hilton, pencetak gol terbanyak kedua rincian 9 gol. Datangnya BeThon tak dipungkiri cukup membuat lega, khususnya pelatih Widodo Cahyono Putro. "Ini saya kira jadi motivasi tersendiri untuk rekan-rekan. Beto jadi top scorer kemarin, Hilton juga bagus di musim kemarin, jelas dampaknya positif sekali untuk pemain dan tim," kata Widodo, usai latihan.

Bedanya, untuk awal latihan kemarin keduanya masih sedikit dipisahkan. Khususnya Hilton, yang hanya mengikuti latihan ringan seperti joging dan beberapa latihan ringan di pinggir lapangan. Apa ini karena kondisi mereka.

Karena memang, sekilas kedua pemain ini terlihat sedikit lebih gendut jika dibanding musim kemarin. "Wajar lah karena mereka kan baru datang. Kondisinya pasti beda dengan pemain yang lain. Karena itu memang harus kita pisahkan," tutur mantan asisten pelatih timnas Itu.

Sementara itu, Beto Goncalves mengaku tidak ada masalah dengan kondisinya saat ini. Karena memang, sepanjang libur ia tetap menjaga kondisi di Brasil dengan beberapa pola latihan. "Karena memang saya sudah janji dengan pelatih dan manajer, walaupun saya libur lebih lama saya tetap akan menjaga kondisi fisik," tutur pemain nomor punggung 9 itu.
Disinggung suasana yang sedikit beda dengan musim kemarin, yakni dominasi pemain-pemain muda pada skuat di musim yang sekarang, menurut Beto tidak ada masalah. "Menurut saya sama saja.

Mungkin hanya beda untuk umur saja. Pemain muda itu bagus, ada pemain senior juga seperti saya, Hilton, Musafri yang bisa membimbing mereka. Jadi justru ini akan sangat bagus kan," tuturnya. "Saya tetap optimis dengan skuat kita sekarang, bisa tetap bersaing dengan tim lain untuk bisa menjadi juara di kompetisi musim mendatang," tukasnya. (cj11/ion/ce2)

 

Published in GELORA SRIWIJAYA
Rabu, 01 Februari 2017 04:57

Universitas Mosul Hangus Dibakar ISIS

Gedung yang menjadi tempat menuntut ilmu bagi para mahasiswa itu hancur dan hangus dibakar. Tampak kondisi perpustakaan Universitas Mosul yang hangus dibakar saat pertempuran antara pasukan Irak melawan militan ISIS, di Mosul, Irak (30/1).

Published in HEADNEWS
Rabu, 01 Februari 2017 04:52

Sanksi Terberat Bisa Dipecat

PALEMBANG – Sebanyak 116 karyawan PT Jasa Armada Indonesia Cabang Palembang, menjalani tes urine yang dilakukan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumsel. Bertempat di lantai dua gedung, mulai sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin (31/1).


Manajer Operasional PT Jasa Armada Indonesia Cabang Palembang, Teddy Gunawan SE, mengatakan pemerikaan urine ini sudah jadi agenda rutin. Untuk mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba. “Kita bekerja melayani, sehingga pelayanannya berorentasikan keselamatan, sehingga para karyawan harus bersih dan bebas narkoba,” ujarnya.

Katanya, kegiatan ini sudah yang kedua kalinya. Tahun lalu, digelar bulan November. Hasilnya, negative yang terindikasi mengonsumsi narkoba. “Jika ada yang kedapatan positif urinenya akan kita beri sanksi,” sebutnya.

Mengenai kadar sanksi yang akan diberikan, dilihat sejauh mana. Jika baru coba-coba, akan dibina. “Tapi jika keterlibatan dengan narkoba sudah mendalam, akan ditindak tegas dengan pemecatan,” tegasnya.

Sementara Erwin, petugas ABK Kapal Tunda yang mengikuti tes urine mengatakan hal ini sangat baik karena para pegawai bisa bekerja kondusif. “Saya sudah dua kali ikut tes urine ini, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol M Iswandi Hari SH MSi, mengatakan hasil pemeriksaan kemarin semua hasilnya negatif. “Akan lanjut besok (hari ini ,red). Iini adalah hal yang baik karena paraa pegawainya antusias dan tidak takut saat mengikuti tes urine,” ujarnya. (wly/air/ce1)

Published in HEADNEWS
Rabu, 01 Februari 2017 03:39

Kasir Curi Sepatu Dibui Delapan Bulan

IT I - Terdakwa Yuni Yulia yang merupakan kasir Pasaraya JM hanya bisa terdiam saat mendengar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hijria menuntutnya dengan pidana dua tahun penjara lantaran melakukan pencurian. Namun terdakwa nampak lega karena dihari yang sama terdakwa langsung divonis delapan bulan penjara dan terdakwa langsung menerima vonis majelis hakim yang jauh lebih ringan.

Terdakwa yang secara terorganisir melakukan pencurian sepatu menjalani sidang di pengadilan Negeri Klas I A Khusus Palembang, kemarin (31/1). Terdakwa menjalani sidang tuntutan dan dilanjutkan dengan pembelaan lisan, dalam pembelaan tersebut terdakwa mengharapkan keringanan karena sudah menyesali perbuatannya. Sehingga majelis hakim langsug bermusyawarah menentukan vonis.

“Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa terbukti secara sah dan melakukan tindak pidana pencurian dalamkeadaan memberatkan. Sebagaimana diatur dalam pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP,” ujar ketua majelis hakim Endang Amperawati.

Untuk itu, lanjutnya, menghukum terdakwa dengan pidana penjara delapan bulan dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan. “Silahkan menerima, menolak atau piker piker selama tujuh hari,” bebernya. Terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukum tersebut memilih langsung menerima vonis majelis hakim. “Saya terima hukuman,” ungkap terdakwa singkat.

Fakta persidangan, terdakwa melakukan tindak pidana pada pada Agustus 2016 sekitar pukul 12.00 WIB di pasaraya JM di jalan letkol Iskandar. Terdakwa melakukan tindak pidana bersama dengan Anita (DPO) dan Iyan (DPO).

Terdakwa yang merupakan karyawan JM diajak anita untuk mengambil sepatu yang jenismya seusai dengan keinginan terdakwa. Saat itu Anita meminta agar temannya terdakwa mengambil sepatu, dimana ketika tiba dirumah terdakwa langsung menghubungi iyan untuk pergi ke JM mengambil sepatu.

Iyan yang diimingi sepatu langsung menerima ajakan terdakwa, dimana keesokan harinay keduanya datag ke JM dan terdakwa dalam posisi Off. Iyan mengambil sepatu yang sudah disiapkan, dan saat melewati detector tidak berbunyi. Namun hal tersebut menimbulkan kecurigaan oleh saksi Ali Yamin yang merupakan security.

Saksi Yamin curiga bahwa barang di tempat terdakwa menjaga sebagai kasir bayak yang hilang, sehingga dilakukan interogasi terhadap terdakwa. Saat diinterogasi, terdakwa mengakui perbuatannya sehingga ditaksir JM mengalami kerugian Rp 379 Ribu. (way/via)

Published in HEADNEWS
Rabu, 01 Februari 2017 03:21

Pengawas JSC Diteror

PALEMBANG - Kejadian tak menyenangkan dialami Rusli Nawi. Pengawas Jakabaring Sport Center (JSC) itu mendapati kaca mobil Suzuki Escudo nopol BG 1448 LZ pecah di samping sebelah kiri saat parkir di depan Stadion Gelora Sriwijaya, kemarin (31/1).

Rusli menuturkan, tak ada barang miliknya yang hilang dalam mobil tersebut. Hanya TV kecil yang biasa ditempelkan di bagian belakang kursi lepas. “Saya yakin ini teror,” ujarnya. Mantan kepala Satgas JSC periode 2011-2013 itu pun mengaku kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB. “Saat itu ada staf PUCK Sumsel, Hasan Basri (50) yang datang karena ingin merehab stadion jelang Asian Games. Dia menelepon saya karena tidak bisa masuk dalam stadion dan posisi saya dalam stadion,” jelasnya.

Saat menelepon, dirinya pun melaporkan sudah melihat mobilnya itu pecah kaca sebelah kiri. “Saya mengetahui itu, saya langsung keluar dan memang mendapati kaca mobil pecah,” tambahnya lagi. Pria yang tinggal di Jalan Kelapa Gading I Blok AL No 6, Kecamatan IB 1, itu mengaku memang dirinya agak keras dalam menerapkan ketertiban, baik keamanan, ketertiban, dan kebersihan. “Saya tak tahu siapa yang berani berbuat ini. Tapi yang jelas, orang itu yang mencari uang di sini dan sudah tahu kalau saya datang jam segini dan saya parkir di sini,” tambahnya.

Kendati demikian, berkaca dari kejadian tersebut, dirinya bakal menjadikan itu tantangan baginya dan tetap akan bekerja dengan baik. “Apa pun perintah Gubernur bakal terus dikerjakan,” imbuhnya. Dirinya pun mengaku, akhir-akhir ini memang situasi di JSC agak kurang kondusif karena dirinya banyak mendapat pengaduan kehilangan motor, handphone, dompet dan sebagainya. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menegaskan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. ”Kita akan segera lakukan penyidikan,” pungkasnya. (chy/ce2)

Published in HEADNEWS
Rabu, 01 Februari 2017 02:08

Modus Teriak

PALEMBANG - Lagi, Polresta Palembang melalui Tim Anti-Bandit (Tekab) 134 Palembang berhasil menangkap tujuh pelaku begal yang meresahkan warga, kemarin (31/1) sekitar pukul 00.00 WIB malam. Dalam penangkapan tersebut, ada tujuh pelaku yang berhasil diamankan. Ketujuh pelaku ini, tiga di antaranya masih berstatus pelajar dengan inisial NPS (15), HS (14), dan AFK (17).

Sedang pelaku lainnya, Rico Jibrono (18), warga Jalan Mela Buri, Lorong Rajawali, RT 22 A, Kenten laut; Roy Andre (28), warga Jalan Musi Raya Barat, Lorong Ketapang IV, RT 17, Kelurahan Sako; M Zul Irfansyah (18), warga Jalan Musi Raya Barat, Lorong Ketapang, nomor 05, Kecamatan Sako; dan Imam Firmantan (17), warga Lorong Enim Raya, Sako, Palembang.

Kanit Tekab 134 Sat Reskrim Polresta Palembang, Ipda Daniel Dirgala mengatakan, penangkapan kawanan begal tersebut berawal laporan korban, yakni Rahmad Maulana (16), pelajar yang tinggal di Jalan Sukabangun II, Lorong Kaur Suak Permai, RT 63 Kelurahan Sukajaya, Sukarami, yang telah menjadi korban begal. “Saat kejadian, Sabtu (28/1) sekitar pukul 23.30 WIB, korban melintas di Jalan Angkatan 45 depan Pool Blue Bird bersama tiga orang temannya,” bebernya.

Saat melintas, korban dan teman-temannya berpapasan dengan para pelaku yang berjumlah lebih kurang 30 orang. Lalu, para pelaku mengejar korban sambil berteriak “Budak Jola-Jola” dan langsung mengibaskan goloknya hingga korban terjatuh dan berlari. Sedangkan sepeda motornya jenis Yamaha Vega BG 4793 PI diambil oleh para pelaku. “Kita langsung kejar pelaku usai meminta keterangan saksi,” jelasnya. Meski baru berhasil meringkus tujuh pelaku saja, pihaknya bakal terus melakukan pengembangan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede menambahkan, selain berhasil mengamankan pelaku, juga mengamankan barang bukti berupa empat unit sepeda motor dan sebilah senjata tajam jenis golok, termasuk pakaian pelaku saat beraksi. “Atas kejahatan tersebut, pelaku bakal dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tandasnya. (chy/ce2)

Published in HEADNEWS
Rabu, 01 Februari 2017 01:54

Ditangkap, Bandar Narkoba Tewas

MUSI RAWAS - Sepak terjang Khoir ‎(50), warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara, sebagai bandar narkoba berakhir sudah. Tersangka tewas akibat jantungan saat diciduk polisi dari lokasi persembunyiannya di Jalan Lintas Curup, Desa Kali Bandang, Kecamatan Selipu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

‎Kapolres Mura AKBP Hari Brata mengatakan, penangkapan Khoir berawal dari pengembangan kasus penangkapan terhadap tersangka Perry Ardiansha (30), warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara, beberapa waktu lalu. Tersangka Perry merupakan kaki tangan Khoir yang bertugas sebagai pengedar sabu.

“Saat ditangkap, Perry sendirian sedangkan Khoir berhasil kabur. Waktu itu tersangka Khoir kabur dan sempat berobat di RS Sobirin Lubuklinggau. Nah, setelah kita kembangkan, akhirnya kita dapatkan lokasi Khoir di Curup. Saat kita tangkap, penyakit jantungnya kambuh lagi. Jadi dia meninggal di perjalanan,” kata Kapolres Mura, kemarin (31/1).
Selanjutnya, jenazah Khoir dibawa ke RS Sobirin Lubuklinggau untuk diautopsi memastikan penyebab kematiannya. Dari hasil medis diketahui tersangka murni tewas karena penyakit yang dialaminya. “Saya sempat turun langsung semalam ke RS Sobirin. Kita pastikan dulu penyebabnya. Setelah kita dapat hasilnya, jenazah tersangka akan diserahkan ke pihak keluarga,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Mura AKP Forliamzon menuturkan, tersangka Khoir merupakan DPO yang sudah mereka incar cukup lama. Untuk nilai transaksi sabu-sabu, khususnya di wilayah Muratara, cukup fantastis. Berdasarkan pelacakan rekening tersangka oleh pihak kepolisian, transaksi yang dilakukan oleh Khoir mencapai Rp50 juta per bulan.

Menurutnya, saat penangkapan, Senin (30/1) sekitar 19.45 WIB di Jalan Lintas Curup, ‎sempat terjadi kejar-kejaran dengan tersangka yang saat itu mengendarai motor Honda Beat warna putih dengan rekannya bernama Robi. Setelah dicegat polisi, motor yang dikendarainya oleng dan keduanya terjatuh. Mereka hendak kabur dengan menumpang kendaraan lain. “Namun aksi itu gagal karena berhasil diringkus anggota kita,” urainya.

Saat digeledah, lanjut AKP Forlianzom, ditemukan barang bukti (BB) satu klip plastik sedang kristal putih diduga sabu seberat 1,61 gram dan dua pil ekstasi warna cokelat. Tersangka lalu dibawa ke Polres Mura untuk menjalani proses pemeriksaan. “Pas di jalan, tersangka kejang-kejang dan korban seperti kesulitan bernapas. Kami langsung bawa ke rumah sakit. Rupanya tersangka kena serangan jantung. Tersangka sebelumnya juga sudah sering berobat ke RS Sobirin,” ujarnya.

Kasat Narkoba Polres Mura membenarkan, posisi Khoir sebelum tiba di rumah sakit Khoir sudah tewas. Selanjutnya setelah dari rumah sakit, Khoir langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (cj13/ce2)

Published in DOR!
Halaman 1 dari 173

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca