Items filtered by date: Agustus 2016
Kamis, 01 September 2016 06:15

Pemasaran Online, Dikelola Profesional

PALEMBANG – Pemprov Sumsel melalui Korps Pegawai Negeri (Korpri) me-launching Koperasi Bina Praja, mini market, dan Klinik Pratama. Diharapkan keberadaan koperasi ini mampu mendongkrak kesejahteraan pegawai di lingkungan pemprov.
Ketua Dewan Pimpinan Nasional Korpri sekaligus Direktur Jenderal Kependudukan Kementerian Dalam Negeri RI, Zudan Arief Fakrullah, mengapresiasi dengan diresmikannya koperasi ini. Menurutnya, potensi koperasi ini sangat besar dan luar biasa.
Dia membayangkan, jika iuran Rp10 ribu, maka per bulan mampu mengumpulkan Rp40 miliar. Bila setahun, mencapai Rp1,4 triliun. “Sangat besar untuk menyejahteraan anggota (pegawai, red),” ucap dia, kemarin
Katanya, ke depan koperasi Korpri tidak hanya dilakukan manual, tapi juga online. Saat ini, pihaknya tengah mengkaji dan membentuk sistem agar penjualan produk bisa dilakukan secara online. Mulai dari kuliner, peralatan rumah tangga, kerajinan hingga lainnya. “Jadi, nanti produk UMKM dapat dipasarkan seluruh dunia melalui online,” ungkap dia.
Kata Zudan, para UMKM yang ingin memasarkan produknya nanti silakan datang dan mendaftar ke Disperindag provinsi maupun kabupaten/kota masing-masing. Dengan begitu, sistem keekonomian masyarakat kerakyataan dapat maju pesat. “Kan di Sumsel banyak produk UMKM, apalagi akan menjadi tuan rumah (Asian Games, red). Karena itu, harus dimanfaatkan peluang ini,” ulas dia.
Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, koperasi ini bekerja sama dengan 14 mitra. Saat ini memang cukup kecil, ke depan harus berkembang dan semakin banyak lagi unit usaha. Merealisasikan itu paling penting adalah manajemen pengelolaan yang harus profesional. Jangan sistem pegawai negeri. “Kalau sistem pegawai, bukan malah berkembang, sebaliknya akan tutup buku,” ucap dia.
Selama ini, kata Alex, pegawai itu berada di zona nyaman dengan berbagai fasilitas, baik tunjangan maupun gaji. Namun, kondisi saat ini berbeda, di mana kondisi keuangan sedang sulit akibat pemotongan anggaran, baik APBN maupun dana transfer ke daerah. “Karena itu, saya minta pengertian pegawai. Mari, sama-sama kita rasakan baik sulit maupun senang," harapnya
Meski kondisi sulit, lanjut Alex, dirinya memastikan pembangunan di Sumsel tetap berjalan lancar, terutama proyek Asian Games. Untuk itu, Alex sudah meminta DRP RI Dapil Sumsel untuk menjaga agar tidak terkena efisiensi (pemangkasan). “Bukan games-nya, melainkan manfaat dari penyelenggaraan Asian Games,” paparnya.
Asisten IV Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel, Joko Imam Santoso menjelaskan, Korpri Pemprov Sumsel me-luanching unit usaha yang didirikan berbentuk koperasi yang terdiri dari Klinik Pratama, kafe sehat, dan mini market. Kafe sehat ini adalah koperasi Pemprov Sumsel yang merupakan hasil binaan Korpri, di mana makanan yang dijual mengandung gizi yang baik dari nabati, vegetarian, dan lain sebagainya.
Dibukanya kafe sehat ini merupakan salah satu langkah untuk mendorong masyarakat dan pegawai sehat, mengingat saat ini cenderung makanan yang dijual banyak kurang sehat seperti gorengan dan lain sebagainya. "Kafe sehat di Sumsel merupakan yang pertama, sehingga patut dijadikan percontohan ke depannya," terangnya.
Selain menghadirkan kafe sehat, lanjut Joko, pihaknya juga akan menghadirkan indogrosir di halaman Pemprov Sumsel. Indogrosir ini sendiri tujuannya meringankan beban, baik PNS maupun masyarakat agar berbelanja dengan harga yang murah dibandingkan warung biasa. “Nantinya bagi anggota koperasi mendapatkan potongan harga cukup murah dibandingkan yang bukan anggota," imbuhnya. (yun/air/ce4)

Published in METROPOLIS

PALEMBANG - Saat jeda kompetisi, Sriwijaya FC menuntut PT Gelora Trisula Semesta (GTS) evaluasi menyeluruh kinerja wasit Torabika Soccer Championship (ISC) A. Ini karena tim berjuluk Laskar Wong Kito merasa dizalimi korps berbaju hitam tersebut. "Kami ingin PT GTS mengadakan evaluasi terhadap kinerja wasit selama paruh musim ini. Kami salut dengan wasit muda, tapi secara keseluruhan kami kecewa kinerja mereka," ungkap Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris.

Lanjut Haris, ada dua wasit yang dikotaki Sriwijaya FC karena buruknya kinerja mereka. Yakni, Iwan Sukoco dan Jumadi Effendi. Keduanya diminta ditindak tegas oleh GTS. Bagi mereka, keduanya banyak merugikan Sriwijaya FC saat pimpin pertandingan.

Selama putaran pertama, Jumadi Effendi sekali pimpin pertandingan Sriwijaya FC, yakni saat Supardi Natsir dkk melawan Persija Jakarta di SUGBK Senayan Jakarta. Dalam laga itu, Sriwijaya FC dinyatakan menang 3-0 setelah terjadi kerusuhan di Stadion di 10 menit terakhir. Sementara Iwan Sukoco, dibenci ofisial Sriwijaya FC karena dinilai buruk pimpin pertandingan saat Sriwijaya FC menahan imbang 2-2 Pusamania Borneo FC. Dia masuk di pertengahan pertandingan gantikan wasit Muslimin."Yu Hyun Koo ditendang kepalanya. Apa itu, mau main kungfu. Sangat disayangkan pemain lawan hanya diberi kartu kuning, padahal mestinya merah karena dia orang terakhir di pertahanan," tukasnya.

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar menambahkan, dirinya tidak akan mengalah dengan kekuatan di luar lapangan. Pihaknya akan fight untuk men-support perjuangan Supardi Natsir dkk merangkak ke puncak klasemen. "Hasil sejauh ini masih bisa saya pertanggungjawabkan karena secara progres permainan tim ini bagus. Hanya saja, dipengaruhi faktor eksternal. Tapi, saya tidak mau cepat puas, nanti malah akan membuat pemain kurang fight. Kami ingin pemain fokus untuk berjuang dan pelatih siapkan strategi jitu," tukasnya.

Sementara itu, Dirut PT GTS, Joko Driyono mengakui, kinerja wasit dalam enam tahun terakhir dikeluhkan. Dan, sudah ada beberapa wasit yang kita istirahatkan sebagai konsekuensi membawa kompetisi ISC A ke arah lebih baik. Namun untuk tahun ini, dia tetap mengapresiasi kinerja wasit karena secara kesalahan dalam ambil keputusan sudah alami penurunan dibanding musim-musim sebelumnya.

"99 persen yang protes kinerja wasit adalah tim yang kalah. Kami menunggu tim menang protes. Hanya memang kami akui tidak adanya wasit Indonesia memimpin pertandingan di AFC dan FIFA secara kompetensi ketertinggalan kualitas. Ke depan, harus ada lembaga wasit yang kuat dalam organisasi PSSI usai kompetisi berakhir Kongres PSSI, 17 Oktober," tukasnya. (kmd/ion/ce4)

Published in GELORA SRIWIJAYA
Kamis, 01 September 2016 04:53

Mantan Residen Nyamar Anggota BNN

LUBUKLINGGAU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau meringkus anggota BNN gadungan. Tersangkanya, Andy Pramana (31), diduga tengah mencari mangsa yang dapat ditipunya. Warga Jl Kapten Muchtar Basri Ampera VI, Medan, Sumatera Utara itu diringkus di wilayah Kelurahan Lubuk Tanjung, Lubuklinggau Barat I, Selasa (30/8), pukul 07.30 WIB. “Dari tersangka, kami dapati jaket dan kaus bertuliskan BNN. Juga kartu mantan residen (pernah direhabilitasi) di BNN Lido,” beber Kepala BNN Kota Lubuklinggau, Ibnu Mundzakir.

Saat ditangkap, tersangka mengendarai Mitsubishi Kuda BG 477 CA silver. Usai tertangkap, BNN Lubuklinggau melakukan tes urine terhadap tersangka. Hasilnya positif. "Dia mengaku pakai narkoba, malam sebelum tertangkap," kata Ibnu. Terkait penyalahgunaan narkoba yang melibatkan tersangka, BNN mengendus keterkaitan dengan jaringan Aceh, Medan dan Lubuklinggau. Indikasi itu sedang diselidiki lebih lanjut. (wek)

Published in TOP NEWS

PALEMBANG - Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda dilantik di Gedung Bina Praja Pemprov Sumsel, kemarin (31/8). Finda, sapaan akrab Fitrianti Agustinda, dilantik langsung oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sekitar pukul 10.30. Sempat molor 30 menit dari yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB, kemarin. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin berpesan kepada Wawako Fitrianti Agustinda bahwa wawako bertindak sebagai wawako dan harus patuh.

"Wawako harus tajam tapi jangan menggurui. Boleh cepat tapi jangan mendahului. Karena itu, wawako dan wako harus bisa bekerja sama," ungkapnya saat memberi sambutan pelantikan. Tak hanya itu, tugas wawako kali ini juga berat. Pasalnya bakal jadi ujung tombak suksesnya event internasional Asian Games 2018. "Palembang tuan rumah Asian Games. Itu jadi tanggung jawab Wako dan Wawako," katanya.

Untuk itu, Alex menekankan, pemprov dan pemkot harus mampu benahi Kota Palembang agar layak menjadi tuan rumah. "Itu bukan pekerjaan mudah, sebab banyak PR pembangunan infrastruktur, penghijauan dan lainnya harus diselesaikan. Jika kita mampu, kota ini akan maju pesat," ucapnya.  Menurut Alex, keamanan juga harus diperhitungkan dan harus standar. Karena itu, pihaknya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang menjaga keamanan. “Tinggal lagi ditingkatkan kualitasnya,” ujarnya. Lalu perhatikan juga masalah kebersihan dan sumber air mengingat saat ini distribusi air bersih masih tersendat di beberapa wilayah. (chy/yun/fad/ce2)

Published in HEADNEWS

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menjelaskan, barang bukti yang didapatkan dari hasil penggeledahan di rumah Gatot Brajamusti akan dikirimkan ke Polres Mataram. Begitupun dengan kasus narkoba yang menjerat Gatot, juga bakal diserahkan ke Polres Mataram.

"Jadi kasus narkoba kami limpahkan ke Polres Mataram," kata Awi di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (31/8). Penggeledahan di rumah Gatot dilakukan di Pondok Pinang, Jakarta, pada Senin (29/8). Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Barang bukti yang ditemukan adalah satu plastik transparan berisi narkotika jenis sabu-sabu. Bungkusan itu diselotip warna hitam. Kemudian, satu plastik transparan berisi dua kapsul dan tiga tablet warna cokelat.

Barang bukti selanjutnya adalah dua plastik bekas sisa sabu dan empat alat hisap sabu-sabu atau bong. "Yang lainnya tentunya barang bukti pendukung yang ada di TKP," ucap Awi. Meski begitu, Awi belum bisa memastikan proses persidangan akan dilakukan di mana. "Kami hormati Polda NTB sudah ungkap kasus narkoba," ungkapnya.‎ (gil/jpnn)

Published in BERITA UTAMA
Rabu, 31 Agustus 2016 23:42

Buruh Bangunan Simpan 57 Paket Sabu

SEKAYU - Tersangka pengedar narkoba, Sardianto (31), melompat ke aliran Sungai Musi demi lolos dari penangkapan polisi. Aksinya berlangsung Juni lalu. Namun, kemarin (31/8), pukul 06.30 WIB, dia tak berkutik ketika digerebek di rumahnya di Dusun II Desa Kasmaran, Babat Toman, Sekayu.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan 57 paket sabu seberat 8,61 gram. Sabu itu, tersimpan di dalam kaos kaki di samping tempat tidurnya, beserta alat hisap (bong, red). Buruh bangunan itu pun digelandang ke Mapolres Muba. “Dia piawai menjalankan bisnisnya dan memang sudah masuk dalam daftar pencarian orang,” kata Kasat Narkoba Polres Muba, AKP Rudi Hartono, melalui Kanit II Satres Narkoba, Iptu Tohirin. (yud)

Published in DOR!
Rabu, 31 Agustus 2016 23:38

Terganggu Dikabarkan Dekat Sama Gaston

KARTIKA Putri angkat bicara mengenai adanya kabar spesial dengan Gaston Castano. Wanita 25 tahun ini menegaskan, dirinya tak mengenal baik dengan sosok Gaston. Bahkan, ia mengaku tak pernah berhubungan dengan mantan suami Julia Perez itu. Karena itu, Kartika bingung, mengapa dirinya tiba-tiba digosipkan dengan Gaston.

"Saya nggak kenal, saya nggak pernah hubungan sama Gaston, nggak pernah ketemu," tegas Kartika belum lama ini. Gosip itu, diakui wanita yang kerap berlogat Tegal ini sudah cukup menganggu dirinya. Terlebih, ia dituding sebagai wanita ketiga dalam kandasnya hubungan Gaston-Jupe. "Kalau dibilang ganggu, pasti ganggu ya. Saya kan punya pekerjaan, jadi keganggu," tandas Kartika. (chi/jpnn)

Published in SHOW & SELEBRITI
Rabu, 31 Agustus 2016 23:36

Kemenlu Sedang Siapkan Kartu Diaspora

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pihaknya sedang menyiapkan pembuatan Kartu Diaspora, untuk memudahkan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri tetap memberikan kontribusi di tanah air. "Berdasarkan PP No.26 Tahun 2016 (Tentang Keimigrasian), pemerintah memberi kemudahan dalam bentuk visa multiple selama 5 tahun.

Kemenlu lagi proses pembuatan Kartu Diaspora Indonesia. Ada pejabat khusus di Kemenlu yaitu staf ahli bidang sosial budaya untuk mengurus ini," kata Retno di Komisi I DPR, Rabu (31/8). Kartu ini diberikan sebagai solusi karena pemerintah masih mengkaji pemberlakuan dwikewarganegaraan, sebagaimana aspirasi diaspora yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo ketika melakukan kunjungan ke luar negeri. "Dalam setiap pejalanan Pak Presiden ke luar negeri, terdapat aspirasi yang kuat dari diaspora Indonesia agar pemerintah dapat memberlakukan dwikewarganegaraan. Karena isu ini penting. Kajian mendalam harus dilakukan," ujar Retno. (fat/jpnn)

Published in TOP NEWS
Rabu, 31 Agustus 2016 23:33

BNPB Klaim Riau Nihil dari Hotspot

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan membuahkan hasil yang menggembirakan. Ini dibutikan dengan jumlah titik panas (hotspot) kebakaran berkurang signifikan. Bahkan di Riau nihil titik api. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu (31/8). Menurutnya, satelit MODIS memantau 156 hotspot yang tersebar di 21 provinsi di seluruh wilayah Indonesia pukul 07.00 WIB. "Riau nihil dari hotspot. Kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya sempat merebak di wilayah Riau telah berhasil dipadamkan. Pantauan satelit maupun patroli udara memang menunjukkan tidak ada yang terbakar," kata Sutopo.

Namun demikian, asap tipis masih mengepul dari lokasi-lokasi yang terbakar sebelumnya. Nihilnya hotspot ini menyebabkan kualitas udara di Riau pada tingkat baik. Bahkan, seluruh pengukuran kualitas udara yang dilakukan di Sumatera menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pengukuran Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Siak, Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepri, Palembang, Aceh dan Jambi semuanya di bawah 50 psi. Artinya udara baik dan sehat. Jarak pandang juga di Pekanbaru 7 km, Rengat 6 km, Dumai 7 km, dan Pelalawan 5 km.


Tim Satgas Terpadu menurutnya terus melakukan penanganan, terutama melakukan pendinginan daerah bekas terbakar. Asap tipis yang keluar dari lahan gambut tetap ditangani dengan menyemprot air hingga kedalaman tertentu. Patroli diintensifkan dengan menggunakan motor tril masuk permukiman, pekarangan, hutan dan perkebunan. "Lima helikopter BNPB masih terus melakukan water bombing. Begitu juga 2 pesawat Air Tractor melakukan patroli udara dan pengeboman air. Hujan buatan terus dilakukan setiap harinya," ujar Sutopo. Sebaliknya, di Kalimantan Barat terdapat 48 hostpot sesuai pantauan satelit MODIS pada Rabu (31/8/2016) pukul 07.00 WIB. Sebagian besar berasal dari pembukaan kebun di Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak, Kubu Raya dan Sambas. Tapi secara umum kondisinya masih cukup baik.(fat/jpnn)

Published in BERITA UTAMA

KABAR duka kembali menyelimuti Tanah Air. Istri Pahlawan Nasional Bung Tomo, Sulistina Sutomo meninggal dunia pada Rabu (31/8) dini hari, sekitar pukul 01.42 WIB. Sulistina meninggal di usia 91 tahun. Almarhumah meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta, karena sakit yang diderita. Kabar duka ini langsung menyebar di dunia maya dan menjadi trending topik di Twitter. "Turut berduka atas wafatnya Ibu Sulistina, istri pejuang Bung Tomo. Kegigihan beliau bersama suami menjadi teladan," ucapan belasaungkawa yang ditweet akun @KEMENPORA_RI. Ucapan duka juga disampaikan perusahaan rekaman E-Motion Entertainment.

"Turut berduka cita atas wafatnya Ibu Sulistina, istri pejuang Bung Tomo. semoga amal ibadahnya diterima olehNya," tweet akun @E_MOTION_ENT. Sampai saat ini ucapan belasungkawa masih menjadi trending di Twitter. Ucapan belasungkawa itu berasal dari berbagai kalangan. Dari politisi, media, tokoh nasional, hingga kementerian. Menurut rencana jenazah akan dimakamkan tepat di samping makam suaminya, Bung Tomo, di Tempat Pemakaman Umum Ngagel Surabaya pada Rabu (31/8) sore. (mg5/jpnn)

Published in NASIONAL
Halaman 1 dari 193

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca