Berburu Defender

20 Mar 2017
118 kali dibaca
Berburu Defender Foto: Malang Pos/JPG

PALEMBANG - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelontorkan dana Rp7,5 miliar pada masing-masing kontestan kompetisi Liga 1 membawa angin segar setiap klub. Termasuk dalam membantu belanja pemain tim Sriwijaya FC musim ini.

Asisten Manajer Sriwijaya FC, Muchendi Mahzarekki, mengaku belum berani menyebut, apakah akan mengalokasikan dana tersebut untuk membantu belanja pemain. Termasuk juga akan digunakan untuk membeli satu pemain dengan status marquee player layaknya Persib Bandung.

Muchendi menyebut, ini karena manajemen harus selektif menggunakan dana segar pada aspek kebutuhan tim. "Belum sampai ke sana. Jika memang benar ada subsidi Rp7,5 milir itu, kita berharap lancar dibayarkan dulu," ucapnya.

Wajar saja, untuk saat ini dana itu belum cair, jadi masih belum bisa digunakan untuk kebutuhan Laskar Wong Kito."Tapi memang, tentu klub sangat terbantu dengan uang itu nantinya," ucapnya.
Tapi dia belum berani bicara apa akan digunakan untuk membeli pemain top dunia atau tidak, itu karena manajemen harus menghitung-hitung lebih dulu kebutuhan tim. Belanja pemain, gaji pemain, dana operasional, biaya away, dan biaya lainnya, Sriwijaya FC harus hitung-hitung dulu.

Belum lagi, PSSI musim ini akan menggulirkan kompetisi Liga U-19. Laskar Mudo Wong Kito dan tim lain pasti akan kesulitan cari sponsor. Berbeda dengan tim senior yang sudah punya nilai jual.
Bila Liga U-19 digulirkan, manajemen juga harus memperhitungkan besaran biaya, mulai dari gaji pemain, biaya operasional hingga biaya away nantinya. "Kita akan pakai sesuai kebutuhan klub," ucapnya.

Pria yang kerap disapa Endi ini tampaknya memberikan isyarat akan mengambil sikap seperti Arema FC yang enggan latah menyikapi Persib mendatangkan mantan pemain Chelsea, Essien. Manajemen enggan gegabah menggunakan suntikan dana segar PSSI dan lebih selektif dalam menggunakan dana itu sesuai kebutuhan tim.

Hal senada diutarakan pelatih kepala Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, yang memilih mecari solusi lain ketimbang hanya membeli pemain marquee player. " Dibutuhkan atau tidak, kembali pada menajemen. Saya belum berani bicara sampai ke sana. Secara pribadi, saya lebih pilih tidak," tuturnya.

Widodo hanya menyarankan, kebutuhan tim saat ini lebih pada lini belakang. Ditariknya Zalnando ke Timnas U-22 dan masih belum fitnya kondisi Bio Paulin membuatnya terpaksa memutar otak. "Kalau ditanya butuh pemain, memang konsen kita pada defender. Butuh tandem Yanto Basna. Memang ini menjadi kekurangan kita dan harus bisa diatasi nantinya," tuturnya. (cj11/nan/ce4)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca